waiting 4 love

2 minutes, 25 seconds

Memasuki bulan Februari, seperti biasa tiba-tiba warna merah jambu alias pink nemplok di toko-toko. Stock coklat bermunculan untuk ditawarkan. Love is in the air ….. Valentine’s Day.

Lepas dari perdebatan setuju tidak setuju, budaya kita atau entah budaya siapa yang jelas momentum Februari dirayakan oleh sebagian orang dimuka bumi.

Bicara tentang cinta ….. eeeeaaaaa 🙂 memang tidak melulu didominasi oleh suasana dan situasi yang berbunga-bunga alias indah. Bahkan konon cinta justru dibuktikan pada situasi dan kondisi yang tidak enak, susah, sedih mungkin juga ada nangis-nangis seperti film India 🙂

Cinta bukan hanya bicara tentang momentum, tapi juga proses. Oleh karena itu perlu dirawat dengan sabar dan belajar untuk memahami.

Demikian juga dengan investasi saham. tidak saja bicara tentang momentum, tetapi perlu sabar, belajar supaya paham 🙂

Jika market sedang naik alias Bullish semua menyebut diri investor atau trader atau apapun lah ….. tetapi jika sedang Bearish pada kabur, ngumpet. Ntar muncul lagi jika signal Bullish berwarna hijau tua 🙂

Memang sih enak banget aku nulis gini ya kasih nasehat bla bla bla ….. gimana jalaninnya? Susah-susah kumpulin uang untuk modal trading eh kalo “lewat” gimana? 🙂

Kupikir sama juga lah, urusan modal juga perlu kuusahakan dengan mengumpulkan dikit-dikit, membatalkan atau menunda beberapa item yang ingin kubeli, potong sana-sini, yang jelas supaya modal segera kekumpul dan menambah investasi.

Itu sebabnya memang luar biasa pergumulan hati dan nyali selama bulan jatuh cinta ini 🙂 terkadang disuatu hari turun menuruni lembah nan merah lalu seketika mendaki gunung yang hijau …… sadis, ngos-ngosan, mau jantungan tapi takut mati 🙂

Seperti ditulisanku sebelumnya, closing Januari aku lumayan berhasil memperkecil loss trading yang sempat menyentuh 10% dengan cara cut loss beberapa saham dan memindahkannya ke sebuah saham hasil rekomendasi #RHBTradeSmart. Saham ini lumayan mahal harga per lotnya …. puluhan ribu. Tapi setelah kupikir dan sedikit analisa amatiran seorang newbie masuk akal juga karena sudah terdiskon lumayan besar …. #BBCA.

Jadi kubeli lah saham itu, sebagian untuk trading dan sebagian untuk sedikit jangka panjang.

Selanjutnya wait and see sambal nonton Netflix 🙂

Nasehat bijak dari seorang investor kawakan bilang gini: Buy when everyone else is selling & hold until everyone else is buying. That’s not just a catchy slogan. It’s the very essence of successful investing J

Enak bener dia omong gini ya? Kalo yang lain jual emang aku nggak mau jual? Emang nggak deg-degan gitu melawan arah?

Tapi masak iya nggak percaya dengan nasehat dari investor terkemuka seperti J. Paul Getty?

Singkat cerita, akhir Februari lalu dengan restu dan doa dari “menteri keuangan” aku top up dana setelah terjadi kesepakatan untuk menunda keinginanku untuk ini dan itu 🙂

Deg-degan? Pastilah, kuatir? Iyalah, cemas? Tentulah 🙂

Itulah cerita sepanjang Februari. Ditengah situasi yang runyam, market drop lumayan besar bahkan lebih rendah dari Januari praktis yang kulakukan adalah wait and see dan BUY 2 saham pilihanku yang sudah terdiskon lumayan besar.

Tapi …. ups aku lupa. ada sebuah saham hasil rekomendasi yang aku beli di minggu ketiga Februari dan gain dalam 3-4 hari sebesar 5%! …… #RHBTradeSmart memang OK!

#TradeEasier #SahamIsEasy #InvestSmarter

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *