TIGA

2 minutes, 0 seconds

saat sedang menikmati makan malam yang sudah larut … orang bule bilang supper, sebuah pesan di WhatsApp masuk begini isinya : “selamat malam pak”. cepat saja aku berpikir ada apa ini? tidak mungkin hanya sekedar menyapa dimalam yang sudah menjelang larut. 

lalu aku membalas : “y Bang”. lalu muncullah jawaban, begini bunyinya : “anakku kondisi nggak stabil pak, nggak sadar”

singkat cerita, selesai makan malam bersama istriku aku menuju ke lantai 29 sebuah rumah sakit di daerah Semanggi, jam sudah menunjukkan sekitar pukul 11 malam. kutemui salah satu teman kerjaku yang sudah berkumpul bersama istri, anak2 dan saudara2.

namanya Dinda, seorang anak perempuan, aku lupa bertanya kepada bapaknya berapa umur anak ini, seorang anak perempuan yang sudah beberapa bulan terakhir berjuang melawan kanker darah yang diidapnya.

2 minggu sekali Dinda harus menjalani kemoterapi.

karena satu dan lain hal, Jumat lalu Dinda harus masuk ke rumah sakit lalu ke ICU dan sampai saat ini belum sadarkan diri.

malam sebelumnya, karena tuntutan pekerjaan aku mendatangi sebuah event besar di kawasan JIEXPO Kemayoran. puluhan ribu crowd datang bahkan dari berbagai negara, berpesta selama 3 malam berturut-turut.

hanya ada wajah gembira, senyum lebar bahkan tawa gelak mudah dijumpai dimana-mana.

tadi malam, bersama istriku, kami memenuhi sebuah undangan sakramen dan pesta perkawinan seorang kenalan lama. semua bergembira terlebih kedua mempelai. dengan janji perkawinan yang luar biasa indah sebuah keluarga baru terbentuk malam itu.

malamnya aku berpikir dan merenung, hanya dalam 2 hari terakhir aku berkesempatan menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri 3 peristiwa yang berbeda satu dengan yang lain. 

peristiwa seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, perjuangan orang tua dan handai taulan yang sedang berharap mendapat kesembuhan bagi sang anak. 

peristiwa yang lain, diwaktu yang sama, hanya terpisah beberapa kilometer jaraknya semua orang sedang berpesta diringi musik berkekuatan hampir 100 decibel.

lalu sebuah peristiwa perayaan terbentuknya sebuah keluarga baru.

memang tidak ada yang aneh. memang dunia dibentuk dari peristiwa yang bermacam2.

tetapi menyaksikan ke 3 peristiwa tersebut hanya dalam hitungan hari tentu tidak begitu lazim.

kemudian aku teringat sebuah nasehat lama dari almarhum kakek berkata begini : jangan terlalu gembira dan jangan terlalu sedih. sekedarnya saja kata beliau.

memang benar juga kupikir, 3 peristiwa sepanjang akhir minggu lalu mengajar aku bahwa ketika aku bergembira harus selalu menyadari bahwa dibagian tempat yang lain ada yang sedang bersusah dan bersedih hati.

belajar bukan saja dari peristiwa2 yang aku alami sendiri tetapi juga dari peristiwa2 yang sedang orang lain hadapi akan mengasah empati dan membuat aku menjadi tahu diri.

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *