Teror

2 minutes, 1 seconds

beberapa kejadian dengan label teror dan terorisme mulai mudah ditemui di media masa bahkan media sosial dalam kira-kira sepuluh tahun terakhir ini. walaupun tentu saja teror atau terorisme sudah setua peradaban manusia.

tentu terlalu banyak dan cenderung mengulang-ulang jika disini akupun harus mengemukakan beberapa contoh kasus atau kejadian. sehingga saya memutuskan untuk skip dari bagian ini.

Kamus Besar Bahasa Indonesia mendefiniskan ‘teror’ sebagai usaha menciptakan ketakutan, kengerian dan kekejaman oleh seseorang atau golongan.

memikirkan dan merenungkan disaat-saat luang membawaku pada suatu pemahaman yang jauh lebih luas dibanding hanya melihat teror atau terorisme seperti yang kukenal selama ini.

misal : suatu kelompok extrim yang melakukan pengeboman, penculikan atau kekerasan lain kepada pihak lain dengan tujuan menimbulkan ketakutan.

walaupun ada seorang ahli yang berpendapat bahwa teror biasanya dilakukan oleh suatu pihak yang merasa tidak bisa melawan pihak lain – yang biasanya lebih berkuasa dan mempunyai kekuatan -secara terbuka tetapi aku cenderung berpendapat bahwa teror dilakukan oleh siapa saja, bahkan oleh yang lebih berkuasa kepada yang lebih tidak berkuasa.

mari kita lihat beberapa contoh dari cerita sehari-hari yang siapapun bisa melihat dan mengamatinya.

seberapa sering kita melihat sebuah kendaran ukuran besar – bisa bus kota, metromini yang menggunakan jalan seenaknya sendiri? berpikir bahwa pemakai jalan lain tidak mempunyai ukuran sebesar dirinya membuat para pengemudi kendaran besar cenderung menebarkan kecemasan?

seberapa sering kita melihat lautan sepeda motor di jalanan ibukota yang mendominasi jalan, perempatan bahkan parkir tidak pada tempatnya mengesampingkan pengguna jalan lain? siapa yang tidak cemas jika berhadapan dengan lautan sepeda motor dijalan raya saat ini?

atau bagaimana sikap dan perilaku tertentu dari orang tua kepada anak-anaknya, cermati dengan baik, teror sudah menjadi bagian yang secara tidak disengaja digunakan untuk mendidik dan membesarkan anak-anak.

bisa juga teror terjadi secara tidak disengaja didalam hubungan kerja.

walau mungkin akan menimbulkan diskusi lebih lanjut rasanya aku juga harus mengatakan teror juga digunakan pemuka agama kepada pengikutnya.

mari kuberi contoh : kalau kalian tidak begini, begitu, bla bla bla maka diakhirat nanti kalian akan masuk neraka.

contoh lain : kalau kalian tidak begini, begitu, bla bla bla maka kalian tidak akan mendapat berkat dan rejeki.

kalau tidak begini, begitu, bla bla bla Tuhan marah, murka …….emang Tuhan punya penyakit darah tinggi ya? 🙂

benar, teror ternyata ada didalam dunia sekitar kita sehari-hari bahkan begitu dekat didalam realitas kehidupan setiap orang.

ajakan yang persuasif, kreatif yang mengajarkan dan mengajak dengan cara yang damai, indah, cinta dan kasih tampaknya harus lebih sering digunakan dibandingkan dengan teror.

bagaimana menurutmu?

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *