terbaik

1 minutes, 54 seconds

namanya juga tinggal di Kota Hujan, Buitenzorg istilah masa penjajahan dulu atau sekarang dikenal dengan nama Bogor. hampir tidak ada hari tanpa tidak hujan. beberapa hari terakhir ini kira-kira sore hari ketika pintu dan jendela rumah dibuka dinginnya angin yang menyerbu rumah hanya sanggup kami tahan tidak lebih selama 15 menit ….. bbbrrrrrrr dingin ….23- 24 derajat celcius menurut pengukuran suhu di iPhoneku.

beberapa hari yang lalu salah seorang anakku berkata : kok hujan terus ya sampai nggak bisa ngapa-ngapain di halaman 🙂 dan memang benar-benar kami terkurung didalam rumah, bukan saja karena self isolation tetapi juga karena hujan!

beda sangat dengan Jakarta tempat tinggal kami sehari-hari, berdebu, panas, hanya ada langit yang seakan mendung walau itu sebenarnya adalah selimut tebal polusi yang menutupi sinar panas matahari.

pada saat di Jakarta aku menantikan suasana Bogor. pada saat di Bogor aku merindukan panasnya Jakarta.

beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sebuah video berdurasi 59 detik. tentu tidak akan ada kata yang kurangkai menjadi kalimat untuk menceritakan kembali isi video yang membuatku terjaga semalaman karena memikirkan dan merenungkan isinya yang mengkoreksi isi pikiran dan hatiku itu. aku akan membiarkan teman-teman semua menontonnya.

Apa yang terbaik dalam hidup ini? ???

Dikirim oleh Dhamma kehidupan pada Jumat, 16 Agustus 2019

#dirumahsaja membuat populasi dunia dipaksa untuk kembali kepada hal-hal yang paling esensial tanpa atribut-atribut lain yang selama ini membuat kehidupan menjadi ribet, kompleks, dan mahal.

tidak ada lagi ngopi di café – kalau mau minum kopi seduh sendiri. tidak ada lagi lunch, dinner di restaurant atau ditempat-tempat favorite – kalau lapar y masak sendiri, atau order dan dikirim ke rumah. tidak ada lagi bioskop – kalau mau nonton y melalui tv cable. tidak ada lagi fitness centre – kalau mau exercise y sambil sekalian menyapu, mengepel atau mencuci baju. tidak ada lagi hang out bersama teman-teman – kalau mau mengobrol y bersama pasangan dan anak-anak. tidak ada lagi rekreasi ketempat-tempat eksotis – kalau mau resfreshing y cukup dihalaman atau didalam rumah. tidak ada lagi keruwetan memilih sneaker, tshirt atau baju dan celana apa yang mau dikenakan. tidak ada lagi matching tas apa, sepatu apa dan gaun apa karena percuma juga kerepotan itu jika tidak ada orang lain yang melihat. semua benar-benar kembali kepada hal-hal yang paling mendasar dari kehidupan manusia.

#dirumahsaja mengajarkan dan mengingatkan manusia arti sebuah kata CUKUP.

#dirumahsaja mengajarkan dan mengingatkan kembali banyak hal mendasar manusia yang selama ini terlupakan.

There are 3 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *