Tag: #SahamisEasy

written by Roy Hekekire
April 30, 2020 0

Di tulisanku sebelumnya, aku mengatakan hanya ada 2 juta investor di Indonesia alias hanya 0,8% saja, menguasai 49% dari total investasi di pasar bursa. Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah kelas menengah yang sebesar 59 juta maka angka 2 juta itu hanya 3,4% saja.

Pertanyaannya adalah apakah 57 juta orang kelas menengah lainnya tidak menginvestasikan uangnya? Jika jawabannya tidak maka tentu saja mengerikan sekali? Middle income trap atau apa?

Secara sederhana Middle Income Trap ditandai dengan peningkatan pengeluaran/belanja seiring dengan peningkatan pendapatan. Contoh : Pendapatan 10 juta/bulan. Pengeluaran 9 juta/bulan – Investasi 1 juta/bulan. Tahun berikutnya Pendapatan naik 10% menjadi 11 juta perbulan. Pengeluaran menjadi 10 juta/bulan – Investasi tetap 1 juta/bulan.

Apakah itu yang terjadi? Saya nggak ngerti, perlu research yang lebih mendalam dan rasanya juga nggak cocok dituliskan di blog ku ini πŸ™‚

Dan mungkin akan sangat menarik untuk mengetahui Financial Literacy masyarakat kita, baik kelas menengah ke atas atau masyarakat keseluruhan.

Financial Literacy atau melek finansial atau kecerdasan finansial perlu dimiliki oleh seseorang yang menghendaki kehidupan yang berkecukupan dan terhindar dari Permanent Poverty atau kemiskinan permanen.

Paling tidak ada 3 hal dalam Financial Literacy yang harus diketahui yaitu, (1) making money skills alias pinter cari duit (2) investing skills alias menghasilkan uang dengan uang (3) spending money skills alias β€œjago” belanja πŸ™‚ ……. BUT yang point no.3 jangan sampai salah paham y guys πŸ™‚

Sayangnya ke 3 hal tersebut kayaknya nggak pernah kita pelajari di sekolah kita dulu. Tetapi nggak ada gunanya mencari siapa yang salah, siapa kambing hitamnya. Akan jauh lebih produktif kalau belajar aja sendiri.

Setiap orang yang bekerja, anggap aja masing-masing sudah mempunyai making money skills. Jadi tulisanku ini tidak akan buang waktu berbicara tentang poin ini ya? πŸ™‚ besar atau kecil uang yang dihasilkan bukan masalah. At least kita sudah menghasilkan terlebih dulu. Itu adalah starting poin.

Sebelum berbicara tentang investing skills ada baiknya aku lompat dulu ke poin spending money skills. Tetapi sebelumnya aku ada pertanyaan nih : siapa yang selama 1 bulan ini lebih banyak mengeluarkan uang untuk berbelanja dibandingkan uang yang dihasilkan dari investing? Pertanyaan selanjutnya : apa sih yang kalian beli? Kebutuhan premier kah? secondary kah? tertiary kah? Pertanyaan terakhir : apakah sesuatu yang kalian beli tersebut akan menghasilkan gain atau return dalam jumlah tertentu dimasa depan?

Supaya nggak terdengar seperti kotbah atau menggurui, rasanya kalian sudah mulai nangkap maksud ke 3 pertanyaanku di atas kan ya? πŸ™‚ jadi aku stop sampai di sini saja πŸ™‚

Spending skills sangat dipengaruhi oleh self-dicipline alias mengekang godaan hawa nafsu berbelanja πŸ™‚ Belanja apa pun itu termasuk berbelanja kebutuhan premier pun tak lepas dari godaan hawa nafsu. Semakin nafsu berbelanja tak terkontrol semakin memperbesar kemungkinan untuk tidak bisa masuk ke investing skills. Mengapa? Ya jelas lah …. Untuk investing kan perlu modal. Modal tentu saja didapat dari saving. Dan saving adalah uang yang tidak dibelanjakan! …… oh tapi bisa juga sih modal didapat dari warisan atau pampasan perang πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Tentang investing skills sebenarnya nggak ribet-ribet amat. Skills ini nggak lebih dari sekedar mencari cara dan jalan yang paling memungkinkan untuk mendapatkan sesuatu dimasa depan dengan modal yang dimililki saat ini.

Contoh : dalam 2 tahun ke depan si Alex ingin liburan ke Bali. Biaya flight, hotel, beer  dll dianggarkan IDR20 juta. Saat ini Alex mempunyai modal IDR10 juta. Sehingga Alex harus mencari cara untuk menutup gap sebesar IDR10 juta, alias Alex harus mencari 50% sisanya.

Lalu Alex mencoba mencari tahu instrument investasi apa yang paling memungkinkan dan β€œmenjanjikan” gain 50% selama 2 tahun. Jika tabungan atau deposito di Bank hanya memungkinkan mendapatkan return 6-7% setahun gross maka tentu tabungan atau deposito tidak layak untuk dipilih.

Alex tentu saja harus mencari informasi instrument apa yang paling memungkinkan untuk mendapatkan gain seperti yang dia inginkan sebelum dia memutuskan untuk menginvestasikan uangnya.

Itu adalah skill paling mendasar dari investing.

Selebihnya Alex harus mempelajari bagaimana proses atau cara kerja investasi yang dia pilih itu bekerja supaya tidak terjebak pada money game yang menjanjikan puluhan hingga ratusan % gain tetapi cara kerjanya tidak masuk akal sehat. Banyak lho orang berduit dan terpelajar yang tertipu jebakan money game ini? itu menunjukkan financial literacy yang sangat rendah.

Ada banyak instrument investasi yang bisa dipilih. Semua tergantung dari tujuan investasinya, profile investor terhadap sebuah resiko dll.

Yang berikutnya rumus yang sudah diketahui umum : don’t put your eggs in one basket. Alias investasilah ke berbagai macam instrument. Maksudnya selain membagi resiko juga supaya portfolio investasi bisa diorkestrasikan menghasilkan gain/return yang paling optimal.

Misal : jika investasi di sebuah saham menghasilkan deviden, maka deviden tersebut bisa dibelikan saham yang sama, dibelikan saham yang lain atau diinvestasikan ke instrument yang berbeda seperti LM atau property dll.

Misal : deviden digunakan untuk mencicil property, maka setelah property tersebut jadi tentu bisa disewakan atau dijual dengan harga tertentu. Uang sewa property tersebut bisa digunakan untuk kembali mencicil property yang lain dst.

Itulah investing skills. Menghasilkan uang dengan uang! Beda kan dengan investasi si Alex tadi yang untuk pergi ke Bali? πŸ™‚

Bener deh, investing skills hanya terlihat ribet tapi sebenarnya nggak segitunya. Kita hanya perlu dikelilingi oleh teman-teman yang tepat, yang setiap kali ngobrol salah satu topiknya investasi dibandingkan hal-hal ini. Motivasi itu perlu, dorongan dari orang lain itu penting, inspirasi dari orang-orang sukses yang ada di sekitar kita itu besar pengaruhnya.

Aku beruntung sih mempunyai teman-teman, bos-bos yang memberikan inspirasi dan tentu aku contoh dan ikuti teladannya.

Nggak usah kejauhan ngelihat Warren Buffet …. Lihat saja sekeliling masing-masing, banyak kok contoh hidup yang bisa diteladani. Pintar cari uang, ngerti investasi dan β€œjago” berbelanja!

Pasar saham memang sedang jeblok karena index sudah turun lebih 30% sejak awal tahun – tapi itu kan artinya harga sedang murah. Tetapi masih ada juga beberapa emiten yang dapat membantu pertumbuhan portfolio investornya. Silahkan lihat sendiri deh siapa-siapa aja mereka πŸ™‚

Aku beruntung sih selama hampir 6 bulan ini berinvestasi saham di @RHBTradeSmart. Selain belajar trading yang sebelumnya nggak pernah aku lakukan, aku juga bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang memberikan inspirasi untuk terus berinvestasi. Didukung oleh biaya Sell & Buy nya yang tergolong murah juga features aplikasinya yang sangat convenience sangat cocok sekali bagi ku. Selain features Market untuk mengetahui pergerakan index, juga ada ARO atau Assisted Robo Optimization yang membantu investor serta trader untuk mengambil keputusan dalam bertransaksi kapan saja dan dimana saja.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik.

Dan bagi teman-teman yang tertarik berinvestasi, sekaranglah waktu yang paling tepat.

Hanya dengan 1 click saja sebenarnya teman-teman sedang melangkah menuju masa depan yang lebih baik https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 27, 2020 0

Dari sebuah feed di IG aku mengetahui sebuah pasar ikan hias di Jakarta, hari minggu pagi kemarin masih sesak dengan pengunjung. Dari media juga aku mengetahui beberapa restaurant dipaksa hanya untuk melayani online purchase atau take away. Dalam gambar terlihat satpol PP memaksa mengangkat kursi-kursi restaurant tersebut ke atas meja-meja yang kosong. Beberapa pengguna jalan raya juga masih banyak yang tidak mengikuti protocol kesehatan yang disyaratkan PSBB πŸ™

Beberapa waktu yang lalu ketika diskursus tentang mudik boleh atau tidak merebak di media tiba-tiba saja beberapa teman β€˜kehilangan’ para asisten rumah tangga – mereka mendadak pulang kampung. Terminal bus antar kota mengalami lonjakan penumpang. Dan pagi ini melalui media aku mengetahui beberapa data bahwa 7% masyarakat sudah mudik, 24% ngotot mau mudik, sisanya 69% memutuskan tidak mudik di tahun ini. Secara absolut kira-kira yang ngotot akan mudik dan telah mudik berkisar 20 juta orang! …….. ngeri sekali ya membayangkan sebanyak itu manusia berpotensi sangat tinggi terpapar virus yang aku sudah males nyebutin namanya itu πŸ™‚

Dengan segala argumentasi mengapa tetap mudik dan akan mudik, masakan iya harus bertaruh resiko dan nyawa terjangkit virus? Punya nyawa serep kah? sudah punya anti virusnya kah? ….. aku nggak ngerti.

Sebuah artikel yang kubaca kuketahui bahwa Indonesia mempunyai 45.000 Undang-Undang. Itu belum termasuk PerGub dst dst. Dengan angka sebesar itu Indonesia diperkirakan menjadi negera dengan jumlah peraturan terbanyak dan terbesar di dunia!

Tetapi memiliki peraturan adalah satu hal. Pelaksanaan atau law enforcement dari peraturan adalah hal yang sama sekali berbeda.

Sebanyak dan sebaik apapun sebuah peraturan tidak akan ada manfaatnya jika tidak ada penegakkan hukum!

Cerita-cerita nggak enak diatas hanya sebagai analogi bahwa antara mempunyai atau mengetahui dan melakukan apa yang diketahui itu 2 urusan yang berbeda.

Sebagian kita dalam masa-masa ini mengisi waktu-waktu diselang seling bekerja dirumah dengan berbagai macam hal. Ada yang mencoba mengetahui hal-hal baru dengan mempelajari hal-hal tertentu, bisa dengan membaca, kursus online, dll. Ada sebagian juga yang meneruskan apa yang diketahui dengan mempraktekkan hal-hal baru tsb. Ada yang memasak, ada yang berkebun, ada yang berolahraga, ada yang menulis, dll dll. Itu semua baik dan memang seharusnya setiap kita mengambil peran dengan meng equip diri sendiri sehingga once this difficult time gone masing-masing sudah menjadi manusia yang berbeda baik secara pengetahuan, skills dll dll.

Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ), per 9 Aug 2019, investor asing menguasai 51,46% dari total ekuitas atau sebesar IDR.1.907 T sementara investor domestik menguasai IDR. 1.799 T atau 48,54%. Investor asing didominasi oleh institusi sementara domestik lebih banyak investor individu.

Memang ada banyak diskusi, pendapat mengenai pro and cons investasi asing. Tidak aneh memang karena setiap aspek selalu ada multidimensional  aspek kan?

Tetapi jika porsi investasi asing terlalu besar pada sebuah bursa maka capital in-flight dan capital out-flight akan menjadi faktor dominan terbentuknya harga pada sebuah bursa.

Sejak awal tahun IHSG sudah drop 33,4%. Bersamaan waktunya dengan kaburnya dana asing dari pasar kita. Jika di rupiahkan kira-kira capital out-flight sudah hampir IDR.15 T …. Lumayan gede ya?

Hari gini memang tidak ada satu pasarpun yang steril dari modal asing, tetapi jika modal asing lebih menguasai maka tentu pasar sebuah bursa akan lebih dipengaruhi faktor itu dibandingkan faktor-faktor lain, seperti fundamental sebuah emiten.

Investor jaman now pun sudah well inform …. Mereka akan melihat dipasar mana, dengan instrumen apa akan menempatkan dananya …….. ya tentunya mana yang menjanjikan return yang lebih baik disitu dana akan mengalir.

Saat ini Indonesia hanya mempunyai 2 juta investor individu. 900 ribu diantaranya merupakan investor individu dipasar saham, sementara sisanya investor melalui reksadana. Jumlah yang sangat kecil bahkan jika dibandingkan jumlah kelas menengah Indonesia yang menurut Bank Dunia berkisar 52 juta orang.

Dari sedikit angka-angka diatas sebenarnya opportunity untuk makin mengkonsolidasi investasi dana dalam negeri ke pasar bursa sangatlah besar dan terbuka. Semakin banyak investor dalam negeri dan semakin besar investasi dari investor dalam negeri masuk ke pasar bursa Indonesia tentu akan makin memperkuat pasar bursa Indonesia.

Dengan kata lain, dengan index saat ini, IHSG masih mempunyai kesempatan yang luas dan terbuka dimasa depan apalagi pada saat selesainya urusan pandemik ini.

Tidak seperti para Super Heroes baik geng DC atau Marvel …. yang intensinya adalah menyelamatkan dunia. Dengan berinvestasi di pasar bursa lokal sesungguhnya masing-masing telah menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri dan secara tidak langsung menjadi pahlawan bagi ekonomi Indonesia.

Nah, kapan lagi mau rebahan tapi bisa jadi pahlawan? Cukup dengan click link ini kalian sudah mengarahkan langkah kaki untuk menjadi pahlawan!

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 21, 2020 0

seorang teman mengirimkan link tulisan pak Dahlan Iskan berjudul : Covid Apalagi ….

https://www.disway.id/r/892/covid-apalagi

secara lugas beliau mengajak pembacanya untuk move on dari situasi buruk yang dihadapi dunia ini dari pada hanya focus mentengin angka-angka korban atau mencari tahu hal-hal lain dari virus ini. bahkan beliau menuliskan saat ini semua orang telah menjadi ahli virus lebih dibandingkan para ahlinya sendiri.

lebih lanjut pak Dahlan mendorong dan mengajak siapa saja untuk mencari cara-cara baru karena setelah ini kehidupan manusia akan menjadi berubah.

cara berbisnis dan bermasyarakat akan berubah setelah pandemik ini berlalu dan umat manusia belajar darinya.

semalam aku membaca sebuah email dan melihat video yang dikirimkan seorang petinggi – yang ini tinggi sekali dekat langit πŸ™‚ untuk 77.000 orang karyawan di perusahaan tempatku bekerja yang tersebar di seluruh dunia. sebuah video yang sangat encouraging, terlihat jelas gesture yang sangat positif dan mensupport supaya kami para karyawan merasa secure baik secara fisik, mental dan finansial.

tentu aku sangat bersyukur karena ditengah gelombang resesi yang mulai datang sebagai dampak dari pandemik yang sedang dihadapi dunia dimana berita tentang orang-orang yang kehilangan penghasilan, kehilangan pekerjaan atau tidak terlalu yakin dengan kondisi perusahaan atau usaha yang selama ini menopang kehidupan masing-masing, aku dan 77.000 orang lainnya mendengar kabar yang sangat baik dan melegakan.

tetapi tentu mengucap syukur tidak hanya berhenti sampai di mulut dan bibir. bersyukur adalah sebuah perubahan attitude dan behavior!

memang sih tidak mudah untuk memiliki gratefulness attitude dan behavior. mengapa? lihat saya laman social media masing-masing! πŸ™‚ nyalahin itu lah, ini lah, kritik? No ….. umpatan lebih tepatnya? sindirian? ah yg itu mah bejibun πŸ™‚

Minggu siang jam 13.50 sebuah text WhatsApp masuk …. dari Bos ku, isinya link ke Spotify, sebuah interview seseorang dengan Dr. Chatib Basri – ekonom muda, mantan Menteri Keuangan, …… orang pinter πŸ™‚ jika tertarik siapkan waktu 1 jam untuk dengerin obrolan bermutu tinggi dan mencerahkan ini.

masuk minggu ke 4 work from home dan nggak jelas sampai kapan ini akan berakhir memang terasa makin stressful. buatku yang seorang karyawan biasa dan juga perusahaan tempatku bekerja sudah komit untuk memberikan support kepada employee nya saja sudah memberikan ‘tekanan’ tertentu.

aku membayangkan bagaimana dengan teman-teman yang kurang beruntung karena dirumahkan atau bahkan mengalami PHK sebagai buntut dari pandemik ini? bagaimana dengan teman-teman yang harus kerja setiap hari hanya untuk menopang kehidupan hariannya? tidak keluar rumah bekerja berarti tidak ada penghasilan? sedih bukan?

tetapi banyak juga lo yang malah mendapatkan ‘benefit’ dalam situasi seperti ini? lihat saja Youtuber, Content Creator dan Trader/Investor di bursa efek.

tanpa harus keluar rumah tetapi ‘penghasilan’ masih mengalir walau mungkin tidak sederas biasanya πŸ™‚

kubaca beberapa artikel ternyata dari lebih 250 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 2 juta orang saja yang sudah berinvestasi di pasar saham alias kurang dari 1%. dibandingkan dengan Malaysia misalkan, investor saham dinegara tetangga kita tersebut sudah lebih dari 15%. wah kalah jauh banget kita y πŸ™

tetapi yang menggembirakan ternyata 39% investor saham di Indonesia di kuasai oleh kaum milenial πŸ™‚ …… keren nih.

nah, buat teman-teman semua nih … bener-bener deh ayo belajar berinvestasi di pasar saham. belajar saja dulu, tidak ada ruginya sama sekali kan belajar sesuatu yang baru?

mumpung banyak waktu kan selama PSBB ini? yuk belajar, lalu mulailah berinvestasi, start small aja dulu, setelah mulai paham dikit demi dikit mulai tambah investasinya.

kayak tadi malam, gabut nggak tahu mau ngapain, lalu buka laptop …. loh kok ada dana masuk? dari mana nih? dari siapa nih? ….. e…. rupanya musim deviden telah tiba πŸ™‚

buat kalian yang mau belajar dan berinvestasi nih silahkan ke sini y

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 8, 2020 0

Melihat progres penyebaran Covid-19 memang bener-bener bikin deg-degan, cemas, kuatir dan takut. Walaupun sudah work from home tetapi kecemasan itu masih juga datang nyaris tak terkontrol.

Bener banget …… biang keladinya adalah postingan di social media dan platform komunikasi yang mempermudah para penggunanya bukan saja untuk menerima pesan atau informasi tetapi juga meneruskannya ke pihak lain.

Bisa jadi maksudnya baik, tetapi bisa berakibat sebaliknya jika pesan tersebut berisi informasi yang kurang akurat, tidak akurat atau yang lebih tragis lagi hoax alias bohong!

Belum lagi unggahan-unggahan yang malah menimbulkan debat tidak perlu ditengah situasi yang seharusnya membuat kita makin bersatu.

Jaman sekarang ini memang bukan lagi kita yang mencari informasi tetapi malah informasi yang menyerbu masuk bahkan sampai ke kamar tidur πŸ™ sehingga perlu filter alias kelihaian memilah dan memilih informasi apa yang perlu dikonsumsi dan mana yang langsung delete!

Sejak awal tahun memang berita yang bikin panas dingin lebih mendominasi media. Bad news is a good news, berita buruk lebih laku dijual ketimbang sebaliknya. Padahal selalu ada paling tidak 2 sisi dalam setiap peristiwa atau fakta. Tinggal darimana kita mau melihatnya …… itulah perspektif.

Gonjang-ganjing pasar saham yang bergerak seperti roller coaster selama beberapa minggu seiring dengan makin tinggi tingkat penyebaran Covid-19 memang benar-benar membuat gerogi level akut. Banyak berita-berita negative yang melatar belakanginya. Ambil contoh : dana asing keluar dari Indonesia berjumlah sekian T! miris kan? Pertumbuhan ekonomi berpotensi 0% … gimana tuh? Tingkat pengangguran akan meningkat! Serem kali? Lockdown! Apalagi tuh? πŸ™ Index akan bergerak ke angka 4000! Waduh πŸ™

Dengan modal yang hanya seiprit tentu saja berita-berita serem itu membuatku takut dan cemas, apalagi melihat kenyataan bahwa total investasi drop lumayan besar. Tapi lagi-lagi aku selalu mengingat bahwa paling tidak selalu ada 2 sisi dari setiap fakta. Bahkan dalam situasi yang buruk selalu saja ada kesempatan dibaliknya. Aku memilih lebih balance …. Supaya pikiran tidak parno dan akhirnya malah kontra produktif.

Apalagi sejak awal aku berinvestasi di saham, aku tidak menggunakan uang yang akan kuperlukan untuk digunakan dalam jangka waktu pendek, apalagi hutang alias menggunakan margin. Sehingga tekanan untuk menghasilkan return dalam jangka pendek hampir tidak ada….kalau ada return jangka pendek yang syukur kalau tidak y fine πŸ™‚

Lalu index drop sampai dibawah 4000 ….hih serem πŸ™ bahkan memasuki hari Senin 23/3/2020 pun masih melata di 3900 ohmaigat …. 3 saham yang kusimpan hancur lebur nggak karu-karuan πŸ™‚ Antara pasrah dan sisa-sisa semangat karena support analisa dan rekomendasi dari teman-teman di #RHBTradeSmart, dengan beberapa perhitungan kembali masuk alias Buy di harga yang so far paling rendah sepanjang tahun ini atau bahkan sudah lebih rendah sejak beberapa tahun terakhir.

Lalu aku coba nggak lihat pergerakkan karena selain bikin jantung empot-empotan juga karena kesibukkan akibat work from home yang ternyata jauh lebih challenging dibanding kerja di kantor πŸ™‚

Lalu Jumat hari ini, 27/3/2020 terjadi aksi Net Sales πŸ™‚ ….. cihui 1 saham gain 14% dan yang lainnya 8% πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ Index sempat menyentuh hampir 4700 dan sedikit terkoreksi di penutupan di 4500 an.

Tuh kan bener kata Sifu …. It’s all about mind set! Nggak boleh buru-buru dapat hasil …. Saham is not an easy money.

Walau jujur saja total investasi masih merah muda πŸ™‚ tapi seperti yang kuceritakan di tulisanku sebelumnya porsi saham yang untuk trading sudah hijau dengan main jangka pendek …. Ikuti gelombang saja. Buy disaat koreksi besar, tunggu sampai bawah dan mulai naik and then sell on strength seperti hari Jumat ini.

Mengikuti naik turun gelombang tsunami ini aku sudah 4 kali gain karena Buy on Weakness dan Sell On Strength.

Porsi invest untuk pilihan saham yang sama, sengaja aku biarkan alias sebodo amat … harga beli juga nggak jelek-jelek amat dan itu juga untuk keperluan jangka panjang pula.

Nah yang porsi trading ini lah yang ku β€œmain” kan πŸ™‚

Dengan hasil hari ini aku siap menanti apa yang akan terjadi minggu depan ….. mau koreksi lagi … OK lah, mau rally naik lagi boleh juga πŸ™‚

Nah, sekali lagi intinya mind set. Supaya punya mind set yang positif ya tentu informasi yang dikonsumsi harus positif juga. Kalau yang dibaca hanya berita-berita nggak enak y nyali akan makin jiper, pesimis dan nontonin doing. Begitu pasar membaik yang ada kembali mengeluh : ……. Coba ya waktu itu aku beli saham πŸ™‚ ……. telat tahu!

Ayo, mumpung work from home, gunakan waktu yang biasanya ngobrol-ngobrol sama teman kantor sekarang saatnya belajar tentang saham.

Dan mumpung work from home nggak tahu sampai kapan, kongkow di CafΓ©, nonton cinema, shopping2 di mall hampir nggak dilakukan kan alias ada uang spare tuh, mulai ditabung siapa tahu bisa secepatnya ikutan investasi di saham.

Bagi yang perlu link untuk mempermudah teman-teman jika serius untuk gabung silahkan nih :

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
March 27, 2020 0

Senin, 9 Maret 2020 ….. tepat jam 9 pagi ketika Open Market hari itu, seketika para beruang keluar dari sarang πŸ™‚ nggak terlihat satwa lain. Notifikasi signal β€˜Bear” tak henti-hentinya nongol di iPhone ku lewat aplikasi #RHBTradeSmart …. Tiba-tiba populasi beruang meningkat dan market drop hampir 4% yang dipicu aksi Panic Selling saham-saham blue chip dipenutupan sesi 1 πŸ™ …… serem. Tambah serem lagi karena saham-saham pilihanku semuanya blue chip …. Omaigat πŸ™

Sambil makan siang kubaca beberapa news di beberapa media, kecemasan market terhadap perkembangan Covid-19 telah menyebabkan anjloknya bursa-bursa utama Asia hari itu: Nikkei drop 5,66%, Hang Seng drop 3,63%, Shanghai drop 2,41%, Strait Times drop 4,35%, Kospi drop 3,97% dan ASX 5,85% – source CNBC …… ngeri ya …. pantesan para beruang keluar dari gua persembunyiannya.

Malamnya kulihat timeline di Twitter ku, postingan dari The Spectator Index …. Tambah serem ….

Kalau sudah kayak gini bener-bener wait and see dengan waspada, diam aja dulu sambil stand by cash dengan alokasi tertentu untuk nubruk saham-saham yang terdiskon lagi dan lagi. istilah my Sifu … diskonan emak-emak πŸ™‚

Dengan mind set yang benar eeeaaaaa πŸ™‚ dan menghitung resiko ini itu kemarin kubeli beberapa lot dari 2 emiten perbankan, 1 swasta dan 1 BUMN. Diskon sudah dalam dan beberapa tokoh sudah mulai bicara di media tentang wacana buy back. Bahkan sebuah berita dari CNBC mengatakan 12 BUMN siap buyback 8T! πŸ™‚

Yang sedikit membuatku tenang adalah semua saham pilihanku berfundamental kuat & blue chip …. dan sudah ada jadwal kapan dapat deviden pula πŸ™‚ … not that bad lah. Yang terpenting sekarang adalah; sabar, rasional, tidak panik dan kalau ada extra cash boleh juga – mudah-mudah β€œmenteri keuangan” mendengar jeritan hati ini πŸ™‚

Selasa, 10 Maret 2020, pesan masuk dimulai dengan informasi index Dow sink 2.000 points worst day since 2008, S&P drop more than 7% πŸ™ gubrak …. Tapi begitu BEI open market langsung loncat 2%. Langsung aku check yang kubeli kemarin ….. ula la … si BUMN gain 5,81% dan si Swasta gain 3,4% ….. sell on strength! Amankan cash supaya ready untuk nubruk jika ada apa-apa lagi πŸ™‚

Bicarain ke dua binatang yang terkenal di pasar saham ….nggak ngerti juga darimana asal usulnya Bullish dan Bearish, mau cari tahu lebih lanjut nggak ada selera ditengah market yang begini. Tapi paling tidak gini: Bullish adalah menggambarkan market atau saham yang harganya naik atau positif, tetapi sebaliknya Bearish.

Walaupun menggambarkan 2 kondisi market yang berbeda tetapi pemilihan 2 bintang besar, galak dan serem pasti ada maksudnya. Y supaya waspada karena 2 makluk tersebut ganas dan liar!

Lalu tibalah hari keramat Friday the13 πŸ™ …. Semua sudah pada waspada apalagi sehari sebelumnya di hari Kamis 12 Maret 2020 market dipaksa close 30 menit sebelum pasar seharusnya tutup.

Hari itu, Jumat 13 Maret 2020 pasar di suspend 30 menit setelah pasar buka …beberapa saham terutama blue chip ambles diatas 5-6%……serem.

Karena mulai ada cash dari hasil beberapa hari yang lalu dan sedikit infus dana aku masuk setelah suspend dibuka.  Pasar masih bergejolak kesana sini dan setelah sesi kedua hari itu beberapa saham blue chip bergeliat dan sekonyong-konyong bergerak positif dan membuat weekend ku lumayan cerah karena 7% gain in just a day πŸ™‚

Situasi begini memang Cash is The King …. Harus ada alokasi cash karena kita nggak ngerti ini sumur dalamnya berapa πŸ™‚

Dengan cash ditangan tidak berarti sembarangan aja belanja ini itu ….. sabar, update informasi dan waspada. Ini bukan hanya bicara tentang Covid-19 y tapi kupikir juga relevan untuk trading. Jangan panik dan tetap rasional.

Be safe teman-teman

@SahamIsEasy @TradeEasier #InvestSmarter

written by Roy Hekekire
March 20, 2020 0

Memasuki bulan Februari, seperti biasa tiba-tiba warna merah jambu alias pink nemplok di toko-toko. Stock coklat bermunculan untuk ditawarkan. Love is in the air ….. Valentine’s Day.

Lepas dari perdebatan setuju tidak setuju, budaya kita atau entah budaya siapa yang jelas momentum Februari dirayakan oleh sebagian orang dimuka bumi.

Bicara tentang cinta ….. eeeeaaaaa πŸ™‚ memang tidak melulu didominasi oleh suasana dan situasi yang berbunga-bunga alias indah. Bahkan konon cinta justru dibuktikan pada situasi dan kondisi yang tidak enak, susah, sedih mungkin juga ada nangis-nangis seperti film India πŸ™‚

Cinta bukan hanya bicara tentang momentum, tapi juga proses. Oleh karena itu perlu dirawat dengan sabar dan belajar untuk memahami.

Demikian juga dengan investasi saham. tidak saja bicara tentang momentum, tetapi perlu sabar, belajar supaya paham πŸ™‚

Jika market sedang naik alias Bullish semua menyebut diri investor atau trader atau apapun lah ….. tetapi jika sedang Bearish pada kabur, ngumpet. Ntar muncul lagi jika signal Bullish berwarna hijau tua πŸ™‚

Memang sih enak banget aku nulis gini ya kasih nasehat bla bla bla ….. gimana jalaninnya? Susah-susah kumpulin uang untuk modal trading eh kalo β€œlewat” gimana? πŸ™‚

Kupikir sama juga lah, urusan modal juga perlu kuusahakan dengan mengumpulkan dikit-dikit, membatalkan atau menunda beberapa item yang ingin kubeli, potong sana-sini, yang jelas supaya modal segera kekumpul dan menambah investasi.

Itu sebabnya memang luar biasa pergumulan hati dan nyali selama bulan jatuh cinta ini πŸ™‚ terkadang disuatu hari turun menuruni lembah nan merah lalu seketika mendaki gunung yang hijau …… sadis, ngos-ngosan, mau jantungan tapi takut mati πŸ™‚

Seperti ditulisanku sebelumnya, closing Januari aku lumayan berhasil memperkecil loss trading yang sempat menyentuh 10% dengan cara cut loss beberapa saham dan memindahkannya ke sebuah saham hasil rekomendasi #RHBTradeSmart. Saham ini lumayan mahal harga per lotnya …. puluhan ribu. Tapi setelah kupikir dan sedikit analisa amatiran seorang newbie masuk akal juga karena sudah terdiskon lumayan besar …. #BBCA.

Jadi kubeli lah saham itu, sebagian untuk trading dan sebagian untuk sedikit jangka panjang.

Selanjutnya wait and see sambal nonton Netflix πŸ™‚

Nasehat bijak dari seorang investor kawakan bilang gini: Buy when everyone else is selling & hold until everyone else is buying. That’s not just a catchy slogan. It’s the very essence of successful investing J

Enak bener dia omong gini ya? Kalo yang lain jual emang aku nggak mau jual? Emang nggak deg-degan gitu melawan arah?

Tapi masak iya nggak percaya dengan nasehat dari investor terkemuka seperti J. Paul Getty?

Singkat cerita, akhir Februari lalu dengan restu dan doa dari β€œmenteri keuangan” aku top up dana setelah terjadi kesepakatan untuk menunda keinginanku untuk ini dan itu πŸ™‚

Deg-degan? Pastilah, kuatir? Iyalah, cemas? Tentulah πŸ™‚

Itulah cerita sepanjang Februari. Ditengah situasi yang runyam, market drop lumayan besar bahkan lebih rendah dari Januari praktis yang kulakukan adalah wait and see dan BUY 2 saham pilihanku yang sudah terdiskon lumayan besar.

Tapi …. ups aku lupa. ada sebuah saham hasil rekomendasi yang aku beli di minggu ketiga Februari dan gain dalam 3-4 hari sebesar 5%! …… #RHBTradeSmart memang OK!

#TradeEasier #SahamIsEasy #InvestSmarter

written by Roy Hekekire
March 9, 2020 0

Siapa yang menyangka bulan Januari tahun ini dipengaruhi oleh banyak peristiwa besar yang mempengaruhi pasar saham bahkan ekonomi dunia secara keseluruhan?

Impeachment Trump yang makin memanas di tingkat Senat, Corona Virus menyerang dari Wuhan yang meyebabkan WHO mengumumkan situasi darurat. Beberapa negara dengan insiatif masing-masing merespon dengan langkah-langkah yang cukup dramatis. Indonesia misalkan, membatalkan semua penerbangan dari dan ke China mainland dan meniadakan untuk sementara waktu Visa on Arrival bagi pemegang visa China

Kasus Jiwasraya terbuka makin lebar. Belum juga terang benderang, muncul Kasus Asabri yang semua melibatkan beberapa lembaga sekuritas dan asset management.

IDX dari 6325 bergerak ke 5884 atau turun hampir 7% πŸ™

Situasi yang tidak mudah bagi trader pemula seperti saya. rasanya lebih deg-degan dibandingkan lari 5 km πŸ™‚

Gonjang-ganjing pasar saham memang bukan yang pertama saya alami, tetapi sebagai trader, jujur baru kali ini saya merasakan tekanan darah turun naik seiring grafik market index πŸ™‚ …. Diperparah lagi dengan kategori saya sebagai trader anak bawang πŸ™‚

Seperti yang saya tuliskan dibeberapa tulisan ku sebelumnya, memilih lembaga sekuritas memang bukan urusan main-main. Gimana tuh urusannya dengan beberapa lembaga sekuritas yang tersandung masalah di 2 kasus yang saya sebut diatas? ambyar πŸ™‚

Selain harus bisa dipercaya dan memiliki reputasi yang bagus, buatku lembaga sekuritas juga berbicara tentang lingkungan. Jika lembaga sekuritas yang kita pilih bagus maka kita akan mempunyai lingkungan yang bagus juga. Apa maksudnya ini?

#RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia bukan saja menyediakan aplikasi yang sangat mudah walaupun hanya sekedar untuk memantau pergerakan index dan saham-saham pilihanku. Apalagi untuk melihat grafik, menemukan informasi BULL area, Target Area dan Support Area, melihat technical trend serta mendapatkan Signal BULL, BEAR atau HOLD, melihat chart candle stick, membaca hasil research harian dari para analis …. Semua ada di aplikasi itu, semua ada digenggaman tanganku.

Dengan aplikasi #RHBTradeSmart di iPhone ku maka aktivitas jempol dan beberapa jari tanganku tentu tidak lagi didominasi dengan scrolling guyonan kelas receh, gossip, atau membaca berita-berita nggak jelas di beberapa group aplikasi komunikasi πŸ™‚

Daripada ribet dan mengotori pikiran dengan hoax bukankah lebih baik mengisi waktu luang di tengah kemacetan Jakarta dengan mantengin aplikasi atau membaca informasi dan diskusi teman-teman di group para trader #RHBTradeSmart. eitsssss jangan salah y …. Ini bukan group abal-abal kelas kaki lima, disana juga ditongkrongin sama Sifu dan orang dalam nya sehingga diskusi dan informasi didukung oleh data dan analisis yang keren.

Total investasi ku memang belum menghasilkan di bulan Januari tetapi aku belajar beberapa hal penting sebagai seorang trader yaitu : Cash Management dan disiplin serta nyali untuk Cut Loss dan move ke pilihan saham yang lain πŸ™‚

Walaupun beberapa saham pilihanku dari rekomendasi #RHBTradeSmart gain 5-6% tetapi beberapa yang lain bahkan meleset lumayan jauh πŸ™‚ sehingga dari total investasi selama bulan Januari drop dari modal awal investasi πŸ™ mengapa demikian?

Dari awal seharusnya aku sudah mengatur dan disiplin menerapkan Cash Management yang baik. Apa maksudnya?

Dari 100% modal dari awal sudah harus ditetapkan sekian% untuk ini, sekian % untuk itu dst dst. Keserakahkan ku adalah langsung ambil posisi Buy atau Top Up jika sebuah saham mulai menunjukkan signal yang baik tanpa melihat terlebih dahulu berapa yang akan aku alokasikan untuk sebuah saham tanpa melihat beberapa pilihan saham yang lain.

Don’t put your eggs into one basket …… πŸ™‚ itu bener banget!

Nah begitu aku menyadari bahwa makin dalam modalku tergerus bahkan sempat menyentuh 10% loss πŸ™ maka aku mulai dengan cara yang benar …. Cash Management.

Masalahnya cash ku sudah habis, semua sudah dalam bentuk lot-lot beberapa saham pilihanku.

Ya benar aku mengambil keputusan Cut Loss untuk beberapa saham – tentu saja semua mempertimbangkan rekomendasi dari #RHBTradeSmart.

Mengapa modalku tergerus walau beberapa saham pilihanku gain 5-6%? Ya …. Benar, karena saham lainnya drop diatas 5-6%. Mengapa sampai begitu? Heheheheheh itu karena nyali kurang, tahu harga sudah turun, makin turun masih juga dipegangin, masuk jurang lah πŸ™‚ – wajar juga lah kan aku berharap ada mujizat yang turun tiba-tiba naik πŸ™‚ ….. maklum masih amatir πŸ™‚

Dari hasil Cut Loss kembali aku mempunyai cash yang segera ku atur strategi untuk memulihkan kembali modal yang sudah lumayan menyusut …. 10% cuy πŸ™‚

Walau belum gain secara total, tetapi paling tidak closing Januari total loss sudah berkurang dari 10% …. Lumayan tinggal separo nya lah πŸ™‚

Pagi tadi di IG kulihat posting seperti ini : You can’t undo the moves but you can make the next step better

Bagi kalian yang pengen tahu lebih dalam dan invest di saham nich link nya https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
March 2, 2020 0


Dengan bantuan yang luar biasa friendly dari bro Frenky – Senior Associate E-Broking & Development PT RHB SEkuritas Indonesia – akhirnya aku melakukan langkah pertamaku, mendownload aplikasi #RHBTradeSmart. Ada juga eform yang harus diisi dilengkapi KTP dan NPWP tentunya. Beberapa hari kemudian masuk notifikasi yang kuterima dari email memberitahukan RDN atau Rekening Dana Nasabah dan account ku di #RHBTradeSmart sudah aktif. Langkah berikutnya tentu aku harus mengirim sejumlah dana ke dalam RDN ….. dan since then aku sudah bisa memulai aktivitas trading.

Walau sudah beberapa saat berinvestasi saham tetapi jujur aku belum pernah trading lo …. Jadi bingung-bingung juga. Ada sekian ratus emiten, jadi mabok juga mau beli saham yang mana y?

Tapi segera keraguanku terjawab karena muncul message dari bro Frenky supaya aku bergabung dengan Telegram group para trader RHB. Ah benar rupanya setelah aku ikut group tersebut, disana tersedia bukan saja informasi dari teman-teman investor tetapi juga ada rekomendasi dari analis RHB bahkan salah satu orang top nya juga ada disana memberikan informasi dan rekomendasi.

Tetapi namanya juga informasi dan rekomendasi, jadi masing-masing investor yang harus memutuskan. Tapi sebagai new comer aku benar-benar memperhatikan rekomendasi yang diberikan di group itu, saham apa yang akan dibeli, dengan harga berapa dan berapa % dana yang akan digunakan dari keseluruhan dana di RDN untuk membeli saham tertentu. Dengan dana yang ada aku membeli saham sebuah emiten property, telekomunikasi dan konstruksi. Keputusan tersebut simply mengikuti rekomendasi. Seharusnya aku juga perlu mengikuti kelas-kelas yang diadakan oleh RHB tetapi karena selama Desember ini sibuk luar biasa dengan urusan kantor maka aku nggak sempat. But again, walau begitu aku mulai kulik kulik beberapa informasi dari aplikasi #RHBTradeSmart yang sangat lengkap sebagai tambahan pertimbangan sebelum aku mengambil keputusan. Long story short …. aku sudah membeli saham di 3 emiten seperti yang kusebut diatas, masing-masing 150 lot, 40 lot dan 40 lot πŸ™‚

Memiliki aplikasi #RHBTradeSmart memudahkan aku untuk memantau pergerakan saham yang kumiliki begitu juga index yang naik turun sepanjang Desember yang lalu. Kemacetan dijalan tidak lagi membuatku gabut tetapi waktu yang baik untuk mempelototi aplikasi dan memantau diskusi yang terjadi di Telegram group para trader di RHB.

Memang di bulan Desember belum ada profit yang kuhasilkan dari aktivitas trading ku, maklum karena masih newbie juga karena kesibukkan tutup tahun yang harus aku prioritaskan. Tetapi begitu masuk bulan Januari tampaknya trading mulai menunjukkan peningkatan aktivitasnya sampai Jumat 3 Januari 2020 menjadi hari pertamaku mendapatkan profit dari salah satu saham yang kubeli di minggu ke 2 bulan Desember ….. lumayan 5,6% πŸ™‚ not bad lah untuk pendatang baru. Dan itu semua praktis mengikuti rekomendasi dari RHB, kapan beli diharga berapa dan kapan harus jual ditarget price berapa πŸ™‚ Suhu di group bilang begini : kalo mau jual dengan patokan fundamental 39% , kalau dengan rasa syukur 5% …. πŸ™‚ bisa aja pak Suhu πŸ™‚

Ya karena aku mau belajar trading makanya kuputuskan segera SELL karena memang target margin yang kutetapkan diawal hanya 5%, karena sudah lewat target ya segera SELL ….. nggak boleh serakah katanya πŸ™‚

Pagi tadi, Suhu posting di group beberapa artikel dan screen shot tentang kemungkinan konflik di Timur Tengah dan sedikit analisis tentang dampaknya ke perdagangan saham. jika konflik berlanjut menjadi lebih serius maka harga minyak akan naik, harga LM akan naik. Jika harga minyak naik maka kemungkinan permintaan terhadap mineral alternative minyak bumi akan naik, pun demikian dengan emiten mineral lain seperti emas, sehingga disarankan membeli saham-saham emiten yang bergerak di mineral. Posting berlanjut dengan rekomendasi beberapa saham yang layak untuk dicermati dan di BUY dengan harga tertentu.

Langsung saja kusambar mengingat ada cash yang ada direkening hasil dari penjualan saham ku Jumat minggu sebelumnya. Dan rupanya keberuntungan masih berpihak sehingga berhasil MATCHED di harga beli yang baik ….. lumayan kebeli 100 lot πŸ™‚ Sorenya iseng kulihat ….. eh sudah HIJAU 0.57% πŸ™‚

Tapi seperti yang pernah aku share beberapa waktu yang lalu, Trading ataupun Investasi Saham memang hanya untuk para pembelajar. contohnya seperti tadi pagi Suhu kirim artikel untuk dibaca tentang konflik Timur Tengah ….. ngapain juga ribet dengan urusan negara lain yang jauh bener dari kita tinggal, mana Jakarta banjir pula, cuti sudah selesai juga.Tapi y itulah kalau nggak mau belajar dan update dengan berita dan informasi terkini tentu pertimbangan untuk memutuskan kapan BUY, HOLD or SELL akan terpengaruh.

Begitulah my first 3 weeks berinvestasi saham sebagai trader. aku beruntung mendapat lembaga sekuritas yang baik, helpful dan memberikan rekomendasi yang masuk akal, didukung oleh analisis fundamental yang baik, track record analisnya bukan kaleng-kaleng DAN support dari aplikasinya yang plit komplit.

Jadi yuk teman-teman, jangan tunda lagi karena kata pepatah time is money itu bener banget. Katanya waktu adalah kesempatan bukan? yuk segera investasi di saham

bagi yang masih belum juga ambil keputusan silahkan click disini y : https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
February 3, 2020 2

para pakar dan analis saham secara umum mengatakan terdapat 2 type pebisnis saham – btw sering kita dengar pemain saham atau main saham ….. weitssss tunggu dulu … ini bisnis bukan main2 ya, harus serius supaya hasilnya juga serius πŸ™‚

type pertama adalah investor. cirinya adalah membeli saham dari perusahaan dengan fundamental yang kuat atau yang laporan keuangannya mantap alias selalu untung, hutangnya lebih rendah dari asset, bisnisnya mempunyai entry barrier yang cukup sulit, produknya  dibutuhkan orang banyak dan minim pesaing serta dikelola oleh management yang solid.

type investor ini biasanya membeli sebuah saham untuk untuk disimpan dalam period of time yang lumayan lama untuk mendapatkan imbal hasil dari deviden.

misal Alex membeli saham perusahaan X pada tahun 1999 sebanyak 100 lot dengan harga Rp.1.000/lembar saham. dengan demikian Alex merogoh kocek untuk investasinya sebesar Rp.10.000.000 di tahun itu.

rata2 setiap tahun perusahaan X membagi deviden sebesar 1%. Artinya setiap tahun Alex mendapatkan deviden sebesar Rp. 100.000 atau sebesar Rp.1.000.000. sehingga dalam 10 tahun Alex dari deviden saja menghasilkan 10%.

bagaimana dengan harga sahamnya? misalkan saja per hari ini harga saham perusahaan X tersebut adalah Rp.2.500/lembar saham. berapa capital gain dari Alex? Ya benar 250% !

sehingga jika Alex menjual seluruhnya saham perusahaan X tersebut Alex akan menikmati profit sebesar Rp. 15.000.000

dengan demikian secara keseluruhan Alex mendapatkan Rp.1.000.000 dari 10 tahun deviden ditambah Rp.15.000.000 capital gain sehingga dari total investasinya selama 10 tahun di perusahaan X Alex mendapatkan imbal hasil sebesar Rp.16.000.000 atau 260% πŸ™‚

gini dech biar nggak terlalu pusing ya …. type investor akan mempelajari secara details tentang perusahaan yang sahamnya akan dibeli. setelah memutuskan dan beli lalu lupakan aja πŸ™‚ ….. ya bener lupain aja supaya pikiran nggak gatel dan iman tergoda untuk jual jual dan jual ….. ntar lihat lagi setelah diatas 5 tahun πŸ™‚ toh setiap tahun dapat deviden?

kalo dalam perjalanan ada uang lagi sebaiknya beli lagi dan lagi dan lagi dan lagi. masak cuma sneakers yang bisa dikoleksi? saham juga bisa lo πŸ™‚

oh iya … type investor tidak terlalu pusing dan dipusingkan dengan fluktuasi harga saham yang naik turun seperti penumpang metromini…..mereka cuek bebek terkadang terkesan songong πŸ™‚ tapi ya itu lah mereka πŸ™‚

buat type ini membeli saham tak ubahnya menabung di bank. aktivitas utama investor adalah Buy ! ….. setelah Buy mereka akan tunggu moment yang pas dan Boom! Tajir melintir ….. bukan saja koleksi sneakers bertambah lo …. tokonya juga bisa dibeli πŸ™‚

type lainnya adalah Trader. type ini bersifat jangka pendek, saking pendeknya bahkan beberapa ada yang melakukan daily trading …. ya benar harian, pagi beli sore jual πŸ™‚

walau aku bukan termasuk type ini tetapi melihat istriku dan beberapa teman terlihat asyik dan menikmati dan ada hasilnya alias profit tentu saja aku tergoda untuk belajar.

seperti tulisanku sebelumnya, investasi di saham memang hanya cocok untuk para pembelajar. asyik kan sudah tambah pinter menghasilkan pula πŸ™‚

itulah alasanku mengapa walaupun sudah mempunyai rekening saham di sebuah lembaga sekuritas aku juga bergabung dengan #RHBTradeSmart. aku mau belajar dan menikmati profit dari aktivitas trading.

belajar? ya belajar …. bukankah di #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia ada kelas-kelas regular yang diadakan untuk edukasi? selain gratis, ketemu teman-teman baru pula. selain itu kita akan mendapat informasi dari hasil analisis dari para analis handal yang memberikan rekomendasi tentang saham-saham tertentu sehingga membantu untuk mengambil posisi Buy, Sell or Hold ….. aih seru sekali kayaknya.

bagi kalian yang penasaran seperti apa mudahnya aplikasi yang kugunakan untuk belajar dan trading silahkan click link ini : https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

mau tahu aktivitasku sebagai Trader di RHBTradeSmart? ikuti terus ceritaku ….

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
January 30, 2020 0

bener sih aku bukan Certified Financial Planner tapi pengetahuan yang kupelajari lumayan lah untuk menjadi dasar pengambilan keputusan ku dan sedikit akan aku share ketika ada yang bertanya perbedaan dari instrumen2 investasi.

secara tradisional instrument investasi yang termasuk kategori tradisional biasanya adalah deposito, property dan emas logam mulia ( bukan emas perhiasan ya ).

deposito adalah instrument investasi dimana seseorang menempatkan sejumlah uang di sebuah bank dan akan mendapatkan hasil dalam jangka waktu  dan imbal hasil yang telah disepakati. misal jangka waktu 3 bulan dengan imbal hasil 5%, 6 bulan dengan imbal hasil 6%, 12 bulan dengan imbal hasil 7% dst.

artinya seseorang yang menempatkan sejumlah uang dalam instrument investasi deposito dalam jangka waktu 3 bulan akan mendapatkan 105% x 3/12 dari uang yang diinvestasikan sebelum dipotong pajak.

property adalah instrument investasi dengan cara membeli rumah, apartemen, ruko, rukan atau tanah. instrument investasi ini lebih dimaksudkan untuk mendapatkan imbal hasil dari kenaikkan harga dari asset yang dibeli atau istilahnya capital gain. memang benar property bisa disewakan yang artinya investor akan mendapatkan hasil dari sewa selain dari capital gain. instrument ini bersifat jangka panjang dan sangat panjang tergantung dengan lokasi dimana property tersebut. semakin baik dan berkembang lokasi dari sebuah property maka probabilitas dari capital gain akan membesar demikian pula dengan harga sewanya.

emas. harus jelas disini bahwa emas yang dimaksud adalah bukan perhiasan. mengapa? karena didalam emas perhiasan terdapat komponen biaya jasa pembuatan yang sama sekali tidak mempunyai value jika dilihat dari perspektif investasi karena akan menjadi faktor pengurang jika akan dijual tetapi menjadi faktor penambah waktu dibeli J

mengenai logam mulia atau LM memang ada pendapat ini termasuk instrument investasi tetapi ada pendapat juga LM hanyalah sebagai alat lindung nilai, atau sebuah instrument untuk menjaga/menjamin nilai dari kekayaan.

instrument yang lain adalah saham, reksadana, obligasi atau pasar uang, forex, cryptocurrency dan masih banyak lagi karena dunia investasi terus berkembang sesuai perubahan jaman.

ada banyak buku, artikel atau youtube channel yang membahas tentang instrument-instrument tersebut. tetapi disini saya akan sedikit share tentang saham.

investasi saham atau ekuitas berhubungan dengan pembelian dan penyimpanan suatu saham modal di pasar modal yang dilakukan oleh investor baik perorangan ataupun perusahaan untuk mendapatkan  deviden dan capital gain.

sedangkan reksadana adalah tempat untuk menghimpun dana dari masyarakat investor. dana yang terkumpul dinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrument investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

gini dech supaya sedikit lebih jelas tentang : Alex menginvestasikan sebesar Rp. 1 juta rupiah untuk membeli saham perusahaan X dengan harga Rp.1000/lembar saham. dengan demikian Alex membeli 1000 lembar saham atau 10 lot ( lot adalah satuan dalam saham . 1 lot = 100 lembar saham. minimal pembelian dan penjualan saham adalah 1 lot ). tentu saja supaya Alex bisa memulai menginvestasikan uangnya terlebih dahulu dia harus membuka rekening saham di salah satu perusahaan sekuritas atau perusahaan pialang saham. sejak saat rekening sahamnya aktif barulah Alex bisa melakukan transaksi beli atau jual.

jaman digital begini memang semua urusan jadi lebih ringkas, cepat dan efisien termasuk dalam urusan membuka rekening saham di perusahaan sekuritas. bahkan beberapa dari antara perusahaan sekuritas sudah menyediakan aplikasi untuk berbagai platform sehingga mempermudah calon investor untuk memulai investasinya dan membantu para investor untuk membeli dan menjual saham atau memantau pergerakan index dan saham-saham. bahkan beberapa aplikasi dilengkapi dengan berbagai macam fitur untuk kemudahan dan kenyamanan investor. singkatnya investasi, profit dan deviden hanya sejauh genggaman tangan J ya iya lah kan semua sudah bisa diakses melalui telepon pintar.

kalo sudah memantapkan hati dan pikiran untuk berinvestasi saham nih silahkan tengok-tengok #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia. Apps nya bisa kalian cari di Apple Store pun di Google Store …. Atau gini dech biar nggak ribet kalian tinggal click link ini: https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product . just some clicks and done!

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

19 tahun yang lalu, umurku baru awal 30 an aku lupa bulannya untuk pertama kalinya berkenalan dengan sebuah produk investasi reksadana dari sebuah investment management.

waktu itu tentu saja sumber-sumber informasi mengenai investasi belum sebanyak dan semudah seperti saat ini yang menurutku seperti jamur dimusim hujan.

saat itu pada umumnya investasi baru dialokasikan ke instrument tradisional seperti tanah, property, emas atau kebanyakan orang memanfaatkan produk perbankan seperti deposito.

pertanyaan kritisnya adalah mengapa kita harus berinvestasi? pertanyaan ini akan menentukan instrument yang paling tepat dan jangka waktu yang tepat pula.

tentu saja karena aku bukan Certified Financial Planner maka tulisan ini tidak kredibel sama sekali untuk memberikan pengetahuan teknis instrument investasi seperti yang kutulis diatas walau aku juga sedikit banyak mempunyai pengetahuan tentangnya dari buku2 dan artikel2 yang kubaca.

kembali ke cerita 19 tahun yang lalu, sejak saat itu investasi sudah bukan menjadi hal baru buatku, istriku dan kemudian ke 2 anakku.

dari 1 produk reksadana, kami – saya dan istri berinvestasi ke produk reksada yang lain sampai suatu ketika pengetahuan investasi kami mulai bertambah dan kami mengenal instrument investasi di pasar saham.

dari awalnya beberapa juta saja sampai ke angka tertentu saat ini baik dalam bentuk reksadana dan tentu saja saham baik di bursa dalam negeri dan juga salah satu bursa di luar negeri.

praktis bank bukan lagi menjadi tempat β€˜menyimpan’ dan β€˜memperkerjakan’ uang karena ternyata ada instrument bernama saham dan reksadana yang mempunyai potensi memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan deposito misalnya.

dengan berinvestasi dalam instrument saham selain keuntungan finansial – dan saya kurang tertarik untuk bercerita tentang ini di tulisanku kali ini – saya dan istri mendapatkan keuntungan yang lain yaitu pengetahuan. mengapa pengetahuan?

berbeda dengan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, berinvestasi di saham kita dituntut untuk belajar membaca fundamental sebuah emiten yang sahamnya akan di beli atau jual, mengikuti perkembangan dan informasi mengenai ekonomi, sosial dan politik nasional dan global.

benar sekali, investasi di saham hanya sesuai untuk para pembelajar.

ada cerita menarik yang merubah kehidupan keseharian istri saya yang seorang full timer ibu rumah tangga.

tepat setiap 830 pagi dengan iPhone dan hands free terpasang ditelinganya mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama pembahasan beberapa analisa chart beberapa emiten yang direkomendasikan oleh beberapa analis. bayangkan seorang ibu rumah tangga, tanpa background sekolah ekonomi hanya dengan mengikuti beberapa kelas saham, terlibat di group beberapa analis, istriku ini sudah mulai memahami dan tentu saja mendapatkan keuntungan finansial dari investasinya.

sore hari sebelum penutupan pasar, kembali dia melihat apa yang terjadi di pasar saham hari tersebut dan agak malam dia mulai menghitung gain atau β€˜kerugian’ di hari tertentu.

β€˜kerugian’ mengapa ada tanda koma diatas? tentu saja setiap investasi selalu ada kemungkinan untuk rugi tetapi dalam jangka menengah atau panjang kemungkinan gain akan jauh lebih besar dibanding kerugian.

buktinya mudah saja dalam kasus istri saya, uang jajan, jalan2 bahkan ke luar negeri sebagian diperolehnya dari investasinya ini.

sebagai bapak dari 2 orang anak remaja menuju dewasa tentu saja menjadi prioritas ku bukan saja untuk menyediakan hal-hal terbaik yang mampu aku sediakan untuk masa depan mereka tetapi juga menularkan hal-hal baik yang bisa kami contohkan kepada mereka berdua.

sejak beberapa tahun yang lalu saat anak2 duduk di junior high school masing-masing sudah mempunyai rekening reksadana yang di top up setiap bulannya sebagai pengganti menabung di bank. saat masuk usia 17 tahun si sulung sudah mempunyai rekening saham dan sudah mampu bertransaksi sendiri. awal tahun depan adalah saat si bungsu akan membuka rekening saham pertamanya.

maaf maaf ini bukan tentang mau show off, don’t get me wrong ya ….hanya sekedar membagi cerita yang kupikir layak untuk dishare karena ini adalah hal yang baik, mau diikuti silahkan, tidak mau diikuti ya tentu saja nggak apa2 juga πŸ™‚

berinvestasi di saham tampak ribet bagi non investor tetapi dengan belajar dan mengikuti berita2 terkini serta disupport oleh aplikasi2 canggih di telepon pintar dan didukung oleh rekomendasi2 saham unggulan dari para analis akan memudahkan para investor untuk bertransaksi.

seperti cerita tentang istriku, full timer ibu rumah tangga, tidak mempunyai background pendidikan ekonomi bisa juga berinvestasi saham.

atau ceritaku di tulisan sebelumnya tentang kelas2 investasi mayoritas diikuti oleh yang berumur diatas 40 tahunan.

coba bayangkan jika kelas2 tersebut diikuti oleh lebih banyak anak2 muda? masak iya 1 jam sehari nongkrong di cafΓ© atau mabar game online bisa tapi tidak ada waktu untuk belajar dan memulai investasi? yang bener aja ah πŸ™‚

yuk mulai lah hari ini, start small, mulai dari seharga sepasang atau 2 pasang sneakers, lalu datangi lembaga sekuritas yang keren dan terpercaya ….. banyak dan mudah ditemui kok mereka2 itu, helpful pula.

masak iya jaman Kakek Nenek & Papa Mama kalian dulu menabung dibank, masa iya kalian juga ikutan cuma nabung di bank? kerenan dikit dong ah, investasi dipasar modal lah πŸ™‚ …. nggak sekedar menabung tapi juga jadi investor. keren kan?

#SahamisEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
December 8, 2019 0

seorang teman mengajakku kesuatu tempat. disana sudah berkumpul ramai kira2 40 orang. kutaksir rata2 berusia diatas 40 tahun, hanya ada beberapa saja yang dibawah itu.

didepan tampak seorang bapak yang menjelaskan grafik2 serta angka2 yang ada didalamnya. langsung saja aku mengenali itu adalah grafik atau chart tentang pergerakan harga saham sebuah emiten, lalu disusul emiten yang lain dan seterusnya.

suasana kelas menjadi sedikit hiruk pikuk ketika beberapa chart dibahas diiringi sesekali celetukan senda gurau. rupanya itu adalah kelas regular yang diadakan sebuah lembaga sekuritas bagi para investor.

sengaja kelas tersebut diadakan untuk memberikan pengetahuan dan pendidikan mengenai analisis teknis fundamental yang memang akan sangat dibutuhkan dan membantu para investor untuk mengambil keputusan membeli atau menjual sebuah saham.

dalam bahasa yang lebih cool kelas yang diadakan oleh salah satu lembaga sekuritas keren tersebut untuk membantu para investor untuk Invest Smarter & Trade Easier.

kelas2 gratis beberapa kali aku ikuti. baik yang membahas teknik fundamental atau hanya memberikan gambaran dan pengetahuan dasar tentang investasi di pasar bursa.

beberapa kelas berbayar pun aku pernah ikuti, mengorbankan weekend dan harus pula merogoh kocek lumayan dalam.

tetapi dari kelas2 yang aku ikuti baik berbayar atau gratis ada suatu kesamaan yang aku amati, yaitu pesertanya sebagian besar diatas 40 tahun.

perkenalanku dengan investasi sudah dimulai sejak awal tahun 2000. waktu itu umurku diawal 30an dan produk yang kubeli adalah reksadana dari sebuah asset management yang ternama.

saat itu investasi selain deposito, emas dan property belumlah mudah diakses karena pengetahuan tentang investasi lain selain instrumen tradisional belum banyak dijumpai relatif dibanding seperti hari ini.

setelah mencoba mencari informasi, membaca beberapa buku dan artikel maka aku memutuskan menginvestasikan sejumlah uang untuk membeli sebuah produk reksadana.

keputusan yang kuambil 19 tahun lalu itu mungkin adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah aku lakukan. bukan karena keputusannya tetapi rasa ingin tahu yang membuatku mencari informasi dan belajar lebih dalam tentang instrumen2 investasi yang akhirnya menguatkan ku untuk mengambil keputusan tersebut.

benar sekali harus belajar, mencari tahu lebih banyak, membaca, dan mencari tahu apa saja instrumen2 investasi yang memungkinkan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan instrument lainnya.

karena tanpa belajar dan mencari tahu lebih banyak hanya akan membawa kita pada keputusan2 yang itu2 saja atau bahkan masuk dalam perangkap money game atau iming2 investasi bodong dengan janji sorga yang merugikan diri sendiri.

berinvestasi di deposito itu baik, membeli emas atau property itu juga baik tetapi pertanyaan selanjutnya adalah apakah instrumen2 tradisional tersebut akan memberikan hasil seperti yang diinginkan? jika jawabannya iya, maka silahkan lakukan. tetapi jika jawabnnya tidak, maka sudah saatnya mencari instrumen investasi lain seperti saham yang begitu mudah diakses dewasa ini dan bahkan dengan telepon pintar sekalipun.

teringat sebuah artikel yang kubaca kira2 mengatakan seperti ini : berinvestasi dengan uang yang sedikit tetapi dalam jangka waktu yang panjang akan memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan berinvestasi dalam jumlah yang besar tetapi dengan jangka waktu pendek.

mumpung masih pada muda sebaiknya mulai berinvestasi. liriklah pasar bursa mumpung indexnya masih belum seberapa J

mengkoleksi sneakers tentu saja mengasyikkan dan membanggakan apalagi rare items J

pergi ketempat2 eksostis lalu foto2 dan di share ke IG tentu saja baik, paling tidak memberikan inspirasi ke follower untuk pergi juga ketempat2 jauh J

tetapi bukankah itu semua perlu biaya? jika dari uang gaji cukup ya silahkan lakukan. tetapi bagaimana jika tidak? masak iya harus minta ortu atau dibayarin pacar? J

nah, sebaiknya mulai cari tahu dan belajar tentang saham. lalu mulai beli dan koleksi!

kan keren tuh, yang lain pada koleksi sneakers, tshirt, mungkin motor tetapi koleksimu adalah saham!

kok sneakers dibandingkan dengan saham? eh mengapa tidak? berinvestasi disaham tidak semahal yang dipikir banyak orang.

jika sepasang sneaker berharga 2 juta dan kalian beli setiap 2 bulan sekali, maka dengan uang itu sdh lebih dari cukup untuk memulai investasimu.

jadi urutannnya yang sedikit perlu dirubah dari yang sebelumnya :

(gaji – pengeluaran bulanan – kenikmatan masa muda) = 0, menjadi

(gaji – investasi – pengeluaran bulanan) = 0

mengapa investasi lebih dahulu dibanding pengeluaran bulanan? ya tentu saja investasi tidak dilakukan dari uang2 sisa, harus disecure diawal. supaya makin percaya dan hobimu adalah scroll2 IG silahkan saja lihat disitu banyak sekali nasehat tentang money management dan salah satu yang kuingat adalah nasehat 80/20. sisihkan 20% income mu diawal untuk investasi J 80% incomemu dicukup2kan untuk pengeluaran ini itu setiap bulannya J

lah kenikmatan masa mudaku bagaimana? …… nah ini dia, kenikmatan masa mudamu dan sekaligus persiapan masa tuamu dibiayai dari hasil investasi! emang kalian akan muda terus? J

tapi ribet nggak sih investasi di instrument saham? kayaknya ribet banget harus lihatin chart dengan angka2 dengan warna2 merah dan hijau?

ribet? hari gini masih ada yang ribet? no way

dengan aplikasi yang tersedia kita bisa memulai cara investasi saham online membuat investasi mudah bagi pemula, sehingga kalian dapat investasi saham kapanpun, dan investasi saham dimanapun bahkan saat kamu bekerja, pacaran atau liburan ….. keren kan?

ingatanku kembali ke 19 tahun lalu saat salah satu keputusan terbaik dalam hidup aku ambil …. belajar dan memulai investasi !

dan sayup kudengar dari play list ku lagu BCL ……….. biarkan lah saja dulu, kita jalan berdua, mereka pun pernah muda, pernah muda J

#SahamisEasy…..let’s do #InvestSmarter and #TradeEasier