Tag: #numbers

written by Roy Hekekire
March 28, 2021 0

Sejak pertama kali catatan angka ditemukan pada sebuah selembaran tanah liat yang dibuat oleh suku Sumeria daerah Mesopotamia sekitar 3.000 tahun sebelum masehi, perkembangan penemuan angka semakin memudahkan umat manusia dalam setiap aspek kehidupannya. Dengan angka, manusia mampu menghitung dan menuliskan permasalahan dan membantu mengelola serta memecahkan masalah-masalah yang ditemui dengan lebih mudah.

Dalam dunia yang semakin modern saat ini peranan angka dalam kehidupan manusia semakin besar, mendominasi dan semakin mutlak diperlukan dan bahkan menjadi lebih penting dari manusianya itu sendiri.

Saya berikan beberapa contoh: silahkan lihat ID anda masing-masing. Silahkan lihat nomor credit card anda. Silahkan lihat driving licence anda. Silahkan lihat bank account anda.

Pemerintah, kepolisian, bank baru akan mengenali anda jika anda menyebutkan nomor unik yang menjadi representasi anda. Jelas bukan bagaimana angka bahkan sudah dipakai untuk merepresentasikan anda sebagai manusia? 😊

Dalam kehidupan sehari-hari, peranan angka dalam merepresentasikan individu manusia terlihat jelas, biasa dan menjadi normal dilakukan. Anak-anak dengan angka-angka raport yang tinggi dianggap sebagai pintar, sementara anak-anak dengan angka-angka dibawah bahkan ditulis dengan warna tinta yang berbeda. Padahal bukankah anak-anak mempunyai keunikkannya masing-masing?

Orangtua begitu gembira dan puas jika angka raport anak-anaknya tinggi padahal belum tentu angka yang dicapai benar-benar mereprentasikan pemahaman si anak mengenai suatu subjek pelajaran tertentu.

Begitu juga didalam bisnis. Angka menjadi sedemikian biasa ditemui bukan saja untuk melambangkan target, pencapaian bahkan prestasi individu tetapi bahkan digunakan untuk mengelompokkan kumpulan individu-individu. Saya berikan contoh, kumpulan individu yang mencapai prestasi dengan angka tertentu akan masuk dalam kumpulan high performer. Kelompok yang lain akan masuk dalam kelompok yang berbeda pula.

Semakin besar sebuah organisasi maka peranan angka akan semakin besar. Bisnis tahu bulat yang terdiri dari 3 orang tentu saja tidak memerlukan ID number. Tetapi dalam organisasi yang berjumlah besar angka mutlak diperlukan untuk mengidentifikasi seorang individu.

Kita tidak akan berdebat apakah kita memerlukan angka atau tidak karena jawabannya sudah sangat jelas. Tetapi challengenya adalah bagaimana angka-angka yang kita deal dengannya setiap hari dan setiap saat tidak begitu saja dimaknai sebagai sesuatu yang jauh lebih besar dari individu manusia itu sendiri.

Saya berikan contoh. Afdhal selalu mencapai performance yang baik dengan angka sempurna 100, sementara Roy cenderung letoy, angka maksimalnya dalam performance paling 60.

Jika hanya angka-angka yang dilihat ( dan sayangnya kita mempunyai kecenderungan seperti itu ) maka dengan cepat dan mudah bisa diidentifikasi bahwa Afdhal adalah high performer dibanding Roy. Tetapi jarang sekali kita melihat apa yang sudah dilakukan Afdhal sehingga bisa perform juga apa yang menjadi problem Roy? Kita sudah sangat puas dengan melihat angka-angka. Sounds familiar right? 😊

Esensi dari bekerja adalah tentang usaha dan cara bukan semata tentang hasil.

Hasil adalah akibat dari usaha dan cara yang dilakukan.

Usaha dan cara hampir selalu melibatkan manusia. Jadi lihatlah manusianya yang berusaha dan mengerjakannya. Pahami keunggulan, keterbatasan, dan faktor-faktor lain yang menyebabkan usaha dan cara yang dilakukan belum menghasilkan angka tertentu.

Bantu individu-individu yang belum perform karena berbagai macam hal. Dukung individu-individu yang telah berusaha dengan segala cara walaupun hasilnya belum terwujud.

Berikan pujian bagi individu-individu yang telah berusaha dan menghasilkan angka tertentu.