Tag: #newyear

written by Roy Hekekire
December 31, 2019 3

pernah nggak sih berpikir atau merasa seakan semua still stay the same walaupun semalam bahkan sampai subuh berpesta merayakan tahun baru? katanya tahun baru? tapi mengapa kok semua terasa sama? masih terbangun dikamar yang sama, matras yang sama, bau kamar yang sama … semua masih sama persis nggak ada yang berubah. lalu apanya dong yang baru yang menjadikan sebagian besar orang di dunia merayakan tahun baru?

waktu memang socially constructed. masyarakat secara kolektif meng create arti dari waktu. waktu sejatinya adalah sebuah ilusi tetapi karena konstruksi social sehingga kita mengenal waktu seperti saat ini. konsep waktu seperti yang kita kenal saat ini karena masyarakat memberikan arti tertentu dari konsep tersebut.

berangkat dari teori konstruksi social tersebut rasanya akan lebih meaningful jika perayaan tahun baru tidak dibatasi sekedar akibat pergantian tanggal 31 Desember ke 1 Januari tetapi setiap saat bisa dimanfaatkan sebagai day1.

bukankah inti dari kehidupan adalah terus menerus berusaha menjadi lebih baik? meninggalkan hal-hal yang sudah lewat, belajar darinya dan self improve menjadi manusia baru ….. setiap saat?

sayup kudengar Day1 dari Honne ……..

You’ll always be my day one
Day zero when I was no one
I’m nothing by myself, you and no one else
Thankful you’re my day one
Thankful you’re my

I got lucky finding you
I won big the day that I came across you
‘Cause when you’re with me, I don’t feel blue
Not a day goes by that I would not redo .……………………………………………………………………

happy new day. happy new year.

written by Roy Hekekire
December 31, 2019 0

seperti kebiasaan yang sudah-sudah, setiap pergantian tahun kami selalu berkumpul keluarga besar. ada acara yang selalu diadakan. nggak pernah berubah formatnya, jujur menjemukan tetapi supaya tidak ada keributan yang tidak perlu ya kami jalani saja.

nggak tahu bagaimana asal mulanya tetapi selain berdoa semua orang yang ada dalam acara itu harus bicara satu persatu. walau bermacam-macam cara bicara dan seterusnya mayoritas isinya adalah review tahun yang sudah berjalan – ditambah dengan segala curhat dan keluh kesah 🙂 dan tentu saja harapan – atau mungkin juga tuntutan harus begini dan begono.

walau jaman sudah berubah dan umur masing-masing keluarga juga berubah tetapi entah mengapa cara yang digunakan tetap saja sama dari tahun ke tahun. aku membayangkan bagi anak-anakku betapa waktu berjalan begitu lambat di acara itu, detik bagaikan menit, menit laksana jam, dan jam serasa tahun 🙂

berubah menjadi relevan memang bukan perkara mudah.

pergantian tahun memang sering digunakan untuk refleksi diri, melihat kebelakang sejenak lalu resolusi. seberapa efektif resolusi itu, seberapa disiplin resolusi itu dilakukan dan ditepati tentu masing-masing punya jawabannya. tetapi seperti itulah siklusnya. resolusi tahun baru setelah refleksi tahun yang sudah lewat.

beberapa orang mempunyai masa lalu yang indah, saking eloknya sehingga layak di ceritakan kembali dengan berbagai tujuan. tetapi tidak sedikit orang yang mempunyai masa lalu yang hanya bisa diceritakan pada diri sendiri.

bukan untuk membandingkan, tetapi saat kupikir masa laluku tidak seindah seperti yang kuharapkan, nyatanya ada lebih banyak lagi yang mempunyai masa lalu tidak seindah masa laluku. saat kukira perjuangan hidupku keras, ternyata ada yang jauh lebih keras menempuh hidup dimasa lalunya. saat kurasa tahun ini adalah tahun paling menantang dalam hidup, ternyata bagi banyak orang kesulitanku bukanlah apa-apa.

saat aku mencapai angka 1 dan kulihat seseorang dititik -2 bukan berarti aku lebih baik dan seseorang itu lebih buruk.

kita tidak sebaik yang kita pikir – orang lain tidak seburuk yang kita kira. each of us have our own problems and mistakes.

orang bijak berkata : never judge someone without knowing the whole story. you may think you understand. but you don’t.

thanks a lot 2019 for the lessons. and welcome 2020, I see 365 opportunities in you.