Tag: #InvestSmarter

written by Roy Hekekire
February 3, 2020 1

para pakar dan analis saham secara umum mengatakan terdapat 2 type pebisnis saham – btw sering kita dengar pemain saham atau main saham ….. weitssss tunggu dulu … ini bisnis bukan main2 ya, harus serius supaya hasilnya juga serius 🙂

type pertama adalah investor. cirinya adalah membeli saham dari perusahaan dengan fundamental yang kuat atau yang laporan keuangannya mantap alias selalu untung, hutangnya lebih rendah dari asset, bisnisnya mempunyai entry barrier yang cukup sulit, produknya  dibutuhkan orang banyak dan minim pesaing serta dikelola oleh management yang solid.

type investor ini biasanya membeli sebuah saham untuk untuk disimpan dalam period of time yang lumayan lama untuk mendapatkan imbal hasil dari deviden.

misal Alex membeli saham perusahaan X pada tahun 1999 sebanyak 100 lot dengan harga Rp.1.000/lembar saham. dengan demikian Alex merogoh kocek untuk investasinya sebesar Rp.10.000.000 di tahun itu.

rata2 setiap tahun perusahaan X membagi deviden sebesar 1%. Artinya setiap tahun Alex mendapatkan deviden sebesar Rp. 100.000 atau sebesar Rp.1.000.000. sehingga dalam 10 tahun Alex dari deviden saja menghasilkan 10%.

bagaimana dengan harga sahamnya? misalkan saja per hari ini harga saham perusahaan X tersebut adalah Rp.2.500/lembar saham. berapa capital gain dari Alex? Ya benar 250% !

sehingga jika Alex menjual seluruhnya saham perusahaan X tersebut Alex akan menikmati profit sebesar Rp. 15.000.000

dengan demikian secara keseluruhan Alex mendapatkan Rp.1.000.000 dari 10 tahun deviden ditambah Rp.15.000.000 capital gain sehingga dari total investasinya selama 10 tahun di perusahaan X Alex mendapatkan imbal hasil sebesar Rp.16.000.000 atau 260% 🙂

gini dech biar nggak terlalu pusing ya …. type investor akan mempelajari secara details tentang perusahaan yang sahamnya akan dibeli. setelah memutuskan dan beli lalu lupakan aja 🙂 ….. ya bener lupain aja supaya pikiran nggak gatel dan iman tergoda untuk jual jual dan jual ….. ntar lihat lagi setelah diatas 5 tahun 🙂 toh setiap tahun dapat deviden?

kalo dalam perjalanan ada uang lagi sebaiknya beli lagi dan lagi dan lagi dan lagi. masak cuma sneakers yang bisa dikoleksi? saham juga bisa lo 🙂

oh iya … type investor tidak terlalu pusing dan dipusingkan dengan fluktuasi harga saham yang naik turun seperti penumpang metromini…..mereka cuek bebek terkadang terkesan songong 🙂 tapi ya itu lah mereka 🙂

buat type ini membeli saham tak ubahnya menabung di bank. aktivitas utama investor adalah Buy ! ….. setelah Buy mereka akan tunggu moment yang pas dan Boom! Tajir melintir ….. bukan saja koleksi sneakers bertambah lo …. tokonya juga bisa dibeli 🙂

type lainnya adalah Trader. type ini bersifat jangka pendek, saking pendeknya bahkan beberapa ada yang melakukan daily trading …. ya benar harian, pagi beli sore jual 🙂

walau aku bukan termasuk type ini tetapi melihat istriku dan beberapa teman terlihat asyik dan menikmati dan ada hasilnya alias profit tentu saja aku tergoda untuk belajar.

seperti tulisanku sebelumnya, investasi di saham memang hanya cocok untuk para pembelajar. asyik kan sudah tambah pinter menghasilkan pula 🙂

itulah alasanku mengapa walaupun sudah mempunyai rekening saham di sebuah lembaga sekuritas aku juga bergabung dengan #RHBTradeSmart. aku mau belajar dan menikmati profit dari aktivitas trading.

belajar? ya belajar …. bukankah di #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia ada kelas-kelas regular yang diadakan untuk edukasi? selain gratis, ketemu teman-teman baru pula. selain itu kita akan mendapat informasi dari hasil analisis dari para analis handal yang memberikan rekomendasi tentang saham-saham tertentu sehingga membantu untuk mengambil posisi Buy, Sell or Hold ….. aih seru sekali kayaknya.

bagi kalian yang penasaran seperti apa mudahnya aplikasi yang kugunakan untuk belajar dan trading silahkan click link ini : https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

mau tahu aktivitasku sebagai Trader di RHBTradeSmart? ikuti terus ceritaku ….

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
January 30, 2020 0

bener sih aku bukan Certified Financial Planner tapi pengetahuan yang kupelajari lumayan lah untuk menjadi dasar pengambilan keputusan ku dan sedikit akan aku share ketika ada yang bertanya perbedaan dari instrumen2 investasi.

secara tradisional instrument investasi yang termasuk kategori tradisional biasanya adalah deposito, property dan emas logam mulia ( bukan emas perhiasan ya ).

deposito adalah instrument investasi dimana seseorang menempatkan sejumlah uang di sebuah bank dan akan mendapatkan hasil dalam jangka waktu  dan imbal hasil yang telah disepakati. misal jangka waktu 3 bulan dengan imbal hasil 5%, 6 bulan dengan imbal hasil 6%, 12 bulan dengan imbal hasil 7% dst.

artinya seseorang yang menempatkan sejumlah uang dalam instrument investasi deposito dalam jangka waktu 3 bulan akan mendapatkan 105% x 3/12 dari uang yang diinvestasikan sebelum dipotong pajak.

property adalah instrument investasi dengan cara membeli rumah, apartemen, ruko, rukan atau tanah. instrument investasi ini lebih dimaksudkan untuk mendapatkan imbal hasil dari kenaikkan harga dari asset yang dibeli atau istilahnya capital gain. memang benar property bisa disewakan yang artinya investor akan mendapatkan hasil dari sewa selain dari capital gain. instrument ini bersifat jangka panjang dan sangat panjang tergantung dengan lokasi dimana property tersebut. semakin baik dan berkembang lokasi dari sebuah property maka probabilitas dari capital gain akan membesar demikian pula dengan harga sewanya.

emas. harus jelas disini bahwa emas yang dimaksud adalah bukan perhiasan. mengapa? karena didalam emas perhiasan terdapat komponen biaya jasa pembuatan yang sama sekali tidak mempunyai value jika dilihat dari perspektif investasi karena akan menjadi faktor pengurang jika akan dijual tetapi menjadi faktor penambah waktu dibeli J

mengenai logam mulia atau LM memang ada pendapat ini termasuk instrument investasi tetapi ada pendapat juga LM hanyalah sebagai alat lindung nilai, atau sebuah instrument untuk menjaga/menjamin nilai dari kekayaan.

instrument yang lain adalah saham, reksadana, obligasi atau pasar uang, forex, cryptocurrency dan masih banyak lagi karena dunia investasi terus berkembang sesuai perubahan jaman.

ada banyak buku, artikel atau youtube channel yang membahas tentang instrument-instrument tersebut. tetapi disini saya akan sedikit share tentang saham.

investasi saham atau ekuitas berhubungan dengan pembelian dan penyimpanan suatu saham modal di pasar modal yang dilakukan oleh investor baik perorangan ataupun perusahaan untuk mendapatkan  deviden dan capital gain.

sedangkan reksadana adalah tempat untuk menghimpun dana dari masyarakat investor. dana yang terkumpul dinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrument investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

gini dech supaya sedikit lebih jelas tentang : Alex menginvestasikan sebesar Rp. 1 juta rupiah untuk membeli saham perusahaan X dengan harga Rp.1000/lembar saham. dengan demikian Alex membeli 1000 lembar saham atau 10 lot ( lot adalah satuan dalam saham . 1 lot = 100 lembar saham. minimal pembelian dan penjualan saham adalah 1 lot ). tentu saja supaya Alex bisa memulai menginvestasikan uangnya terlebih dahulu dia harus membuka rekening saham di salah satu perusahaan sekuritas atau perusahaan pialang saham. sejak saat rekening sahamnya aktif barulah Alex bisa melakukan transaksi beli atau jual.

jaman digital begini memang semua urusan jadi lebih ringkas, cepat dan efisien termasuk dalam urusan membuka rekening saham di perusahaan sekuritas. bahkan beberapa dari antara perusahaan sekuritas sudah menyediakan aplikasi untuk berbagai platform sehingga mempermudah calon investor untuk memulai investasinya dan membantu para investor untuk membeli dan menjual saham atau memantau pergerakan index dan saham-saham. bahkan beberapa aplikasi dilengkapi dengan berbagai macam fitur untuk kemudahan dan kenyamanan investor. singkatnya investasi, profit dan deviden hanya sejauh genggaman tangan J ya iya lah kan semua sudah bisa diakses melalui telepon pintar.

kalo sudah memantapkan hati dan pikiran untuk berinvestasi saham nih silahkan tengok-tengok #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia. Apps nya bisa kalian cari di Apple Store pun di Google Store …. Atau gini dech biar nggak ribet kalian tinggal click link ini: https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product . just some clicks and done!

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

19 tahun yang lalu, umurku baru awal 30 an aku lupa bulannya untuk pertama kalinya berkenalan dengan sebuah produk investasi reksadana dari sebuah investment management.

waktu itu tentu saja sumber-sumber informasi mengenai investasi belum sebanyak dan semudah seperti saat ini yang menurutku seperti jamur dimusim hujan.

saat itu pada umumnya investasi baru dialokasikan ke instrument tradisional seperti tanah, property, emas atau kebanyakan orang memanfaatkan produk perbankan seperti deposito.

pertanyaan kritisnya adalah mengapa kita harus berinvestasi? pertanyaan ini akan menentukan instrument yang paling tepat dan jangka waktu yang tepat pula.

tentu saja karena aku bukan Certified Financial Planner maka tulisan ini tidak kredibel sama sekali untuk memberikan pengetahuan teknis instrument investasi seperti yang kutulis diatas walau aku juga sedikit banyak mempunyai pengetahuan tentangnya dari buku2 dan artikel2 yang kubaca.

kembali ke cerita 19 tahun yang lalu, sejak saat itu investasi sudah bukan menjadi hal baru buatku, istriku dan kemudian ke 2 anakku.

dari 1 produk reksadana, kami – saya dan istri berinvestasi ke produk reksada yang lain sampai suatu ketika pengetahuan investasi kami mulai bertambah dan kami mengenal instrument investasi di pasar saham.

dari awalnya beberapa juta saja sampai ke angka tertentu saat ini baik dalam bentuk reksadana dan tentu saja saham baik di bursa dalam negeri dan juga salah satu bursa di luar negeri.

praktis bank bukan lagi menjadi tempat ‘menyimpan’ dan ‘memperkerjakan’ uang karena ternyata ada instrument bernama saham dan reksadana yang mempunyai potensi memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan deposito misalnya.

dengan berinvestasi dalam instrument saham selain keuntungan finansial – dan saya kurang tertarik untuk bercerita tentang ini di tulisanku kali ini – saya dan istri mendapatkan keuntungan yang lain yaitu pengetahuan. mengapa pengetahuan?

berbeda dengan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, berinvestasi di saham kita dituntut untuk belajar membaca fundamental sebuah emiten yang sahamnya akan di beli atau jual, mengikuti perkembangan dan informasi mengenai ekonomi, sosial dan politik nasional dan global.

benar sekali, investasi di saham hanya sesuai untuk para pembelajar.

ada cerita menarik yang merubah kehidupan keseharian istri saya yang seorang full timer ibu rumah tangga.

tepat setiap 830 pagi dengan iPhone dan hands free terpasang ditelinganya mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama pembahasan beberapa analisa chart beberapa emiten yang direkomendasikan oleh beberapa analis. bayangkan seorang ibu rumah tangga, tanpa background sekolah ekonomi hanya dengan mengikuti beberapa kelas saham, terlibat di group beberapa analis, istriku ini sudah mulai memahami dan tentu saja mendapatkan keuntungan finansial dari investasinya.

sore hari sebelum penutupan pasar, kembali dia melihat apa yang terjadi di pasar saham hari tersebut dan agak malam dia mulai menghitung gain atau ‘kerugian’ di hari tertentu.

‘kerugian’ mengapa ada tanda koma diatas? tentu saja setiap investasi selalu ada kemungkinan untuk rugi tetapi dalam jangka menengah atau panjang kemungkinan gain akan jauh lebih besar dibanding kerugian.

buktinya mudah saja dalam kasus istri saya, uang jajan, jalan2 bahkan ke luar negeri sebagian diperolehnya dari investasinya ini.

sebagai bapak dari 2 orang anak remaja menuju dewasa tentu saja menjadi prioritas ku bukan saja untuk menyediakan hal-hal terbaik yang mampu aku sediakan untuk masa depan mereka tetapi juga menularkan hal-hal baik yang bisa kami contohkan kepada mereka berdua.

sejak beberapa tahun yang lalu saat anak2 duduk di junior high school masing-masing sudah mempunyai rekening reksadana yang di top up setiap bulannya sebagai pengganti menabung di bank. saat masuk usia 17 tahun si sulung sudah mempunyai rekening saham dan sudah mampu bertransaksi sendiri. awal tahun depan adalah saat si bungsu akan membuka rekening saham pertamanya.

maaf maaf ini bukan tentang mau show off, don’t get me wrong ya ….hanya sekedar membagi cerita yang kupikir layak untuk dishare karena ini adalah hal yang baik, mau diikuti silahkan, tidak mau diikuti ya tentu saja nggak apa2 juga 🙂

berinvestasi di saham tampak ribet bagi non investor tetapi dengan belajar dan mengikuti berita2 terkini serta disupport oleh aplikasi2 canggih di telepon pintar dan didukung oleh rekomendasi2 saham unggulan dari para analis akan memudahkan para investor untuk bertransaksi.

seperti cerita tentang istriku, full timer ibu rumah tangga, tidak mempunyai background pendidikan ekonomi bisa juga berinvestasi saham.

atau ceritaku di tulisan sebelumnya tentang kelas2 investasi mayoritas diikuti oleh yang berumur diatas 40 tahunan.

coba bayangkan jika kelas2 tersebut diikuti oleh lebih banyak anak2 muda? masak iya 1 jam sehari nongkrong di café atau mabar game online bisa tapi tidak ada waktu untuk belajar dan memulai investasi? yang bener aja ah 🙂

yuk mulai lah hari ini, start small, mulai dari seharga sepasang atau 2 pasang sneakers, lalu datangi lembaga sekuritas yang keren dan terpercaya ….. banyak dan mudah ditemui kok mereka2 itu, helpful pula.

masak iya jaman Kakek Nenek & Papa Mama kalian dulu menabung dibank, masa iya kalian juga ikutan cuma nabung di bank? kerenan dikit dong ah, investasi dipasar modal lah 🙂 …. nggak sekedar menabung tapi juga jadi investor. keren kan?

#SahamisEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
December 8, 2019 0

seorang teman mengajakku kesuatu tempat. disana sudah berkumpul ramai kira2 40 orang. kutaksir rata2 berusia diatas 40 tahun, hanya ada beberapa saja yang dibawah itu.

didepan tampak seorang bapak yang menjelaskan grafik2 serta angka2 yang ada didalamnya. langsung saja aku mengenali itu adalah grafik atau chart tentang pergerakan harga saham sebuah emiten, lalu disusul emiten yang lain dan seterusnya.

suasana kelas menjadi sedikit hiruk pikuk ketika beberapa chart dibahas diiringi sesekali celetukan senda gurau. rupanya itu adalah kelas regular yang diadakan sebuah lembaga sekuritas bagi para investor.

sengaja kelas tersebut diadakan untuk memberikan pengetahuan dan pendidikan mengenai analisis teknis fundamental yang memang akan sangat dibutuhkan dan membantu para investor untuk mengambil keputusan membeli atau menjual sebuah saham.

dalam bahasa yang lebih cool kelas yang diadakan oleh salah satu lembaga sekuritas keren tersebut untuk membantu para investor untuk Invest Smarter & Trade Easier.

kelas2 gratis beberapa kali aku ikuti. baik yang membahas teknik fundamental atau hanya memberikan gambaran dan pengetahuan dasar tentang investasi di pasar bursa.

beberapa kelas berbayar pun aku pernah ikuti, mengorbankan weekend dan harus pula merogoh kocek lumayan dalam.

tetapi dari kelas2 yang aku ikuti baik berbayar atau gratis ada suatu kesamaan yang aku amati, yaitu pesertanya sebagian besar diatas 40 tahun.

perkenalanku dengan investasi sudah dimulai sejak awal tahun 2000. waktu itu umurku diawal 30an dan produk yang kubeli adalah reksadana dari sebuah asset management yang ternama.

saat itu investasi selain deposito, emas dan property belumlah mudah diakses karena pengetahuan tentang investasi lain selain instrumen tradisional belum banyak dijumpai relatif dibanding seperti hari ini.

setelah mencoba mencari informasi, membaca beberapa buku dan artikel maka aku memutuskan menginvestasikan sejumlah uang untuk membeli sebuah produk reksadana.

keputusan yang kuambil 19 tahun lalu itu mungkin adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah aku lakukan. bukan karena keputusannya tetapi rasa ingin tahu yang membuatku mencari informasi dan belajar lebih dalam tentang instrumen2 investasi yang akhirnya menguatkan ku untuk mengambil keputusan tersebut.

benar sekali harus belajar, mencari tahu lebih banyak, membaca, dan mencari tahu apa saja instrumen2 investasi yang memungkinkan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan instrument lainnya.

karena tanpa belajar dan mencari tahu lebih banyak hanya akan membawa kita pada keputusan2 yang itu2 saja atau bahkan masuk dalam perangkap money game atau iming2 investasi bodong dengan janji sorga yang merugikan diri sendiri.

berinvestasi di deposito itu baik, membeli emas atau property itu juga baik tetapi pertanyaan selanjutnya adalah apakah instrumen2 tradisional tersebut akan memberikan hasil seperti yang diinginkan? jika jawabannya iya, maka silahkan lakukan. tetapi jika jawabnnya tidak, maka sudah saatnya mencari instrumen investasi lain seperti saham yang begitu mudah diakses dewasa ini dan bahkan dengan telepon pintar sekalipun.

teringat sebuah artikel yang kubaca kira2 mengatakan seperti ini : berinvestasi dengan uang yang sedikit tetapi dalam jangka waktu yang panjang akan memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan berinvestasi dalam jumlah yang besar tetapi dengan jangka waktu pendek.

mumpung masih pada muda sebaiknya mulai berinvestasi. liriklah pasar bursa mumpung indexnya masih belum seberapa J

mengkoleksi sneakers tentu saja mengasyikkan dan membanggakan apalagi rare items J

pergi ketempat2 eksostis lalu foto2 dan di share ke IG tentu saja baik, paling tidak memberikan inspirasi ke follower untuk pergi juga ketempat2 jauh J

tetapi bukankah itu semua perlu biaya? jika dari uang gaji cukup ya silahkan lakukan. tetapi bagaimana jika tidak? masak iya harus minta ortu atau dibayarin pacar? J

nah, sebaiknya mulai cari tahu dan belajar tentang saham. lalu mulai beli dan koleksi!

kan keren tuh, yang lain pada koleksi sneakers, tshirt, mungkin motor tetapi koleksimu adalah saham!

kok sneakers dibandingkan dengan saham? eh mengapa tidak? berinvestasi disaham tidak semahal yang dipikir banyak orang.

jika sepasang sneaker berharga 2 juta dan kalian beli setiap 2 bulan sekali, maka dengan uang itu sdh lebih dari cukup untuk memulai investasimu.

jadi urutannnya yang sedikit perlu dirubah dari yang sebelumnya :

(gaji – pengeluaran bulanan – kenikmatan masa muda) = 0, menjadi

(gaji – investasi – pengeluaran bulanan) = 0

mengapa investasi lebih dahulu dibanding pengeluaran bulanan? ya tentu saja investasi tidak dilakukan dari uang2 sisa, harus disecure diawal. supaya makin percaya dan hobimu adalah scroll2 IG silahkan saja lihat disitu banyak sekali nasehat tentang money management dan salah satu yang kuingat adalah nasehat 80/20. sisihkan 20% income mu diawal untuk investasi J 80% incomemu dicukup2kan untuk pengeluaran ini itu setiap bulannya J

lah kenikmatan masa mudaku bagaimana? …… nah ini dia, kenikmatan masa mudamu dan sekaligus persiapan masa tuamu dibiayai dari hasil investasi! emang kalian akan muda terus? J

tapi ribet nggak sih investasi di instrument saham? kayaknya ribet banget harus lihatin chart dengan angka2 dengan warna2 merah dan hijau?

ribet? hari gini masih ada yang ribet? no way

dengan aplikasi yang tersedia kita bisa memulai cara investasi saham online membuat investasi mudah bagi pemula, sehingga kalian dapat investasi saham kapanpun, dan investasi saham dimanapun bahkan saat kamu bekerja, pacaran atau liburan ….. keren kan?

ingatanku kembali ke 19 tahun lalu saat salah satu keputusan terbaik dalam hidup aku ambil …. belajar dan memulai investasi !

dan sayup kudengar dari play list ku lagu BCL ……….. biarkan lah saja dulu, kita jalan berdua, mereka pun pernah muda, pernah muda J

#SahamisEasy…..let’s do #InvestSmarter and #TradeEasier