Tag: #financial

written by Roy Hekekire
August 14, 2020 0

“Luck is what happens when preparation meets opportunity”. Keberuntungan adalah bertemunya persiapan dengan kesempatan.

Ada 2 komponen besar, yaitu: Preparation atau persiapan DAN Opportunity atau kesempatan.

Opportunity atau Kesempatan.

Walau ada juga yang bilang bahwa opportunity adalah faktor internal sehingga ada quote yang bilang: the best way to have opportunity is by creating it, tetapi faktanya kesempatan lebih menjadi faktor external atau faktor yang tidak bisa dikontrol kapan datangnya oleh setiap individu.

Karena tidak bisa dikontrol lah maka opportunity sering datang dan pergi sesuka hati. Saat kita mau serasa nggak nongol-nongol. Tetapi saat kita sedang dalam ‘tiarap’ mode on eeeee malah datang bagai gelombang.

Persiapan.

Mike Phelps pemegang 28 medali Olimpiade asal AS, kelahiran Baltimore, Maryland, June,30, 1985 mendedikasikan 7-8 jam per hari untuk berlatih termasuk Winter. Alhasil pada saat ada kesempatan ikut serta dalam ajang Olimpiade, Mike bagai kesetanan dan mencatatkan dirinya sebagai The Most Successful and Most Decorated Olympian of All Time ….. sadis ya?

As the same context maka pada Sabtu, June,11, 2020, #RHBTradeSmart mengadakan online live event Smart Talk : Peluang Jangan Dibuang . Dalam acara sepanjang 60 menit tersebut Merry Riana memandu talk show dengan narasumber Inarno – Direktur BEJ, dan beberapa petinggi RHB Securitas.

Walau hanya sekitar 1 jam saja tetapi talk show tersebut cukup memberikan enlightment, membuka wawasan dan mendorong kita semua untuk segera berinvestasi ditengah situasi ekomoni dan khususnya di pasar bursa yang sedang turun ini. Gimana itu, pasar sedang turun kok malah investasi? Sabar …. Sabar ntar kusenggol sedikit argument nya?

Aku mau cerita dulu tentang Andre Taulany si penggemar otomotif yang katanya semua koleksi mobil-mobil lawasnya tidak semata-mata untuk memuaskan hobby tetapi juga untung mendapatkan laba alias investasi. Benarkah mobil lawas bisa dianggap sebagai investasi?

Prinsip investasi sebenarnya sederhana saja, yaitu mendapatkan keuntungan, laba, gain atau apapun namanya di masa depan dari sebuah usaha atau kepemilikan dalam instrument tertentu.

Contoh: Rare collectible sneaker tertentu. Dibeli dengan harga IDR X. lalu disimpan, dikoleksi dan beberapa saat kemudian di jual kembali dengan harga IDR X+.

Sehingga dengan demikian maka kepemilikan sneakers, mobil, lukisan, barang antik dan beberapa barang sejenis bisa dianggap sebagai investasi.

Akan tetapi ada beberapa hal yang perlu dicermati lebih lanjut, semisal seberapa likuid, apakah ada harga pasar yang terbuka dan diketahui banyak orang serta bisa dipantau secara statistik atau alat bantu ilmiah lain?

Contoh: collectible sneaker tertentu saat akan dijual apakah bisa langsung terjual? Dimana dijual? kepada siapa dijual? Berapa banyak yang akan jual?, berapa banyak yang akan beli? Seberapa besar pasarnya? Siapa yang menentukan patokan harga, dll dll.

Barang-barang hobby dikenal mempunyai market tertentu di komunitas tertentu sehingga marketnya ( peluangnya ) relative kecil. Bicara tentang harga pun tindak ada patokan. Artinya kalau sudah suka berapa harganyapun dibayar. Unsur psikologi sedikit banyak mempengaruhi dibandingkan murni perhitungan ilmiah yang bisa dikontrol.

Nah, tentu akan panjang urusannya saat perlu uang lalu mau jual salah satu collectible items ternyata nggak cukup likuid. Masih harus cari pembeli. Begitu ada pembeli nawarnya sampai bikin sakit perut karena si pembeli sebenarnya sedang cari barang B dibanding A yang sedang ditawarkan.

Tentu saja jadi ribet karena pasarnya tidak terbuka.

Coba ya, sneakers tertentu sebenarnya ada berapa sih yang diproduksi? Berapa banyak yang dijual? Siapa-siapa aja tuh yang punya? Berapa banyak yang akan beli? Patokan harga jual kembalinya berapa? Siapa yang menentukan harga? dll dll 🙂 🙂 🙂

Oleh karena itu kepemilikan-kepemilikan seperti contoh-contoh diatas walaupun bisa dianggap investasi tetapi karena ada variable hobby sehingga tidak bisa murni dibilang investasi.

Sehingga diacara talk show tersebut Andre Taulany sebagai bintang tamu lumayan juga mendapat informasi dan pencerahan bahwa ada instrument investasi lain yang lebih mumpuni dibandingkan semua koleksi otomotifnya.

Bagi teman-teman yang tertarik menontong silahkan click ya

Now, apakah instrument investasi yang lebih mumpuni dibandingkan koleksi-koleksi barang seperti contoh diatas? ya bener …. Saham. Mengapa saham?

Firstly, lihatlah IHSG sbb :

2016: terendah 4400 an

2017: terendah 5100 an

2018: terendah 5700 an

2019: terendah 5800 an

2020: terendah 3900 an

Penutupan pasar June,15,2020 : 5075,08

Mulai jelas ya?

Sekarang kita ambil contoh salah satu emiten BEI, yaitu BBRI

2016: terendah 2000 an

2017: terendah 2100 an

2018: terendah  2700an

2019: terendah 3700 an

2020: terendah 2100 an

Penutupan pasar July,22,2020 : 3100 an

Yuk, simak sedikit ttg IHSG … dari 2016 sampai dengan 2019 terlihat IHSG konsisten naik tetapi seketika di 2020 turun vs previous year atau dengan kata lain dari poin terendah IHSG mengalami diskon sebesar 32% karena Covid-19.

Bagaimana dengan BBRI …  lebih dasyat lagi karena jika di compare dengan angka terendah 2019 maka BBRI ‘menawarkan’ 43% diskon per lembar sahamnya.

Coba bayangkan jika kalian Buy BBRI di harga 2100 berapa tuh gain yang kalian dapat? Correct …. 47%. Darimana angka tersebut?  Lihat saja penutupan pasar 22 Juli 2020 BBRI sudah diharga 3100 per lembar saham.

Nah, biasanya kan hanya pertokoan di Mal atau Online shopping yang pasang advertising gede-gede : Sale, Diskon or whatever you call it, and dengan segala macam argumentasi dan justifikasi penawaran tersebut mendorong kalian untuk membelanjakan uang.

Nah, kali ini harga saham di bursa mengalami ‘sale’, ‘diskon’ sebesar hitungan diatas.

Bagi penggemar Sale atau Diskon kapan lagi ketemu beginian?

2/7 serial tulisan #InvestSmarterInvestNow; #RHBTradeSmart; #SahamIsEasy; #TradeEasier

written by Roy Hekekire
July 15, 2020 0

Dalam seminggu kemarin berita tentang kebangkrutan sebuah restoran Pizza terkenal asal Amerika Serikat – yang juga ada di Indonesia – muncul di media. Berita kebrangkutan tersebut makin memperpanjang daftar perusahaan-perusahaan kelas dunia termasuk di antaranya para Startup yang sudah sejak awal pandemik Covid-19 mulai kehabisan nafas lalu disusul beberapa Startup kelas Unicorn yang mengumumkan downsizing.

Belum lagi perusahaan-perusahaan kelas menengah, kecil dan mikro lainnya, berapa banyak yang bangkrut atau paling tidak mengalami downsizing selama 4 bulan terakhir?

Pertanyaan selanjutnya, ada berapa banyak tenaga kerja yang terdampak karena perusahaan-perusahaan yang bangkrut atau produksi menurun?

Dari sebuah sumber diperkirakan dalam 3 bulan terakhir 3 juta tenaga kerja mengalami PHK dari perusahaan masing-masing dan jika pandemik ini masih juga terus berlangsung maka dalam beberapa bulan kedepan diperkirakan lebih dari 5 juta tenaga kerja akan mengalami PHK – source : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200603193109-4-162890/3-bulan-corona-3-juta-orang-kena-phk-dirumahkan

Bukan mau menakut-nakuti atau masuk dalam golongan kaum pesimis tetapi inilah fakta yang sedang terjadi.

Walaupun begitu masih aja ada orang-orang yang bukan hanya mampu bertahan tetapi bahkan memulai bisnis yang baru, menemukan ide dan peluang-peluang baru yang sebelumnya mungkin saja tidak pernah terpikirkan. Jenis orang-orang ‘gila’ semacam ini memang harus jadi tempat berguru atau paling tidak kita mendapatkan inspirasi darinya.

Salah seorang teman tiba-tiba membuka usaha bakery rumahan yang bukan murahan. Order dan delivery ke para konsumen dilakukan secara online. Dari IG accountnya aku mengetahui lumayan sibuk juga istri temanku ini. Tentu usahanya ini tidak hanya bermanfaat bagi temanku dan istrinya tetapi juga berguna bagi para ojol yang mondar mandir datang dan pergi dari rumah temanku ini untuk mengambil dan mengantar order. Padahal kalau kulihat dari posisinya di sebuah perusahaan multinasional yakin dech temanku ini jauh dari kondisi kekurangan uang.

Temanku yang lain all the sudden membuka bisnis kopi literan yang memang sedang booming akhir-akhir ini.

Dan kalau kuteruskan daftar nya maka tulisanku ini hanya akan berisi list IG account teman-temanku yang mampu melihat hal –hal yang oleh orang lain tidak mampu dilihat.

Disaat kebanyakan orang berfokus pada segala macam situasi sulit – aku yakin saat ini tidak ada manusia yang masih hidup yang tidak mengalami kesulitan selama masa pandemik ini – tetapi teman-temanku ini mampu melihatnya dari sisi yang berbeda. Menarik bukan?

Nasehat bijak berkata: Uang sebenarnya ada dimana-mana. Masalahnya tidak semua orang mampu melihatnya! Nah lo …. Gimana ceritanya ini? ya karena: A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees opportunity in every difficulty, demikian kata Winston Churchill.

Memang ini tidak semata berbicara tentang uang ya? Don’t get me wrong! Uang hanyalah bentuk akhir dari apresiasi yang diberikan oleh orang lain kepada suatu ide atau gagasan yang telah dieksekusi dan diterima dengan baik oleh orang-orang lain.

9 Juni 2020, 19.58 seorang temanku yang juga nasabah #RHBTradeSmart mengirim text yang begini isinya 🙂 “ laporan dulu boleh lah 🙂 ”

AALI +21,09%, BBNI +34,55%, BBRI + 37,06%, MEDC + 7,86%, BRPT -4,67% 🙂

Jadi ceritanya semua yearly bonus 2019 yang diterima awal 2020 alih-alih digunakan untuk keperluan lain, oleh temanku ini dibelikan beberapa saham seperti text nya padaku.

Teman yang lain lagi malah send screen shot 🙂

Sinting? Ya mungkin banyak orang akan judge begitu? Beli saham ditengah kondisi naik turun tidak jelas? Ekonomi tidak menentu ….you name it  semua alasan yang tidak akan pernah ada habisnya bagi kaum pesimis 🙂

Ya kaum optimis yang oleh banyak orang dianggap sinting lah yang pada akhirnya akan membuat perbedaan.

As we can’t stop the waves of Covid19, but we can learn how to surf it.

How is that? See & find every single possible opportunity and enter it.

Chinese proverbs said: The teachers open the doors, but you must enter by yourself.

1/7 serial tulisan #InvestSmarterInvestNow; #RHBTradeSmart; #SahamIsEasy; #TradeEasier