written by Roy Hekekire
August 1, 2019 0

25

selesai makan siang, sebuah email masuk ke Inbox. kubuka dan ternyata sebuah undangan untuk datang dan menerima Peniti Emas – sebuah penghargaan bagi setiap karyawan dengan masa kerja 25 tahun yang diberikan setiap kali perusahaanku memperingati hari jadinya di bulan Agustus.

lumayan kaget, campur aduk perasaan, nggak jelas mana yang lebih dominan karena setiap tahun aku pun juga menerima undangan serupa tetapi biasanya salah satu atau beberapa anggota team ku yang menerima penghargaan ini, tetapi kali ini aku harus datang sendiri karena salah satu penerimanya adalah aku.

25 tahun? really? selama itukah sudah aku di company ini?

rasanya baru kemarin di recruit, ditraining, dikirim kesana kemari. tahun ini sudah 25 tahun? ah yang bener? salah hitung kali ya? – denial mode on 🙂

karena bingung nggak tahu bagaimana harus bereaksi langsung kukirim message ke istriku dan salah satu group yang berisi 3 orang teman – kami menyebutnya Boy Band – nggak jelas kapan juga kami main band :), boy? tambah nggak jelas lagi …. 🙂

ada yang menarik dari salah satu response yang kuterima ….. jadi separo umur di company ya? ….. u la la …… benar juga ya separo dari umurku ada di company ini. dan itu juga berarti aku tumbuh menjadi dewasa di company ini.

langsung ingatan terlempar January 1994, tanggal 17, hari Senin, hari dimana aku sign contract dalam program Management Trainee.

sejak saat itu bersama company ini aku merasakan pahit dan manis, suka dan duka, dari satu perubahan ke perubahan lainnya ….. sebuah company yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, yang mengajariku banyak hal, yang memberiku ruang dan kesempatan untuk berbuat salah dan memperbaikinya, sebuah company yang memberiku kebebasan untuk berkembang sesuai dengan potensiku, sebuah company yang membuatku bertemu dengan orang-orang yang kemudian menjadi keluarga ke 2 ku.

apakah hanya itu? tentu saja tidak!

ada kalanya frustasi, putus asa dan berpikir untuk keluar bahkan sudah sampai tahap serius. but again family is family ….. sometimes we argue, bahkan bertengkar, marah, dll dll …. but in the end family stick together to face and solve our problem.

company ini memang bukan yang paling sempurna tetapi sudah menjadi DNA kami untuk Striving for Excellence …. bukankah itu lebih menarik dan menantang?

ditengah proses transformasi yang sedang terjadi di company ini baik di level global atau local Indonesia, tentu saja aku menjadi penasaran apa yang akan terjadi, proses apa yang akan dilalui dan akhirnya akan menjadi seperti apa kelak … disaat itulah aku disadarkan bahwa 25 tahun sudah aku disini!

memang pengalaman bukanlah segala BUT dengan jam terbang segitu lama, pengetahuan tentang market, bisnis, organisasi dan orang2 yang ada disini masak iya tidak ada yang bisa aku lakukan lagi untuk terlibat aktif dalam proses perubahan ini? masak iya cuma jadi penonton dan jadi objek dari perubahan?

yang ada dipikiranku saat ini cuma 1 yaitu : aku ingin melihat akan seperti apa company ini 5 tahun dari sekarang? akan seberapa transform dibandingkan tahun 1994 tahun aku bergabung disini?

lebih dari sekedar penasaran karena keterlibatanku tentu sedikit banyak akan juga mempengaruhi bagaimana organisasi ini akan berjalan dan berubah.

25 tahun hanyalah sekedar angka karena aku #menolaktua 🙂

Sampoerna terima kasih!

written by Roy Hekekire
July 26, 2019 0

namanya Dewi Febriyanti, seorang gadis siswi sebuah SMP di Tangerang yang berjualan bakpao di Pompa Bensin sebelah Perubahan Ubud, Tangerang, sepulang sekolah hingga tengah malam. bahkan apabila ada pekerjaan rumah dari sekolahnya maka Dewi akan mengerjakannya sambil berjualan.

kisah Dewi mengetuk hati banyak pihak hingga muncul sebuah gerakan untuk menggalang dana untuk mensupport gadis remaja ini untuk meneruskan sekolahnya.

namanya pak Catur, driver yang menemaniku setiap hari menempuh macetnya jalanan Jakarta. rumah pak Catur berjarak 40 km dari tempat tinggal ku. yang artinya beliau harus menempuh 80 km setiap hari pergi dan pulang dengan menaiki sepeda motornya yang sederhana.

jam 5 pagi pak Catur sdh harus berangkat dari rumah dan kembali lagi sampai ke rumahnya di Cileungsi jam 10 malam. tentu saja dengan keadaan capek luar biasa.

beliau mempunyai 3 orang anak, yang terkecil baru di level PAUD. sehingga saban hari beliau hanya mempunyai beberapa jam saja bertemu, berbincang, bermain dengan ketiga orang anaknya.

tidak ada yang aneh dengan kedua ceritaku tadi. hal sangat biasa yang terjadi dalam kehidupan sebagian kita.

kisah inspiratif Dewi tentu bukan satu2nya cerita. terlalu banyak cerita seperti ini. seseorang yang mengorbankan masa kecil, masa remajanya untuk mendukung cita2 yg mereka miliki masing2.

masa bermain dan berexplorasi dengan sengaja dilepaskan untuk mendapatkan sesuatu yang lain – uang, yang kemudian uang tersebut akan juga mereka lepaskan supaya  mendapatkan pendidikan, kesehatan atau sesuatu yang lain.

pak Catur melepaskan waktu yang dimiliki untuk mendapatkan sesuatu supaya ke tiga orang anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik, termasuk sekolah dan pendidikan mereka.

kehidupan memang aneh. kehidupan pada hakekatnya adalah sebuah proses untuk melepaskan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang pada waktu nya akan dilepaskan juga.

tidak satupun yang diperoleh dalam hidup yang tidak akan dilepaskan.

itu lah hidup

written by Roy Hekekire
July 25, 2019 0

rasanya baru kemarin Almarhum Ibu Mertuaku menggendongnya dari kamar bersalin dan ditunjukkannya padaku seorang anak perempuan merah dan gosh …. keningnya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.

ketika tumbuh menjadi kanak-kanak rambutnya yang ikal, kegemarannya menyanyi dan menari menjadi magnet utama yang membuatku ingin cepat-cepat pulang kerumah.

lambat laun gadis kecilku ini menjadi begitu doyan bicara, bercanda dan masih konsisten dengan kegemarannya menyanyi dan menari.

High Scholl Musical dan Glee adalah favoritnya yang ditontonnya setiap kali gadisku ini pulang dari sekolah.

tanpa aku tahu dari mana asal mulanya Jasmine – begitu kami memanggilnya begitu getol belajar Bahasa Inggris dari video-video yang dia tonton.

Jasmine berkembang menjadi remaja yang periang, suka bercanda tetapi disisi lain seorang serius dan pemikir.

kesukaannya menyanyi dan menari serta sifat periangnya menjadikan membawa keceriaan dan keriaan di rumah kami.

sehari saja Jasmine tidak dirumah, rasanya sepi dan aneh sekali.

beberapa hari lalu, beberapa kopor ukuran besar dibawa turun dari tempat penyimpanan. baju2 nya sudah mulai dikeluarkan dari lemari.

anak gadisku yg 2 bulan lalu baru genap 17 tahun sedang berkemas untuk pergi jauh 23 jam penerbangan dari Jakarta.

antara bahagia, haru dan sedih aku melihat pemandangan sedikit berantakan kopor-kopor dan baju-bajunya.

bahagia ketika akhirnya Jasmine sebentar lagi akan pergi kesuatu tempat yang menjadi cita-citanya sejak kecil …… Amerika Serikat!

haru karena ke muda annya tidak menyurutkan nyali dan ketabahannya pergi jauh, tinggal sendiri jauh dari semua kemanjaan yang dia peroleh sebagai anak bungsu.

Jasmine memang dimanja bahkan oleh Esa, abangnya. begitu sayangnya sama sang adik semata wayangnya bahkan anak sulungku ini selalu membawakan tas-tas belanjaan Jasmine saat kami pergi ke mall untuk berbelanja. laksana putri saja … Jasmine hanya melenggang sementara sang Abang berjuang membawa bungkusan-bungkusan belanjaan si adik.

sedih saat aku membayangkan bagaimana rumah dimana abangnya, istriku dan aku akan tinggal bertiga ditinggal si cerewet pergi jauh.

Lovena Jasmine Theodore ….. Bunga Melati Tercinta Pemberian Tuhan …. pergi lah anakku, gapai cita-citamu.

walau juga kamu belum pergi, Papa sudah rindu.