written by Roy Hekekire
August 28, 2019 0

2 orang anak muda, keduanya berumur 22 tahun. keduanya adalah mahasiswa di salah satu institut teknik di kawasan Bekasi. mereka berdua duduk tepat didepanku. yg disebelah kiri dengan sedikit berewok tak rapi adalah seorang pengemudi ojek daring.

yang satunya, berperawakan kurus tinggi adalah buruh di salah satu pabrik minuman murah di sebuah kawasan industry ternama di Bekasi.

seorang pengemudi ojek daring yang mahasiswa dan seorang buruh yang mahasiswa. siang mereka bekerja, malam mereka belajar.

lalu aku bertemu dan berkenalan dengan seorang Ibu separoh baya, beranak 2 tetapi menjadi 5 karena 3 orang anak kakaknya sudah tinggal bersamanya sejak kecil. seorang janda, ditinggal mati suaminya dengan cicilan ini dan itu setiap bulannya Rp. 30.000.000.

dari kondisi sedih, putus asa karena beban cicilan peninggalan suami, Ibu ini bangkit dan mengembangkan usaha warungnya yang dengan cepat tadi kuhitung perputaran dan penghasilannya sudah cukup menarik bagi penarik pajak untuk melirik 🙂

Ibu Siti tinggal di gang kecil di kawasan Pulogadung, saluran air beberapa meter dari warungnya luar biasa busuk baunya. beranak 3, bersuami. mereka tinggal di warung yang merangkap tempat tinggal mereka. 24 jam terus menerus warungnya buka.

dengan antusias Ibu yang sederhana ini bercerita awal perkenalannya dengan perusahaan tempatku bekerja dan bagaimana semua usaha yang dirintisnya berubah menjadi seperti saat ini sejak terlibat dan belajar dalam usaha pengembangan usaha kecil dan mikro yang digagas perusahaan kami.

Dalam bahasa Jawa yang aku mengerti Siti berarti tanah atau bumi.

2 orang anak muda dan 2 orang Ibu separoh baya yang benar2 menginjak tanah, sadar dan menerima kenyataan hidup tetapi kaki2 mereka tidak terpaku diam, kaku tak bergerak di tanah yang mereka injak masing2.

mereka bergerak, sedang melangkah ke tanah yang sedikit berumput, mungkin ada beberapa pohon tempat berlindung dari panas, dari hujan.

dari 4 manusia sederhana yang kutemui hari ini aku melihat mimpi2 yang sedang diperjuangkan.

written by Roy Hekekire
August 27, 2019 0

kira2 jam 2 siang, matahari Jakarta sedang panas2nya, membakarku dari ujung kepalaku yang tak berambut sampai ke ujung kaki yang tertutup rapat sepatu. basah kuyub pakaian sampai kedalam2.

sekumpulan para pengendara ojek daring berkumpul.

ada yang sekedar melepas lelah sambil memesan dan menikmati makan siang mereka yang terlambat, ala kadarnya hanya dengan telor dadar yang setipis helai kain dan sejumput terong dimasak cabai.

ada yang hanya duduk2 sambil mengisi kembali batere telepon selular masing2.

beberapa diantaranya ada yang mengantri menukar jaket warna hijau yang mulai pudar lusuh dengan yang baru.

disuatu sudut, stand kredit motor tampak sepi.

wajah2 kelelahan menguasai lokasi istirahat mereka, panas, tanpa AC, hanya beberapa kipas besar yang disediakan provider layanan ojek daring tersebut.

tak tampak terlihat obrolan apalagi senda gurau. masing2 sibuk melepaskan penat sejenak, mendinginkan diri dari ganasnya matahari Jakarta dan serbuan debu yang tak berhenti siang itu.

kira2 berumur sedikit lewat 30 tahun. berasal dari Sumenep – Madura. seorang ex perawat di salah satu rumah sakit di Jakarta Utara. seorang Bapak beranak 2. hari ini kutemui dia di warung kelontong miliknya yang baru dirintis sejak 3 tahun yang lalu.

kutanyai dia mengapa memilih berhenti menjadi perawat dan membuka usaha warung kelontong. lalu dia bercerita bahwa para perawat senior di rumah sakit tempatnya dulu bekerja kurang sukses hidupnya tatkala tua membuatnya berpikir.

lalu laki2 ini memutuskan berhenti dan membuka warung kelontong di sebuah jalan tidak begitu besar di wilayah Jakarta Barat. saat ini warung kelontongnya sudah beranak 3 ….. ya 3!

didalam mobil, dalam perjalanan kembali ke kantor aku berpikir dan merenung betapa hidup manusia, membanting tulang, berupa segala daya.

ada yang hanya sekedar menyambung hidup, bertahan tak tergoda banyak pilihan pekerjaan yang bisa menghasilkan puluhan ratusan kali lipat dengan cara tak wajar tetapi ada pula yang sudah mulai menemukan jalan memperbaiki hidup seperti laki2 dari Sumenap yang kutemui siang tadi.

beberapa waktu yang lalu dari sebuah media aku membaca seorang perempuan muda yang segera setelah diwisuda dari universitas negeri ternama di Semarang Jawa Tengah berfoto dengan mengenakan jaket hijau salah satu ojek daring terkemuka. gadis muda ini rupanya sudah menekuni sebagai pengemudi ojek daring disela2 jadwal kuliah sekedar memastikan biaya pendidikannya tercukupi. foto dengan jaket hijaunya tepat setelah acara wisuda seperti hendak mengatakan sesuatu kepadaku.

namanya Sellha Purba, seorang gadis cantik yang kulihat fotonya dari media online yang beberapa waktu lalu menjadi viral karena pekerjaannya sebagai petugas penyapu jalan sekitar Kelapa Gading Jakarta. antara paras cantik dan penyapu jalan …. suatu kombinasi yang sulit dipahami saat ini, lalu jadilah viral.

masih banyak lagi cerita serupa yang tak akan habis dituliskan dan diceritakan.

hidup memang selalu menyediakan pilihan dan menuntut kegigihan. selalu ada pilihan. selalu ada pilihan.

hari ini aku belajar dari para ojek daring tentang arti kegigihan dan seorang laki2 dari Sumenep tentang menentukan sebuah pilihan.

di Daan Mogot jam 2 siang aku belajar tentang kegigihan dan menentukan sebuah pilihan.

written by Roy Hekekire
August 19, 2019 0

kembali ke sebuah gedung kantor tempat ku bekerja beberapa tahun yang lalu, tidak lama hanya 2 tahun disini. tetapi bukan sembarang gedung kerena tempat ini adalah salah satu tempat darimana salah satu perusahaan raksasa di negeri ini dibangun dan berkembang.

sudah banyak perubahan dari sisi design interiornya dibanding sebelumnya. lebih modern dengan warna warni disana sini, susunan meja kerja yang lebih terbuka dan woila ….. ada cukup banyak spot-spot untuk duduk lebih santai sambal berdiskusi dengan lebih rileks. kantor ini sudah berubah.

berusia 106 tahun dan berubah …. bukan hal yang mudah dilakukan tentunya mengingat sejarah yang panjang dengan segudang cerita dan peristiwa penuh nostalgia  menguras emosi dan cenderung membawa kita kembali ke masa itu.

tadi pagi berangkat dari hotel tempatku menginap menuju ke kantor legendaris ini aku menumpang sebuah taksi yang dikemudikan pak Hadi Ramono, kutaksir berusia mendekati 60 tahun. pak Hadi tidak banyak bicara sepanjang perjalanan, hanya fokus mengemudi, sangat cekatan dan cenderung mengebut 🙂

tidak tahu bagaimana asal mulanya karena aku asyik memeriksa beberapa pesan masuk di cell phone ku, tiba2 mobil di rem dengan sangat mendadak, aku tersontak dan mobil zig zag beberapa saat dan terdengar derit ban yang lumayan kencang lalu kemudian pak Hadi membanting setir ke kiri untuk menghindari benturan dengan mobil didepan yang hanya beberapa meter jauhnya setelah sebelumnya dengan cepat beliau menengok ke kaca spion untuk melihat apakah ada mobil dari belakang yang melaju kencang.  selamat kami dari kecelakan pagi itu.

kaca spion yang kecil itu menjadi salah satu perangkat vital pagi itu.

sesekali melihat kebelakang untuk sejenak melihat apa yang sudah aku lewati, belajar dari peristiwa2 yang terjadi dan bersyukur untuk semua peristiwa baik dan buruk untuk selanjutnya melanjutnya perjalanan.

benar, melanjutkan perjalanan, berpikir kedepan dan melangkah maju, terus maju.

karena terus menerus menoleh kebelakang hanya akan menjebak diriku sendiri pada semua peristiwa nostalgia.

easier said than done ….. untuk berubah memang jauh lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. itu sebabnya seringkali aku berkeinginan untuk berubah tetapi tetap saja diam ditempat atau bahkan terus kembali dalam kehidupan masa lalu.

aku belajar bahwa komitmen saja tidak cukup TETAPI perlu melangkah untuk melakukan sesuatu yang benar2 baru. doing my first step over and over again until become my habit.

kalimat bijak berkata : melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan sesuatu hasil yang berbeda sejatinya adalah sebuah kebodohan besar.

lalu aku bertanya pada diriku sendiri : aku sudah banyak melakukan kesalahan, banyak sekali jalan salah yang ku pilih dan rasanya tak bisa lagi kuhapus semua kesalahan itu. lalu aku harus bagaimana?

tentu saja masa lalu tak mungkin bisa dihapus. justru dari masa lalu lah aku bisa berkaca untuk menentukan langkah kedepan selanjutnya bukan? lagipula bukankah setiap orang mempunyai masa lalu dan kesalahannya masing2?

seperti kaca spion yang selalu lebih kecil dibanding kaca depan pada sebuah mobil tentu ada maksudnya.

pertanyaan utamanya adalah : apakah ingin maju, diam ditempat atau bahkan mungkin kembali kemasa lalu? tidak ada pilihan lain kurasa.

jika ingin maju kedepan tak ada pilihan lain selain melihat kaca depan lebih fokus dan lebih sering dibanding melihat kaca spion.

gimana kalo kaca spion nya rusak karena disenggol atau ditabrak kendaraan lain? 🙂

(1) tentu perlu ku review bagaimana caraku mengemudi? teledor kah, ugal2an kah? tidak disiplinkah? jika jawabannya ya tentu saja aku harus merubah caraku mengemudi dengan lebih baik dan hati2.

(2) segera ganti kaca spion. dan memastikan kaca spionku tidak lebih besar dari kaca depan

bagaimana menurutmu?

written by Roy Hekekire
August 18, 2019 0

dari lantai 2 dia turun ketika dilihatnya aku duduk sendiri di ruang tengah.

seketika dia bertanya : you ngapain Dad? ….. beberapa saat aku hanya diam dan kujawab : Papa sedih.

dia menghampiriku, ikut duduk bersamaku. dia diam, aku diam. dan dia terus diam.

cukup lama kami berdua duduk dalam diam……sunyi, tidak ada yang berbicara.

anak sulungku memang irit bicara – kecuali saat ada ide besar yang dia akan diskusikan, bahkan kami pernah bicara berdua, berdiskusi berjam2 diteras rumah tepat dimalam tahun baru :).

dalam diamnya, dalam perasaan sedih yang pasti dirasakannya juga, anakku ini berusaha menolongku, menolong bapaknya….hanya dengan duduk disampingku dan diam tak bersuara.

begitu juga Mikey dan Milo….tak seperti biasanya  yang selalu ribut berebut botol plastik kosong atau keset rumah….malam itu mereka juga diam, tidak ada yang berisik.

2 orang laki2 dan 2 ekor anjing jantan …… semua terdiam dengan pikiran dan perasaan masing2.

laki2 memang punya caranya sendiri mengatasi perasan. tidak dengan bicara, tetapi dalam diam.

written by Roy Hekekire
August 17, 2019 0

hari itu akhirnya tiba juga. kuantar dia ke airport. gadis kecilku sudah melangkah menuju sebuah kota 15.980 km jauhnya dari Jakarta.

sebelum berangkat, kupanggil dia ke kamar tidurku, kupeluk dia yg duduk disampingku, kuciumi rambutnya, kupegang erat tangannya.

tak kuat juga aku menahan perasaanku – sambil aku berkata : hanya 1 hal yang Papa minta dari kamu, ingat selalu dari mana kamu berasal. pikirkan itu baik2 ya dek.

gadis kecilku tidak berkata apa2, dia hanya menganguk dan kulihat air mata menetes dari kedua buah matanya.

lalu kuajak dia berdoa.

tujuh belas tahun lalu kujemput dia dari rumah sakit. kurawat dia, kujaga dia, kubesarkan dia dengan sebaik yang aku bisa lakukan.

hari ini kulepas dia pergi. tak bisa lagi kujagai dia setiap hari. memenuhi permintaannya di tengah malam supaya dibelikan ice cream, atau mengantar nya makan kuetiaw kesukaannya, memijat tangan dan betisnya kalo datang manjanya.

sesampai dari airport, rumah terasa berbeda sama sekali……sepi. kumasuki kamarnya…bau khas kamar anak yang beranjak gadis…wangi. kupandangi sekeliling, kubuka lemari bajunya, kupegangi beberapa bajunya dan selimut yang dipakainya siang tadi……runtuh pertahananku….aku menangis, antara bahagia dan sedih. anakku benar-benar sudah pergi.

benar-benar tak kusangka seperti ini rasanya. tak ada kata yang bisa kurangkai menjadi kalimat untuk menggambarkan perasaanku.

Jasmine, bunga melati ku terus bertumbuhlah anak ku …. mewangi seperti nama mu.

written by Roy Hekekire
August 1, 2019 0

25

selesai makan siang, sebuah email masuk ke Inbox. kubuka dan ternyata sebuah undangan untuk datang dan menerima Peniti Emas – sebuah penghargaan bagi setiap karyawan dengan masa kerja 25 tahun yang diberikan setiap kali perusahaanku memperingati hari jadinya di bulan Agustus.

lumayan kaget, campur aduk perasaan, nggak jelas mana yang lebih dominan karena setiap tahun aku pun juga menerima undangan serupa tetapi biasanya salah satu atau beberapa anggota team ku yang menerima penghargaan ini, tetapi kali ini aku harus datang sendiri karena salah satu penerimanya adalah aku.

25 tahun? really? selama itukah sudah aku di company ini?

rasanya baru kemarin di recruit, ditraining, dikirim kesana kemari. tahun ini sudah 25 tahun? ah yang bener? salah hitung kali ya? – denial mode on 🙂

karena bingung nggak tahu bagaimana harus bereaksi langsung kukirim message ke istriku dan salah satu group yang berisi 3 orang teman – kami menyebutnya Boy Band – nggak jelas kapan juga kami main band :), boy? tambah nggak jelas lagi …. 🙂

ada yang menarik dari salah satu response yang kuterima ….. jadi separo umur di company ya? ….. u la la …… benar juga ya separo dari umurku ada di company ini. dan itu juga berarti aku tumbuh menjadi dewasa di company ini.

langsung ingatan terlempar January 1994, tanggal 17, hari Senin, hari dimana aku sign contract dalam program Management Trainee.

sejak saat itu bersama company ini aku merasakan pahit dan manis, suka dan duka, dari satu perubahan ke perubahan lainnya ….. sebuah company yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, yang mengajariku banyak hal, yang memberiku ruang dan kesempatan untuk berbuat salah dan memperbaikinya, sebuah company yang memberiku kebebasan untuk berkembang sesuai dengan potensiku, sebuah company yang membuatku bertemu dengan orang-orang yang kemudian menjadi keluarga ke 2 ku.

apakah hanya itu? tentu saja tidak!

ada kalanya frustasi, putus asa dan berpikir untuk keluar bahkan sudah sampai tahap serius. but again family is family ….. sometimes we argue, bahkan bertengkar, marah, dll dll …. but in the end family stick together to face and solve our problem.

company ini memang bukan yang paling sempurna tetapi sudah menjadi DNA kami untuk Striving for Excellence …. bukankah itu lebih menarik dan menantang?

ditengah proses transformasi yang sedang terjadi di company ini baik di level global atau local Indonesia, tentu saja aku menjadi penasaran apa yang akan terjadi, proses apa yang akan dilalui dan akhirnya akan menjadi seperti apa kelak … disaat itulah aku disadarkan bahwa 25 tahun sudah aku disini!

memang pengalaman bukanlah segala BUT dengan jam terbang segitu lama, pengetahuan tentang market, bisnis, organisasi dan orang2 yang ada disini masak iya tidak ada yang bisa aku lakukan lagi untuk terlibat aktif dalam proses perubahan ini? masak iya cuma jadi penonton dan jadi objek dari perubahan?

yang ada dipikiranku saat ini cuma 1 yaitu : aku ingin melihat akan seperti apa company ini 5 tahun dari sekarang? akan seberapa transform dibandingkan tahun 1994 tahun aku bergabung disini?

lebih dari sekedar penasaran karena keterlibatanku tentu sedikit banyak akan juga mempengaruhi bagaimana organisasi ini akan berjalan dan berubah.

25 tahun hanyalah sekedar angka karena aku #menolaktua 🙂

Sampoerna terima kasih!

written by Roy Hekekire
July 26, 2019 0

namanya Dewi Febriyanti, seorang gadis siswi sebuah SMP di Tangerang yang berjualan bakpao di Pompa Bensin sebelah Perubahan Ubud, Tangerang, sepulang sekolah hingga tengah malam. bahkan apabila ada pekerjaan rumah dari sekolahnya maka Dewi akan mengerjakannya sambil berjualan.

kisah Dewi mengetuk hati banyak pihak hingga muncul sebuah gerakan untuk menggalang dana untuk mensupport gadis remaja ini untuk meneruskan sekolahnya.

namanya pak Catur, driver yang menemaniku setiap hari menempuh macetnya jalanan Jakarta. rumah pak Catur berjarak 40 km dari tempat tinggal ku. yang artinya beliau harus menempuh 80 km setiap hari pergi dan pulang dengan menaiki sepeda motornya yang sederhana.

jam 5 pagi pak Catur sdh harus berangkat dari rumah dan kembali lagi sampai ke rumahnya di Cileungsi jam 10 malam. tentu saja dengan keadaan capek luar biasa.

beliau mempunyai 3 orang anak, yang terkecil baru di level PAUD. sehingga saban hari beliau hanya mempunyai beberapa jam saja bertemu, berbincang, bermain dengan ketiga orang anaknya.

tidak ada yang aneh dengan kedua ceritaku tadi. hal sangat biasa yang terjadi dalam kehidupan sebagian kita.

kisah inspiratif Dewi tentu bukan satu2nya cerita. terlalu banyak cerita seperti ini. seseorang yang mengorbankan masa kecil, masa remajanya untuk mendukung cita2 yg mereka miliki masing2.

masa bermain dan berexplorasi dengan sengaja dilepaskan untuk mendapatkan sesuatu yang lain – uang, yang kemudian uang tersebut akan juga mereka lepaskan supaya  mendapatkan pendidikan, kesehatan atau sesuatu yang lain.

pak Catur melepaskan waktu yang dimiliki untuk mendapatkan sesuatu supaya ke tiga orang anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik, termasuk sekolah dan pendidikan mereka.

kehidupan memang aneh. kehidupan pada hakekatnya adalah sebuah proses untuk melepaskan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang pada waktu nya akan dilepaskan juga.

tidak satupun yang diperoleh dalam hidup yang tidak akan dilepaskan.

itu lah hidup

written by Roy Hekekire
July 25, 2019 0

rasanya baru kemarin Almarhum Ibu Mertuaku menggendongnya dari kamar bersalin dan ditunjukkannya padaku seorang anak perempuan merah dan gosh …. keningnya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.

ketika tumbuh menjadi kanak-kanak rambutnya yang ikal, kegemarannya menyanyi dan menari menjadi magnet utama yang membuatku ingin cepat-cepat pulang kerumah.

lambat laun gadis kecilku ini menjadi begitu doyan bicara, bercanda dan masih konsisten dengan kegemarannya menyanyi dan menari.

High Scholl Musical dan Glee adalah favoritnya yang ditontonnya setiap kali gadisku ini pulang dari sekolah.

tanpa aku tahu dari mana asal mulanya Jasmine – begitu kami memanggilnya begitu getol belajar Bahasa Inggris dari video-video yang dia tonton.

Jasmine berkembang menjadi remaja yang periang, suka bercanda tetapi disisi lain seorang serius dan pemikir.

kesukaannya menyanyi dan menari serta sifat periangnya menjadikan membawa keceriaan dan keriaan di rumah kami.

sehari saja Jasmine tidak dirumah, rasanya sepi dan aneh sekali.

beberapa hari lalu, beberapa kopor ukuran besar dibawa turun dari tempat penyimpanan. baju2 nya sudah mulai dikeluarkan dari lemari.

anak gadisku yg 2 bulan lalu baru genap 17 tahun sedang berkemas untuk pergi jauh 23 jam penerbangan dari Jakarta.

antara bahagia, haru dan sedih aku melihat pemandangan sedikit berantakan kopor-kopor dan baju-bajunya.

bahagia ketika akhirnya Jasmine sebentar lagi akan pergi kesuatu tempat yang menjadi cita-citanya sejak kecil …… Amerika Serikat!

haru karena ke muda annya tidak menyurutkan nyali dan ketabahannya pergi jauh, tinggal sendiri jauh dari semua kemanjaan yang dia peroleh sebagai anak bungsu.

Jasmine memang dimanja bahkan oleh Esa, abangnya. begitu sayangnya sama sang adik semata wayangnya bahkan anak sulungku ini selalu membawakan tas-tas belanjaan Jasmine saat kami pergi ke mall untuk berbelanja. laksana putri saja … Jasmine hanya melenggang sementara sang Abang berjuang membawa bungkusan-bungkusan belanjaan si adik.

sedih saat aku membayangkan bagaimana rumah dimana abangnya, istriku dan aku akan tinggal bertiga ditinggal si cerewet pergi jauh.

Lovena Jasmine Theodore ….. Bunga Melati Tercinta Pemberian Tuhan …. pergi lah anakku, gapai cita-citamu.

walau juga kamu belum pergi, Papa sudah rindu.