written by Roy Hekekire
December 25, 2019 0

entah mengapa tiba-tiba istriku berbelanja pernak pernik Natal dan suatu malam dirangkailah pohon buatan lengkap dengan hiasan dan lampu-lampu berdiri mentereng diruang tengah. Ini adalah dekorasi Natal pertama sejak 4 tahun terakhir.

semua gara-gara ada anggota baru dikeluarga kami, Mikey dan Milo πŸ™‚ takut dan kuatir dekorasi diacak-acak mereka berdua sehingga semua simpanan hiasan dan pohon buatan diberikan ke orang lain.

tetapi ada yang aneh dari pohon Natal yang terpasang dirumah. rangkaian yang indah harus terganggu dengan deretan kursi yang terpasang seperti layaknya sebuah benteng …… pohon Natal berbenteng πŸ™‚ ini semua terpaksa dilakukan untuk menghambat serangan iseng kedua anjing peliharaan kami. walaupun demikian beberapa hiasan sudah sukses berhasil dicopet dan menjadi mainan mereka berdua.

walau keindahan pohon Natal tereduksi karena kursi-kursi yang membentuk benteng tapi tetap saja paling tidak kerlap kerlip lampunya membuat suasana khas Natal lebih terasa.

beberapa minggu terakhir topik lama tentang “memberikan ucapan Natal” kembali muncul. bener topik lama yang hanya muncul diawal Desember lalu menghilang dan akan muncul lagi Desember tahun depan πŸ™‚ diskursus, perdebatan dari pihak-pihak bahkan sudah menginvasi time line platform social media apapun.

perdebatan tahunan yang selalu terulang, muter saja tak pernah maju seperti tidak ada topik lain yang lebih bermutu πŸ™‚

sore tadi aku memposting ucapan Selamat Natal di semua platform social media ku. tidak lama kemudian dan bahkan saat aku menulis cerita ini respon dan ucapan selamat dari tman-teman terus bermunculan.

seperti pohon Natal dirumah, yang walau harus dibentengi dengan deretan kursi tetapi tetap saja terpasang, keindahannya kerlip lampunya hiasannya membuat suasana rumah menjadi berbeda.

demikian juga tampaknya walaupun perdebatan tak henti tentang ucapan tertentu tidak akan menghilangkan arti Natal yang sesungguhnya. Natal tetap saja berlangsung – dirayakan atau bahkan tidak dirayakan, diselamati atau tidak diselamati sekalipun. karena Natal tak lebih dari pertemuan seorang individu dengan penciptaNya.

bagiku jalinan pertemanan jauh lebih penting dibandingkan ‘memaksa’ teman-teman yang tidak hendak menyelamati untuk memberikan ucapan selamat.

terima kasih untuk teman-teman semua.

selamat Natal.

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

Ibu

dengan mengendari mobil kami, istriku dan 2 orang anak remaja kami berangkat ke Semarang, kota kelahiranku menengok Bapak dan merayakan malam Natal bersamanya.

memang tidak banyak waktu yang bisa kusediakan baginya, tetapi walau hanya beberapa hari saja kupikir kami tetap harus pergi mudik.

rumah Bapak masih seperti biasanya, tidak banyak perubahan sejak beberapa bulan lalu ketika kami datang mengantar anak gadisku sebelum pergi sekolah jauh. rumah khas orang tua, dinding rumah penuh dengan foto yang berjajar seperti pameran dari tukang foto ternama, barang-barang dari tahun entah kapan masih juga ditempatnya, mematung tak bergerak sedikit berdebu.

sesekali saat istriku menengok disempatkannya membuang barang-barang yang tidak terlalu jelas peruntukkannya. tentu saja itu dilakukannya ketika Bapak sedang tidur. dan pasti sedikit ada omelan sana sini saat diketahuinya beberapa barang pusaka raib dibuang πŸ™‚

ini adalah Natal ke 8 dilaluinya seorang diri tanpa istri. dengan bersusah payah Bapakku berusaha sekuat sisa-sisa tenaganya untuk membuatnya sama. masih ada hiasan Natal yang didekornya, templok sana templok sini. pohon khas Natal yang muncul setahun sekali dipasang diteras rumah lengkap dengan pernak-pernik termasuk lampu kerlap-kerlip :).

pagi tadi ketika perut lapar minta diisi di meja makan sudah tersedia makanan khas keluarga kami saat Natal : sup kacang merah πŸ™‚ dan daging woku lengkap. sejak dahulu ketika Ibu masih hidup itulah yang kami harapkan ketika pulang ke rumah.…..sup kacang merah.

walau beda rasa antara masakan almarhum Ibu dan masakan Bapak tapi aku tahu Bapak berusaha semampunya menjaga Natal menjadi tidak berbeda.

walau almarhum Ibu bukan orang yang banyak bicara dan bahkan cenderung diam tetapi tanpa kehadirannya memang rumah menjadi berbeda.

walau aku sendiri sulit menggambarkan dimana bedanya tapi aku merasa memang berbeda.

walau aku seringkali sebel dengan betapa ribetnya istriku dalam menangani urusan-urusan domestic ditambah dengan ribuan kata dan kalimat mengenai ini dan itu tetapi pada saat dia pergi dari rumah entah menengok Bapak, kondangan keluar kota atau sekedar berlibur bersama teman-temannya suasana rumah menjadi seperti kehilangan nyawanya. seperti ada sesuatu yang paling inti dari rumah hilang.

si sulung yang paling sering beradu argumentasi dengan ibunya yang selalu bertanya padaku : “Mama kapan pulang sih?” – padahal begitu Maknya pulang ya mereka berdua akan ribut lagi :). begitu juga dengan kedua anjing kami akan mendadak patuh dan menjadi anjing paling polite dan pendiam sedunia tatkala istriku bepergian.

masing-masing akan melihat seorang perempuan yang dipanggil ibu atau istri dengan predikat-predikat tertentu. itu semua benar. tapi bagiku Ibu dan Istriku adalah inti dan roh dari rumah kami.

Selamat Hari Ibu

Bu, Ar : thank you for loving me, thank you for being the center of our home

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

19 tahun yang lalu, umurku baru awal 30 an aku lupa bulannya untuk pertama kalinya berkenalan dengan sebuah produk investasi reksadana dari sebuah investment management.

waktu itu tentu saja sumber-sumber informasi mengenai investasi belum sebanyak dan semudah seperti saat ini yang menurutku seperti jamur dimusim hujan.

saat itu pada umumnya investasi baru dialokasikan ke instrument tradisional seperti tanah, property, emas atau kebanyakan orang memanfaatkan produk perbankan seperti deposito.

pertanyaan kritisnya adalah mengapa kita harus berinvestasi? pertanyaan ini akan menentukan instrument yang paling tepat dan jangka waktu yang tepat pula.

tentu saja karena aku bukan Certified Financial Planner maka tulisan ini tidak kredibel sama sekali untuk memberikan pengetahuan teknis instrument investasi seperti yang kutulis diatas walau aku juga sedikit banyak mempunyai pengetahuan tentangnya dari buku2 dan artikel2 yang kubaca.

kembali ke cerita 19 tahun yang lalu, sejak saat itu investasi sudah bukan menjadi hal baru buatku, istriku dan kemudian ke 2 anakku.

dari 1 produk reksadana, kami – saya dan istri berinvestasi ke produk reksada yang lain sampai suatu ketika pengetahuan investasi kami mulai bertambah dan kami mengenal instrument investasi di pasar saham.

dari awalnya beberapa juta saja sampai ke angka tertentu saat ini baik dalam bentuk reksadana dan tentu saja saham baik di bursa dalam negeri dan juga salah satu bursa di luar negeri.

praktis bank bukan lagi menjadi tempat β€˜menyimpan’ dan β€˜memperkerjakan’ uang karena ternyata ada instrument bernama saham dan reksadana yang mempunyai potensi memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan deposito misalnya.

dengan berinvestasi dalam instrument saham selain keuntungan finansial – dan saya kurang tertarik untuk bercerita tentang ini di tulisanku kali ini – saya dan istri mendapatkan keuntungan yang lain yaitu pengetahuan. mengapa pengetahuan?

berbeda dengan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, berinvestasi di saham kita dituntut untuk belajar membaca fundamental sebuah emiten yang sahamnya akan di beli atau jual, mengikuti perkembangan dan informasi mengenai ekonomi, sosial dan politik nasional dan global.

benar sekali, investasi di saham hanya sesuai untuk para pembelajar.

ada cerita menarik yang merubah kehidupan keseharian istri saya yang seorang full timer ibu rumah tangga.

tepat setiap 830 pagi dengan iPhone dan hands free terpasang ditelinganya mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama pembahasan beberapa analisa chart beberapa emiten yang direkomendasikan oleh beberapa analis. bayangkan seorang ibu rumah tangga, tanpa background sekolah ekonomi hanya dengan mengikuti beberapa kelas saham, terlibat di group beberapa analis, istriku ini sudah mulai memahami dan tentu saja mendapatkan keuntungan finansial dari investasinya.

sore hari sebelum penutupan pasar, kembali dia melihat apa yang terjadi di pasar saham hari tersebut dan agak malam dia mulai menghitung gain atau β€˜kerugian’ di hari tertentu.

β€˜kerugian’ mengapa ada tanda koma diatas? tentu saja setiap investasi selalu ada kemungkinan untuk rugi tetapi dalam jangka menengah atau panjang kemungkinan gain akan jauh lebih besar dibanding kerugian.

buktinya mudah saja dalam kasus istri saya, uang jajan, jalan2 bahkan ke luar negeri sebagian diperolehnya dari investasinya ini.

sebagai bapak dari 2 orang anak remaja menuju dewasa tentu saja menjadi prioritas ku bukan saja untuk menyediakan hal-hal terbaik yang mampu aku sediakan untuk masa depan mereka tetapi juga menularkan hal-hal baik yang bisa kami contohkan kepada mereka berdua.

sejak beberapa tahun yang lalu saat anak2 duduk di junior high school masing-masing sudah mempunyai rekening reksadana yang di top up setiap bulannya sebagai pengganti menabung di bank. saat masuk usia 17 tahun si sulung sudah mempunyai rekening saham dan sudah mampu bertransaksi sendiri. awal tahun depan adalah saat si bungsu akan membuka rekening saham pertamanya.

maaf maaf ini bukan tentang mau show off, don’t get me wrong ya ….hanya sekedar membagi cerita yang kupikir layak untuk dishare karena ini adalah hal yang baik, mau diikuti silahkan, tidak mau diikuti ya tentu saja nggak apa2 juga πŸ™‚

berinvestasi di saham tampak ribet bagi non investor tetapi dengan belajar dan mengikuti berita2 terkini serta disupport oleh aplikasi2 canggih di telepon pintar dan didukung oleh rekomendasi2 saham unggulan dari para analis akan memudahkan para investor untuk bertransaksi.

seperti cerita tentang istriku, full timer ibu rumah tangga, tidak mempunyai background pendidikan ekonomi bisa juga berinvestasi saham.

atau ceritaku di tulisan sebelumnya tentang kelas2 investasi mayoritas diikuti oleh yang berumur diatas 40 tahunan.

coba bayangkan jika kelas2 tersebut diikuti oleh lebih banyak anak2 muda? masak iya 1 jam sehari nongkrong di cafΓ© atau mabar game online bisa tapi tidak ada waktu untuk belajar dan memulai investasi? yang bener aja ah πŸ™‚

yuk mulai lah hari ini, start small, mulai dari seharga sepasang atau 2 pasang sneakers, lalu datangi lembaga sekuritas yang keren dan terpercaya ….. banyak dan mudah ditemui kok mereka2 itu, helpful pula.

masak iya jaman Kakek Nenek & Papa Mama kalian dulu menabung dibank, masa iya kalian juga ikutan cuma nabung di bank? kerenan dikit dong ah, investasi dipasar modal lah πŸ™‚ …. nggak sekedar menabung tapi juga jadi investor. keren kan?

#SahamisEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
December 21, 2019 0

terminal 3 bandara soekarno hatta malam itu sekitar jam 11 malam saat aku dan istriku sampai tampak ramai. beberapa keluarga terlihat menjemput anak-anak mereka yang mungkin sekolah atau tinggal di bagian dunia yang lain.

suasana menjadi riuh ketika penumpang sudah mulai keluar dari terminal kedatangan. peluk, cium, tawa mendominasi malam itu. ada spanduk kecil yang pasti sudah dipersiapkan satu keluarga dibentangkan : welcome home!

aku ikut senyum-senyum sendiri menyaksikan peristiwa itu sambil berharap cemas mengapa belum ada jadwal kedatangan pesawat yang anakku tumpangi terpampang di monitor.

yang kutunggu akhirnya datang juga, anakku pulang menghabiskan Christmas break nya selama 3 minggu. walau baru juga 4 bulan tapi kurasa sudah lebih lama dari itu πŸ™‚ #lebay …. biar lebay tapi paling tidak aku nggak segitunya sampai harus bikin spanduk kan?

kira-kira 2 jam sebelum aku berangkat ke bandara, saat aku sedang menikmati makan malam sambil berbincang dengan beberapa customer, sebuah telepon masuk lalu kuangkat ….. “halo” kataku. sesaat tidak ada suara sama sekali lalu tiba-tiba hanya suara tangis tersedu-sedu diselingi suara yang kurang jelas kudengar.

dari nama yang muncul dan dari suara tangis yang kudengar dari telepon ku seketika aku mengambil kesimpulan lalu kukatakan …. “Dinda ya Bang?” ….. diseberang sana temanku menjawab “iya pak Dinda”.

Dinda, anak perempuan berusia 5 tahun telah pulang ketempat dari mana dia berasal. perjuangannya telah selesai melawan kanker darah yang dideritanya.

aku bergembira karena anakku pulang. temanku remuk redam hatinya juga karena anaknya pulang.

dalam suasana Natal yang kuperingati, 2 peristiwa ini mengingatkan aku tentang kejadian lebih dari 2000 tahun yang lalu. bahwa suatu ketika ada Anak Allah yang meninggalkan sorga dan pergi kedunia untuk memastikan suatu saat aku akan pulang ketempat darimana Dia berasal.

#natal #pulang

written by Roy Hekekire
December 17, 2019 0
written by Roy Hekekire
December 17, 2019 0

saat sedang menikmati makan malam yang sudah larut … orang bule bilang supper, sebuah pesan di WhatsApp masuk begini isinya : “selamat malam pak”. cepat saja aku berpikir ada apa ini? tidak mungkin hanya sekedar menyapa dimalam yang sudah menjelang larut. 

lalu aku membalas : “y Bang”. lalu muncullah jawaban, begini bunyinya : “anakku kondisi nggak stabil pak, nggak sadar”

singkat cerita, selesai makan malam bersama istriku aku menuju ke lantai 29 sebuah rumah sakit di daerah Semanggi, jam sudah menunjukkan sekitar pukul 11 malam. kutemui salah satu teman kerjaku yang sudah berkumpul bersama istri, anak2 dan saudara2.

namanya Dinda, seorang anak perempuan, aku lupa bertanya kepada bapaknya berapa umur anak ini, seorang anak perempuan yang sudah beberapa bulan terakhir berjuang melawan kanker darah yang diidapnya.

2 minggu sekali Dinda harus menjalani kemoterapi.

karena satu dan lain hal, Jumat lalu Dinda harus masuk ke rumah sakit lalu ke ICU dan sampai saat ini belum sadarkan diri.

malam sebelumnya, karena tuntutan pekerjaan aku mendatangi sebuah event besar di kawasan JIEXPO Kemayoran. puluhan ribu crowd datang bahkan dari berbagai negara, berpesta selama 3 malam berturut-turut.

hanya ada wajah gembira, senyum lebar bahkan tawa gelak mudah dijumpai dimana-mana.

tadi malam, bersama istriku, kami memenuhi sebuah undangan sakramen dan pesta perkawinan seorang kenalan lama. semua bergembira terlebih kedua mempelai. dengan janji perkawinan yang luar biasa indah sebuah keluarga baru terbentuk malam itu.

malamnya aku berpikir dan merenung, hanya dalam 2 hari terakhir aku berkesempatan menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri 3 peristiwa yang berbeda satu dengan yang lain. 

peristiwa seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, perjuangan orang tua dan handai taulan yang sedang berharap mendapat kesembuhan bagi sang anak. 

peristiwa yang lain, diwaktu yang sama, hanya terpisah beberapa kilometer jaraknya semua orang sedang berpesta diringi musik berkekuatan hampir 100 decibel.

lalu sebuah peristiwa perayaan terbentuknya sebuah keluarga baru.

memang tidak ada yang aneh. memang dunia dibentuk dari peristiwa yang bermacam2.

tetapi menyaksikan ke 3 peristiwa tersebut hanya dalam hitungan hari tentu tidak begitu lazim.

kemudian aku teringat sebuah nasehat lama dari almarhum kakek berkata begini : jangan terlalu gembira dan jangan terlalu sedih. sekedarnya saja kata beliau.

memang benar juga kupikir, 3 peristiwa sepanjang akhir minggu lalu mengajar aku bahwa ketika aku bergembira harus selalu menyadari bahwa dibagian tempat yang lain ada yang sedang bersusah dan bersedih hati.

belajar bukan saja dari peristiwa2 yang aku alami sendiri tetapi juga dari peristiwa2 yang sedang orang lain hadapi akan mengasah empati dan membuat aku menjadi tahu diri.

written by Roy Hekekire
December 10, 2019 2

selesai makan siang dengan beberapa teman, kami pun ngobrol2 tentang bagaimana masing2 mengelola keuangan.

perbincangan menjadi sedikit riuh karena ada beberapa dari kami yang hanya mendapat “husband allowance” dari Finance Minister πŸ™‚

lalu obrolan berganti topik ini dan itu.

dirumah, ketika jari2 tanganku scrolling IG dan Line, topik tentang mantan Direktur Utama salah satu BUMN besar masih mendominasi. kali ini beserta dengan orang2 yang terlibat dengannya dikuliti habis oleh para Netizen termasuk salah satunya adalah seorang awak kabin yang konon menjadi apanya dari pak Dirut.

di salah satu posting yang aku sendiri heran gimana bisa sampai didapat oleh sipemilik akun diunggahlah video si awak kabin sedang memamerkan ini itu termasuk segala macam operasi plastik yang dilakukannya di luar negeri. 

jujur sih agak gimana gitu melihat video itu …. tapi lucu juga melihat tingkah polah si embak menunjukkan segala harta karun dan semua benda berharga yang dengan matematika sederhana sangat tidak masuk akal jika hanya diperoleh dengan salary dan segala macam tunjangannya sebagai awak kabin.

lalu menyeruak berita dari Hongkong tentang seorang perempuan Indonesia bernama AL, yang konon seorang sosialita. masih menurut berita itu AL sedang diuber2 pihak berwewenang karena sang sosialita ternyata adalah seorang penipu. aktivitas yang dilakukannya untuk memenuhi gaya hidup. korbannya sudah banyak!

memang sih jaman sekarang godaan tentang gaya hidup sangat dasyat. gaya hidup sudah sedemikian jauh meninggalkan esensi dari hidup itu sendiri. manusia modern lebih cenderung melihat bungkus lebih berharga dari isinya.

suatu saat si Oom yang paling hobby bercelana pendek … Almarhum Bob Sadino berkata begini : “bergayalah sesuai isi dompetmu. yang beneran punya nggak akan banyak bicara seperti mereka yang berlagak sok punya”

Jay-Z si rapper kelas dunia mengatakan begini : “you can’t afford something unless you can buy it twice”

ya benar si Oom dan Jay-Z sedang bicara tentang fenomena Snob yang dengan begitu mudahnya dijumpai, dibaca dan dilihat melalui media apapun.

artis yang memamerkan saldo ATM misalkan ….. masih lumayan kalo itu hasil jerih payah si artis itu sendiri. gimana kalo bukan? 

atau si anu dan si anu yang memamerkan segala macam harta benda merk2 maut kelas dunia …… masih lumayan jika itu hasil keringat sendiri …. gimana kalo bukan?

atau cerita tentang Pemda DKI yang mengetahui bahwa ratusan pemilik super car telah menunggak pajak πŸ™‚

aneh bukan? mobil berharga M mampu dibeli tetapi pajak paling hanya ratusan juta masih juga nggak mau bayar.

inilah fenomena ketika hasil – yang diukur dari kepemilikan terhadap sesuatu – meniadakan penghargaan terhadap proses. sehingga nowadays pamer menjadi sesuatu yang lumrah. pamer kepemilikan terhadap sesuatu dan bukan proses!

kepemilikan terhadap sesuatu akan menentukan termasuk golongan mana seseorang dalam kelas masyarakat.

pemilik dan pengguna barang2 dengan merk2 yang biasa dijumpai di London, Paris dan New York akan secara otomatis digolongkan dan mendapat stempel dan masuk dalam kelas atas, jet set, tajir dan kemudian mendapat “penghargaan” tersendiri dari society. 

sebaliknya pemilik dan pengguna barang2 bermerk juga tapi berjamaah penggunanya dianggap marginal alias kelas pinggiran :). nggak ngerti dech gimana yang hanya mampu beli di Manggu dan Tanah Abang y? dianggap apa y mereka?

kelas atas dan marginal. kaya dan miskin.

yang mau beli termasuk kaya, yang tidak mau beli langsung auto miskin πŸ™‚

padahal kan belum tentu y? πŸ™‚

sayup kudengar entah dari mana berkata : ah kamu cuma sirik aja …. kamu nggak bisa pamer karena kamu nggak punya dan kamu nggak punya karena kamu tidak lebih tajir dari mereka yang lain #automiskin

ah baiklah ….. maaf kan …. maafkan si miskin ini y πŸ™‚

akhir minggu lalu dalam suatu pertemuan Boss ku bilang begini : value kita sebagai individu, sebagai pribadi tidak boleh diukur dari pencapaian terhadap angka2. jika angka kita rendah maka kita melihat diri kita sendiri less value dan begitu juga sebaliknya! jangan begitu!

ah si Boss tahu aja πŸ™‚

supaya lebih intelek πŸ™‚ closing dari cerita ini akan menggunakan salah satu rumus fisika yang terkenal.

Pressure = Force/Area atau Tekanan = Gaya/Area

Tekanan berbanding lurus dengan Gaya, tetapi berbanding terbalik dengan Area.

berdasarkan rumus tersebut maka : jika hidupmu penuh tekanan, berarti kamu kebanyakan gaya.

ngawur y? πŸ™‚ kan aku sedang pamer masih ingat pelajaran Fisika πŸ™‚

written by Roy Hekekire
December 8, 2019 0

seorang teman mengajakku kesuatu tempat. disana sudah berkumpul ramai kira2 40 orang. kutaksir rata2 berusia diatas 40 tahun, hanya ada beberapa saja yang dibawah itu.

didepan tampak seorang bapak yang menjelaskan grafik2 serta angka2 yang ada didalamnya. langsung saja aku mengenali itu adalah grafik atau chart tentang pergerakan harga saham sebuah emiten, lalu disusul emiten yang lain dan seterusnya.

suasana kelas menjadi sedikit hiruk pikuk ketika beberapa chart dibahas diiringi sesekali celetukan senda gurau. rupanya itu adalah kelas regular yang diadakan sebuah lembaga sekuritas bagi para investor.

sengaja kelas tersebut diadakan untuk memberikan pengetahuan dan pendidikan mengenai analisis teknis fundamental yang memang akan sangat dibutuhkan dan membantu para investor untuk mengambil keputusan membeli atau menjual sebuah saham.

dalam bahasa yang lebih cool kelas yang diadakan oleh salah satu lembaga sekuritas keren tersebut untuk membantu para investor untuk Invest Smarter & Trade Easier.

kelas2 gratis beberapa kali aku ikuti. baik yang membahas teknik fundamental atau hanya memberikan gambaran dan pengetahuan dasar tentang investasi di pasar bursa.

beberapa kelas berbayar pun aku pernah ikuti, mengorbankan weekend dan harus pula merogoh kocek lumayan dalam.

tetapi dari kelas2 yang aku ikuti baik berbayar atau gratis ada suatu kesamaan yang aku amati, yaitu pesertanya sebagian besar diatas 40 tahun.

perkenalanku dengan investasi sudah dimulai sejak awal tahun 2000. waktu itu umurku diawal 30an dan produk yang kubeli adalah reksadana dari sebuah asset management yang ternama.

saat itu investasi selain deposito, emas dan property belumlah mudah diakses karena pengetahuan tentang investasi lain selain instrumen tradisional belum banyak dijumpai relatif dibanding seperti hari ini.

setelah mencoba mencari informasi, membaca beberapa buku dan artikel maka aku memutuskan menginvestasikan sejumlah uang untuk membeli sebuah produk reksadana.

keputusan yang kuambil 19 tahun lalu itu mungkin adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah aku lakukan. bukan karena keputusannya tetapi rasa ingin tahu yang membuatku mencari informasi dan belajar lebih dalam tentang instrumen2 investasi yang akhirnya menguatkan ku untuk mengambil keputusan tersebut.

benar sekali harus belajar, mencari tahu lebih banyak, membaca, dan mencari tahu apa saja instrumen2 investasi yang memungkinkan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan instrument lainnya.

karena tanpa belajar dan mencari tahu lebih banyak hanya akan membawa kita pada keputusan2 yang itu2 saja atau bahkan masuk dalam perangkap money game atau iming2 investasi bodong dengan janji sorga yang merugikan diri sendiri.

berinvestasi di deposito itu baik, membeli emas atau property itu juga baik tetapi pertanyaan selanjutnya adalah apakah instrumen2 tradisional tersebut akan memberikan hasil seperti yang diinginkan? jika jawabannya iya, maka silahkan lakukan. tetapi jika jawabnnya tidak, maka sudah saatnya mencari instrumen investasi lain seperti saham yang begitu mudah diakses dewasa ini dan bahkan dengan telepon pintar sekalipun.

teringat sebuah artikel yang kubaca kira2 mengatakan seperti ini : berinvestasi dengan uang yang sedikit tetapi dalam jangka waktu yang panjang akan memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan berinvestasi dalam jumlah yang besar tetapi dengan jangka waktu pendek.

mumpung masih pada muda sebaiknya mulai berinvestasi. liriklah pasar bursa mumpung indexnya masih belum seberapa J

mengkoleksi sneakers tentu saja mengasyikkan dan membanggakan apalagi rare items J

pergi ketempat2 eksostis lalu foto2 dan di share ke IG tentu saja baik, paling tidak memberikan inspirasi ke follower untuk pergi juga ketempat2 jauh J

tetapi bukankah itu semua perlu biaya? jika dari uang gaji cukup ya silahkan lakukan. tetapi bagaimana jika tidak? masak iya harus minta ortu atau dibayarin pacar? J

nah, sebaiknya mulai cari tahu dan belajar tentang saham. lalu mulai beli dan koleksi!

kan keren tuh, yang lain pada koleksi sneakers, tshirt, mungkin motor tetapi koleksimu adalah saham!

kok sneakers dibandingkan dengan saham? eh mengapa tidak? berinvestasi disaham tidak semahal yang dipikir banyak orang.

jika sepasang sneaker berharga 2 juta dan kalian beli setiap 2 bulan sekali, maka dengan uang itu sdh lebih dari cukup untuk memulai investasimu.

jadi urutannnya yang sedikit perlu dirubah dari yang sebelumnya :

(gaji – pengeluaran bulanan – kenikmatan masa muda) = 0, menjadi

(gaji – investasi – pengeluaran bulanan) = 0

mengapa investasi lebih dahulu dibanding pengeluaran bulanan? ya tentu saja investasi tidak dilakukan dari uang2 sisa, harus disecure diawal. supaya makin percaya dan hobimu adalah scroll2 IG silahkan saja lihat disitu banyak sekali nasehat tentang money management dan salah satu yang kuingat adalah nasehat 80/20. sisihkan 20% income mu diawal untuk investasi J 80% incomemu dicukup2kan untuk pengeluaran ini itu setiap bulannya J

lah kenikmatan masa mudaku bagaimana? …… nah ini dia, kenikmatan masa mudamu dan sekaligus persiapan masa tuamu dibiayai dari hasil investasi! emang kalian akan muda terus? J

tapi ribet nggak sih investasi di instrument saham? kayaknya ribet banget harus lihatin chart dengan angka2 dengan warna2 merah dan hijau?

ribet? hari gini masih ada yang ribet? no way

dengan aplikasi yang tersedia kita bisa memulai cara investasi saham online membuat investasi mudah bagi pemula, sehingga kalian dapat investasi saham kapanpun, dan investasi saham dimanapun bahkan saat kamu bekerja, pacaran atau liburan ….. keren kan?

ingatanku kembali ke 19 tahun lalu saat salah satu keputusan terbaik dalam hidup aku ambil …. belajar dan memulai investasi !

dan sayup kudengar dari play list ku lagu BCL ……….. biarkan lah saja dulu, kita jalan berdua, mereka pun pernah muda, pernah muda J

#SahamisEasy…..let’s do #InvestSmarter and #TradeEasier

written by Roy Hekekire
November 30, 2019 0

Air

sejak Sabtu 30/11/19 IG story bos ku dan teman2 kantor di penuhi dengan foto dan cerita tentang foto si boss dalam sebuah botol air minum mineral.

tentu saja ini bukan dalam rangka si boss yang promosi air minum dalam kemasan miliknya – walau saya berharap one day si boss akan punya his own brand πŸ™‚

air minum dalam kemasan bergambar foto keren si boss memang sengaja diproduksi dan didistribusikan se antero negeri sebanyak pasukannya yang tersebar di lebih dari 80 kota di Indonesia – jumlah ribuan !

suatu pertanyaan sekilas menggoda pikiranku menjelang Sabtu sore. mengapa si boss membagikan air minum dalam kemasan bergambar dirinya? apa nggak ada barang lain yang lebih atraktif. masak iya air minum? cuma sebotol pula? ongkos kirim ke hampir 90 kota bisa jadi lebih mahal dari ongkos produksi air minum itu sendiri? masak iya orang se logik dan maut hitungan2 angka seperti boss ku terlewat matematika sederhana seperti ini?

hampir 20 tahun hidup di kota besar seperti Jakarta memaksa ku tinggal di sebuah rumah yang sangat minim halamannya walau hanya sekedar untuk menanam ini itu. sisa tanah tidak lebih dari 6 meter persegi, sehingga setiap kali onggokan tanah harus dibeli dari penjual bunga yang sering mondar mandir di kampung tempat tinggal ku supaya beberapa tanaman yang ada mempunyai media yang cukup untuk tumbuh.

kondisi ini menjadikan tanaman dan sejenisnya tidak menjadi obyek yang aku amati sehari-hari sampai beberapa hari yang lalu untuk pertama kali aku menginap di rumah Bogor – tempat yang kumaksudkan untuk kami tinggali di masa tua nanti. tidak besar memang tapi mempunyai halaman yang lumayan untuk ditanami rumput dan beberapa tanaman hias, ada yang langsung ditanam di tanah dan ada beberapa yang ditanam di pot2.

karena halaman yang lebih besar dari rumah sehingga rumput dan tanaman2 yang ada kurasa menjadi salah satu objek yang mendominasi rumah kami sehingga ‘memaksa’ku untuk mengamati para geng hijau ini πŸ™‚

selama ini karena kami belum menghuni rumah tersebut ada seorang tukang taman yang memelihara supaya rumput dan tanaman terpelihara, pagi dan sore Furqon akan menyiram, mencabut rumput liar dan memangkas merapikan tanaman2 yang ada.

seminggu lalu Furqon sakit sehingga dia tidak bisa bekerja sehingga ketika aku datang kulihat beberapa tanaman mulai tidak sesegar seperti biasanya bahkan beberapa yang ditanam di pot2 terlihat layu. rumput2 mulai bersaing dengan rumput liar πŸ™‚

memang Bogor disebut orang kota hujan tapi siapa juga yang sanggup memaksa kalau hujan tidak mau turun seminggu itu?

segera kuambil selang air dan kusiram rumput dan tanaman2 itu. menjelang sore kulihat mereka sudah mulai segar, daun2 yang tadinya seperti kurang darah alias lemas mulai waras ….

riset singkat dengan Google kutemukan informasi bahwa antara 80% – 50% tubuh manusia terdiri dari air, tergantung tingkat usianya, semakin tua kandungan air dalam tubuh manusia semakin sedikit.

itu sebabnya semakin tua karena kandungan air relative berkurang tubuh manusia terlihat makin keriput dst dst πŸ™‚

air, ya air …. emang siapa yang tidak membutuhkan air? bahkan dalam sejarah cerita umat manusia banyak sekali peperangan dan saling bunuh yang disebabkan karena memperebutkan sumber air.

secara hiperbolik bahkan dikatakan air adalah sumber kehidupan.

walau tumbuhan tidak akan hidup tanpa air, manusia dan binatang akan mati tanpa air tapi wujud air sama sekali sekali tak kasat mata alias tidak bisa dilihat dengan mata telanjang di mahkluk hidup. kita hanya mampu melihat daun, bunga, batang, ranting, akar di tumbuhan. atau ekor, taring, telinga, wajah, kaki, tangan dll dll pada bintang dan manusia. sama sekali kita tidak bisa melihat air yang katanya 80% di tubuh manusia?

sama seperti air yang menghidupkan tanaman, binatang dan manusia. air tidak tampak terlihat di flora dan fauna tapi air ada di dalam mereka. air menghidupkan mereka.

demikian juga seorang pemimpin – siapapun dia, di layer apapun, organisasi apapun – dari level rumah tangga sampai level negara atau perusahaan2 yang rumit – pemimpin itu seperti air.

pemimpin itu menghidupkan dan menghidupi organisasinya walau seringkali pemimpin itu tidak tampak. bagaimana bisa tampak karena pemimpin itu tidak bicara tentang manusia nya tetapi tentang ide dan gagasan!

sebagai kumpulan ide dan gagasan tentu saja perlu didistribusikan, disebarkan sampai semua orang dalam organisasi sama memahaminya seperti sipemilik ide dan gagasan awal. seperti air yang harus terdistribusi dari mulai akar sampai daun bahkan daun terkecil di ranting terluar, seperti itu pula ide dan gagasan seorang pemimpin harus tersebar sampai ke layer yang paling bawah.

organisasi yang hidup adalah jikalau ide dan gagasan pemimpin bisa terdistribusi sama baiknya di layer manapun dan dipahami sama baiknya oleh siapapun orang dalam organisasi.

dalam konteks itulah aku memahami mengapa si boss bersusah payah mempertaruhkan harga diri dengan memajang foto nya di air minum dalam kemasan dan didistribusikan ke seluruh organisasi.

walau tentu saja tubuhnya nggak mungkin bisa di slicing sehingga memungkinkan 1 di Jakarta, 1 lagi di Surabaya, 1 lagi di Medan …. tentu nggak mungkin, tapi beliau sedang mengatakan walau dirinya hanya bisa ada di satu tempat dan di satu waktu tapi ide dan gagasannya tetap harus ada dimanapun di dalam organisasi. karena dengan itulah organisasi akan hidup.

written by Roy Hekekire
November 20, 2019 0

suatu pagi, begitu sampai dikantor aku terlibat dalam sebuah perbincangan menarik dengan 2 orang teman mengenai sebuah never ending topik dalam kehidupan pekerjaan di korporasi … turn over karyawan πŸ™‚

ceritanya, salah satu dari anggota team temanku tadi mengajukan permintaan pengunduran diri karena ini dan itu. lalu temanku dan salah satu anggota team yang kusebut saja Bunga πŸ™‚ berbincang cukup lama. selidik punya selidik, Bunga belum lama pulang dari berlibur bersama teman2 nya, dan Bunga merasa kehidupan teman2 nya begitu mengasyikkan. dari berlibur ke suatu tempat lalu tidak lama kemudian berlibur lagi ketempat lain, tanpa memikirkan kerja, berbisnis atau kegiatan produktif lain.

Lalu Bunga berfikir enak sekali y kehidupan mereka? mengapa aku tidak berusaha menikmati kehidupan masa muda ku seperti mereka?

Bunga bukan tidak berprestasi di pekerjaan. aku tahu berapa ratingnya, bagaimana attitude dan behavior nya di kantor. singkatnya Bunga punya kapabilitas yang lebih dari cukup untuk terus berkontribusi dan perform.

setiap kali kembali ke rumah dari bepergian, aku selalu melewati sebuah jalan dan setiap kali pula kujumpai seorang Ibu berumur 60 tahunan sedang duduk bersantai, kakinya diangkat sambil menikmati sebatang rokok.

suatu ketika aku berpikir, apa ya pekerjaan Ibu itu? pensiunankah? investorkah? orang kaya kah? masak iya tidak ada kegiatan lain sehingga pemandangan serupa selalu kulihat setiap kali aku melewati depan rumahnya?

enak sekali ya hidupnya, nikmat sekali πŸ™‚

di spot yang berbeda menuju rumah, sekumpulan ojek daring berkumpul, bukan ngobrol tapi semua sibuk dengan telepon pintar masing2, kemungkinan besar mereka sedang mabar game online πŸ™‚

jam berapapun ku lewati spot tersebut hanya pemandangan itu yang mendominasi. enak sekali ya hidupnya bisa main game online bersama di pagi hari, siang bolong atau malam hari?

ditengah gempuran kesibukkan, tekanan hidup, dan ketidak pastian menghadapi masa depan, tema tentang “Menikmati Hidup” muncul mendominasi laman social media.

lihat saja posting2 tentang travelling dan tempat2 indah nan eksostis di seluruh penjuru dunia, hotel2 mewah dan villa2 romantik di daerah tropis yang sexy, makanan2 yang tersaji indah, Fisrt Class atau bahkan private jet  menjadi ‘jualan’ pengguna media social dewasa ini.

beberapa account bahkan dikhususkan oleh pemiliknya untuk mengunggah “Kenikmatan Hidup” yang dijalani nya keseluruh dunia πŸ™‚

tapi apakah sebenarnya “Kenikmatan Hidup” itu ya?

apakah travelling terus menerus, keluar masuk tempat2 eksotis, makanana mewah atau se sederhana bermain game online berjam-jam adalah manifestasi dari “Menikmati Hidup” ?

ah tentu masing2 orang mempunyai caranya sendiri2 tapi kalau kubaca dari beberapa artikel orang2 super kaya dunia mendonasikan sebagian besar kekayaannya untuk orang lain.

lalu aku bertanya apakah mereka menjadi filantropis karena sudah terlalu kaya atau karena mengetahui bahwa menjadi berarti untuk orang lain adalah sejatinya kemanusian manusia?

apakah untuk menjadi berarti bagi orang lain adalah hak istimewa orang2 super kaya?

para bapak yang seumur hidup dimasa produktifnya mendedikasikan hidup untuk istri dan anak2 atau para ibu walau bukan jenis sosialita yang berderma kesana kemari diliput media tetapi sampai akhir hidup memberikan dirinya untuk membesarkan anak2 dan mendampingi suami dan bahkan ada banyak ibu yang merangkap tugas sebagai pencari nafkah.

bukankah itu cerita biasa tentang menjadi berarti untuk orang lain?

saking biasanya cerita tersebut sampai sering terlewat dan terlupakan hingga membuat kita cenderung hidup untuk diri sendiri dan mengabaikan contoh sehari-hari.

menjadi berarti untuk orang lain adalah hak istimewa setiap manusia, it’s just a matter of choice!

sehingga “Menikmati Hidup” dengan menjadi berarti untuk manusia lain adalah the ultimate of human achievement.

bagaimana menurutmu?

written by Roy Hekekire
November 13, 2019 0

2 kali sehari, pagi sewaktu dimobil perjalan ke kantor dan malam hari, kami – aku dan anakku yang sekolah jauh selalu berkirim kabar – eh bukan … tepatnya aku bertanya kabar dan beberapa pertanyaan lain dan reminder membosankan seorang bapak ke anaknya :). malam kulakukan lewat WhatsApp text dan malam aku Video Call πŸ™‚

malam ini – atau pagi waktu sana, anakku berkabar bahwa temperature sudah – 7 derajat dan dia ada kelas jam 8 pagi πŸ™‚ komplit penderitaan mu y nak? πŸ™‚

tentu bukan hal yang mudah bagi seseorang yang lahir dan dibesarkan didaerah tropis hanya dengan 1 musim πŸ™‚ beradaptasi di daerah dengan 4 musim apalagi di kota tempat anakku belajar.

itu sebabnya beberapa minggu Ibunya disana sewaktu mengantarnya berangkat, anakku berbelanja beberapa items yang dibutuhkan sehari2 di dorm dan tentu saja untuk keperluan winter yang sudah mulai dijual sejak awal bulan September.

setahun yang lalu kira2, si Bos mengajakku bersama beberapa orang untuk berkunjung ke beberapa negara Scandinavia. Memang sedikit cari penyakit kupikir, ke Scandinavia di awal bulan Desember – awal winter pula untuk manusia tropis seperti aku πŸ™‚

dinginnya memang super …. minus puluhan derajat dibawah Nol ! bahkan ada suatu daerah yang kami datangi hanya mengalami siang – jangan bayangkan siang seperti di Indonesia – selama 3 jam, selebihnya gelap lap gelap πŸ™

suatu kali dalam perjalanan di bus yang membawa kami over land, sang pemandu yang orang local berkata begini : jangan salahkan temperatur tapi salahkan mengapa tidak mengenakan pakaian yang sesuai dengannya ! Nah lo ….. πŸ™‚

bagi yang tinggal di Jakarta pasti sudah paham sepaham pahamnya jika hari hujan pengendara mobil dilarang keras melewati jalan-jalan yang melalui under pass. mengapa? karena pasti macet parah stadium akut karena pengendara sepeda motor dengan mudah dan seenaknya berteduh sampai meluap ke tengah jalan.

ulah para pemotor yang tidak mempersipkan mantel hujan acapkali menambah ruwet lalu lintas Jakarta yang memang sudah ruwet. atau mereka sudah mempersiapkan tetapi tidak mau menggunakannya πŸ™‚

cuaca, temperatur sulit ditebak saat-saat ini, harusnya musim kering – malah hujan atau sebaliknya sehingga sulit untuk memperkirakan pakaian dan semua perlengkapan lain supaya tidak disalahkan pemandu wisata dari Scandinavia tadi πŸ™‚

tetapi justru karena sulit ditebak itulah makanya persiapan perlu dilakukan bukan?

seperti hidup, ada saat naik tentu ada saat turun. ada masanya menanam dan ada masanya menuai. selalu ada musim dalam hidup setiap manusia.

persiapan perlu dilakukan untuk menghadapi perubahan setiap musim dalam hidup.

menikmati hidup tentu tidak serta merta mengabaikan masa depan. sebaliknya mempersiapkan masa depan tentu tidak berarti menjalani kehidupan sekarang dengan ketidak pastian dan kecemasan.

dengan menjaga keseimbangan menikmati kehidupan saat ini dan mempersiapkan masa depan akan makin memungkinkan kita tidak salah kostum dan disalahkan si pemandu wisata atau setidaknya tidak membuat susah orang lain seperti ulah pemotor yang menguasai area under pass.

bagaimana menurutmu?

written by Roy Hekekire
November 11, 2019 0

minggu siang sepulang gereja 21 tahun yang lalu di ibukota sebuah propinsi di Sumatera bagian Selatan aku menghabiskan waktu ku dengan berjalan-jalan di seputar pertokoan paling hits saat itu.

mataku terpukau ke sebuah jam tangan dan seketika itu pula aku masuk dan melihat, bertanya ini itu mengenainya.

setelah puas melihat dan bertanya, mata nakalku terhipnotis ke sebuah jam dilemari display yang lain dan seketika aku bertanya : boleh lihat yang itu?

tanpa gerakan sama sekali untuk mengambil jam yang aku maksud, si penjaga yang kemungkinan besar sipemilik malah menjawab : Mas, yang itu harganya mahal …… hahaahahahahaha tampang kucelku, badan cungkring 48 kg, gelap tak terurus seketika diidentifikasi sebagai calon pembeli yang tidak potensial sama sekali πŸ™‚

sekitar tahun 2003 seorang teman kantorku berkunjung ke sebuah rumah sakit mata paling top di Jakarta karena merasa ada ini dan itu dimatanya. sesampai di lobby ditemuilah Mbak receptionist meladeni pertanyaan mengenai : siapa dokter yang paling bagus dll dll. setelah berusaha menjawab, diujung kalimat si Mbak mengeluarkan kalimat sakti : Mas, tapi disini mahal …… hahahahaha padahal yakin teman ku ini tidak termasuk cungkring … malah sedikit overweight, tidak kucel …. lalu hal apa yang mendasari si Mbak receptionist untuk menilai temanku ini sebagai calon pasien yang tidak potensial? πŸ™‚

belum lama, disela break meeting aku dan beberapa teman berbagai cerita kesana dan kemari. lalu seorang teman bercerita bahwa suatu pagi dia menabrak mobil didepannya secara tidak disengaja. temanku ini mengendarai sendiri Toyota Alphardnya. si pengemudi mobil yang ditabrak seketika turun dari mobilnya menghampiri Alphard si biang rusuh. lalu terjadinya perbincangan sedikit ngotot khas Jakarta πŸ™‚

“saya minta ganti, dimana bos mu?” tanya si korban

“bos saya di kantor pak” : kata si pemilik Alphard temanku ini

“telpon bos mu sekarang juga, saya minta ganti” : lanjut sang korban

“buat apa saya harus telpon bos saya pak?” : tanya temanku berlagak bego

“y kamu harus jelaskan sama bosmu dan bilang saya mau kerusakan ini diganti” : masih juga ngotot si korban Alphard pagi itu

“saya akan ganti pak, bapak bawa saja kebengkel dan ini KTP saya, saya akan ganti penuh berapa biaya untuk memperbaiki mobil bapak, tapi saya nggak perlu telpon bos saya karena ini mobil saya sendiri”…….. hahahahahahahaha disangka sopir rupanya teman ku ini πŸ™‚

mungkin itu sebabnya sekarang ini segala daya di upayakan untuk memperbaiki, memoles dan mengupgrade penampilan diri, dari ujung kepala sampai ujung kaki bahkan sampai kedalam-dalam …. entah sedalam apa πŸ™‚

urusan telpon genggam bermerk buah misalkan …. seberapa sering orang melakukan hal-hal dramatis hanya untuk memperolehnya? jual ginjal lah, jual ini lah itu lah

sehigga pekerjaan – apapun pekerjaan itu – yang kemudian ditukar dengan upah dilakukan lebih banyak untuk ditukar lagi dengan bungkus dibandingkan isi atau esensi.

lucu rasanya kita hanya dipuaskan dengan bungkus dan bukan isi.

beberapa saat yang lalu semua ribut karena pemerintah berencana menaikkan iuran BPJS. asuransi kesehatan versi pemerintah dan pemerintah sebagai regulator dimaki2 tidak becuslah inilah itulah.

setahuku iuran tertinggi akan bergerak dari 90 ribu menjadi 180 ribu.

mungkin angka tersebut memang besar. tetapi dengan kepala yang rasional mari sedikit saja berpikir dan membandingkan berapa rata2 spending untuk pulsa telepon? berapa rata2 pengeluaran untuk minum kopi dan cafΓ©, nge bir, nonton bioskop, beli parfum ber juta-juta, sneakers, tas ini itu kulit sapi sapi kulit buaya dll dll.

langsung teringat foto2 nya Mark Facebook, Opa Warren Buffet, Oom Bill Gates yang hanya pake tshirt, sneakers dan jeans.

yang bener2 tajir, covernya biasa cenderung nyampah. eh kok  yang biasa2 aja covernya terlihat tajir.

tapi nggak apa2 jugalah toh masing2 mempunyai cara hidup dan prioritasnya sendiri. kenapa aku resek? πŸ™‚

maaf kan …. maaf kan

written by Roy Hekekire
October 30, 2019 0

setiap kira-kira jam 5 pagi si krucil bawel Milo – toy poddle jantan milik kami – memulai aktivitasnya dengan bertingkah menjengkelkan dengan menggigit dan menarik telapak kaki, menggapai wajah istriku dan jika tetap tidak ada respon maka dia akan merengek-rengek memecah kedamaian pagi hari di kamar tidur kami sampai istriku terbangun.

sederhana saja keinginannya, dia ingin keluar dari kamar. setelah pintu terbuka lalu dia akan memastikan istriku tidur di sofa lalu Milo melanjutkan tidurnya di bawah sofa.

sesekali istriku pura-pura keluar dan setelah memastikan si krucil nyempil di bawah sofa, istriku kembali kekamar. belum juga semenit berlalu dia sudah mulai merengek-rengek tepat di depan pintu kamar tidur. Milo selalu ingin ditemani, dia dibawah sofa, istriku melanjutkan tidurnya di sofa.

beberapa kali aku mencoba mengambil alih tanggungjawab itu. aku yang bangun dan mengajak Milo keluar. bukannya dia segera keluar, Milo malah sibuk berlari memutari kamar tidur kami menunggu istriku terbangun πŸ™‚

sewaktu ke 2 anak kami beranjak remaja, aku memperhatikan komunikasi kami berjalan menjadi tidak efektif. setiap perbincangan – kemudian hari aku menyadari bahwa itu bukan perbincangan tetapi komunikasi 1 arah, aku bicara, anak-anak mendengarkan :), setiap kali keluar nasehat petuah petatah petitih hanya debat nggak jelas sebagai akhirnya.

lalu aku mencari tahu sebab ini dan itunya, mencoba teknik-teknik baru siapa tahu ada cara yang efektif dalam kami berkomunikasi. sampai akhirnya kutemukan cara tertentu yaitu : datangi kamarnya setelah memastikan mereka santai dan nyaman, ajak bicara, tanyakan ini dan itu lalu kemudian sampaikan concern kita sebagai orang tua. done !

ya, benar ada pola tertentu dalam segala sesuatu. pola atau bentuk/struktur yang tetap sebagai hasil dari perilaku yang dilakukan terus menerus.

dalam dunia digital urusan pola ini menjadi sumber utama dalam memprediksi perilaku manusia.

karena ada yang bilang : past behavior predict future behavior πŸ™‚

tindakan tertentu yang sudah ter pola atau terstruktur secara tetap sebagai respons terhadap sebuah peristiwa akan dengan mudah digunakan untuk memperkirakan tindakan apa yang akan diberikan sebagai respon jika peristiwa tersebut terjadi lagi di kemudian hari.

contoh sederhana, seseorang yang kecewa dengan sesuatu akan mempunyai pola yang berbeda-beda untuk merespon nya. ada yang ngambek, tidak mau diajak bicara, memblock applikasi komunikasi di telepon pintar. ada pula yang langsung marah, bicara dengan nada tinggi. ada pula yang secara frontal mengajak adu argument. dan tentu saja ada banyak sekali pola yang terjadi.

dengan mengobservasi dan mempelajari pola-pola ini tentu akan sangat membantu untuk memperbaiki komunikasi dan memperbaiki diri.

jika pola si Milo tidak baik dan mengganggu kami tentu kami akan memberikan respon yang berbeda. misal kami mengabaikan ulah tengilnya di pagi subuh tersebut. setelah beberapa saat pasti keributan di pagi hari akan berhenti. pola yang Milo miliki disebabkan karena dilakukan berulang-ulang dan respon kami selalu sama.

karena kami anggap Milo adalah alarm pagi kami sehingga kami melihat ini pola yang baik yang terus harus di pelihara πŸ™‚

bagaimana dengan pola yang negatif misalkan? contoh : setiap kali makan ayam geprek level neraka selalu mules dipagi hari. mudah saja stop makan ayam geprek.

masalahnya masih suka ayam geprek level neraka tapi nggak mau mules dipagi hari. ada sih caranya : ganti perut dengan gallon air minum πŸ™‚

written by Roy Hekekire
October 27, 2019 0

suatu malam, dengan kebijaksaan seorang bapak yang mempunyai keinginan yang sangat kuat untuk membantu ke dua anak nya tumbuh dan berkembang sebagai manusia yang utuh, mulailah aku bercerita tentang bagaimana dulu bapaknya hidup, dibesarkan dan menjalani hari-harinya. tentu saja ini hal yang lumrah dilakukan oleh para orang tua kepada anak-anaknya.

siapa tahu dengan cerita-cerita masa lalu anak-anak mendapatkan inspirasi atau motivasi yang membantu mereka menjadi dewasa.

lalu mulailah aku bercerita …… dulu kalau Papa harus berangkat sekolah, Papa harus berjalan kaki dulu sekian kilometer ke terminal Bus Kota. dengan Bus Kota itu Papa baru bisa sampai ke sekolah. karena kalau Papa naik angkutan dari rumah sampai ke terminal Bus berarti Papa tidak bisa jajan.

coba bandingkan dengan kalian berdua, dari rumah cuma perlu jalan 5 langkah, masuk mobil, di mobil kalian sibuk dengan head set masing-masing, mobil jalan sendiri karena kalau bukan sama pak sopir ya Mama yang antar. hidup kalian jauh lebih enak dibanding Papa dulu.

jadi kalian harus lebih semangat sekolah, cari pengetahuan yang banyak, bla bla bla bla πŸ™‚

setelah mulutku berhenti bicara aku berharap ke dua anakku akan terdiam, berpikir mungkin sedikit terharu karena perjuangan Papa nya yang tidak mudah untuk bisa sampai sekolah πŸ™‚

tetapi sekonyong-konyong si sulung pun menyambar : o….jadi dulu Opa miskin sekali ya? si bungsu menambahkan : iya Pa, Opa miskin y? πŸ™‚

aku terdiam dan lalu aku tertawa … lalu kami semua tertawa. nggak jelas ini cerita motivasi atau stand up comedy πŸ™‚

dunia kerjaku memungkinkan dan memberikan aku kesempatan untuk bisa berbicara, membagi cerita, berbincang dengan banyak orang. terkadang dalam format yang lumayan besar tapi terkadang juga lumayan private.

aku amati ada beragam respon, ada yang serius mendengarkan, dahinya berkerut, ada yang kepalanya mengangguk-angguk tapi ada juga yang bersandar santai di kursi masing-masing dengan mata seperti bola lampu 5 watt πŸ™‚

tentu saja aku bukan dukun yang mampu mendeteksi isi pikiran tetapi aku juga bukan bodoh-bodoh amat untuk memperkirakan isi pikiran dari bahasa tubuh masing-masing bukan?

tentu saja itu bukan soal, apakah respon diberikan negatif, netral atau positif itu urusan masing-masing orang.

cerita tertentu akan ditangkap, dipahami dan diresponse sebagai cerita yang bermutu, menginspirasi, memotivasi dan memberikan dorongan untuk berubah menjadi lebih baik.

tetapi cerita yang sama akan dipahami orang yang berbeda hanya sebagai bla bla bla, seperti angin, sebentar berhembus lalu hilang tak berbekas.

memang masing-masing orang mempunyai cara belajarnya sendiri-sendiri. ada yang mau belajar dari cerita pengalaman orang lain, tetapi banyak pula yang tidak.

itu juga tidak jadi soal sepanjang manusia terus menerus belajar untuk menjadi lebih baik itu sudah lebih dari cukup, tidak perlu risau dengan caranya.

yang jadi masalah adalah, tidak mau belajar tetapi mau menjadi lebih baik πŸ™‚

written by Roy Hekekire
October 24, 2019 0

dalam beberapa bulan terakhir ini hampir setiap kali aku pergi ketempat-tempat hang out, entah itu karena urusan makan bareng istri dan anak, entah itu bicara urusan pekerjaan dengan beberapa teman, atau hanya sekedar bersantai dan melepas penat sebuah lagu lama yang dipopulerkan oleh Reza Arthamevia awal tahun 2000 – hampir 20 tahun yang lalu, selalu saja dimainkan, dinyanyikan dan floor menjadi hiruk pikuk, hingar bingar karena hampir semua mulut bibir pengunjung sing along dengan suara ala kadarnya πŸ™‚ ….. pecah.

tentu tidak aneh jika pengunjung tempat-tempat itu berusia sepantaran denganku tetapi bagaimana jika anakku sendiri yang baru berumur awal 20 an juga paham dan tahu dengan lagu ini?

bahkan sebuah movement sekelompok anak muda yang memperdengarkan lagu-lagu lawas era 80 an dengan sentuhan disko selalu menarik pengunjung anak-anak 20 tahunan sampai meluber mengantri?

produk lama yang meng attract anak-anak muda hanya dengan membuatnya menjadi relevan hanya dengan  memainkannya dengan sedikit sentuhan aransemen masa kini.

awal tahun ini aku berdiskusi dengan salah seorang teman mengenai situasi dan kondisi terkini di organisasiku. sebuah data menunjukkan bahwa sudah lebih dari separo orang-orang di organisasiku adalah generasi yang beken dengan sebutan generasi milenial, sebuah generasi yang lahir bersamaan dengan kemunculan internet. mereka lahir di akhir era 90 an awal 2000……mudahnya anak-anak yang berbeda usia minimal 20 sampai 30 tahun dari umurku πŸ™‚

sebenarnya sudah kusadari situasi ini sejak beberapa tahun yang lalu tetapi melihat angkanya sudah lebih dari 50% tentu saja sedikit banyak ini cukup mengagetkan.

kuamati sejak si sulung memasuki jenjang junior high school, hampir setiap saat kulihat ditelinganya selalu tersumpal dengan head set, entah apa yang di dengarkan.

lama kelamaan tak tahan juga aku dibuatnya, lalu aku mulai ajak dia bicara untuk mencari tahu apa yang dia dengarkan melalui kupingnya yang selalu tersumpal itu πŸ™‚

rupanya anakku ini sedang mendengarkan music, menikmati lagu-lagu yang menarik minatnya – dan tidak menarik minatku.

suatu sore di hari minggu karena gabut nggak jelas, aku dan istriku mulai mengakses YouTube dan kami lihat dan mainkan sebuah lagu yang super ngetop pada jamannya.

karena Mac terletak di living room tentulah suara dari lagu tersebut mendominasi seisi rumah menginvasi kamar tidur ke dua anakku.

belum juga sampai chorus kedua anakku serempak keluar dari sarangnya dan semua bertanya dengan suara lantang : kalian sedang dengarin lagu apa sih?

istri ku dan aku saat itu sedang memutar sebuah lagu dari one of Indonesia legend : Chrisye ! πŸ™‚

ditambah beberapa kejadian dan hasil observasi sehari-hari aku menjadi makin sadar bahwa perbedaan generasi antara kami berdua dan anak-anak menjadi salah satu challenge untuk kami bisa berkomunikasi secara lebih efektif.

lalu mulailah aku secara sadar dan dengan tujuan mulia tertentu mencari tahu bagaimana caranya bisa mengetahui trend terkini yang sedang diperbincangkan dan disukai oleh kedua anakku.

thanks to teknologi informasi yang memungkinkan ku berselancar mencari informasi ini itu, membuka account social media mulai dari Twitter di jaman itu sampai denga IG. kumanfaatkan juga iTunes untuk mencari tahu lagu dan music yang sedang trending πŸ™‚

long story short akhirnya aku paling tidak mulai mengetahui dan belajar memahami hal-hal yang menjadi interest kedua anakku dan woila ….. kami mulai bisa bicara dengan lebih connect di hal-hal tertentu. atau paling tidak kedua anakku mengetahui Bapaknya tidak ketinggalan jaman, update dan bisa diajak ngobrol hal-hal even yang remeh temeh seperti lagu yang sedang happening, fashion trend, dll πŸ™‚

‘keberhasilan’ ini membuatku menjadi lebih percaya diri karena sudah mulai menemukan cara untuk bisa lebih connect ke generasi anakku. lalu kupraktekkan ini di kehidupan profesionalku.

aku mulai merubah caraku berbicara, caraku berinteraksi bahkan caraku berpakaian. tentu saja itu semua kulakukan purposely and intentionally πŸ™‚ eeeeaaaaaaaaaa πŸ™‚

cukup sering anak-anak muda di organisasiku ini ‘berkomunikasi’ denganku melalui social media, melalui direct message untuk beberapa hal atau melalui wall jika sekedar ha ha hi hi, atau bahkan saling berbalas komen sampah πŸ™‚

ketika masing-masing sudah mulai merasa nyaman maka jangan heran jika sometimes bercandaan mereka bisa masuk kualifikasi “less teach” jika diukur dari value dan tata cara sopan santun generasiku πŸ™‚

benar, menjadi relevan ada key word nya. menjadi relevan dengan siapa kita akan berinteraksi menjadi starting point supaya komunikasi bisa nyambung.

but easier said than done. ada harga yang harus dibayar untuk stay and keep relevan, bahkan harga nya bisa semahal harga diri πŸ™‚

suatu ketika kuajak beberapa area manager untuk makan siang bersama. begitu masuk ke mobilku secara otomatis play list di iPhoneku langsung terconnect dengan audio yang ada di mobil ….. dan terdengarlah Location Unknown dan Day 1 dari Honne πŸ™‚ ….. tak lama kemudian salah satu dari area manager ku berkata : serius Bapak dengerin Honne? ini Bapak tahu dari mana? πŸ™‚

“penghinaan” ini masih belum berhenti, di fotonya audioku dan diupload di social media area manager ku yang usil dan masuk kategori “less teach” ini…….Bapakku dengerin Honne demikian kira-kira tulisannya di IG storynya πŸ™‚

ah, rupanya dia mengumumkan ke suluruh dunia Bapaknya dengerin lagu yang tidak cocok dengan umurnya yang sudah separo abad πŸ™

jaman sudah berubah, tentu saja cara-cara lama sudah tidak relevan lagi, harus diganti dengan cara-cara baru.

sepanjang value atau nilai yang baik yang diyakini dari generasi sebelumnya masih bisa konsisten dipegang maka perubahan cara bukanlah hal besar.

generasi lama yang memegang kuat disiplin waktu misalnya tidak perlu lagi marah-marah, ngotot sampai urat leher keluar hanya untuk meminta generasi baru untuk on time.

kasih saja contoh….selesai!

jika generasi lama ingin disapa oleh generasi milenial ya sapa aja duluan…. simple!

kalau generasi lama ingin diajak ngobrol generasi milenial ya ajak aja ngrobrol duluan….mudah!

kalau nggak bisa juga menyapa atau ngobrol duluan mungkin kalian sedang sakit gigi……kalau benar begitu pergi aja ke dentist! πŸ™‚

written by Roy Hekekire
October 22, 2019 0

sebuah kisah entah fiksi atau beneran yang kubaca beberapa tahun lalu.

seorang petani miskin berkaki pincang bertetangga dengan seorang muda, gagah, kaya raya. si kaya berkata dalam hatinya : beruntung sekali aku, hidup berkelebihan, fisikku sempurna dan aku masih muda. betapa menyedihkannya hidup tetanggaku, sudah miskin, tua, pincang pula.

pada suatu hari desa yang dihuni keduanya kedatangan gerombolan perampok, membabi buta menggasak segala macam harta benda. ludes, habis tak bersisa harta si pemuda yang gagah perkasa.

malam hari setelah peristiwa perampokan didesa itu, sang pemuda berkata dalam hatinya : sungguh alangkah malangnya nasibku, habis sudah harta yang kukumpulkan dengan susah payah.

sementara si miskin pincang berpikir : betapa mujurnya nasibku, bebas dari perampokan karena tak ada hartaku yang bisa mereka bawa.

beberapa waktu kemudian, sampailah di desa tersebut sepasukan tentara yang menyampaikan maklumat sang raja : barang siapa yang yang cacat dan tidak mampu bertani dan beternak dengan baik harus dibunuh. kerajaan sedang menghadapi masa sulit. lalu dibunuhlah si miskin pincang.

lalu pemuda yang gagah tadipun berkata lagi dalam hatinya : kasihan sekali nasib si pincang. masih lebih baik nasibku, walaupun aku sekarang kembali miskin tetapi karena badan dan tubuhku yang sehat aku tidak dibunuh oleh raja.

tak lama berselang, kerajaan tersebut diserang oleh kerajaan lain dan sang raja memerlukan pasukan tambahan sehingga barang siapa yang muda, gagah harus menjadi tentara untuk ikut maju ke medan pertempuran. kemudian pemuda gagah tadipun menjadi tentara, maju berperang dan mati terpenggal kepalanya oleh musuh.

setelah hiruk pikuk rivalitas pemilihan pemimpin tertinggi di negeri ini, begitu dasyatnya sehingga membuat polarisasi sampai membuat simpul-simpul kehidupan bermasyarakat menjadi longgar bahkan terlepas disana-sini.

hanya ada aku atau kamu. aku dan kelompokku yang paling benar. kelompokmu pasti salah. dan begitu pula sebaliknya.

ide dari kelompok tertentu betapapun baiknya selalu salah dimata kelompok lainnya. menjengkelkan mengamatinya sampai hubungan pertemanan rusak, persaudaran menjadi permusuhan. padahal kenal juga tidak dengan para calon yang berkontestasi itu.

lalu sang pemenangpun diumumkan, sorak sorai berkumandang seantero negeri dari para pendukung. ejekan, ledekan kepada pendukung lawan bertaburan di laman media sosial.

si pecundang tak kalah sengit, dengan para pendukungnya mulai menebar ancaman ini dan itu, keriuhan menjadi liar selama berminggu-minggu lalu kerusuhan.

tak lama kemudian, sang pemenang berpadu dengan bekas lawan menyusun rencana untuk langkah negeri kedepan. kompak, berseri-seri dengan hidangan nasi goreng istimewa.

para pendukungpun geleng-geleng kepala tanda tak paham. apa yang sedang terjadi?

aku belajar bahwa segala sesuatu selalu dibatasi oleh berbagai dimensi sehingga tak ada hal yang final adalah final.

menginsyafi pengertian ini bukankah sebaiknya kita tidak terlalu mudah bahagia atau bersedih, tidak cepat tertawa atau menangis, tidak cepat mengatakan salah atau benar.

bukankah akhir dari setiap peristiwa sesungguhnya hanya sebuah koma, bukan titik.