written by Roy Hekekire
March 17, 2020 0

Sepulang dari Boston mengantar anak gadisnya, tentu saja ada banyak cerita yang istriku ceritakan padaku. Tentang taman-taman kota yang besar, hijau dan banyak pohon. Tentang bangunan-bangunan tua dan masih banyak lagi tentunya. Aku ingat suatu cerita darinya tentang orang-orang yang saling memberikan salam β€œselamat pagi” dijalan-jalan walaupun tidak saling kenal dan beberapa cerita lagi yang menggambarkan community di sebuah kota yang modern, sangat western tentu saja, individualis tetapi keramah tamahannya membuat istriku terpesona.

Suatu ketika kami sekeluarga sedikit kebingungan dalam mementukan sebuah lokasi yang akan kami kunjungi, kereta apa yang harus kami gunakan setelah ini, di station mana harus berhenti dan seterusnya. Dikereta itu kami sibuk membuka peta sambal meyakinkan diri satu dengan yang lain. Saat itu kereta lumayan padat di Metro Tokyo maklum jam pulang kerja.

Tiba-tiba seorang laki-laki bermasker dengan bahasa Inggrisnya yang terpatah-patah berusaha menanyakan kepada kami ada problem apa? Kalian mau kemana? dst dst πŸ™‚

Beberapa kali juga kujumpai peristiwa serupa di Jakarta. Seseorang yang memberikan pertolongan kepada orang lain yang tidak dikenal.

Ketika aku asyik dengan iPhoneku di suatu malam, saat aku sedang menunggu istriku di terminal kedatangan international Soetta, seorang solo traveler yang kemudian kuketahui berasal dari Munich – Jerman menghampiriku dan menanyakan cara termurah untuk bisa sampai di sebuah hotel di kawasan Jakarta Kota. Tentu saja dengan kereta bandara. Aku mempunyai pilihan tentu saja, menyarankannya bertanya ke Information Desk terdekat atau kubantu dia. Nah, masalahnya aku belum pernah sekalipun menggunakan kereta bandara. Singkat cerita sambil kujelaskan beberapa must to do supaya survive dan tdk mengalami hal yang aneh di Jakarta yang ganas aku membawanya berjalan kaki bersama ke terminal kereta bandara, dan setelah kubaca peta perjalanan yang ada disana, kujelaskan padanya, memastikan dia paham dengan semua penjelasanku lalu kuantar dia masuk menunggu kereta datang.

Sedikit nambahin kerjaan dimalam itu sih but aku merasa lega membantu seseorang yang mungkin juga cuma sekali itu kutemui seumur hidup.

Aku yakin masih banyak sikap-sikap saling peduli satu dengan yang lain bahkan untuk orang-orang yang tidak kita kenal sekalipun tetapi sayangnya ungkapan : emang gue pikirin, cuekin aja, I don’t even *ucking care dan semacamnya jauh lebih popular dan akrab ditelinga kita sehari-hari.

Serasa makin kesini setiap orang hanya hidup untuk dirinya masing-masing. Padahal kalo dipikirkan sedikit saja lebih jauh mana ada sih manusia yang bisa hidup tanpa orang lain?

Udah pernah nonton Cast Away? Yang belum nonton buruan gih ….. biar ngerti gimana rasanya hidup sendiri …. bener-benar sendiri ………. Eits no offense bagi para jomblo y πŸ™‚ maaf maaf πŸ™‚

Atau kalo punya saudara atau teman yang sudah ngerasain lock down seperti di Wuhan atau Italy …. bentar lagi Malaysia nih …. mending tanyain gih ….. gimana rasanya dikurung dalam rumah …. Yang parah lagi udh jomblo dikurung pula nggak bisa pergi-pergi πŸ™‚

Intinya nggak mungkin dan nggak akan bisa lah manusia hidup untuk dirinya sendiri, selalu membutuhkan manusia lain. Tapi sayangnya sudah tahu gitu kenapa juga y masih banyak yang cuek dengan orang lain?

Semalam terpaksa harus mampir ke apotik untuk membeli vitamin, di sebuah Mall guede di Satrio. Masuk mall nggak ada Temp Check, di lift nggak ada hand sanitizer. Begitu masuk kulihat Mall yang sepi itu dimanfaatkan para pegawai dengan berkerumun 4-5 orang berdekatan mengobrol πŸ™ seakan dunia sedang baik-baik saja. gosh …..

Belum lama rame di sosmed bagaimana penduduk Wuhan saling mendukung satu dengan yang lain selama masa lock down … muncul Wuhan Jiayou, penduduk Italy serempak mengibarkan bendera di balkon apartemen mereka masing-masing, ada juga seorang peniup terompet memainkan alat tersebut di balkon sehingga suara menggelegar si terompet sedikit mengusir rasa jenuh akibat dikurung.

Nggak ngerti darimana ide mereka itu tapi sangat yakin dilandasi untuk saling menguatkan dan mendukung satu dengan yang lain melewati masa sulit ini.

Better mulai dari diri sendiri, jangan cuek dengan diri sendiri setelah itu barulah tengok kiri kanan, gunakan rasa dan hati selain pikiran – apa yang bisa kita lakukan untuk orang lain. Jika diminta mengurangi kegiatan social – Social Distancing – ya jangan malah sok gaya sok jago kelayapan ngider kesono kesini. Mending kalo diri kita sendiri yang kena tapi gimana kalo kita jadi penyebab orang lain dan community tertular?

Dengarkan dan ikuti saja bagaimana Pemerintah bekerja. kalau nggak setuju y nggak usah ribut-ribut …. Bikin negara sendiri aja gimana? πŸ™‚

Daripada saling ribut, debat nggak ada ujung pangkalnya gimana kalo diganti saling dukung saja. support satu dengan yang lain. Caranya mudah saja : mulai dari diri sendiri : jangan cuek dengan diri sendiri. Kemudian ulurkan bantuan kepada orang lain – tidak melulu materi bahkan sekedar nasehat dan reminder seringkali lebih dari cukup …….

Be safe

written by Roy Hekekire
March 16, 2020 1

Beberapa tahun lalu, dengan ditemani salah satu petinggi di perusahaan tempatku bekerja, aku mendapat kesempatan untuk presentasi di depan salah satu konglomerat Indonesia beserta teamnya.

Mendapat kesempatan tersebut tentu saja aku mempersiapkan diri sebaik-baiknya, materi dan termasuk penampilanku. Aku nggak mau gagal, harus sukses. Bukan hanya takut malu kalau gagal tapi juga takut di ”gantung” πŸ™‚

Hari itu tiba, kami sampai di salah satu gedung pencakar langit di jalan Jend. Sudirman Jakarta. Sesampainya disana dengan menggunakan lift khusus kami diantar ke suatu lantai tempat pak Konglomerat berkantor.

Di meeting room tampak sudah hadir beberapa orang yang kemudian diperkenalkan sebagai bos ini, petinggi itu πŸ™‚ Dan tak lama kemudian dengan ditemani sekretaris, pak Konglomerat datang, menyapa kami semua, sang sekretaris memberikan kartu nama dan tak lama kemudian aku mulai presentasi …. bla..bla…bla.

Sambil aku presentasi tentu saja tatapan mataku menyapu keseluruh ruangan …. Tak lama kemudian aku sadar bahwa ada sesuatu yang janggal dimeeting room tersebut. apa itu?

Pak Konglomerat ini sederhana sekali. Mengenakan kemeja batik lengan panjang yang digulung yang warnanya sudah tidak lagi cerah, tanpa arloji sebagai asesoris, tanpa cincin besar seperti bayanganku sebelumnya tentang penampakan orang tajir sekelas konglomerat! Dan u la la … rambutnya juga disisir kebelakang ala kadarnya, tanpa potongan khusus dan pomade πŸ™‚ sederhana sekali.

Kubandingkan dengan orang-orang dekatnya yang bos ini dan petinggi itu pak Konglomerat ini lewat jauh lah … serius…..pasukannya jauh lebih keren dan lebih bos dari si bos πŸ™‚

Sambil mendengarkan presentasiku yang dilanjutkan dengan diskusi ini itu, beberapa orang diruangan meeting sibuk menulis di laptop tetapi pak Konglomerat ini menulis di kertas putih yang ada setumpuk yang aku yakin sengaja disiapkan disitu. Lembar berikutnya beliau ambil lalu menuliskan hal-hal lain dan begitu seterusnya. Sang sekretaris sibuk mengumpulkan lembaran-lembaran kertas putih yang sudah ditulis dan dicoret-coret pak Konglomerat πŸ™‚

Beberapa tahun kemudian kembali aku berkempatan bertemu dengan pak Konglomerat tersebut masih di ruang meeting di gedung yang sama, hanya kali ini untuk project yang berbeda tetapi pak Konglomerat masih dengan penampilan yang sama ….. sederhana …..amat sangat sederhana.

Dalam pertemuanku yang kedua ini pak Konglomerat lebih banyak berbicara, mengulas dan menyampaikan opini, analisa disertai data-data yang sudah lengkap dipersiapkan dihadapannya. Benar-benar bermutu, kualitas tinggi, mewah, ….. perlu beberapa tahun buatku memahami apa yang disampaikan pak Konglomerat dimeeting itu πŸ™‚

Kontras antara penampilan fisik dan kualitas isi pembicaraan beliau …. Aku kagum, luar biasa kagum dan malu.

Berbicara tentang taste, anak sulungku boleh dibilang diatas lumayan lah. Referensi makan dia paham, mode tentu saja. Seleranya lumayan, cenderung mengerikan buatku sebagai bapaknya πŸ™‚ hanya barang berkualitas yang dia mau beli dan gunakan. Memang bukan sekedar merk tapi merk yang seperti apa.

Suatu ketika kami sekeluarga berlibur ke salah satu negara di Asia Timur. Seperti kebiasaan kami jika berlibur yang benar-benar untuk mengeksplore tempat-tempat baru maka kami sangat minimal mengalokasikan waktu khusus untuk berbelanja. Tetapi kali itu anakku sejak dari Jakarta sudah merencanakan untuk membeli suatu barang dengan merk X karena alasan ini itu. Seperti kebiasaan anak muda semua details tentang barang tersebut sudah ada diotaknya termasuk dimana harus dibeli – thanks to internet for that πŸ™‚

Tentu saja setelah beberapa hari disana dan sehari sebelum pulang ke Jakarta kami menyempatkan diri mencari barang tersebut. Sesampai di tempat dimana seharusnya barang tersebut ada ternyata hasilnya nihil ….lalu browsing lagi dimana yang ada, lalu kami samperin, ada barangnya tetapi beda model L tempat berikutnya kami cari dan barulah ketemu, bayar, bungkus dan finish πŸ™‚

You know what …. ini cuma urusan dompet πŸ™‚ …. Harus merk yg itu dan model yang itu. yang lain nggak mau πŸ™‚

Begitulah untuk sedikit menggambarkan segala keribetan jika si sulung sudah mengincar sesuatu!

Tetapi dalam 2 tahun ini aku perhatikan, anak sulungku ini berubah. Nggak lagi peduli dengan segala macam urusan tetek bengek yang tadinya membuat ibunya, adiknya dan aku bapaknya bisa bengek πŸ™‚

Sudah 2 tahun benar-benar 2 tahun, sepotong tshirt pun tidak ada yang dibelinya. Hanya sepotong sweater yang kubeli sebagai hadiah natalnya dan sepotong tshirt dari seniman siapa aku nggak jelas oleh-oleh adiknya dari Boston. Selebihnya pakaian buluk lama yang dia pake πŸ™‚

Semua memang perlu waktu, termasuk merubah pandangan seseorang terhadap sesuatu pun memerlukan waktu, membuat si A mempunyai prioritas berbeda dibanding yang lain.

Ini bukan tentang benar dan salah. Masing-masing mempunyai dasar dan alasannya sendiri.

Sepanjang setiap masing-masing bertanggungjawab terhadap keputusannya itu sudah lebih dari sekedar cukup.

written by Roy Hekekire
March 9, 2020 0

Siapa yang menyangka bulan Januari tahun ini dipengaruhi oleh banyak peristiwa besar yang mempengaruhi pasar saham bahkan ekonomi dunia secara keseluruhan?

Impeachment Trump yang makin memanas di tingkat Senat, Corona Virus menyerang dari Wuhan yang meyebabkan WHO mengumumkan situasi darurat. Beberapa negara dengan insiatif masing-masing merespon dengan langkah-langkah yang cukup dramatis. Indonesia misalkan, membatalkan semua penerbangan dari dan ke China mainland dan meniadakan untuk sementara waktu Visa on Arrival bagi pemegang visa China

Kasus Jiwasraya terbuka makin lebar. Belum juga terang benderang, muncul Kasus Asabri yang semua melibatkan beberapa lembaga sekuritas dan asset management.

IDX dari 6325 bergerak ke 5884 atau turun hampir 7% πŸ™

Situasi yang tidak mudah bagi trader pemula seperti saya. rasanya lebih deg-degan dibandingkan lari 5 km πŸ™‚

Gonjang-ganjing pasar saham memang bukan yang pertama saya alami, tetapi sebagai trader, jujur baru kali ini saya merasakan tekanan darah turun naik seiring grafik market index πŸ™‚ …. Diperparah lagi dengan kategori saya sebagai trader anak bawang πŸ™‚

Seperti yang saya tuliskan dibeberapa tulisan ku sebelumnya, memilih lembaga sekuritas memang bukan urusan main-main. Gimana tuh urusannya dengan beberapa lembaga sekuritas yang tersandung masalah di 2 kasus yang saya sebut diatas? ambyar πŸ™‚

Selain harus bisa dipercaya dan memiliki reputasi yang bagus, buatku lembaga sekuritas juga berbicara tentang lingkungan. Jika lembaga sekuritas yang kita pilih bagus maka kita akan mempunyai lingkungan yang bagus juga. Apa maksudnya ini?

#RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia bukan saja menyediakan aplikasi yang sangat mudah walaupun hanya sekedar untuk memantau pergerakan index dan saham-saham pilihanku. Apalagi untuk melihat grafik, menemukan informasi BULL area, Target Area dan Support Area, melihat technical trend serta mendapatkan Signal BULL, BEAR atau HOLD, melihat chart candle stick, membaca hasil research harian dari para analis …. Semua ada di aplikasi itu, semua ada digenggaman tanganku.

Dengan aplikasi #RHBTradeSmart di iPhone ku maka aktivitas jempol dan beberapa jari tanganku tentu tidak lagi didominasi dengan scrolling guyonan kelas receh, gossip, atau membaca berita-berita nggak jelas di beberapa group aplikasi komunikasi πŸ™‚

Daripada ribet dan mengotori pikiran dengan hoax bukankah lebih baik mengisi waktu luang di tengah kemacetan Jakarta dengan mantengin aplikasi atau membaca informasi dan diskusi teman-teman di group para trader #RHBTradeSmart. eitsssss jangan salah y …. Ini bukan group abal-abal kelas kaki lima, disana juga ditongkrongin sama Sifu dan orang dalam nya sehingga diskusi dan informasi didukung oleh data dan analisis yang keren.

Total investasi ku memang belum menghasilkan di bulan Januari tetapi aku belajar beberapa hal penting sebagai seorang trader yaitu : Cash Management dan disiplin serta nyali untuk Cut Loss dan move ke pilihan saham yang lain πŸ™‚

Walaupun beberapa saham pilihanku dari rekomendasi #RHBTradeSmart gain 5-6% tetapi beberapa yang lain bahkan meleset lumayan jauh πŸ™‚ sehingga dari total investasi selama bulan Januari drop dari modal awal investasi πŸ™ mengapa demikian?

Dari awal seharusnya aku sudah mengatur dan disiplin menerapkan Cash Management yang baik. Apa maksudnya?

Dari 100% modal dari awal sudah harus ditetapkan sekian% untuk ini, sekian % untuk itu dst dst. Keserakahkan ku adalah langsung ambil posisi Buy atau Top Up jika sebuah saham mulai menunjukkan signal yang baik tanpa melihat terlebih dahulu berapa yang akan aku alokasikan untuk sebuah saham tanpa melihat beberapa pilihan saham yang lain.

Don’t put your eggs into one basket …… πŸ™‚ itu bener banget!

Nah begitu aku menyadari bahwa makin dalam modalku tergerus bahkan sempat menyentuh 10% loss πŸ™ maka aku mulai dengan cara yang benar …. Cash Management.

Masalahnya cash ku sudah habis, semua sudah dalam bentuk lot-lot beberapa saham pilihanku.

Ya benar aku mengambil keputusan Cut Loss untuk beberapa saham – tentu saja semua mempertimbangkan rekomendasi dari #RHBTradeSmart.

Mengapa modalku tergerus walau beberapa saham pilihanku gain 5-6%? Ya …. Benar, karena saham lainnya drop diatas 5-6%. Mengapa sampai begitu? Heheheheheh itu karena nyali kurang, tahu harga sudah turun, makin turun masih juga dipegangin, masuk jurang lah πŸ™‚ – wajar juga lah kan aku berharap ada mujizat yang turun tiba-tiba naik πŸ™‚ ….. maklum masih amatir πŸ™‚

Dari hasil Cut Loss kembali aku mempunyai cash yang segera ku atur strategi untuk memulihkan kembali modal yang sudah lumayan menyusut …. 10% cuy πŸ™‚

Walau belum gain secara total, tetapi paling tidak closing Januari total loss sudah berkurang dari 10% …. Lumayan tinggal separo nya lah πŸ™‚

Pagi tadi di IG kulihat posting seperti ini : You can’t undo the moves but you can make the next step better

Bagi kalian yang pengen tahu lebih dalam dan invest di saham nich link nya https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
March 4, 2020 0

dari sebuah kota kecil di pesisir selatan pulau Sumatera, dari saluran TV dan surat kabar kami mendengar bahwa situasi Jakarta makin mencekam, penjarahan, dan konon berbagai bentuk kejahatan massa terjadi seantero kota dan kemudian puncaknya Presiden dipaksa turun. Ibukota chaos!

walau cukup jauh tapi suasana mencekam di kota kecil tempat kami tinggal juga terjadi. Mahasiswa yang tentu saja tidak sebanyak Jakarta turun kejalan, beberapa kali terdengar suara senjata api meletus yang terdengar dari kantor tempatku bekerja. toko-toko dan supermarket yang tidak seberapa jumlahnya di serbu pembeli. kacau ……

si Abang anak sulungku baru juga berumur kurang dari setahun yang sangat tergantung dengan sebuah merk susu. istriku panik, β€œsembako pada habis” katanya, β€œrak-rak supermarket pada kosong” dia menimpali lagi ….. aku ikut panik. β€œgini saja, kita beli susu buat Abang aja, berapa uang yang ada?” kataku ….. ternyata nggak banyak πŸ™

lalu kami ke ATM yang juga cuma beberapa gelintir dan kami ambil semua saldo yang dimungkinkan untuk diambil. untung 1998 belum banyak pengguna ATM di kota itu sehingga rush hanya terjadi kantor-kantor bank. 1 juta rupiah kurang sedikit yang bisa kami ambil dari ATM dan kami ke supermarket yang terdekat dari mesin uang tersebut. dan benar rak-rak pada kosong tapi untungnya deretan susu merk yang si Abang minum masih ada disana, kami beli sebanyak yang uang cash kami bisa beli, lalu kami pulang kerumah. kami berpikir paling tidak urusan untuk si Abang sudah aman dulu.

beberapa hari lalu, tidak lama setelah Presiden mengkonfirmasi bahwa sudah ada 2 orang SUSPECT Corona tiba-tiba saja dibeberapa titik di ibukota terjadi rush alias panic buying di supermarket dan sejenisnya. nggak ngerti bagaimana awal mulanya, apa sebabnya dll dll …. tiba-tiba saja timeline di semua platform social media dipenuhi foto-foto para shopper yang berbelanja kebutuhan pribadi laksana akan membuka toko serba ada πŸ™ dan apotik …. masker yang seharga puluhan ribu menjadi ratusan bahkan jutaan rupiah – kecuali masker bengkoang πŸ™‚ , hand sanitizer stock out πŸ™

baru juga 2 orang SUSPECT sudah begini riuhnya …. bagaimana misal, jika, seandainya POSITIVE …… waduh ngeri membayangkan situasi yang mungkin terjadi.

bener juga sih semua tentu dengan pertimbangan Preventive …. bagaimana jika benar dari SUSPECT menjadi POSITIVE ….. lalu orang-orang diisolasi dirumah masing-masing seperti Wuhan, lalu orang-orang nggak bisa kerja, lalu produksi berhenti, lalu stock dipasar habis, lalu lapar, lalu kelaparan, lalu saling bunuh berebut makanan, lalu pada mati lapar atau terbunuh berebut makanan πŸ™‚

berpikir dan bertindak sesuatu sebagai Preventive Action atau antisipatif memang tidak salah, bahkan harus dilakukan BUT semakin banyak LALU yang mampu dipikirkan seseorang akan menentukan sebuah action dikategorikan sebagai antisipatif atau panik.

sebuah rumah yang diberi pagar, pintu rumah dikunci, mungkin juga diberi kunci tambahan dan beberapa CCTV adalah sebuah langkah antisipatif pemilik rumah untuk berjaga-jaga dari bahaya pencurian, perampokan dan sejenisnya.

tapi coba bayangkan jika pemilik rumah melanjutkan pemikiran preventifnya dengan beberapa kata lalu …. halaman rumah dimasuki maling ( bikin pagar ), lalu maling membobol pintu rumah ( tambahan pintu besi dan ekstra gembok ), lalu maling masuk pintu kamar ( tambahan pintu besi dikamar dan ekstra gembok ), lalu malingnya keluarin pistol atau senjata tajam dan membunuh …… gimana dong antisipasinya? masak iya bikin kotak besi diatas tempat tidur dan penghuninya tidur didalam kotak? πŸ™‚

sebuah rumah yang dengan mudah bisa terlihat dari tol arah flyover dalam kota kearah Kebon Jeruk ada tulisan besar berbunyi : pagar ini dialiri listrik πŸ™‚ …… waduh ….. ini preventif atau gimana ya?

virus yang satu ini memang sedang menggoncang dunia. negara setajir China pun mulai gemetaran memikirkan dan mencari jalan keluar AKIBAT dari virus ini ke multi aspek terlebih ekonomi. berapa besar negara tersebut menggelontorkan uang untuk menahan atau paling tidak mengatur pelambatan ekonomi dan pasar saham. jadi memang ini masalah serius bukan hanya karena virusnya tetapi dampak yang diakibatkan karenanya bahkan jauh lebih serius.

dari sebuah artikel yang kubaca fatality rate dari virus ini 2% …. coba bandingkan dengan fatality rate kecelakaan lalu lintas? Data WHO bilang setiap 25 DETIK 1 orang mati karena kecelakan lalu lintas…..serem kan? tapi lihat aja berapa banyak yang drive sambal texting, drive right after consume alcohol, riding tanpa helm πŸ™‚ atau sign kiri tapi belok ke kanan πŸ™‚

dari CNN kubaca juga sebuah artikel bahkan SARS mempunyai fatality rate yang hampir 5 kali lebih tinggi ( 9,6% SARS Fatality Rate ) dari Corona ini. tapi yang membedakan jaman SARS social media belum sebanyak seperti hari ini.

waspada memang harus, ada Corona atau tidak bukankah harus selalu waspada tapi rasanya nggak perlu terlalu berlebihan.

preventif harus tapi jangan kebanyak lalu πŸ™‚ …. ntar malah lucu πŸ™‚

#alertbutdontbestupid

written by Roy Hekekire
March 2, 2020 0


Dengan bantuan yang luar biasa friendly dari bro Frenky – Senior Associate E-Broking & Development PT RHB SEkuritas Indonesia – akhirnya aku melakukan langkah pertamaku, mendownload aplikasi #RHBTradeSmart. Ada juga eform yang harus diisi dilengkapi KTP dan NPWP tentunya. Beberapa hari kemudian masuk notifikasi yang kuterima dari email memberitahukan RDN atau Rekening Dana Nasabah dan account ku di #RHBTradeSmart sudah aktif. Langkah berikutnya tentu aku harus mengirim sejumlah dana ke dalam RDN ….. dan since then aku sudah bisa memulai aktivitas trading.

Walau sudah beberapa saat berinvestasi saham tetapi jujur aku belum pernah trading lo …. Jadi bingung-bingung juga. Ada sekian ratus emiten, jadi mabok juga mau beli saham yang mana y?

Tapi segera keraguanku terjawab karena muncul message dari bro Frenky supaya aku bergabung dengan Telegram group para trader RHB. Ah benar rupanya setelah aku ikut group tersebut, disana tersedia bukan saja informasi dari teman-teman investor tetapi juga ada rekomendasi dari analis RHB bahkan salah satu orang top nya juga ada disana memberikan informasi dan rekomendasi.

Tetapi namanya juga informasi dan rekomendasi, jadi masing-masing investor yang harus memutuskan. Tapi sebagai new comer aku benar-benar memperhatikan rekomendasi yang diberikan di group itu, saham apa yang akan dibeli, dengan harga berapa dan berapa % dana yang akan digunakan dari keseluruhan dana di RDN untuk membeli saham tertentu. Dengan dana yang ada aku membeli saham sebuah emiten property, telekomunikasi dan konstruksi. Keputusan tersebut simply mengikuti rekomendasi. Seharusnya aku juga perlu mengikuti kelas-kelas yang diadakan oleh RHB tetapi karena selama Desember ini sibuk luar biasa dengan urusan kantor maka aku nggak sempat. But again, walau begitu aku mulai kulik kulik beberapa informasi dari aplikasi #RHBTradeSmart yang sangat lengkap sebagai tambahan pertimbangan sebelum aku mengambil keputusan. Long story short …. aku sudah membeli saham di 3 emiten seperti yang kusebut diatas, masing-masing 150 lot, 40 lot dan 40 lot πŸ™‚

Memiliki aplikasi #RHBTradeSmart memudahkan aku untuk memantau pergerakan saham yang kumiliki begitu juga index yang naik turun sepanjang Desember yang lalu. Kemacetan dijalan tidak lagi membuatku gabut tetapi waktu yang baik untuk mempelototi aplikasi dan memantau diskusi yang terjadi di Telegram group para trader di RHB.

Memang di bulan Desember belum ada profit yang kuhasilkan dari aktivitas trading ku, maklum karena masih newbie juga karena kesibukkan tutup tahun yang harus aku prioritaskan. Tetapi begitu masuk bulan Januari tampaknya trading mulai menunjukkan peningkatan aktivitasnya sampai Jumat 3 Januari 2020 menjadi hari pertamaku mendapatkan profit dari salah satu saham yang kubeli di minggu ke 2 bulan Desember ….. lumayan 5,6% πŸ™‚ not bad lah untuk pendatang baru. Dan itu semua praktis mengikuti rekomendasi dari RHB, kapan beli diharga berapa dan kapan harus jual ditarget price berapa πŸ™‚ Suhu di group bilang begini : kalo mau jual dengan patokan fundamental 39% , kalau dengan rasa syukur 5% …. πŸ™‚ bisa aja pak Suhu πŸ™‚

Ya karena aku mau belajar trading makanya kuputuskan segera SELL karena memang target margin yang kutetapkan diawal hanya 5%, karena sudah lewat target ya segera SELL ….. nggak boleh serakah katanya πŸ™‚

Pagi tadi, Suhu posting di group beberapa artikel dan screen shot tentang kemungkinan konflik di Timur Tengah dan sedikit analisis tentang dampaknya ke perdagangan saham. jika konflik berlanjut menjadi lebih serius maka harga minyak akan naik, harga LM akan naik. Jika harga minyak naik maka kemungkinan permintaan terhadap mineral alternative minyak bumi akan naik, pun demikian dengan emiten mineral lain seperti emas, sehingga disarankan membeli saham-saham emiten yang bergerak di mineral. Posting berlanjut dengan rekomendasi beberapa saham yang layak untuk dicermati dan di BUY dengan harga tertentu.

Langsung saja kusambar mengingat ada cash yang ada direkening hasil dari penjualan saham ku Jumat minggu sebelumnya. Dan rupanya keberuntungan masih berpihak sehingga berhasil MATCHED di harga beli yang baik ….. lumayan kebeli 100 lot πŸ™‚ Sorenya iseng kulihat ….. eh sudah HIJAU 0.57% πŸ™‚

Tapi seperti yang pernah aku share beberapa waktu yang lalu, Trading ataupun Investasi Saham memang hanya untuk para pembelajar. contohnya seperti tadi pagi Suhu kirim artikel untuk dibaca tentang konflik Timur Tengah ….. ngapain juga ribet dengan urusan negara lain yang jauh bener dari kita tinggal, mana Jakarta banjir pula, cuti sudah selesai juga.Tapi y itulah kalau nggak mau belajar dan update dengan berita dan informasi terkini tentu pertimbangan untuk memutuskan kapan BUY, HOLD or SELL akan terpengaruh.

Begitulah my first 3 weeks berinvestasi saham sebagai trader. aku beruntung mendapat lembaga sekuritas yang baik, helpful dan memberikan rekomendasi yang masuk akal, didukung oleh analisis fundamental yang baik, track record analisnya bukan kaleng-kaleng DAN support dari aplikasinya yang plit komplit.

Jadi yuk teman-teman, jangan tunda lagi karena kata pepatah time is money itu bener banget. Katanya waktu adalah kesempatan bukan? yuk segera investasi di saham

bagi yang masih belum juga ambil keputusan silahkan click disini y : https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
February 3, 2020 9

para pakar dan analis saham secara umum mengatakan terdapat 2 type pebisnis saham – btw sering kita dengar pemain saham atau main saham ….. weitssss tunggu dulu … ini bisnis bukan main2 ya, harus serius supaya hasilnya juga serius πŸ™‚

type pertama adalah investor. cirinya adalah membeli saham dari perusahaan dengan fundamental yang kuat atau yang laporan keuangannya mantap alias selalu untung, hutangnya lebih rendah dari asset, bisnisnya mempunyai entry barrier yang cukup sulit, produknya  dibutuhkan orang banyak dan minim pesaing serta dikelola oleh management yang solid.

type investor ini biasanya membeli sebuah saham untuk untuk disimpan dalam period of time yang lumayan lama untuk mendapatkan imbal hasil dari deviden.

misal Alex membeli saham perusahaan X pada tahun 1999 sebanyak 100 lot dengan harga Rp.1.000/lembar saham. dengan demikian Alex merogoh kocek untuk investasinya sebesar Rp.10.000.000 di tahun itu.

rata2 setiap tahun perusahaan X membagi deviden sebesar 1%. Artinya setiap tahun Alex mendapatkan deviden sebesar Rp. 100.000 atau sebesar Rp.1.000.000. sehingga dalam 10 tahun Alex dari deviden saja menghasilkan 10%.

bagaimana dengan harga sahamnya? misalkan saja per hari ini harga saham perusahaan X tersebut adalah Rp.2.500/lembar saham. berapa capital gain dari Alex? Ya benar 250% !

sehingga jika Alex menjual seluruhnya saham perusahaan X tersebut Alex akan menikmati profit sebesar Rp. 15.000.000

dengan demikian secara keseluruhan Alex mendapatkan Rp.1.000.000 dari 10 tahun deviden ditambah Rp.15.000.000 capital gain sehingga dari total investasinya selama 10 tahun di perusahaan X Alex mendapatkan imbal hasil sebesar Rp.16.000.000 atau 260% πŸ™‚

gini dech biar nggak terlalu pusing ya …. type investor akan mempelajari secara details tentang perusahaan yang sahamnya akan dibeli. setelah memutuskan dan beli lalu lupakan aja πŸ™‚ ….. ya bener lupain aja supaya pikiran nggak gatel dan iman tergoda untuk jual jual dan jual ….. ntar lihat lagi setelah diatas 5 tahun πŸ™‚ toh setiap tahun dapat deviden?

kalo dalam perjalanan ada uang lagi sebaiknya beli lagi dan lagi dan lagi dan lagi. masak cuma sneakers yang bisa dikoleksi? saham juga bisa lo πŸ™‚

oh iya … type investor tidak terlalu pusing dan dipusingkan dengan fluktuasi harga saham yang naik turun seperti penumpang metromini…..mereka cuek bebek terkadang terkesan songong πŸ™‚ tapi ya itu lah mereka πŸ™‚

buat type ini membeli saham tak ubahnya menabung di bank. aktivitas utama investor adalah Buy ! ….. setelah Buy mereka akan tunggu moment yang pas dan Boom! Tajir melintir ….. bukan saja koleksi sneakers bertambah lo …. tokonya juga bisa dibeli πŸ™‚

type lainnya adalah Trader. type ini bersifat jangka pendek, saking pendeknya bahkan beberapa ada yang melakukan daily trading …. ya benar harian, pagi beli sore jual πŸ™‚

walau aku bukan termasuk type ini tetapi melihat istriku dan beberapa teman terlihat asyik dan menikmati dan ada hasilnya alias profit tentu saja aku tergoda untuk belajar.

seperti tulisanku sebelumnya, investasi di saham memang hanya cocok untuk para pembelajar. asyik kan sudah tambah pinter menghasilkan pula πŸ™‚

itulah alasanku mengapa walaupun sudah mempunyai rekening saham di sebuah lembaga sekuritas aku juga bergabung dengan #RHBTradeSmart. aku mau belajar dan menikmati profit dari aktivitas trading.

belajar? ya belajar …. bukankah di #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia ada kelas-kelas regular yang diadakan untuk edukasi? selain gratis, ketemu teman-teman baru pula. selain itu kita akan mendapat informasi dari hasil analisis dari para analis handal yang memberikan rekomendasi tentang saham-saham tertentu sehingga membantu untuk mengambil posisi Buy, Sell or Hold ….. aih seru sekali kayaknya.

bagi kalian yang penasaran seperti apa mudahnya aplikasi yang kugunakan untuk belajar dan trading silahkan click link ini : https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

mau tahu aktivitasku sebagai Trader di RHBTradeSmart? ikuti terus ceritaku ….

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
January 30, 2020 0

bener sih aku bukan Certified Financial Planner tapi pengetahuan yang kupelajari lumayan lah untuk menjadi dasar pengambilan keputusan ku dan sedikit akan aku share ketika ada yang bertanya perbedaan dari instrumen2 investasi.

secara tradisional instrument investasi yang termasuk kategori tradisional biasanya adalah deposito, property dan emas logam mulia ( bukan emas perhiasan ya ).

deposito adalah instrument investasi dimana seseorang menempatkan sejumlah uang di sebuah bank dan akan mendapatkan hasil dalam jangka waktu  dan imbal hasil yang telah disepakati. misal jangka waktu 3 bulan dengan imbal hasil 5%, 6 bulan dengan imbal hasil 6%, 12 bulan dengan imbal hasil 7% dst.

artinya seseorang yang menempatkan sejumlah uang dalam instrument investasi deposito dalam jangka waktu 3 bulan akan mendapatkan 105% x 3/12 dari uang yang diinvestasikan sebelum dipotong pajak.

property adalah instrument investasi dengan cara membeli rumah, apartemen, ruko, rukan atau tanah. instrument investasi ini lebih dimaksudkan untuk mendapatkan imbal hasil dari kenaikkan harga dari asset yang dibeli atau istilahnya capital gain. memang benar property bisa disewakan yang artinya investor akan mendapatkan hasil dari sewa selain dari capital gain. instrument ini bersifat jangka panjang dan sangat panjang tergantung dengan lokasi dimana property tersebut. semakin baik dan berkembang lokasi dari sebuah property maka probabilitas dari capital gain akan membesar demikian pula dengan harga sewanya.

emas. harus jelas disini bahwa emas yang dimaksud adalah bukan perhiasan. mengapa? karena didalam emas perhiasan terdapat komponen biaya jasa pembuatan yang sama sekali tidak mempunyai value jika dilihat dari perspektif investasi karena akan menjadi faktor pengurang jika akan dijual tetapi menjadi faktor penambah waktu dibeli J

mengenai logam mulia atau LM memang ada pendapat ini termasuk instrument investasi tetapi ada pendapat juga LM hanyalah sebagai alat lindung nilai, atau sebuah instrument untuk menjaga/menjamin nilai dari kekayaan.

instrument yang lain adalah saham, reksadana, obligasi atau pasar uang, forex, cryptocurrency dan masih banyak lagi karena dunia investasi terus berkembang sesuai perubahan jaman.

ada banyak buku, artikel atau youtube channel yang membahas tentang instrument-instrument tersebut. tetapi disini saya akan sedikit share tentang saham.

investasi saham atau ekuitas berhubungan dengan pembelian dan penyimpanan suatu saham modal di pasar modal yang dilakukan oleh investor baik perorangan ataupun perusahaan untuk mendapatkan  deviden dan capital gain.

sedangkan reksadana adalah tempat untuk menghimpun dana dari masyarakat investor. dana yang terkumpul dinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrument investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

gini dech supaya sedikit lebih jelas tentang : Alex menginvestasikan sebesar Rp. 1 juta rupiah untuk membeli saham perusahaan X dengan harga Rp.1000/lembar saham. dengan demikian Alex membeli 1000 lembar saham atau 10 lot ( lot adalah satuan dalam saham . 1 lot = 100 lembar saham. minimal pembelian dan penjualan saham adalah 1 lot ). tentu saja supaya Alex bisa memulai menginvestasikan uangnya terlebih dahulu dia harus membuka rekening saham di salah satu perusahaan sekuritas atau perusahaan pialang saham. sejak saat rekening sahamnya aktif barulah Alex bisa melakukan transaksi beli atau jual.

jaman digital begini memang semua urusan jadi lebih ringkas, cepat dan efisien termasuk dalam urusan membuka rekening saham di perusahaan sekuritas. bahkan beberapa dari antara perusahaan sekuritas sudah menyediakan aplikasi untuk berbagai platform sehingga mempermudah calon investor untuk memulai investasinya dan membantu para investor untuk membeli dan menjual saham atau memantau pergerakan index dan saham-saham. bahkan beberapa aplikasi dilengkapi dengan berbagai macam fitur untuk kemudahan dan kenyamanan investor. singkatnya investasi, profit dan deviden hanya sejauh genggaman tangan J ya iya lah kan semua sudah bisa diakses melalui telepon pintar.

kalo sudah memantapkan hati dan pikiran untuk berinvestasi saham nih silahkan tengok-tengok #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia. Apps nya bisa kalian cari di Apple Store pun di Google Store …. Atau gini dech biar nggak ribet kalian tinggal click link ini: https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product . just some clicks and done!

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
January 13, 2020 10

hari minggu subuh jam 330 pagi, kami antar anak gadis kami ke airport SHIA. pesawat ANA NH 836 akan membawanya ke Narita. transit 1,5 jam di Tokyo dari sana United Airlines akan mengantarnya ke JFK NY. dari JFK Jasmine harus pindah ke Newark Airport untuk seterusnya terbang ke Boston, kota tempatnya belajar. memang cukup merepotkan dengan beberapa kali transit apalagi bagi anak kami yang baru bulan Maret tahun ini akan mencapai 18 tahun.

penerbangan yang panjang puluhan jam tentu membuat tubuh capek dan penat, apalagi selama 3 minggu Christmas break nya di Jakarta acaranya begitu padat bersama kami sekeluarga pun dengan teman-temannya serta ditambah dengan deg2an karena Jasmine terbang seorang diri tanpa teman.

kira-kira jam 720 pagi waktu Jakarta atau 720 malam waktu NY, Jasmine telepon, dan dengan suara bergetar menahan tangis dia cerita :

“Dad, aku sudah ke terminal B tetapi orang counternya mengatakan aku harus balik ke C karena dari sana baru bisa diproses penerbanganku ke Boston. aku turuti dan aku balik ke C lagi tetapi setelah di counter mereka bilang aku harus ke B. ini waktunya sudah mepet dan hampir pasti I’ll miss my flight. and I don’t know why aku nggak bisa pake my BoA Debit Card mungkin rusak atau apa dan aku hanya pegang cash sedikit, ini gimana Dad…..Jasmine takut”

kalimat terakhirnya membuat pertahananku runtuh. membayangkan anak gadisku sendirian, capek dan menghadapi situasi tidak menentu sementara aku disini hampir nggak bisa berbuat apa-apa.

istriku seperti kebanyakan para ibu sudah panik walau aku tahu dia mencoba mengendalikan dirinya supaya tidak menambah kalang kabut situasi.

dengan sekuat tenaga dan emosi aku berusaha mengendalikan diri dan mengembalikan fungsi otak supaya bekerja normal dan rasional. lalu aku berdoa singkat saja : “Tuhan, tolong anakku” kemudian kutarik nafas panjang sambil terus memegang telepon selularku yang terhubung dengan anak gadis ku semata wayang yang sedang ketakutan.

“dek …. sudah lupakan flight mu. sekarang kamu cari bagian informasi, kamu ceritakan masalahmu dan bilang bahwa kamu perlu flight ke Boston secepatnya. kalau kamu perlu beli tiket lagi kamu bisa gunakan kartu kredit. bahkan dari kartu itu kamu bisa tarik cash ( o ya … sewaktu di Jakarta, Ibunya memberikan dia kartu kredit yang hanya boleh digunakan untuk situasi darurat. sehingga Jasmine belum tahu apa saja kegunaan kartu itu termasuk untuk menarik cash. dan mungkin juga dia tidak ingat dia memiliki kartu kredit dari Ibunya ). lakukan seperti yang Papa bilang ya nak”

sambil terus berpikir mencari cara untuk menolongnya, aku mengirim text ke Ibu Mimi Kurniawan – Ibu Mimi adalah orang Indonesia berkantor di NY yang menduduki posisi penting di perusahaan kami. text ku singkat saja : ” Bu, boleh saya call? ada emergency anak saya di bandara JFK”

bukannya menjawab text ku tetapi Ibu Mimi langsung meneleponku kurang dari semenit dari kukirim textku. lalu aku menceritakan situasinya dan meminta ijin beliau untuk menshare nomornya ke Jasmine just in case si adek tidak mendapatkan solusi untuk terbang ke Boston malam itu.

selesai berbicara dengan Ibu Mimi, kukirimkan text ke Jasmine : “dek, ini nomor telepon teman Papa di NY. Papa sudah call Ibu Mimi dan kamu boleh telepon untuk asking for help ya nak. be calm. pasti ada way outnya. kamu tidak sendiri nak and call me kalo kamu sudah senggang”

kira-kira 15 menit kemudian Jasmine telepon : “Dad, aku sudah ke information and mereka bilang counter di terminal C dan B salah kasih informasinya tetapi pesawatku memang sudah berangkat. mereka bilang ada flight terakhir jam 830 tetapi sudah full book. mereka suruh Jasmine tunggu, siapa tahu ada yang last minute cancel….e baru saja mereka bilang begitu, rupanya ada salah satu calon penumpang yang booknya 2 kali sehingga ada 1 seat sisa, jadi Jasmine bisa ikut flight ini dan karena maskapainya sama jadi Jasmine nggak perlu bayar lagi. Now, I can breath Dad. Ini Jasmine sedang duduk di gate untuk nunggu boarding yang sebentar lagi”

lalu aku mandi dan baru sampai kantor ketika jam sudah menunjukkan hampir jam 9 pagi πŸ™

mungkin orang melihat ini sebagai keberuntungan anakku mendapatkan 1 seat left di last flight on that night but aku percaya ini jawaban dari doa orang tua yang meminta pertolongan untuk anaknya.

jam 1105 anakku mengabarkan sudah sampai di dorm dan sedang beberes dan bersiap mau tidur.

ada beberapa poin yang aku mau share dari ceritaku pagi tadi.

sebagai orangtua tentu tidak akan selamanya dan seterusnya menyelesaikan masalah untuk anak-anak kita. anak-anak harus dibiarkan mengatasi masalahnya sendiri karena dari situlah anak-anak belajar dan bertumbuh menjadi dewasa dan matang. tetapi tetap saja mendengar suara anak gadisku diselingi tangisnya berkata : “Dad, Jasmine takut”…. tentu tidak mudah bagiku. membayangkan dia seorang diri, tidak ada yang dia kenal, ribuan kilometer jauhnya dari her main supporting system – abangnya, ibunya dan aku -, dan tidak ada “uang” …. tentu saja sebagai bapak pertahananku jebol juga …. ya benar aku sempat menangis sendirian di ruang tengah. bukankah seharusnya aku ada disaat anak-anakku membutuhkan bapaknya?

walau banyak sekali keterbatasanku sebagai seorang bapak untuk menolong anak-anakku tetapi satu hal yang aku ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masalah mereka masing-masing. setiap saat pikiranku dan doa ku untuk masa depan yang baik dan jodoh yang tepat buat mereka. anak-anakku harus tahu bahwa semua yang ibunya dan aku lakukan adalah memberikan kehidupan terbaik yang kami bisa usahakan. bukankah demikian seharusnya tugas dan kewajiban sebagai orang tua?

a family is a family no matter what ….. benar tetapi aku melihat dalam dimensi yang berbeda.

Ibu Mimi seperti ceritaku diatas, salah satu orang penting di perusahaan tempatku bekerja. kami bertemu dan kenal awalnya memang dari urusan pekerjaan as professional. tetapi aku sungguh beruntung bekerja di tempat yang memungkinkan mengembangkan hubungan yang lebih dari sekedar professional …. ya kami ini keluarga, kami ini teman.

Ibu Mimi bahkan belum kenal Jasmine, mengenal wajah anakku pun belum. tetapi Ibu Mimi melalui text nya bahkan akan mengunjungi anakku saat beliau visit Boston.

terima kasih banyak Ibu Mimi Kurniawan.

tak sabar aku menunggu waktu. Jasmine pasti tertidur lelap tadi malam, paginya dia sudah harus bangun karena sudah ada kelas yang menantinya di semester ini. Miss you dek …. I’ll call you after your class.

written by Roy Hekekire
December 31, 2019 3

pernah nggak sih berpikir atau merasa seakan semua still stay the same walaupun semalam bahkan sampai subuh berpesta merayakan tahun baru? katanya tahun baru? tapi mengapa kok semua terasa sama? masih terbangun dikamar yang sama, matras yang sama, bau kamar yang sama … semua masih sama persis nggak ada yang berubah. lalu apanya dong yang baru yang menjadikan sebagian besar orang di dunia merayakan tahun baru?

waktu memang socially constructed. masyarakat secara kolektif meng create arti dari waktu. waktu sejatinya adalah sebuah ilusi tetapi karena konstruksi social sehingga kita mengenal waktu seperti saat ini. konsep waktu seperti yang kita kenal saat ini karena masyarakat memberikan arti tertentu dari konsep tersebut.

berangkat dari teori konstruksi social tersebut rasanya akan lebih meaningful jika perayaan tahun baru tidak dibatasi sekedar akibat pergantian tanggal 31 Desember ke 1 Januari tetapi setiap saat bisa dimanfaatkan sebagai day1.

bukankah inti dari kehidupan adalah terus menerus berusaha menjadi lebih baik? meninggalkan hal-hal yang sudah lewat, belajar darinya dan self improve menjadi manusia baru ….. setiap saat?

sayup kudengar Day1 dari Honne ……..

You’ll always be my day one
Day zero when I was no one
I’m nothing by myself, you and no one else
Thankful you’re my day one
Thankful you’re my

I got lucky finding you
I won big the day that I came across you
‘Cause when you’re with me, I don’t feel blue
Not a day goes by that I would not redo .……………………………………………………………………

happy new day. happy new year.

written by Roy Hekekire
December 31, 2019 0

seperti kebiasaan yang sudah-sudah, setiap pergantian tahun kami selalu berkumpul keluarga besar. ada acara yang selalu diadakan. nggak pernah berubah formatnya, jujur menjemukan tetapi supaya tidak ada keributan yang tidak perlu ya kami jalani saja.

nggak tahu bagaimana asal mulanya tetapi selain berdoa semua orang yang ada dalam acara itu harus bicara satu persatu. walau bermacam-macam cara bicara dan seterusnya mayoritas isinya adalah review tahun yang sudah berjalan – ditambah dengan segala curhat dan keluh kesah πŸ™‚ dan tentu saja harapan – atau mungkin juga tuntutan harus begini dan begono.

walau jaman sudah berubah dan umur masing-masing keluarga juga berubah tetapi entah mengapa cara yang digunakan tetap saja sama dari tahun ke tahun. aku membayangkan bagi anak-anakku betapa waktu berjalan begitu lambat di acara itu, detik bagaikan menit, menit laksana jam, dan jam serasa tahun πŸ™‚

berubah menjadi relevan memang bukan perkara mudah.

pergantian tahun memang sering digunakan untuk refleksi diri, melihat kebelakang sejenak lalu resolusi. seberapa efektif resolusi itu, seberapa disiplin resolusi itu dilakukan dan ditepati tentu masing-masing punya jawabannya. tetapi seperti itulah siklusnya. resolusi tahun baru setelah refleksi tahun yang sudah lewat.

beberapa orang mempunyai masa lalu yang indah, saking eloknya sehingga layak di ceritakan kembali dengan berbagai tujuan. tetapi tidak sedikit orang yang mempunyai masa lalu yang hanya bisa diceritakan pada diri sendiri.

bukan untuk membandingkan, tetapi saat kupikir masa laluku tidak seindah seperti yang kuharapkan, nyatanya ada lebih banyak lagi yang mempunyai masa lalu tidak seindah masa laluku. saat kukira perjuangan hidupku keras, ternyata ada yang jauh lebih keras menempuh hidup dimasa lalunya. saat kurasa tahun ini adalah tahun paling menantang dalam hidup, ternyata bagi banyak orang kesulitanku bukanlah apa-apa.

saat aku mencapai angka 1 dan kulihat seseorang dititik -2 bukan berarti aku lebih baik dan seseorang itu lebih buruk.

kita tidak sebaik yang kita pikir – orang lain tidak seburuk yang kita kira. each of us have our own problems and mistakes.

orang bijak berkata : never judge someone without knowing the whole story. you may think you understand. but you don’t.

thanks a lot 2019 for the lessons. and welcome 2020, I see 365 opportunities in you.

written by Roy Hekekire
December 30, 2019 0

ITC

karena beberapa alasan, Natal dan akhir tahun ini kami tidak berlibur kemana-mana. hanya 3 malam mengunjungi Bapak di Semarang lalu tinggal di rumah yang kira-kira hanya 50 km jaraknya dari rumah kami di Jakarta.

praktis kami hanya menghabiskan waktu di kota hujan ini. selain karena masih harus berbenah ini itu juga karena kami benar-benar ingin menikmati waktu dengan tidak melakukan apa-apa.

sesekali saja kami keluar komplek sekedar mencari makan dan berbelanja keperluan rumah seperti sapu, alat pel dan sejenisnya πŸ™‚

3 malam yang lalu, kami berbelanja makanan kecil, beberapa minuman, susu, candy dan sejenisnya di sebuah mall yang rasanya paling mentereng di kota ini. setelah memutari deretan rak dan gondola dan tak juga kutemukan minuman yang kucari lalu kupaksakan diriku bertanya ke salah seorang karyawan yang kutemui : “Mas, beer dimana ya?” si karyawan segera menjawab : “kami tidak menjual beer disini pak, mohon maaf” πŸ™‚

tadi sore kami keluar bertiga untuk membeli 3M hook, itu lo cantelan/hook yang ditempel ke dinding untuk menggantung serbet dll πŸ™‚ kami mengunjungi sebuah toko peralatan rumah yang terkenal. tapi toko yang berlantai 5 tersebut kebetulan atau memang begitu ternyata lift nya tidak aktif alias pengunjung harus melalui tangga.

mana lutut ku masih ada masalah demikian pula istriku, maka kami memutuskan mencarinya ditempat lain πŸ™‚ lalu masuklah kami ke sebuah toserba yang lumayan besar, ramai orang disana. tapi tak kutemukan barang yang kucari.

dimobil, anak gadisku bilang begini : “Dad, I think mall disini semua like ITC ya πŸ™‚ tinggal disini max 3 days OK lah selebihnya aku lebih cocok di Jakarta πŸ™‚ jadi kalau kalian mau tinggal disini rumah Jakarta jangan diapa-apain karena next year kalau aku pulang aku mau tinggal di Jakarta aja πŸ™‚

memang benar selama disini kedua anak ku nyaris gabut, sibuk dikamar masing-masing. si Abang sesekali keluar kamar dan mondar-mandir dia taman kecil di lantai 2, sesekali di turun kebawah memeriksa isi kulkas dan membawa beberapa yang dia maui. demikian juga si gadis, hanya turun ketika dia akan berbicara : “Jasmine laper” πŸ™‚ selebihnya mereka berdua bertapa di goa mereka masing-masing.

tinggal ditempat baru memang tidak mudah, perlu adjustment beberapa hal, perlu beradaptasi. sometimes penyesuaian yang dilakukan perlu radikal tapi kadangkala hanya penyesuaian kecil tapi besar ….. seperti mall rasa ITC πŸ™‚

adjustment atau beradaptasi memang bukan semata karena pindah tempat tinggal. bahkan kupikir adjustment adalah hal lumrah dalam keseharian.

lidah pengen makan tempe goreng tetapi si mbak masak tahu. pengen bangun siangan dikit, tapi duo berandal ngajak jalan pagi. maunya jalan-jalan lunch out semua tapi ada yang mager yang hanya minta dibungkusin. bukankah itu semua perlu adjustment?

yang lebih serius misalnya, pengen punya bos baik tapi dapetnya bos yang cranky setiap Senin pagi. maunya punya tempat kerja yang tinggal ngesot dari rumah tapi faktanya harus drive sejam dari rumah atau harus naik kereta.

tapi supaya hidup berjalan damai, seiring sejalan tidak konflik karena hal-hal remeh tentu perlu adjustment.

Eleanor Roosevelt said : be flexible, but stick to your principles.

written by Roy Hekekire
December 25, 2019 0

entah mengapa tiba-tiba istriku berbelanja pernak pernik Natal dan suatu malam dirangkailah pohon buatan lengkap dengan hiasan dan lampu-lampu berdiri mentereng diruang tengah. Ini adalah dekorasi Natal pertama sejak 4 tahun terakhir.

semua gara-gara ada anggota baru dikeluarga kami, Mikey dan Milo πŸ™‚ takut dan kuatir dekorasi diacak-acak mereka berdua sehingga semua simpanan hiasan dan pohon buatan diberikan ke orang lain.

tetapi ada yang aneh dari pohon Natal yang terpasang dirumah. rangkaian yang indah harus terganggu dengan deretan kursi yang terpasang seperti layaknya sebuah benteng …… pohon Natal berbenteng πŸ™‚ ini semua terpaksa dilakukan untuk menghambat serangan iseng kedua anjing peliharaan kami. walaupun demikian beberapa hiasan sudah sukses berhasil dicopet dan menjadi mainan mereka berdua.

walau keindahan pohon Natal tereduksi karena kursi-kursi yang membentuk benteng tapi tetap saja paling tidak kerlap kerlip lampunya membuat suasana khas Natal lebih terasa.

beberapa minggu terakhir topik lama tentang “memberikan ucapan Natal” kembali muncul. bener topik lama yang hanya muncul diawal Desember lalu menghilang dan akan muncul lagi Desember tahun depan πŸ™‚ diskursus, perdebatan dari pihak-pihak bahkan sudah menginvasi time line platform social media apapun.

perdebatan tahunan yang selalu terulang, muter saja tak pernah maju seperti tidak ada topik lain yang lebih bermutu πŸ™‚

sore tadi aku memposting ucapan Selamat Natal di semua platform social media ku. tidak lama kemudian dan bahkan saat aku menulis cerita ini respon dan ucapan selamat dari tman-teman terus bermunculan.

seperti pohon Natal dirumah, yang walau harus dibentengi dengan deretan kursi tetapi tetap saja terpasang, keindahannya kerlip lampunya hiasannya membuat suasana rumah menjadi berbeda.

demikian juga tampaknya walaupun perdebatan tak henti tentang ucapan tertentu tidak akan menghilangkan arti Natal yang sesungguhnya. Natal tetap saja berlangsung – dirayakan atau bahkan tidak dirayakan, diselamati atau tidak diselamati sekalipun. karena Natal tak lebih dari pertemuan seorang individu dengan penciptaNya.

bagiku jalinan pertemanan jauh lebih penting dibandingkan ‘memaksa’ teman-teman yang tidak hendak menyelamati untuk memberikan ucapan selamat.

terima kasih untuk teman-teman semua.

selamat Natal.

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

Ibu

dengan mengendari mobil kami, istriku dan 2 orang anak remaja kami berangkat ke Semarang, kota kelahiranku menengok Bapak dan merayakan malam Natal bersamanya.

memang tidak banyak waktu yang bisa kusediakan baginya, tetapi walau hanya beberapa hari saja kupikir kami tetap harus pergi mudik.

rumah Bapak masih seperti biasanya, tidak banyak perubahan sejak beberapa bulan lalu ketika kami datang mengantar anak gadisku sebelum pergi sekolah jauh. rumah khas orang tua, dinding rumah penuh dengan foto yang berjajar seperti pameran dari tukang foto ternama, barang-barang dari tahun entah kapan masih juga ditempatnya, mematung tak bergerak sedikit berdebu.

sesekali saat istriku menengok disempatkannya membuang barang-barang yang tidak terlalu jelas peruntukkannya. tentu saja itu dilakukannya ketika Bapak sedang tidur. dan pasti sedikit ada omelan sana sini saat diketahuinya beberapa barang pusaka raib dibuang πŸ™‚

ini adalah Natal ke 8 dilaluinya seorang diri tanpa istri. dengan bersusah payah Bapakku berusaha sekuat sisa-sisa tenaganya untuk membuatnya sama. masih ada hiasan Natal yang didekornya, templok sana templok sini. pohon khas Natal yang muncul setahun sekali dipasang diteras rumah lengkap dengan pernak-pernik termasuk lampu kerlap-kerlip πŸ™‚

pagi tadi ketika perut lapar minta diisi di meja makan sudah tersedia makanan khas keluarga kami saat Natal : sup kacang merah πŸ™‚ dan daging woku lengkap. sejak dahulu ketika Ibu masih hidup itulah yang kami harapkan ketika pulang ke rumah.…..sup kacang merah.

walau beda rasa antara masakan almarhum Ibu dan masakan Bapak tapi aku tahu Bapak berusaha semampunya menjaga Natal menjadi tidak berbeda.

walau almarhum Ibu bukan orang yang banyak bicara dan bahkan cenderung diam tetapi tanpa kehadirannya memang rumah menjadi berbeda.

walau aku sendiri sulit menggambarkan dimana bedanya tapi aku merasa memang berbeda.

walau aku seringkali sebel dengan betapa ribetnya istriku dalam menangani urusan-urusan domestic ditambah dengan ribuan kata dan kalimat mengenai ini dan itu tetapi pada saat dia pergi dari rumah entah menengok Bapak, kondangan keluar kota atau sekedar berlibur bersama teman-temannya suasana rumah menjadi seperti kehilangan nyawanya. seperti ada sesuatu yang paling inti dari rumah hilang.

si sulung yang paling sering beradu argumentasi dengan ibunya yang selalu bertanya padaku : “Mama kapan pulang sih?” – padahal begitu Maknya pulang ya mereka berdua akan ribut lagi πŸ™‚ begitu juga dengan kedua anjing kami akan mendadak patuh dan menjadi anjing paling polite dan pendiam sedunia tatkala istriku bepergian.

masing-masing akan melihat seorang perempuan yang dipanggil ibu atau istri dengan predikat-predikat tertentu. itu semua benar. tapi bagiku Ibu dan Istriku adalah inti dan roh dari rumah kami.

Selamat Hari Ibu

Bu, Ar : thank you for loving me, thank you for being the center of our home

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

19 tahun yang lalu, umurku baru awal 30 an aku lupa bulannya untuk pertama kalinya berkenalan dengan sebuah produk investasi reksadana dari sebuah investment management.

waktu itu tentu saja sumber-sumber informasi mengenai investasi belum sebanyak dan semudah seperti saat ini yang menurutku seperti jamur dimusim hujan.

saat itu pada umumnya investasi baru dialokasikan ke instrument tradisional seperti tanah, property, emas atau kebanyakan orang memanfaatkan produk perbankan seperti deposito.

pertanyaan kritisnya adalah mengapa kita harus berinvestasi? pertanyaan ini akan menentukan instrument yang paling tepat dan jangka waktu yang tepat pula.

tentu saja karena aku bukan Certified Financial Planner maka tulisan ini tidak kredibel sama sekali untuk memberikan pengetahuan teknis instrument investasi seperti yang kutulis diatas walau aku juga sedikit banyak mempunyai pengetahuan tentangnya dari buku2 dan artikel2 yang kubaca.

kembali ke cerita 19 tahun yang lalu, sejak saat itu investasi sudah bukan menjadi hal baru buatku, istriku dan kemudian ke 2 anakku.

dari 1 produk reksadana, kami – saya dan istri berinvestasi ke produk reksada yang lain sampai suatu ketika pengetahuan investasi kami mulai bertambah dan kami mengenal instrument investasi di pasar saham.

dari awalnya beberapa juta saja sampai ke angka tertentu saat ini baik dalam bentuk reksadana dan tentu saja saham baik di bursa dalam negeri dan juga salah satu bursa di luar negeri.

praktis bank bukan lagi menjadi tempat β€˜menyimpan’ dan β€˜memperkerjakan’ uang karena ternyata ada instrument bernama saham dan reksadana yang mempunyai potensi memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan deposito misalnya.

dengan berinvestasi dalam instrument saham selain keuntungan finansial – dan saya kurang tertarik untuk bercerita tentang ini di tulisanku kali ini – saya dan istri mendapatkan keuntungan yang lain yaitu pengetahuan. mengapa pengetahuan?

berbeda dengan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, berinvestasi di saham kita dituntut untuk belajar membaca fundamental sebuah emiten yang sahamnya akan di beli atau jual, mengikuti perkembangan dan informasi mengenai ekonomi, sosial dan politik nasional dan global.

benar sekali, investasi di saham hanya sesuai untuk para pembelajar.

ada cerita menarik yang merubah kehidupan keseharian istri saya yang seorang full timer ibu rumah tangga.

tepat setiap 830 pagi dengan iPhone dan hands free terpasang ditelinganya mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama pembahasan beberapa analisa chart beberapa emiten yang direkomendasikan oleh beberapa analis. bayangkan seorang ibu rumah tangga, tanpa background sekolah ekonomi hanya dengan mengikuti beberapa kelas saham, terlibat di group beberapa analis, istriku ini sudah mulai memahami dan tentu saja mendapatkan keuntungan finansial dari investasinya.

sore hari sebelum penutupan pasar, kembali dia melihat apa yang terjadi di pasar saham hari tersebut dan agak malam dia mulai menghitung gain atau β€˜kerugian’ di hari tertentu.

β€˜kerugian’ mengapa ada tanda koma diatas? tentu saja setiap investasi selalu ada kemungkinan untuk rugi tetapi dalam jangka menengah atau panjang kemungkinan gain akan jauh lebih besar dibanding kerugian.

buktinya mudah saja dalam kasus istri saya, uang jajan, jalan2 bahkan ke luar negeri sebagian diperolehnya dari investasinya ini.

sebagai bapak dari 2 orang anak remaja menuju dewasa tentu saja menjadi prioritas ku bukan saja untuk menyediakan hal-hal terbaik yang mampu aku sediakan untuk masa depan mereka tetapi juga menularkan hal-hal baik yang bisa kami contohkan kepada mereka berdua.

sejak beberapa tahun yang lalu saat anak2 duduk di junior high school masing-masing sudah mempunyai rekening reksadana yang di top up setiap bulannya sebagai pengganti menabung di bank. saat masuk usia 17 tahun si sulung sudah mempunyai rekening saham dan sudah mampu bertransaksi sendiri. awal tahun depan adalah saat si bungsu akan membuka rekening saham pertamanya.

maaf maaf ini bukan tentang mau show off, don’t get me wrong ya ….hanya sekedar membagi cerita yang kupikir layak untuk dishare karena ini adalah hal yang baik, mau diikuti silahkan, tidak mau diikuti ya tentu saja nggak apa2 juga πŸ™‚

berinvestasi di saham tampak ribet bagi non investor tetapi dengan belajar dan mengikuti berita2 terkini serta disupport oleh aplikasi2 canggih di telepon pintar dan didukung oleh rekomendasi2 saham unggulan dari para analis akan memudahkan para investor untuk bertransaksi.

seperti cerita tentang istriku, full timer ibu rumah tangga, tidak mempunyai background pendidikan ekonomi bisa juga berinvestasi saham.

atau ceritaku di tulisan sebelumnya tentang kelas2 investasi mayoritas diikuti oleh yang berumur diatas 40 tahunan.

coba bayangkan jika kelas2 tersebut diikuti oleh lebih banyak anak2 muda? masak iya 1 jam sehari nongkrong di cafΓ© atau mabar game online bisa tapi tidak ada waktu untuk belajar dan memulai investasi? yang bener aja ah πŸ™‚

yuk mulai lah hari ini, start small, mulai dari seharga sepasang atau 2 pasang sneakers, lalu datangi lembaga sekuritas yang keren dan terpercaya ….. banyak dan mudah ditemui kok mereka2 itu, helpful pula.

masak iya jaman Kakek Nenek & Papa Mama kalian dulu menabung dibank, masa iya kalian juga ikutan cuma nabung di bank? kerenan dikit dong ah, investasi dipasar modal lah πŸ™‚ …. nggak sekedar menabung tapi juga jadi investor. keren kan?

#SahamisEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
December 21, 2019 0

terminal 3 bandara soekarno hatta malam itu sekitar jam 11 malam saat aku dan istriku sampai tampak ramai. beberapa keluarga terlihat menjemput anak-anak mereka yang mungkin sekolah atau tinggal di bagian dunia yang lain.

suasana menjadi riuh ketika penumpang sudah mulai keluar dari terminal kedatangan. peluk, cium, tawa mendominasi malam itu. ada spanduk kecil yang pasti sudah dipersiapkan satu keluarga dibentangkan : welcome home!

aku ikut senyum-senyum sendiri menyaksikan peristiwa itu sambil berharap cemas mengapa belum ada jadwal kedatangan pesawat yang anakku tumpangi terpampang di monitor.

yang kutunggu akhirnya datang juga, anakku pulang menghabiskan Christmas break nya selama 3 minggu. walau baru juga 4 bulan tapi kurasa sudah lebih lama dari itu πŸ™‚ #lebay …. biar lebay tapi paling tidak aku nggak segitunya sampai harus bikin spanduk kan?

kira-kira 2 jam sebelum aku berangkat ke bandara, saat aku sedang menikmati makan malam sambil berbincang dengan beberapa customer, sebuah telepon masuk lalu kuangkat ….. “halo” kataku. sesaat tidak ada suara sama sekali lalu tiba-tiba hanya suara tangis tersedu-sedu diselingi suara yang kurang jelas kudengar.

dari nama yang muncul dan dari suara tangis yang kudengar dari telepon ku seketika aku mengambil kesimpulan lalu kukatakan …. “Dinda ya Bang?” ….. diseberang sana temanku menjawab “iya pak Dinda”.

Dinda, anak perempuan berusia 5 tahun telah pulang ketempat dari mana dia berasal. perjuangannya telah selesai melawan kanker darah yang dideritanya.

aku bergembira karena anakku pulang. temanku remuk redam hatinya juga karena anaknya pulang.

dalam suasana Natal yang kuperingati, 2 peristiwa ini mengingatkan aku tentang kejadian lebih dari 2000 tahun yang lalu. bahwa suatu ketika ada Anak Allah yang meninggalkan sorga dan pergi kedunia untuk memastikan suatu saat aku akan pulang ketempat darimana Dia berasal.

#natal #pulang