namanya juga teman

3 minutes, 2 seconds

jaman kuliah dulu aku punya beberapa kawan karib – ada 7 jumlahnya, delapan termasuk aku. nggak tahu bagaimana awal mula kisahnya sampai kami ber 8 hampir selalu dijumpai dalam formasi lengkap.

namanya juga mahasiswa, anak kuliahan, uang terbatas, semua terbatas sehingga urusan makanpun bisa jadi urusan yang rumit bin pelik.

tentu saja hanya ada 3 hal yang harus dipenuhi sebelum kami memutuskan akan makan dimana. ya benar : murah, banyak dan enak πŸ™‚

suatu ketika, hari Jumat saat itu, sepulang kuliah pagi kami memutuskan makan soto di daerah Semarang Barat, enak katanya dan murah :). lalu sampailah kami kesana.

bagi yang pernah makan soto ala Semarang pastilah paham bahwa jenis soto ini disajikan dalam mangkok kecil, nasi sudah langsung dicampur dengan soto di mangkok kecil itu.

aku lupa siapa yang berinisiatif sampai kami semua bertaruh : siapa yang makan soto paling sedikit dia yang harus bayar πŸ™‚

edan, sadis, tak berperi kemanusiaan! tapi untung hanya dengan 3 mangkok yang kutelan dengan susah payah membebaskanku dari urusan jadi juru bayar siang itu.

urusan-urusan konyol begini ditambah cita-cita kami untuk membawa pengaruh baru di lingkungan kampus membuat kami begitu akrab dan karib.

suatu ketika teman-teman ku ini mendukungku untuk running sebagai Ketua Badan Perwakilan Mahasiswa dan dengan segala daya upaya, bahu membahu aku dan teman-teman ku ini yang sama sekali tidak terafiliasi dengan warna-warna balonku ada lima – paham maksudku kan πŸ™‚ berhasil membawaku ke kursi itu. teman-temanku berhasil membawaku sebagai orang pertama yang nggak suka warna balon menjadi Ketua BPM πŸ™‚

suatu ketika salah satu rumah teman kami kebanjiran – salah satu banjir terbesar yang pernah terjadi dikotaku gara-gara ada bendungan yang jebol. kami ber 7 berangkat menerjang lautan lumpur dan menjumpai rumah salah satu teman kami sudah porak poranda. seketika kami berinisiatif untuk mengangkut semua pakaian bersih yang sudah jadi kotor, sebisanya kami bawa lalu kami cuci disalah satu rumah teman yang lain. kami cuci kami bersihkan supaya ada pakaian ganti yang bisa digunakan teman kami yang terkena musibah.

beberapa dari kami menyukai bermain basket, yang tidak suka pun ikut datang hanya untuk mendrible bola walau nggak ada beda dengan orang main bola bekel πŸ™‚

beberapa yang lain suka mendaki gunung, yang kemudian membawaku mendaki Gunung Merapi yang gersang, panas dan lumayan berbahaya. jujur sampai sekarang aku nggak paham dimana nikmatnya mendaki gunung πŸ™‚

tapi bukan berarti kami nggak pernah ribut dan bertengkar. perdebatan tentang salah satu topik kuliah bahkan acapkali membawa kami saling tidak enak hati karena debat yang terlalu panas di teras perpustakaan.

tetapi selalu juga kami menemukan cara untuk berkumpul kembali, ribut lagi, berkumpul lagi, ribut lagi …..

namanya juga teman, seribut apapun selalu ingin kembali.

sampai saat ini pertemanan kami masih terjalin akrab walau kami sudah terpencar, 2 di Jakarta, 1 di Tegal, 3 di Semarang dan 2 lainnya sudah di sorga …. Hananto alias Koh Han dan Yudi.

namanya juga teman, saat pulang ke Semarang sesekali kami berkumpul, atau hanya sekedar say hi dan komen-komen sampah di medsos masing-masing. saat ketemu sesekali kami cerita nostalgia lalu ribut lagi…..:)

ya kalo sudah jadi teman memang urusan ribut-ribut akan mudah dan cepat terselesaikan dan damai dengan sendirinya.

kalo bukan teman urusan kecil juga bisa jadi rame. urusan mudah dipersulit ini itu ini itu. begitu ada masalah pada kabur sambil nunjuk-nunjuk πŸ™‚

namanya juga teman, pastilah kesuksesan 1 orang berarti kesuksesan yang lain. jangan juga dibalik kesuksesan 1 orang karena penderitaan teman-teman yang lain πŸ™‚

namanya juga teman, makanya saling tolong menolong.

orang bijak pernah bilang : 1 musuh terlalu banyak 1000 teman terasa kurang.

tapi mana ada sih yang cari musuh? atau menempatkan diri sebagai musuh? nggak ada kan?

tapi jarang senyum, potongan muka jutek, ketus sudah lebih dari cukup untuk membuat seseorang memposisikan dirinya sebagai bukan teman πŸ™‚

lagian mana ada sih teman yang saling jutek, mana ada teman yang saling ketus?

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *