namanya Edwira

1 minutes, 13 seconds

Namanya Edwira, salah satu anggota team di organisasiku.

Sabtu lalu Edwira melakukan fisioterapi karena masalah lutut yang dideritanya. Selepas dari fisioterapi, Edwira mampir di kawasan Blok M untuk melepas lelah.

Dilihatnya sebuah warung semi permanen menjual aneka minuman dan beberapa produk. Dihampirinya warung tersebut, diajak bicaralah si pemilik dan woila ….. Edwira mendapatkan beberapa informasi berharga tentang sebuah produk yang baru saja kami luncurkan kepasar.

Edwira ini bukan siapa-siapa, bukan Presiden Perusahaan, bukan pula menduduki jabatan Direktur, Senior Manager dan seterusnya. Edwira adalah salah seorang field force yang bertanggung jawab di channel Wholesaler.

Hari itu, hari Sabtu – hari dimana field force beristirahat tidak bekerja. Sembari melepas penat sehabis fisioterapi Edwira menyempatkan dirinya ngobrol dengan pemilik warung kecil – yang tentu bukan merupakan tanggung jawabnya di pekerjaan dan digalinya informasi berharga.

Edwira tidak berhenti disitu, dia melanjutkan perbincangan di warung kedua yang dijumpainya masih dikawasan Blok M.

Aku mengetahui cerita ini dari postingannya di internal sosial media yang kami punyai.

Bagi kebanyakan mungkin ini cerita biasa, tidak ada istimewanya tetapi bagiku ini cerita besar karena beberapa alasan.

Seandainya saja ada makin banyak Edwira di organisasiku. Andaikata Edwira bisa di cloning, atau di foto kopi atau apapun yang mungkin bisa dilakukan, tentu saja aku mau.

Dihari liburnya, bukan channel yang merupakan tanggungjawabnya, ditengah kesakitannya, Edwira memberiku pelajaran berharga tentang sebuah komitmen, tanggungjawab dan kepedulian yang sangat besar jauh melampaui apa yang seharusnya Edwira kerjakan.

Edwira sampai berjumpa Kamis ini, berceritalah kepadaku mengapa engkau lakukan itu, aku mau tahu ……

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *