Mak Item

2 minutes, 4 seconds

Orang mengenal sebagai Mak Item.

Karena segan bertanya kepada anak sekaligus penjaga warung makan itu maka kutanyakan kepada Chandra dan Dhimas yang menemaniku siang tadi mengapa namanya begitu.

Mungkin karena kulitnya yang memang benar2 hitam, atau istilah Dhimas eksotis jawab mereka berdua.

Warung Mak Item berlokasi di dekat area loading dock Electronic City – SCBD. Tidak begitu besar memang. Disana hanya ada 1 tempat display dari alumunium tempat segala macam lauk-pauk, sayur – mayur, rokok dan beberapa barang dagangan lain yang hanya dijejalkan disana dan disini.

Ada juga 2 buah meja tempat 2 container plastic bermuatan segala macam gorengan dan diujung sebelahnya lagi tempat bersemayam deretan gelas plastik siap untuk menampung apapun minuman pesanan dari para pengunjung warung itu yang sebagian besar para pekerja diseputaran SCBD.

Sungguh kontras antara warung Mak Item diantara segala “kemewahan” kawasan SCBD.

Siang tadi panas sekali, panas sekali. entah sudah berapa botol air mineral yang berusaha mendinginkan tubuhku yang sudah banjir keringat.

Sambil bertanya dan mencari informasi ini dan itu, tiba-tiba Chandra bilang : pak …. ini dalam sehari, rata-rata di warung ini terjual 1.000 gelas, campur ada es teh, kopi panas, kopi dingin.

Berapa? 1.000? kataku kurang sedikit paham. Iya pak …. 1.000 gelas sehari kata Chandra menegaskan.

Di sebelah luar etalase alumunium milik Mak Item terdapat 2 kertas putih yang sdh dilapis laminating. 1 buah berisi daftar rokok dan harganya, sedangkan 1 lainnya berisi daftar makanan dan minuman yang tersedia.

Dari daftar harga makanan dan minuman muncul lah Nasi Uduk sebagai peringkat pertama kemahalannya ….. Rp.6.000. Dan Es Teh Manis sebagai juru kunci dengan harga Rp. 3.000.

Langsung kalkulator Karce 🙂 yang terinstal di otakku yang nggak seberapa ini mulai menghitung.

Taruhlah hanya Es Teh Manis yang terjual seharga Rp.3.000 x 1.000 gelas …… bukankah itu berarti Rp. 3.000.000 ……. hah Rp. 3.000.000 sehari…… yang benar aja, hanya untuk urusan Es Teh?

Untuk menghindari blog ini sebagai soal cerita ujian matematika, maka kusederhanakan saja. Anggap modal untuk beli teh, gula, gelas plastik dan es semahal-mahalnya separo dari harga jual yang Rp.3.000 itu, sehingga Mak Item menghasilkan Rp.1.500.000 setiap hari dari gelas-gelas minuman.

Jika dalam sebulan warung Mak Item buka 25 hari maka setiap bulannya dari urusan es teh manis beliau bisa menghasilkan Rp. 75.000.000 gross !!! atau paling tidak setelah potong modal, ongkos ini dan itu Mak Item bisa membawa penghasilan sebesar Rp. 37.500.000 / bulan !!!

Langsung jadi ingat yang sempat viral beberapa waktu yang lalu, saat seseorang berkicau tentang kepantasan “harga” fresh graduate jebolan universitas ternama 🙂

Mak Item bisa jadi tidak lulus dari mana-mana tetapi dari kesederhanaan warung dan usahanya aku belajar …… bahwa kenyataan seringkali berbeda dibandingkan oleh apa yang tertangkap oleh mata.

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *