Jempol

1 minutes, 49 seconds

akhirnya pertahananku jebol juga untuk tidak ikut meramaikan beberapa berita terakhir ini baik lewat media mainstream terlebih di jagat maya media sosial. 

seorang perwira menengah angkatan bersenjata yang baru juga 3 bulan menduduki jabatan dicopot, ditahan 14 hari hanya gara-gara jempol sang istri yang tidak disiplin.

hampir diwaktu yang sama, seorang prajurit dan bintara dari angkatan bersenjata juga mengalami nasib yang sama lagi-lagi hanya gara-gara disiplin jempol.

tetapi jika beberapa contohku diatas masih kurang meyakinkan, teman-teman silahkan saja sedikit buang waktu memperhatikan beberapa platform sosial media. urusan jempol makin kesini makin ngeri-ngeri sedap tampaknya.

tetapi sebelum mengupas tentang perjempolan, pertanyaan yang kupikir beberapa hari terakhir ini adalah : apakah ini sesederhana urusan salah satu anggota dari jari jemari yang bernama jempol? apakah mungkin sesungguhnya ada hal lain yang menjadi dasar mengapa si jempol menjadi makin liar tak terkendali?

kata yang dirangkai menjadi kalimat yang cenderung singkat yang memang dibatasi oleh media sosial tentu menjadi hambatan utama untuk mengekspresikan hasil olah pikir yang bernama analisa yang didukung oleh berbagai data, fakta.

dan memang media sosial tampaknya tidak didesign untuk mengekspresikan hasil buah pikir yang bernama ide, mendiskusikannya, berdebat, beragumen untuk memperkaya kehausan manusia terhadap intelektualitas.

diperkeruh lagi dengan kemalasan untuk berpikir, menganalisa, membaca buku atau artikel bermutu menjadikan tulisan singkat di media sosial dengan topik serius jauh dari penyampaian ide intelektual tetapi sebaliknya …..beberapa orang melabeli nya dengan ‘nyinyir”.

don’t get me wrong teman-teman … tulisanku ini tentu tidak bermaksud nyinyir terhadap posting-postingan nyinyir di media sosial ya. 

tapi mungkin dunia lebih enak, nyaman dan menghibur jika sosial media kita pakai untuk yang santai-santai saja ….. cerita tentang jalan-jalan, memasak, main dengan anak, hobby, atau sekedar lucu-lucuan.

buat teman-teman yang serius mengikuti berita-berita terkini mengenai politik, ekonomi dan sejenisnya dan ingin mengungkapkan hasil olah pikir masing-masing mungkin lebih baik menulis artikel, lalu bisa kirimkan ke surat kabar atau posting di blog masing-masing. 

eh … aku lumayan terhibur juga lo melihat unggahan-unggahan beberapa teman di sosial media yang menyadarkanku bahwa tidak sedikit teman yang ahli dalam segalanya tergantung musimnya.

musim Pemilu menjadi ahli politik. musim asap menjadi ahli lingkungan hidup, lalu musim sepakbola menjadi pengamat dan memberi ulasan sepakbola ….. hebat kali teman-temanku, sekolah dimana rupanya kau kawan 🙂

bagaimana menurut kalian?

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *