ITC

2 minutes, 21 seconds

karena beberapa alasan, Natal dan akhir tahun ini kami tidak berlibur kemana-mana. hanya 3 malam mengunjungi Bapak di Semarang lalu tinggal di rumah yang kira-kira hanya 50 km jaraknya dari rumah kami di Jakarta.

praktis kami hanya menghabiskan waktu di kota hujan ini. selain karena masih harus berbenah ini itu juga karena kami benar-benar ingin menikmati waktu dengan tidak melakukan apa-apa.

sesekali saja kami keluar komplek sekedar mencari makan dan berbelanja keperluan rumah seperti sapu, alat pel dan sejenisnya 🙂

3 malam yang lalu, kami berbelanja makanan kecil, beberapa minuman, susu, candy dan sejenisnya di sebuah mall yang rasanya paling mentereng di kota ini. setelah memutari deretan rak dan gondola dan tak juga kutemukan minuman yang kucari lalu kupaksakan diriku bertanya ke salah seorang karyawan yang kutemui : “Mas, beer dimana ya?” si karyawan segera menjawab : “kami tidak menjual beer disini pak, mohon maaf” 🙂

tadi sore kami keluar bertiga untuk membeli 3M hook, itu lo cantelan/hook yang ditempel ke dinding untuk menggantung serbet dll 🙂 kami mengunjungi sebuah toko peralatan rumah yang terkenal. tapi toko yang berlantai 5 tersebut kebetulan atau memang begitu ternyata lift nya tidak aktif alias pengunjung harus melalui tangga.

mana lutut ku masih ada masalah demikian pula istriku, maka kami memutuskan mencarinya ditempat lain 🙂 lalu masuklah kami ke sebuah toserba yang lumayan besar, ramai orang disana. tapi tak kutemukan barang yang kucari.

dimobil, anak gadisku bilang begini : “Dad, I think mall disini semua like ITC ya 🙂 tinggal disini max 3 days OK lah selebihnya aku lebih cocok di Jakarta 🙂 jadi kalau kalian mau tinggal disini rumah Jakarta jangan diapa-apain karena next year kalau aku pulang aku mau tinggal di Jakarta aja 🙂

memang benar selama disini kedua anak ku nyaris gabut, sibuk dikamar masing-masing. si Abang sesekali keluar kamar dan mondar-mandir dia taman kecil di lantai 2, sesekali di turun kebawah memeriksa isi kulkas dan membawa beberapa yang dia maui. demikian juga si gadis, hanya turun ketika dia akan berbicara : “Jasmine laper” 🙂 selebihnya mereka berdua bertapa di goa mereka masing-masing.

tinggal ditempat baru memang tidak mudah, perlu adjustment beberapa hal, perlu beradaptasi. sometimes penyesuaian yang dilakukan perlu radikal tapi kadangkala hanya penyesuaian kecil tapi besar ….. seperti mall rasa ITC 🙂

adjustment atau beradaptasi memang bukan semata karena pindah tempat tinggal. bahkan kupikir adjustment adalah hal lumrah dalam keseharian.

lidah pengen makan tempe goreng tetapi si mbak masak tahu. pengen bangun siangan dikit, tapi duo berandal ngajak jalan pagi. maunya jalan-jalan lunch out semua tapi ada yang mager yang hanya minta dibungkusin. bukankah itu semua perlu adjustment?

yang lebih serius misalnya, pengen punya bos baik tapi dapetnya bos yang cranky setiap Senin pagi. maunya punya tempat kerja yang tinggal ngesot dari rumah tapi faktanya harus drive sejam dari rumah atau harus naik kereta.

tapi supaya hidup berjalan damai, seiring sejalan tidak konflik karena hal-hal remeh tentu perlu adjustment.

Eleanor Roosevelt said : be flexible, but stick to your principles.

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *