Diam

47 seconds

dari lantai 2 dia turun ketika dilihatnya aku duduk sendiri di ruang tengah.

seketika dia bertanya : you ngapain Dad? ….. beberapa saat aku hanya diam dan kujawab : Papa sedih.

dia menghampiriku, ikut duduk bersamaku. dia diam, aku diam. dan dia terus diam.

cukup lama kami berdua duduk dalam diam……sunyi, tidak ada yang berbicara.

anak sulungku memang irit bicara – kecuali saat ada ide besar yang dia akan diskusikan, bahkan kami pernah bicara berdua, berdiskusi berjam2 diteras rumah tepat dimalam tahun baru :).

dalam diamnya, dalam perasaan sedih yang pasti dirasakannya juga, anakku ini berusaha menolongku, menolong bapaknya….hanya dengan duduk disampingku dan diam tak bersuara.

begitu juga Mikey dan Milo….tak seperti biasanya  yang selalu ribut berebut botol plastik kosong atau keset rumah….malam itu mereka juga diam, tidak ada yang berisik.

2 orang laki2 dan 2 ekor anjing jantan …… semua terdiam dengan pikiran dan perasaan masing2.

laki2 memang punya caranya sendiri mengatasi perasan. tidak dengan bicara, tetapi dalam diam.

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *