Category: married

written by Roy Hekekire
April 20, 2020 2

mengenalnya sejak tahun pertamanya di Universitas dan Fakultas yang sama. kami berteman, tidak lebih. 3 tahun waktu yang cukup untuk menyadarkanku bahwa pertemanan saja tidak cukup. lalu aku melangkah lebih. kami berpacaran. sayang waktu tidak terlalu berpihak banyak. hanya selang 6 bulan setelah kami menapak lebih dari sekedar pertemanan kami harus berpisah kota. aku lulus dan mulai bekerja, dari satu kota ke kota lain. tak lama dia juga lulus lalu kembali ke Jakarta.

hubungan kami terus berlanjut 4,5 tahun sebelum kami memutuskan untuk menikah.

tidak mudah melalui waktu-waktu berpacaran jarak jauh dijaman itu. tidak ada email, tidak ada WhatsApp, tidak ada SosMed. hanya ada telepon kartu yang paling beken saat itu. sesekali berkirim surat.

apalagi perbedaan suku diantara kami ternyata tidak semudah yang kubayangkan sebelumnya. tetapi karena keputusan kami sudah bulat maka semua perbedaan, rintangan yang potensial akan terjadi sudah siap kami hadapi 🙂

hari ini kami merayakan 24 tahun pernikahan kami. belum begitu panjang memang, tapi juga bukan waktu yang pendek.

ada waktu-waktu yang manis tetapi juga ada waktu-waktu kami berjuang untuk tidak hanya mempertahankan tetapi memastikan perkawinan kami berjalan seperti yang kami inginkan.

dia tidak hanya memberikanku seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. tidak juga hanya ‘memberikan’ Mike dan Milo 🙂 bagi keluarga kami. diatas semua itu dia sudah memberikan hidupnya bagiku, bagi anak-anak kami, bagi keluarga kami.

Ar, terima kasih sudah memilihku dan tetap memutuskan bersamaku dimasa-masa sulit kita dulu. terima kasih untuk tetap setia disaat aku salah memilih jalan. terima kasih untuk terus mendukung semua cita-cita dan angan-anganku untuk anak-anak dan keluarga kita. terima kasih untuk tidak menuntut semua hal yang aku nggak bisa provide.

Ar, terima kasih banyak.

I love you