Category: life wisdom

written by Roy Hekekire
August 19, 2019 0

kembali ke sebuah gedung kantor tempat ku bekerja beberapa tahun yang lalu, tidak lama hanya 2 tahun disini. tetapi bukan sembarang gedung kerena tempat ini adalah salah satu tempat darimana salah satu perusahaan raksasa di negeri ini dibangun dan berkembang.

sudah banyak perubahan dari sisi design interiornya dibanding sebelumnya. lebih modern dengan warna warni disana sini, susunan meja kerja yang lebih terbuka dan woila ….. ada cukup banyak spot-spot untuk duduk lebih santai sambal berdiskusi dengan lebih rileks. kantor ini sudah berubah.

berusia 106 tahun dan berubah …. bukan hal yang mudah dilakukan tentunya mengingat sejarah yang panjang dengan segudang cerita dan peristiwa penuh nostalgia  menguras emosi dan cenderung membawa kita kembali ke masa itu.

tadi pagi berangkat dari hotel tempatku menginap menuju ke kantor legendaris ini aku menumpang sebuah taksi yang dikemudikan pak Hadi Ramono, kutaksir berusia mendekati 60 tahun. pak Hadi tidak banyak bicara sepanjang perjalanan, hanya fokus mengemudi, sangat cekatan dan cenderung mengebut 🙂

tidak tahu bagaimana asal mulanya karena aku asyik memeriksa beberapa pesan masuk di cell phone ku, tiba2 mobil di rem dengan sangat mendadak, aku tersontak dan mobil zig zag beberapa saat dan terdengar derit ban yang lumayan kencang lalu kemudian pak Hadi membanting setir ke kiri untuk menghindari benturan dengan mobil didepan yang hanya beberapa meter jauhnya setelah sebelumnya dengan cepat beliau menengok ke kaca spion untuk melihat apakah ada mobil dari belakang yang melaju kencang.  selamat kami dari kecelakan pagi itu.

kaca spion yang kecil itu menjadi salah satu perangkat vital pagi itu.

sesekali melihat kebelakang untuk sejenak melihat apa yang sudah aku lewati, belajar dari peristiwa2 yang terjadi dan bersyukur untuk semua peristiwa baik dan buruk untuk selanjutnya melanjutnya perjalanan.

benar, melanjutkan perjalanan, berpikir kedepan dan melangkah maju, terus maju.

karena terus menerus menoleh kebelakang hanya akan menjebak diriku sendiri pada semua peristiwa nostalgia.

easier said than done ….. untuk berubah memang jauh lebih mudah dikatakan daripada dilakukan. itu sebabnya seringkali aku berkeinginan untuk berubah tetapi tetap saja diam ditempat atau bahkan terus kembali dalam kehidupan masa lalu.

aku belajar bahwa komitmen saja tidak cukup TETAPI perlu melangkah untuk melakukan sesuatu yang benar2 baru. doing my first step over and over again until become my habit.

kalimat bijak berkata : melakukan hal yang sama tetapi mengharapkan sesuatu hasil yang berbeda sejatinya adalah sebuah kebodohan besar.

lalu aku bertanya pada diriku sendiri : aku sudah banyak melakukan kesalahan, banyak sekali jalan salah yang ku pilih dan rasanya tak bisa lagi kuhapus semua kesalahan itu. lalu aku harus bagaimana?

tentu saja masa lalu tak mungkin bisa dihapus. justru dari masa lalu lah aku bisa berkaca untuk menentukan langkah kedepan selanjutnya bukan? lagipula bukankah setiap orang mempunyai masa lalu dan kesalahannya masing2?

seperti kaca spion yang selalu lebih kecil dibanding kaca depan pada sebuah mobil tentu ada maksudnya.

pertanyaan utamanya adalah : apakah ingin maju, diam ditempat atau bahkan mungkin kembali kemasa lalu? tidak ada pilihan lain kurasa.

jika ingin maju kedepan tak ada pilihan lain selain melihat kaca depan lebih fokus dan lebih sering dibanding melihat kaca spion.

gimana kalo kaca spion nya rusak karena disenggol atau ditabrak kendaraan lain? 🙂

(1) tentu perlu ku review bagaimana caraku mengemudi? teledor kah, ugal2an kah? tidak disiplinkah? jika jawabannya ya tentu saja aku harus merubah caraku mengemudi dengan lebih baik dan hati2.

(2) segera ganti kaca spion. dan memastikan kaca spionku tidak lebih besar dari kaca depan

bagaimana menurutmu?

written by Roy Hekekire
August 1, 2019 0

25

selesai makan siang, sebuah email masuk ke Inbox. kubuka dan ternyata sebuah undangan untuk datang dan menerima Peniti Emas – sebuah penghargaan bagi setiap karyawan dengan masa kerja 25 tahun yang diberikan setiap kali perusahaanku memperingati hari jadinya di bulan Agustus.

lumayan kaget, campur aduk perasaan, nggak jelas mana yang lebih dominan karena setiap tahun aku pun juga menerima undangan serupa tetapi biasanya salah satu atau beberapa anggota team ku yang menerima penghargaan ini, tetapi kali ini aku harus datang sendiri karena salah satu penerimanya adalah aku.

25 tahun? really? selama itukah sudah aku di company ini?

rasanya baru kemarin di recruit, ditraining, dikirim kesana kemari. tahun ini sudah 25 tahun? ah yang bener? salah hitung kali ya? – denial mode on 🙂

karena bingung nggak tahu bagaimana harus bereaksi langsung kukirim message ke istriku dan salah satu group yang berisi 3 orang teman – kami menyebutnya Boy Band – nggak jelas kapan juga kami main band :), boy? tambah nggak jelas lagi …. 🙂

ada yang menarik dari salah satu response yang kuterima ….. jadi separo umur di company ya? ….. u la la …… benar juga ya separo dari umurku ada di company ini. dan itu juga berarti aku tumbuh menjadi dewasa di company ini.

langsung ingatan terlempar January 1994, tanggal 17, hari Senin, hari dimana aku sign contract dalam program Management Trainee.

sejak saat itu bersama company ini aku merasakan pahit dan manis, suka dan duka, dari satu perubahan ke perubahan lainnya ….. sebuah company yang tidak pernah kubayangkan sebelumnya, yang mengajariku banyak hal, yang memberiku ruang dan kesempatan untuk berbuat salah dan memperbaikinya, sebuah company yang memberiku kebebasan untuk berkembang sesuai dengan potensiku, sebuah company yang membuatku bertemu dengan orang-orang yang kemudian menjadi keluarga ke 2 ku.

apakah hanya itu? tentu saja tidak!

ada kalanya frustasi, putus asa dan berpikir untuk keluar bahkan sudah sampai tahap serius. but again family is family ….. sometimes we argue, bahkan bertengkar, marah, dll dll …. but in the end family stick together to face and solve our problem.

company ini memang bukan yang paling sempurna tetapi sudah menjadi DNA kami untuk Striving for Excellence …. bukankah itu lebih menarik dan menantang?

ditengah proses transformasi yang sedang terjadi di company ini baik di level global atau local Indonesia, tentu saja aku menjadi penasaran apa yang akan terjadi, proses apa yang akan dilalui dan akhirnya akan menjadi seperti apa kelak … disaat itulah aku disadarkan bahwa 25 tahun sudah aku disini!

memang pengalaman bukanlah segala BUT dengan jam terbang segitu lama, pengetahuan tentang market, bisnis, organisasi dan orang2 yang ada disini masak iya tidak ada yang bisa aku lakukan lagi untuk terlibat aktif dalam proses perubahan ini? masak iya cuma jadi penonton dan jadi objek dari perubahan?

yang ada dipikiranku saat ini cuma 1 yaitu : aku ingin melihat akan seperti apa company ini 5 tahun dari sekarang? akan seberapa transform dibandingkan tahun 1994 tahun aku bergabung disini?

lebih dari sekedar penasaran karena keterlibatanku tentu sedikit banyak akan juga mempengaruhi bagaimana organisasi ini akan berjalan dan berubah.

25 tahun hanyalah sekedar angka karena aku #menolaktua 🙂

Sampoerna terima kasih!

written by Roy Hekekire
July 26, 2019 0

namanya Dewi Febriyanti, seorang gadis siswi sebuah SMP di Tangerang yang berjualan bakpao di Pompa Bensin sebelah Perubahan Ubud, Tangerang, sepulang sekolah hingga tengah malam. bahkan apabila ada pekerjaan rumah dari sekolahnya maka Dewi akan mengerjakannya sambil berjualan.

kisah Dewi mengetuk hati banyak pihak hingga muncul sebuah gerakan untuk menggalang dana untuk mensupport gadis remaja ini untuk meneruskan sekolahnya.

namanya pak Catur, driver yang menemaniku setiap hari menempuh macetnya jalanan Jakarta. rumah pak Catur berjarak 40 km dari tempat tinggal ku. yang artinya beliau harus menempuh 80 km setiap hari pergi dan pulang dengan menaiki sepeda motornya yang sederhana.

jam 5 pagi pak Catur sdh harus berangkat dari rumah dan kembali lagi sampai ke rumahnya di Cileungsi jam 10 malam. tentu saja dengan keadaan capek luar biasa.

beliau mempunyai 3 orang anak, yang terkecil baru di level PAUD. sehingga saban hari beliau hanya mempunyai beberapa jam saja bertemu, berbincang, bermain dengan ketiga orang anaknya.

tidak ada yang aneh dengan kedua ceritaku tadi. hal sangat biasa yang terjadi dalam kehidupan sebagian kita.

kisah inspiratif Dewi tentu bukan satu2nya cerita. terlalu banyak cerita seperti ini. seseorang yang mengorbankan masa kecil, masa remajanya untuk mendukung cita2 yg mereka miliki masing2.

masa bermain dan berexplorasi dengan sengaja dilepaskan untuk mendapatkan sesuatu yang lain – uang, yang kemudian uang tersebut akan juga mereka lepaskan supaya  mendapatkan pendidikan, kesehatan atau sesuatu yang lain.

pak Catur melepaskan waktu yang dimiliki untuk mendapatkan sesuatu supaya ke tiga orang anaknya mendapatkan kehidupan yang lebih baik, termasuk sekolah dan pendidikan mereka.

kehidupan memang aneh. kehidupan pada hakekatnya adalah sebuah proses untuk melepaskan sesuatu untuk mendapatkan sesuatu yang pada waktu nya akan dilepaskan juga.

tidak satupun yang diperoleh dalam hidup yang tidak akan dilepaskan.

itu lah hidup