Category: daughter

written by Roy Hekekire
January 13, 2020 10

hari minggu subuh jam 330 pagi, kami antar anak gadis kami ke airport SHIA. pesawat ANA NH 836 akan membawanya ke Narita. transit 1,5 jam di Tokyo dari sana United Airlines akan mengantarnya ke JFK NY. dari JFK Jasmine harus pindah ke Newark Airport untuk seterusnya terbang ke Boston, kota tempatnya belajar. memang cukup merepotkan dengan beberapa kali transit apalagi bagi anak kami yang baru bulan Maret tahun ini akan mencapai 18 tahun.

penerbangan yang panjang puluhan jam tentu membuat tubuh capek dan penat, apalagi selama 3 minggu Christmas break nya di Jakarta acaranya begitu padat bersama kami sekeluarga pun dengan teman-temannya serta ditambah dengan deg2an karena Jasmine terbang seorang diri tanpa teman.

kira-kira jam 720 pagi waktu Jakarta atau 720 malam waktu NY, Jasmine telepon, dan dengan suara bergetar menahan tangis dia cerita :

“Dad, aku sudah ke terminal B tetapi orang counternya mengatakan aku harus balik ke C karena dari sana baru bisa diproses penerbanganku ke Boston. aku turuti dan aku balik ke C lagi tetapi setelah di counter mereka bilang aku harus ke B. ini waktunya sudah mepet dan hampir pasti I’ll miss my flight. and I don’t know why aku nggak bisa pake my BoA Debit Card mungkin rusak atau apa dan aku hanya pegang cash sedikit, ini gimana Dad…..Jasmine takut”

kalimat terakhirnya membuat pertahananku runtuh. membayangkan anak gadisku sendirian, capek dan menghadapi situasi tidak menentu sementara aku disini hampir nggak bisa berbuat apa-apa.

istriku seperti kebanyakan para ibu sudah panik walau aku tahu dia mencoba mengendalikan dirinya supaya tidak menambah kalang kabut situasi.

dengan sekuat tenaga dan emosi aku berusaha mengendalikan diri dan mengembalikan fungsi otak supaya bekerja normal dan rasional. lalu aku berdoa singkat saja : “Tuhan, tolong anakku” kemudian kutarik nafas panjang sambil terus memegang telepon selularku yang terhubung dengan anak gadis ku semata wayang yang sedang ketakutan.

“dek …. sudah lupakan flight mu. sekarang kamu cari bagian informasi, kamu ceritakan masalahmu dan bilang bahwa kamu perlu flight ke Boston secepatnya. kalau kamu perlu beli tiket lagi kamu bisa gunakan kartu kredit. bahkan dari kartu itu kamu bisa tarik cash ( o ya … sewaktu di Jakarta, Ibunya memberikan dia kartu kredit yang hanya boleh digunakan untuk situasi darurat. sehingga Jasmine belum tahu apa saja kegunaan kartu itu termasuk untuk menarik cash. dan mungkin juga dia tidak ingat dia memiliki kartu kredit dari Ibunya ). lakukan seperti yang Papa bilang ya nak”

sambil terus berpikir mencari cara untuk menolongnya, aku mengirim text ke Ibu Mimi Kurniawan – Ibu Mimi adalah orang Indonesia berkantor di NY yang menduduki posisi penting di perusahaan kami. text ku singkat saja : ” Bu, boleh saya call? ada emergency anak saya di bandara JFK”

bukannya menjawab text ku tetapi Ibu Mimi langsung meneleponku kurang dari semenit dari kukirim textku. lalu aku menceritakan situasinya dan meminta ijin beliau untuk menshare nomornya ke Jasmine just in case si adek tidak mendapatkan solusi untuk terbang ke Boston malam itu.

selesai berbicara dengan Ibu Mimi, kukirimkan text ke Jasmine : “dek, ini nomor telepon teman Papa di NY. Papa sudah call Ibu Mimi dan kamu boleh telepon untuk asking for help ya nak. be calm. pasti ada way outnya. kamu tidak sendiri nak and call me kalo kamu sudah senggang”

kira-kira 15 menit kemudian Jasmine telepon : “Dad, aku sudah ke information and mereka bilang counter di terminal C dan B salah kasih informasinya tetapi pesawatku memang sudah berangkat. mereka bilang ada flight terakhir jam 830 tetapi sudah full book. mereka suruh Jasmine tunggu, siapa tahu ada yang last minute cancel….e baru saja mereka bilang begitu, rupanya ada salah satu calon penumpang yang booknya 2 kali sehingga ada 1 seat sisa, jadi Jasmine bisa ikut flight ini dan karena maskapainya sama jadi Jasmine nggak perlu bayar lagi. Now, I can breath Dad. Ini Jasmine sedang duduk di gate untuk nunggu boarding yang sebentar lagi”

lalu aku mandi dan baru sampai kantor ketika jam sudah menunjukkan hampir jam 9 pagi 🙁

mungkin orang melihat ini sebagai keberuntungan anakku mendapatkan 1 seat left di last flight on that night but aku percaya ini jawaban dari doa orang tua yang meminta pertolongan untuk anaknya.

jam 1105 anakku mengabarkan sudah sampai di dorm dan sedang beberes dan bersiap mau tidur.

ada beberapa poin yang aku mau share dari ceritaku pagi tadi.

sebagai orangtua tentu tidak akan selamanya dan seterusnya menyelesaikan masalah untuk anak-anak kita. anak-anak harus dibiarkan mengatasi masalahnya sendiri karena dari situlah anak-anak belajar dan bertumbuh menjadi dewasa dan matang. tetapi tetap saja mendengar suara anak gadisku diselingi tangisnya berkata : “Dad, Jasmine takut”…. tentu tidak mudah bagiku. membayangkan dia seorang diri, tidak ada yang dia kenal, ribuan kilometer jauhnya dari her main supporting system – abangnya, ibunya dan aku -, dan tidak ada “uang” …. tentu saja sebagai bapak pertahananku jebol juga …. ya benar aku sempat menangis sendirian di ruang tengah. bukankah seharusnya aku ada disaat anak-anakku membutuhkan bapaknya?

walau banyak sekali keterbatasanku sebagai seorang bapak untuk menolong anak-anakku tetapi satu hal yang aku ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masalah mereka masing-masing. setiap saat pikiranku dan doa ku untuk masa depan yang baik dan jodoh yang tepat buat mereka. anak-anakku harus tahu bahwa semua yang ibunya dan aku lakukan adalah memberikan kehidupan terbaik yang kami bisa usahakan. bukankah demikian seharusnya tugas dan kewajiban sebagai orang tua?

a family is a family no matter what ….. benar tetapi aku melihat dalam dimensi yang berbeda.

Ibu Mimi seperti ceritaku diatas, salah satu orang penting di perusahaan tempatku bekerja. kami bertemu dan kenal awalnya memang dari urusan pekerjaan as professional. tetapi aku sungguh beruntung bekerja di tempat yang memungkinkan mengembangkan hubungan yang lebih dari sekedar professional …. ya kami ini keluarga, kami ini teman.

Ibu Mimi bahkan belum kenal Jasmine, mengenal wajah anakku pun belum. tetapi Ibu Mimi melalui text nya bahkan akan mengunjungi anakku saat beliau visit Boston.

terima kasih banyak Ibu Mimi Kurniawan.

tak sabar aku menunggu waktu. Jasmine pasti tertidur lelap tadi malam, paginya dia sudah harus bangun karena sudah ada kelas yang menantinya di semester ini. Miss you dek …. I’ll call you after your class.

written by Roy Hekekire
December 21, 2019 0

terminal 3 bandara soekarno hatta malam itu sekitar jam 11 malam saat aku dan istriku sampai tampak ramai. beberapa keluarga terlihat menjemput anak-anak mereka yang mungkin sekolah atau tinggal di bagian dunia yang lain.

suasana menjadi riuh ketika penumpang sudah mulai keluar dari terminal kedatangan. peluk, cium, tawa mendominasi malam itu. ada spanduk kecil yang pasti sudah dipersiapkan satu keluarga dibentangkan : welcome home!

aku ikut senyum-senyum sendiri menyaksikan peristiwa itu sambil berharap cemas mengapa belum ada jadwal kedatangan pesawat yang anakku tumpangi terpampang di monitor.

yang kutunggu akhirnya datang juga, anakku pulang menghabiskan Christmas break nya selama 3 minggu. walau baru juga 4 bulan tapi kurasa sudah lebih lama dari itu 🙂 #lebay …. biar lebay tapi paling tidak aku nggak segitunya sampai harus bikin spanduk kan?

kira-kira 2 jam sebelum aku berangkat ke bandara, saat aku sedang menikmati makan malam sambil berbincang dengan beberapa customer, sebuah telepon masuk lalu kuangkat ….. “halo” kataku. sesaat tidak ada suara sama sekali lalu tiba-tiba hanya suara tangis tersedu-sedu diselingi suara yang kurang jelas kudengar.

dari nama yang muncul dan dari suara tangis yang kudengar dari telepon ku seketika aku mengambil kesimpulan lalu kukatakan …. “Dinda ya Bang?” ….. diseberang sana temanku menjawab “iya pak Dinda”.

Dinda, anak perempuan berusia 5 tahun telah pulang ketempat dari mana dia berasal. perjuangannya telah selesai melawan kanker darah yang dideritanya.

aku bergembira karena anakku pulang. temanku remuk redam hatinya juga karena anaknya pulang.

dalam suasana Natal yang kuperingati, 2 peristiwa ini mengingatkan aku tentang kejadian lebih dari 2000 tahun yang lalu. bahwa suatu ketika ada Anak Allah yang meninggalkan sorga dan pergi kedunia untuk memastikan suatu saat aku akan pulang ketempat darimana Dia berasal.

#natal #pulang

written by Roy Hekekire
November 13, 2019 0

2 kali sehari, pagi sewaktu dimobil perjalan ke kantor dan malam hari, kami – aku dan anakku yang sekolah jauh selalu berkirim kabar – eh bukan … tepatnya aku bertanya kabar dan beberapa pertanyaan lain dan reminder membosankan seorang bapak ke anaknya :). malam kulakukan lewat WhatsApp text dan malam aku Video Call 🙂

malam ini – atau pagi waktu sana, anakku berkabar bahwa temperature sudah – 7 derajat dan dia ada kelas jam 8 pagi 🙂 komplit penderitaan mu y nak? 🙂

tentu bukan hal yang mudah bagi seseorang yang lahir dan dibesarkan didaerah tropis hanya dengan 1 musim 🙂 beradaptasi di daerah dengan 4 musim apalagi di kota tempat anakku belajar.

itu sebabnya beberapa minggu Ibunya disana sewaktu mengantarnya berangkat, anakku berbelanja beberapa items yang dibutuhkan sehari2 di dorm dan tentu saja untuk keperluan winter yang sudah mulai dijual sejak awal bulan September.

setahun yang lalu kira2, si Bos mengajakku bersama beberapa orang untuk berkunjung ke beberapa negara Scandinavia. Memang sedikit cari penyakit kupikir, ke Scandinavia di awal bulan Desember – awal winter pula untuk manusia tropis seperti aku 🙂

dinginnya memang super …. minus puluhan derajat dibawah Nol ! bahkan ada suatu daerah yang kami datangi hanya mengalami siang – jangan bayangkan siang seperti di Indonesia – selama 3 jam, selebihnya gelap lap gelap 🙁

suatu kali dalam perjalanan di bus yang membawa kami over land, sang pemandu yang orang local berkata begini : jangan salahkan temperatur tapi salahkan mengapa tidak mengenakan pakaian yang sesuai dengannya ! Nah lo ….. 🙂

bagi yang tinggal di Jakarta pasti sudah paham sepaham pahamnya jika hari hujan pengendara mobil dilarang keras melewati jalan-jalan yang melalui under pass. mengapa? karena pasti macet parah stadium akut karena pengendara sepeda motor dengan mudah dan seenaknya berteduh sampai meluap ke tengah jalan.

ulah para pemotor yang tidak mempersipkan mantel hujan acapkali menambah ruwet lalu lintas Jakarta yang memang sudah ruwet. atau mereka sudah mempersiapkan tetapi tidak mau menggunakannya 🙂

cuaca, temperatur sulit ditebak saat-saat ini, harusnya musim kering – malah hujan atau sebaliknya sehingga sulit untuk memperkirakan pakaian dan semua perlengkapan lain supaya tidak disalahkan pemandu wisata dari Scandinavia tadi 🙂

tetapi justru karena sulit ditebak itulah makanya persiapan perlu dilakukan bukan?

seperti hidup, ada saat naik tentu ada saat turun. ada masanya menanam dan ada masanya menuai. selalu ada musim dalam hidup setiap manusia.

persiapan perlu dilakukan untuk menghadapi perubahan setiap musim dalam hidup.

menikmati hidup tentu tidak serta merta mengabaikan masa depan. sebaliknya mempersiapkan masa depan tentu tidak berarti menjalani kehidupan sekarang dengan ketidak pastian dan kecemasan.

dengan menjaga keseimbangan menikmati kehidupan saat ini dan mempersiapkan masa depan akan makin memungkinkan kita tidak salah kostum dan disalahkan si pemandu wisata atau setidaknya tidak membuat susah orang lain seperti ulah pemotor yang menguasai area under pass.

bagaimana menurutmu?

written by Roy Hekekire
September 1, 2019 0

Beberapa tahun setelah kami menunggu cukup lama, akhirnya seorang anak perempuan datang melengkapi anggota keluarga kami.

Memiliki anak perempuan sontak membuat saya dan istri – seperti keluarga lain juga rasaya J – lupa diri dan lapar mata membeli ini dan itu untuk mempercantik anak perempuan kami. Baju berwarna ini dan itu, sepatu model ini dan itu, pita, jepit rambut, kaos kaki motif ini dan itu dan juga perhiasan.

Memang kupikir berlebihan, tetapi tetap saja godaan itu sedemkian besar nya …. Teman2 yang mempunyai anak perempuan pasti paham situasi iniJ

Sampai suatu ketika bahkan bahkan saat anak ini belum becus jalan sendiri di kedua daun telinga terselip sepasang anting keluaran merk dunia ternama yang amat sangat berlebihan dipakai seorang anak balita. Dan benar suatu ketika kami berlibur di sebuah pantai di Bali salah satu antingnya lenyap entah kemana. Suster perawatnya kalang kabut dibuatnya, Ibunya sewot nggak tahu sama siapa J

Beberapa saat anak kami hanya menggunakan 1 anting disalah satu daun telinganya dan …….. lagi-lagi godaan datang menghampiri ….. ganti anting. Rupanya lagi kami berdua tidak cukup belajar dari peristiwa sebelumnya, anting pengganti dibeli, serupa tidak wajarnya untuk dikenakan untuk seorang anak perempuan yang masih mengompol J

Beberapa saat di kedua daun telinganya bertengger indah sepasang anting dengan kilau, semakin mempercantik anak perempuan kami tentu saja J

Tetapi benar peristwa Bali terulang kembali tetapi kali ini kami bahkan tidak tahu dimana hilangnya.

Akhirnya kami menyerah dan mengganti dengan anting ala kadarnya.

Suatu ketika, Jasmine – demikian kami memanggil gadis kecil kami – panas dan makin panas saja tampaknya. Tidak pilek, tidak batuk, tidak jatuh, tidak salah makan tetapi badannya panas, panas tinggi. Setelah kami teliti perlahan-lahan kami melihat antingnya hanya tinggal 1 yang menempel di telinganya. Kami periksa lagi dengan lebih teliti ternyata di daun telinga yang tidak ada antingnya terlihat memerah dan dia menjerit kesakitan saat disentuh. Ya ampun rupanya entah bagaimana anting yang model tusuk tersebut masuk terbenam di cuping daun telinganya.

Kami kalang kabut dan segera membawa Jasmine ke dokter untuk “menyelesaikan” dengan cara adat urusan anting yang terus menerus menteror kami berdua J. And done ….. selesai, infeksi disembuhkan, beres seberes beresnya tetapi ……. anak kami ini jadi kapok memakai anting.

Sejak saat itu bahkan sampai menyelesaikan high school di kedua daun telinga tidak pernah terlihat ada anting yang dipakainya -apalagi segala macam perhiasan seperti kalung dan gelang. Anak gadis kami bertumbuh menjadi remaja dan masuk ke usia 17 tahun tanpa embel-embel perhiasan yang sewajarnya digunakan remaja seusianya.

Karena semakin remaja dan suatu ketika tentu akan menjadi dewasa – kami sering mengingatkan nya …. dek nggak mau pakai anting? Belum juga kering bibirku bicara dia sudah menjawab … nggak J dia menjawab galak – mirip gayaku kalo sedang sebel J

Suatu ketika dimalam yang kudus J istriku memeriksa beberapa gelintir perhiasannya, mana yang akan disimpan dirumah dan mana yang akan disimpan di SDB. Aku melihat ada gelang dan kalung, ku ambil kedua benda itu dan langsung kabur ke kamar anak gadisku.

Dek…coba pakai ini, kutunjukkan sebuah gelang dan langsung kupakaikan di tangannya. Bagus dad, katanya. Aku tersenyum.

Kalo ini bagaimana, sambil kutunjukkan sebuah kalung. Lalu aku bercerita, dek ini kalung dulu dibeli almarhum Oma buat Papa supaya dipakai sebelum Papa pergi merantau dari kota ke kota. Oma bilang supaya dengan kalung ini Papa ingat dari mana Papa berasal. Kamu mau pakai kalung ini? Dia mengangguk dan segera kubantu dia memasang kalung itu dilehernya.

Woila ….. gadisku sudah memakai perhiasan sederhana – sebuah tanda umum dari seorang gadis remaja.

Tetapi tetap saja sewaktu kusinggung tentang anting, Jasmine masih juga menggelengkan kepalanya tanda belum berminat J

Sekitar bulan April, anakku ini – hanya bersama Ibunya dan beberapa sepupu yang semuanya perempuan – jalan-jalan ke beberapa kota di Korea Selatan. Tidak lama sejak dia pulang dari negaranya BTS dan Black Pink, anakku ini tanpa didahului dengan tanda-tanda semacam angin keras, mendung dan geledek halilintar tiba-tiba saja bilang ….. aku mau pakai anting J. Tentu saja aku bertanya ada cerita apa rupanya? Dan Jasmine cerita bahwa Tania, Gabby dan Audrey ke 3 sepupunya heboh berburu anting dll selama jalan-jalan tersebut tetapi Jasmine hanya bengong nggak tahu harus ngapain dan dia berpikir coba masih ada lobang tindik di telinganya? J

Hanya beberapa hari sebelum Jasmine pergi ke Boston untuk masuk ke universitas pilihannya, untuk kedua kalinya Jasmine di piercing dan mulailah dia mengenakan anting sederhana melengkapi sebuah gelang dan kalung.

Saat kupandangi dia lekat-lekat di airport sewaktu aku mengantarnya pergi ke Amerika aku baru menyadari gadis kecilku sudah tumbuh sempurna menjadi gadis remaja. Cantik, periang, bersahaja tetapi pemikir dan sesekali galak. Kombinasi sempurna antara Ibu nya dan aku J

written by Roy Hekekire
August 17, 2019 0

hari itu akhirnya tiba juga. kuantar dia ke airport. gadis kecilku sudah melangkah menuju sebuah kota 15.980 km jauhnya dari Jakarta.

sebelum berangkat, kupanggil dia ke kamar tidurku, kupeluk dia yg duduk disampingku, kuciumi rambutnya, kupegang erat tangannya.

tak kuat juga aku menahan perasaanku – sambil aku berkata : hanya 1 hal yang Papa minta dari kamu, ingat selalu dari mana kamu berasal. pikirkan itu baik2 ya dek.

gadis kecilku tidak berkata apa2, dia hanya menganguk dan kulihat air mata menetes dari kedua buah matanya.

lalu kuajak dia berdoa.

tujuh belas tahun lalu kujemput dia dari rumah sakit. kurawat dia, kujaga dia, kubesarkan dia dengan sebaik yang aku bisa lakukan.

hari ini kulepas dia pergi. tak bisa lagi kujagai dia setiap hari. memenuhi permintaannya di tengah malam supaya dibelikan ice cream, atau mengantar nya makan kuetiaw kesukaannya, memijat tangan dan betisnya kalo datang manjanya.

sesampai dari airport, rumah terasa berbeda sama sekali……sepi. kumasuki kamarnya…bau khas kamar anak yang beranjak gadis…wangi. kupandangi sekeliling, kubuka lemari bajunya, kupegangi beberapa bajunya dan selimut yang dipakainya siang tadi……runtuh pertahananku….aku menangis, antara bahagia dan sedih. anakku benar-benar sudah pergi.

benar-benar tak kusangka seperti ini rasanya. tak ada kata yang bisa kurangkai menjadi kalimat untuk menggambarkan perasaanku.

Jasmine, bunga melati ku terus bertumbuhlah anak ku …. mewangi seperti nama mu.

written by Roy Hekekire
July 25, 2019 0

rasanya baru kemarin Almarhum Ibu Mertuaku menggendongnya dari kamar bersalin dan ditunjukkannya padaku seorang anak perempuan merah dan gosh …. keningnya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.

ketika tumbuh menjadi kanak-kanak rambutnya yang ikal, kegemarannya menyanyi dan menari menjadi magnet utama yang membuatku ingin cepat-cepat pulang kerumah.

lambat laun gadis kecilku ini menjadi begitu doyan bicara, bercanda dan masih konsisten dengan kegemarannya menyanyi dan menari.

High Scholl Musical dan Glee adalah favoritnya yang ditontonnya setiap kali gadisku ini pulang dari sekolah.

tanpa aku tahu dari mana asal mulanya Jasmine – begitu kami memanggilnya begitu getol belajar Bahasa Inggris dari video-video yang dia tonton.

Jasmine berkembang menjadi remaja yang periang, suka bercanda tetapi disisi lain seorang serius dan pemikir.

kesukaannya menyanyi dan menari serta sifat periangnya menjadikan membawa keceriaan dan keriaan di rumah kami.

sehari saja Jasmine tidak dirumah, rasanya sepi dan aneh sekali.

beberapa hari lalu, beberapa kopor ukuran besar dibawa turun dari tempat penyimpanan. baju2 nya sudah mulai dikeluarkan dari lemari.

anak gadisku yg 2 bulan lalu baru genap 17 tahun sedang berkemas untuk pergi jauh 23 jam penerbangan dari Jakarta.

antara bahagia, haru dan sedih aku melihat pemandangan sedikit berantakan kopor-kopor dan baju-bajunya.

bahagia ketika akhirnya Jasmine sebentar lagi akan pergi kesuatu tempat yang menjadi cita-citanya sejak kecil …… Amerika Serikat!

haru karena ke muda annya tidak menyurutkan nyali dan ketabahannya pergi jauh, tinggal sendiri jauh dari semua kemanjaan yang dia peroleh sebagai anak bungsu.

Jasmine memang dimanja bahkan oleh Esa, abangnya. begitu sayangnya sama sang adik semata wayangnya bahkan anak sulungku ini selalu membawakan tas-tas belanjaan Jasmine saat kami pergi ke mall untuk berbelanja. laksana putri saja … Jasmine hanya melenggang sementara sang Abang berjuang membawa bungkusan-bungkusan belanjaan si adik.

sedih saat aku membayangkan bagaimana rumah dimana abangnya, istriku dan aku akan tinggal bertiga ditinggal si cerewet pergi jauh.

Lovena Jasmine Theodore ….. Bunga Melati Tercinta Pemberian Tuhan …. pergi lah anakku, gapai cita-citamu.

walau juga kamu belum pergi, Papa sudah rindu.