bukan liburan

2 minutes, 57 seconds

sudah seminggu ini aku fully kerja dari rumah, minggu sebelumnya masih sesekali dirumah tapi lebih sering dikantor. Ini semua karena urusan Covid-19 ….btw sudah eneg atau belum dengar Mr. C ini?

tadinya kupikir lumayan enak bisa kerja dari rumah, bisa dikit nyantai, sesekali bisa nyolong-nyolong nonton tv atau dengerin music dan mulut nggak berhenti mengunyah macam sapi yang memamah biak 🙂

tapi kenyataan tak seindah rembulan 🙂 …. Online meeting tak henti-hentinya, sambung menyambung seperti gugusan pulau di Indonesia, notifikasi Whatsapp dan Telegram tang ting tung bikin pekak telinga.

Ribet … super ribet, sesekali frustasi kapan semua ini akan berakhir.

Bicara produktivitas walau sudah jungkir balik menggunakan teknologi yang tersedia tetap saja karena most of our bisnis masih didesign dengan cara lama tentu saja menghambat. Mau tetap kerja takut tertular lalu mati …. serba repot 🙁

Jadi pilihannya tetap produktif alias kerja seperti biasa dengan resiko tertular lalu mati ATAU diem dirumah, stay away from the crowd, cuci tangan lebih sering dengan resiko bisnis mati, nggak bisa kerja, lapar karena nggak ada uang buat belanja dst dst, lalu mati kelaparan ….. iya bener jangan protes dulu ini juga dramatisasi ah …. tapi lihat logic nya aja y 🙂

Tapi masak iya pilihannya cuma 2 itu? nggak ada pilihan ke 3 kah? misal : tetap produktif walau diem dirumah? Ah ini dia ……. Gimana itu?

Setelah 3 jam online meeting, semalaman aku berpikir begini : ini situasi yang unknown, kita semua nggak ngerti, belum pernah ada sebelumnya, situasi yang tidak biasa makanya kita semua harus berpikir mencari cara-cara baru yang tidak biasa yang bahkan nggak pernah terpikir sebelumnya. Mengapa kita perlu mencari cara-cara baru, ya karena bisnis tetap harus berjalan. Mengapa bisnis harus tetap berjalan? Ya supaya tidak terjadi efek domino lanjutan.

Berpikir bukan saja untuk survive dari Mr. C tapi setelah semua kehebohan ini selesai akan seperti apa bisnis, akan seperti apa hidup setiap individu?

Mungkin akan ada yang survive – and trust me most of us will survive from this BUT the question is : apakah kita masih punya kerja setelah huru hara ini, apakah penghasilan tidak berubah turun setelah semua mereda? Atau hal-hal baru apa yang bisa dipelajari atau dilakukan untuk menambah produktifitas selama work from home? Coba pikirkan itu, seperti bermain catur kita semua harus berpikir dan mempunyai pemahaman untuk beberapa langkah kedepan! Karena hidup masih akan terus berjalan bahkan setelah pandemic ini!

Situasi ini memang serius, jaman perang dulu cerita kakek saya almarhum yang tentara, kita tahu siapa lawan kita karena kelihatan. Urusan Covid-19 ini runyam urusannya karena kita nggak ngerti siapa yang dalam tubuhnya sudah bermukim si C atau siapa pula yang menjadi transporter 🙁 Karena serius maka study para expert ya didengerin baik-baik dan dijalankan, bukannya malah bikin teori-teori baru yang nggak jelas. Pagi ini kubaca di twitter : setelah semua ini berakhir akan banyak ahli virus lulusan universitas Whatspps 🙂

Dengerin juga otoritas alias pemerintah, bukannya bikin aturan masing-masing. Belajar juga dari negara-negara lain – apa yang sudah terjadi dinegara lain dipelajari. Hal-hal baik ditiru, yang jelek buang jauh-jauh. Jangan dibalik-balik 🙂

Bukan mau kasih kuliah atau kotbah blab la bla …. But this is serius : work from home IS NOT a holiday. Justru sebaliknya ini adalah extra work yang harus kita pikul sama-sama. Supaya makin banyak orang yang selamat, makan cepat ini berlalu dan bisnis juga bisa berjalan se” normal “ mungkin. Sehingga saat ini semua berlalu kehidupan setiap individu tidak perlu lagi start from Zero!

Dengan mengisi pikiran dan waktu dengan hal-hal yang baik dan produktif maka cara memahami situasi hari ini juga akan berubah. Dijamin nggak ada waktu lagi untuk baca-baca berita-berita bohong dan menyebarkan ketakutan di populasi yang lebih besar.

#Be_safe

#Be_productive

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *