Roy Hekekire

written by Roy Hekekire
July 15, 2020 0

Dalam seminggu kemarin berita tentang kebangkrutan sebuah restoran Pizza terkenal asal Amerika Serikat – yang juga ada di Indonesia – muncul di media. Berita kebrangkutan tersebut makin memperpanjang daftar perusahaan-perusahaan kelas dunia termasuk di antaranya para Startup yang sudah sejak awal pandemik Covid-19 mulai kehabisan nafas lalu disusul beberapa Startup kelas Unicorn yang mengumumkan downsizing.

Belum lagi perusahaan-perusahaan kelas menengah, kecil dan mikro lainnya, berapa banyak yang bangkrut atau paling tidak mengalami downsizing selama 4 bulan terakhir?

Pertanyaan selanjutnya, ada berapa banyak tenaga kerja yang terdampak karena perusahaan-perusahaan yang bangkrut atau produksi menurun?

Dari sebuah sumber diperkirakan dalam 3 bulan terakhir 3 juta tenaga kerja mengalami PHK dari perusahaan masing-masing dan jika pandemik ini masih juga terus berlangsung maka dalam beberapa bulan kedepan diperkirakan lebih dari 5 juta tenaga kerja akan mengalami PHK – source : https://www.cnbcindonesia.com/news/20200603193109-4-162890/3-bulan-corona-3-juta-orang-kena-phk-dirumahkan

Bukan mau menakut-nakuti atau masuk dalam golongan kaum pesimis tetapi inilah fakta yang sedang terjadi.

Walaupun begitu masih aja ada orang-orang yang bukan hanya mampu bertahan tetapi bahkan memulai bisnis yang baru, menemukan ide dan peluang-peluang baru yang sebelumnya mungkin saja tidak pernah terpikirkan. Jenis orang-orang ‘gila’ semacam ini memang harus jadi tempat berguru atau paling tidak kita mendapatkan inspirasi darinya.

Salah seorang teman tiba-tiba membuka usaha bakery rumahan yang bukan murahan. Order dan delivery ke para konsumen dilakukan secara online. Dari IG accountnya aku mengetahui lumayan sibuk juga istri temanku ini. Tentu usahanya ini tidak hanya bermanfaat bagi temanku dan istrinya tetapi juga berguna bagi para ojol yang mondar mandir datang dan pergi dari rumah temanku ini untuk mengambil dan mengantar order. Padahal kalau kulihat dari posisinya di sebuah perusahaan multinasional yakin dech temanku ini jauh dari kondisi kekurangan uang.

Temanku yang lain all the sudden membuka bisnis kopi literan yang memang sedang booming akhir-akhir ini.

Dan kalau kuteruskan daftar nya maka tulisanku ini hanya akan berisi list IG account teman-temanku yang mampu melihat hal –hal yang oleh orang lain tidak mampu dilihat.

Disaat kebanyakan orang berfokus pada segala macam situasi sulit – aku yakin saat ini tidak ada manusia yang masih hidup yang tidak mengalami kesulitan selama masa pandemik ini – tetapi teman-temanku ini mampu melihatnya dari sisi yang berbeda. Menarik bukan?

Nasehat bijak berkata: Uang sebenarnya ada dimana-mana. Masalahnya tidak semua orang mampu melihatnya! Nah lo …. Gimana ceritanya ini? ya karena: A pessimist sees the difficulty in every opportunity; an optimist sees opportunity in every difficulty, demikian kata Winston Churchill.

Memang ini tidak semata berbicara tentang uang ya? Don’t get me wrong! Uang hanyalah bentuk akhir dari apresiasi yang diberikan oleh orang lain kepada suatu ide atau gagasan yang telah dieksekusi dan diterima dengan baik oleh orang-orang lain.

9 Juni 2020, 19.58 seorang temanku yang juga nasabah #RHBTradeSmart mengirim text yang begini isinya 🙂 “ laporan dulu boleh lah 🙂 ”

AALI +21,09%, BBNI +34,55%, BBRI + 37,06%, MEDC + 7,86%, BRPT -4,67% 🙂

Jadi ceritanya semua yearly bonus 2019 yang diterima awal 2020 alih-alih digunakan untuk keperluan lain, oleh temanku ini dibelikan beberapa saham seperti text nya padaku.

Teman yang lain lagi malah send screen shot 🙂

Sinting? Ya mungkin banyak orang akan judge begitu? Beli saham ditengah kondisi naik turun tidak jelas? Ekonomi tidak menentu ….you name it  semua alasan yang tidak akan pernah ada habisnya bagi kaum pesimis 🙂

Ya kaum optimis yang oleh banyak orang dianggap sinting lah yang pada akhirnya akan membuat perbedaan.

As we can’t stop the waves of Covid19, but we can learn how to surf it.

How is that? See & find every single possible opportunity and enter it.

Chinese proverbs said: The teachers open the doors, but you must enter by yourself.

1/7 serial tulisan #InvestSmarterInvestNow; #RHBTradeSmart; #SahamIsEasy; #TradeEasier

written by Roy Hekekire
May 16, 2020 2

Berbagai nama sebutan untuk cemilan yang satu ini : tahu isi, tahu brontak, tahu susur …. you name it. Tahu yang ditengahnya diisi beberapa macam sayuran dan terkadang udang. Rentang harga lumayan lebar tergantung presentasi dan dimana belinya 🙂 tapi intinya tetap sama tahu berisi sayuran lalu digoreng …… krezzzzzz gigit cabe rawit 🙂

Jaman now harga memang tidak selalu ditentukan oleh isi tetapi terkadang bungkus dan segala tetek bengek marketing gimmick. Atau bisa juga campur aduk antara isi dan gimmick, terkadang juga tuker posisi gimmick sebagai isi dan isi sebagai gimmick 🙂 nah gimana tuh? 🙂

Biscuit yang hanya seharga ribuan tiba-tiba setelah berwarna merah dan ada tulisan Supreme melonjak berlipat-lipat dan ada juga manusia-manusia kelebihan uang yang beli. Ntah mau dimakan atau segera dibawa ke tukang pigura untuk jadiin hiasan dinding 🙂

Omongin tentang isi alias konten, dalam beberapa hari terakhir kehebohan muncul tatkala ada aksi prank nggak lucu dari sejumlah pemuda yang kemudian meminta maaf tapi boong 🙁 semua dilakukan dengan alasan yang sungguh absurd dan semata dilakukan hanya untuk mengisi konten dari channel sebuah SosMed yang dimilikinya.

Pemuda-pemuda tadi lalu ditangkap polisi, ditahan dan mudah-mudahan segera disidang dan ada ketetapan hukum yang mengikat. Paling tidak supaya mereka belajar dan masyarakat umum belajar bahwa setiap tindakan mengandung sebuah konsekuensi.

Belum juga mereda, muncul kehebohan tak bermutu lain ketika seorang Youtuber terkenal dengan kecentilan artificial mengungkapkan masker dan personal hygiene tak pernah dia praktekan dimasa pandemic ini.

Masalah terbesarnya bukan karena dia tidak mengenakan masker dan jorok tidak cuci tangan, karena bisa jadi itu adalah cara hidup keseharian yang bersangkutan. Walau agak aneh juga karena katanya yang bersangkutan seorang beauty influencer tapi mengapa cara hidupnya jorok? 🙂 masalah menjadi muncul ketika dirinya declare dan seakan menginfluence followernya.

Untuk apa dilakukan? Apalagi jika bukan karena konten?

Sebagai salah satu lahan baru yang sedang marak dan menarik minat banyak orang untuk mendapatkan aliran uang, mendorong para content creator berlomba-lomba menampilkan banyak hal beraneka ragam di social media. Mulai dari sekedar lenggak lenggok memamerkan sisi sexualitas, atau sekedar hiburan sehingga begitu banyak aksi prank, pamer mobil, pamer toilet, pamer ini dan itu tetapi banyak juga konten yang bermutu. Beberapa teman social mediaku bahkan termasuk papan atas penyaji konten bermutu tinggi, sebut saja IG : @ninaberthac dan https://www.zataligouw.com/

Benar sih masing-masing punya hak untuk menggunakan account social medianya. Ada yang sekedar untuk hiburan, untuk cari uang dan seribu satu argument lainnya. Semua nya sah.

Content creator yang bertanggungjawab tentu akan berusaha banting tulang, peras otak, gali cari ide untuk menyajikan hal-hal bermutu tinggi yang bermanfaat untuk banyak orang. Tetapi banyak juga yang semata hanya menangguk uang dari memuat konten-konten sampah tak bermutu.

written by Roy Hekekire
April 30, 2020 0

Di tulisanku sebelumnya, aku mengatakan hanya ada 2 juta investor di Indonesia alias hanya 0,8% saja, menguasai 49% dari total investasi di pasar bursa. Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah kelas menengah yang sebesar 59 juta maka angka 2 juta itu hanya 3,4% saja.

Pertanyaannya adalah apakah 57 juta orang kelas menengah lainnya tidak menginvestasikan uangnya? Jika jawabannya tidak maka tentu saja mengerikan sekali? Middle income trap atau apa?

Secara sederhana Middle Income Trap ditandai dengan peningkatan pengeluaran/belanja seiring dengan peningkatan pendapatan. Contoh : Pendapatan 10 juta/bulan. Pengeluaran 9 juta/bulan – Investasi 1 juta/bulan. Tahun berikutnya Pendapatan naik 10% menjadi 11 juta perbulan. Pengeluaran menjadi 10 juta/bulan – Investasi tetap 1 juta/bulan.

Apakah itu yang terjadi? Saya nggak ngerti, perlu research yang lebih mendalam dan rasanya juga nggak cocok dituliskan di blog ku ini 🙂

Dan mungkin akan sangat menarik untuk mengetahui Financial Literacy masyarakat kita, baik kelas menengah ke atas atau masyarakat keseluruhan.

Financial Literacy atau melek finansial atau kecerdasan finansial perlu dimiliki oleh seseorang yang menghendaki kehidupan yang berkecukupan dan terhindar dari Permanent Poverty atau kemiskinan permanen.

Paling tidak ada 3 hal dalam Financial Literacy yang harus diketahui yaitu, (1) making money skills alias pinter cari duit (2) investing skills alias menghasilkan uang dengan uang (3) spending money skills alias “jago” belanja 🙂 ……. BUT yang point no.3 jangan sampai salah paham y guys 🙂

Sayangnya ke 3 hal tersebut kayaknya nggak pernah kita pelajari di sekolah kita dulu. Tetapi nggak ada gunanya mencari siapa yang salah, siapa kambing hitamnya. Akan jauh lebih produktif kalau belajar aja sendiri.

Setiap orang yang bekerja, anggap aja masing-masing sudah mempunyai making money skills. Jadi tulisanku ini tidak akan buang waktu berbicara tentang poin ini ya? 🙂 besar atau kecil uang yang dihasilkan bukan masalah. At least kita sudah menghasilkan terlebih dulu. Itu adalah starting poin.

Sebelum berbicara tentang investing skills ada baiknya aku lompat dulu ke poin spending money skills. Tetapi sebelumnya aku ada pertanyaan nih : siapa yang selama 1 bulan ini lebih banyak mengeluarkan uang untuk berbelanja dibandingkan uang yang dihasilkan dari investing? Pertanyaan selanjutnya : apa sih yang kalian beli? Kebutuhan premier kah? secondary kah? tertiary kah? Pertanyaan terakhir : apakah sesuatu yang kalian beli tersebut akan menghasilkan gain atau return dalam jumlah tertentu dimasa depan?

Supaya nggak terdengar seperti kotbah atau menggurui, rasanya kalian sudah mulai nangkap maksud ke 3 pertanyaanku di atas kan ya? 🙂 jadi aku stop sampai di sini saja 🙂

Spending skills sangat dipengaruhi oleh self-dicipline alias mengekang godaan hawa nafsu berbelanja 🙂 Belanja apa pun itu termasuk berbelanja kebutuhan premier pun tak lepas dari godaan hawa nafsu. Semakin nafsu berbelanja tak terkontrol semakin memperbesar kemungkinan untuk tidak bisa masuk ke investing skills. Mengapa? Ya jelas lah …. Untuk investing kan perlu modal. Modal tentu saja didapat dari saving. Dan saving adalah uang yang tidak dibelanjakan! …… oh tapi bisa juga sih modal didapat dari warisan atau pampasan perang 🙂 🙂 🙂

Tentang investing skills sebenarnya nggak ribet-ribet amat. Skills ini nggak lebih dari sekedar mencari cara dan jalan yang paling memungkinkan untuk mendapatkan sesuatu dimasa depan dengan modal yang dimililki saat ini.

Contoh : dalam 2 tahun ke depan si Alex ingin liburan ke Bali. Biaya flight, hotel, beer  dll dianggarkan IDR20 juta. Saat ini Alex mempunyai modal IDR10 juta. Sehingga Alex harus mencari cara untuk menutup gap sebesar IDR10 juta, alias Alex harus mencari 50% sisanya.

Lalu Alex mencoba mencari tahu instrument investasi apa yang paling memungkinkan dan “menjanjikan” gain 50% selama 2 tahun. Jika tabungan atau deposito di Bank hanya memungkinkan mendapatkan return 6-7% setahun gross maka tentu tabungan atau deposito tidak layak untuk dipilih.

Alex tentu saja harus mencari informasi instrument apa yang paling memungkinkan untuk mendapatkan gain seperti yang dia inginkan sebelum dia memutuskan untuk menginvestasikan uangnya.

Itu adalah skill paling mendasar dari investing.

Selebihnya Alex harus mempelajari bagaimana proses atau cara kerja investasi yang dia pilih itu bekerja supaya tidak terjebak pada money game yang menjanjikan puluhan hingga ratusan % gain tetapi cara kerjanya tidak masuk akal sehat. Banyak lho orang berduit dan terpelajar yang tertipu jebakan money game ini? itu menunjukkan financial literacy yang sangat rendah.

Ada banyak instrument investasi yang bisa dipilih. Semua tergantung dari tujuan investasinya, profile investor terhadap sebuah resiko dll.

Yang berikutnya rumus yang sudah diketahui umum : don’t put your eggs in one basket. Alias investasilah ke berbagai macam instrument. Maksudnya selain membagi resiko juga supaya portfolio investasi bisa diorkestrasikan menghasilkan gain/return yang paling optimal.

Misal : jika investasi di sebuah saham menghasilkan deviden, maka deviden tersebut bisa dibelikan saham yang sama, dibelikan saham yang lain atau diinvestasikan ke instrument yang berbeda seperti LM atau property dll.

Misal : deviden digunakan untuk mencicil property, maka setelah property tersebut jadi tentu bisa disewakan atau dijual dengan harga tertentu. Uang sewa property tersebut bisa digunakan untuk kembali mencicil property yang lain dst.

Itulah investing skills. Menghasilkan uang dengan uang! Beda kan dengan investasi si Alex tadi yang untuk pergi ke Bali? 🙂

Bener deh, investing skills hanya terlihat ribet tapi sebenarnya nggak segitunya. Kita hanya perlu dikelilingi oleh teman-teman yang tepat, yang setiap kali ngobrol salah satu topiknya investasi dibandingkan hal-hal ini. Motivasi itu perlu, dorongan dari orang lain itu penting, inspirasi dari orang-orang sukses yang ada di sekitar kita itu besar pengaruhnya.

Aku beruntung sih mempunyai teman-teman, bos-bos yang memberikan inspirasi dan tentu aku contoh dan ikuti teladannya.

Nggak usah kejauhan ngelihat Warren Buffet …. Lihat saja sekeliling masing-masing, banyak kok contoh hidup yang bisa diteladani. Pintar cari uang, ngerti investasi dan “jago” berbelanja!

Pasar saham memang sedang jeblok karena index sudah turun lebih 30% sejak awal tahun – tapi itu kan artinya harga sedang murah. Tetapi masih ada juga beberapa emiten yang dapat membantu pertumbuhan portfolio investornya. Silahkan lihat sendiri deh siapa-siapa aja mereka 🙂

Aku beruntung sih selama hampir 6 bulan ini berinvestasi saham di @RHBTradeSmart. Selain belajar trading yang sebelumnya nggak pernah aku lakukan, aku juga bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang memberikan inspirasi untuk terus berinvestasi. Didukung oleh biaya Sell & Buy nya yang tergolong murah juga features aplikasinya yang sangat convenience sangat cocok sekali bagi ku. Selain features Market untuk mengetahui pergerakan index, juga ada ARO atau Assisted Robo Optimization yang membantu investor serta trader untuk mengambil keputusan dalam bertransaksi kapan saja dan dimana saja.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik.

Dan bagi teman-teman yang tertarik berinvestasi, sekaranglah waktu yang paling tepat.

Hanya dengan 1 click saja sebenarnya teman-teman sedang melangkah menuju masa depan yang lebih baik https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 27, 2020 0

Dari sebuah feed di IG aku mengetahui sebuah pasar ikan hias di Jakarta, hari minggu pagi kemarin masih sesak dengan pengunjung. Dari media juga aku mengetahui beberapa restaurant dipaksa hanya untuk melayani online purchase atau take away. Dalam gambar terlihat satpol PP memaksa mengangkat kursi-kursi restaurant tersebut ke atas meja-meja yang kosong. Beberapa pengguna jalan raya juga masih banyak yang tidak mengikuti protocol kesehatan yang disyaratkan PSBB 🙁

Beberapa waktu yang lalu ketika diskursus tentang mudik boleh atau tidak merebak di media tiba-tiba saja beberapa teman ‘kehilangan’ para asisten rumah tangga – mereka mendadak pulang kampung. Terminal bus antar kota mengalami lonjakan penumpang. Dan pagi ini melalui media aku mengetahui beberapa data bahwa 7% masyarakat sudah mudik, 24% ngotot mau mudik, sisanya 69% memutuskan tidak mudik di tahun ini. Secara absolut kira-kira yang ngotot akan mudik dan telah mudik berkisar 20 juta orang! …….. ngeri sekali ya membayangkan sebanyak itu manusia berpotensi sangat tinggi terpapar virus yang aku sudah males nyebutin namanya itu 🙂

Dengan segala argumentasi mengapa tetap mudik dan akan mudik, masakan iya harus bertaruh resiko dan nyawa terjangkit virus? Punya nyawa serep kah? sudah punya anti virusnya kah? ….. aku nggak ngerti.

Sebuah artikel yang kubaca kuketahui bahwa Indonesia mempunyai 45.000 Undang-Undang. Itu belum termasuk PerGub dst dst. Dengan angka sebesar itu Indonesia diperkirakan menjadi negera dengan jumlah peraturan terbanyak dan terbesar di dunia!

Tetapi memiliki peraturan adalah satu hal. Pelaksanaan atau law enforcement dari peraturan adalah hal yang sama sekali berbeda.

Sebanyak dan sebaik apapun sebuah peraturan tidak akan ada manfaatnya jika tidak ada penegakkan hukum!

Cerita-cerita nggak enak diatas hanya sebagai analogi bahwa antara mempunyai atau mengetahui dan melakukan apa yang diketahui itu 2 urusan yang berbeda.

Sebagian kita dalam masa-masa ini mengisi waktu-waktu diselang seling bekerja dirumah dengan berbagai macam hal. Ada yang mencoba mengetahui hal-hal baru dengan mempelajari hal-hal tertentu, bisa dengan membaca, kursus online, dll. Ada sebagian juga yang meneruskan apa yang diketahui dengan mempraktekkan hal-hal baru tsb. Ada yang memasak, ada yang berkebun, ada yang berolahraga, ada yang menulis, dll dll. Itu semua baik dan memang seharusnya setiap kita mengambil peran dengan meng equip diri sendiri sehingga once this difficult time gone masing-masing sudah menjadi manusia yang berbeda baik secara pengetahuan, skills dll dll.

Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ), per 9 Aug 2019, investor asing menguasai 51,46% dari total ekuitas atau sebesar IDR.1.907 T sementara investor domestik menguasai IDR. 1.799 T atau 48,54%. Investor asing didominasi oleh institusi sementara domestik lebih banyak investor individu.

Memang ada banyak diskusi, pendapat mengenai pro and cons investasi asing. Tidak aneh memang karena setiap aspek selalu ada multidimensional  aspek kan?

Tetapi jika porsi investasi asing terlalu besar pada sebuah bursa maka capital in-flight dan capital out-flight akan menjadi faktor dominan terbentuknya harga pada sebuah bursa.

Sejak awal tahun IHSG sudah drop 33,4%. Bersamaan waktunya dengan kaburnya dana asing dari pasar kita. Jika di rupiahkan kira-kira capital out-flight sudah hampir IDR.15 T …. Lumayan gede ya?

Hari gini memang tidak ada satu pasarpun yang steril dari modal asing, tetapi jika modal asing lebih menguasai maka tentu pasar sebuah bursa akan lebih dipengaruhi faktor itu dibandingkan faktor-faktor lain, seperti fundamental sebuah emiten.

Investor jaman now pun sudah well inform …. Mereka akan melihat dipasar mana, dengan instrumen apa akan menempatkan dananya …….. ya tentunya mana yang menjanjikan return yang lebih baik disitu dana akan mengalir.

Saat ini Indonesia hanya mempunyai 2 juta investor individu. 900 ribu diantaranya merupakan investor individu dipasar saham, sementara sisanya investor melalui reksadana. Jumlah yang sangat kecil bahkan jika dibandingkan jumlah kelas menengah Indonesia yang menurut Bank Dunia berkisar 52 juta orang.

Dari sedikit angka-angka diatas sebenarnya opportunity untuk makin mengkonsolidasi investasi dana dalam negeri ke pasar bursa sangatlah besar dan terbuka. Semakin banyak investor dalam negeri dan semakin besar investasi dari investor dalam negeri masuk ke pasar bursa Indonesia tentu akan makin memperkuat pasar bursa Indonesia.

Dengan kata lain, dengan index saat ini, IHSG masih mempunyai kesempatan yang luas dan terbuka dimasa depan apalagi pada saat selesainya urusan pandemik ini.

Tidak seperti para Super Heroes baik geng DC atau Marvel …. yang intensinya adalah menyelamatkan dunia. Dengan berinvestasi di pasar bursa lokal sesungguhnya masing-masing telah menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri dan secara tidak langsung menjadi pahlawan bagi ekonomi Indonesia.

Nah, kapan lagi mau rebahan tapi bisa jadi pahlawan? Cukup dengan click link ini kalian sudah mengarahkan langkah kaki untuk menjadi pahlawan!

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 24, 2020 1

Cerita Pertama.

Tahun 2000, aku lupa bulannya apalagi tanggalnya. Seorang senior, teman dan kemudian menjadi seperti Abangku sendiri mengunjungi ku di Bandar Lampung kota tempat tinggal ku saat itu. Puas ngobrol disuatu tempat kami keliling kota yang nggak segitu besar, dimobil dia bertanya : “kamu tinggal dimana”. aku menjawab : “Way Halim”. “kamu beli atau bagaimana?” dia meneruskan. “masih kontrak” jawabku. “yuk main kerumahmu” beliau meneruskan.

Sesampai dirumah, kami lanjut ngobrol lagi diruang tamu dan kali ini istriku ikutan ngobrol. Seru karena kami berdua memang sudah mengenalnya dengan baik. Lalu tiba-tiba dia meneruskan perbincangan tentang topik rumah tadi, kali ini didominasi oleh petuah-petuah, sedikit marah dan kotbah ini itu ini itu. menurutnya cara pandangku tentang rumah dan bagaimana cara kami merencanakan untuk membelinya salah dimata senior ini 🙁 . “Kamu nggak bakal punya rumah dan akan seumur hidup ngontrak kalau cara pikirmu begitu. Begitu uangmu terkumpul, rumah yang kamu inginkan sudah akan berubah lagi. Beli sekarang dengan uangmu yang ada”….. itu kalimat yang menusuk hatiku dan kupikirkan berhari-hari.

Kupikirkan masak-masak berhari-hari, dan akhirnya kusadari nasehat, petuah dan kotbah temanku ini benar. Singkat cerita dengan uang yang ada kami memutuskan membeli rumah, tahun itu juga di Bandar Lampung. Itulah rumah pertama kami.

Cerita Kedua.

Suatu ketika Nokia Communicator menjadi salah satu symbol self-esteem para pria – walau segede gaban dan bisa untuk nimpuk anjing 🙂 aku tergoda untuk memilikinya. Kemudian dengan segala macam rasional dan argumen untuk membenarkan diri sendiri bahwa memang aku membutuhkan barang itu, aku akhirnya membelinya 🙂

Serasa jadi manusia paling keren. Kutenteng kemana-mana 🙂 Nokia Communicator di kota kecil Bandar Lampung 🙂 Gubernur juga belum tentu pake tuh 🙂

Suatu ketika Bos ku dari Jakarta berkunjung ke kantorku dan mengetahui aku menggunakan Nokia itu, lalu dengan gaya khasnya beliau berkata : “roy teleponnya bagus” …… mati nih kupikir dalam hati, dan sambil bingung mau merespon bagaimana aku hanya nyengir 🙁 aku tahu bos ku sedang menyindir 🙁

“roy, walaupun kamu punya uang untuk beli Mercedes tetapi jika yang kamu butuhkan hanya Toyota Kijang ya belilah Toyota Kijang. Tidak perlu beli sesuatu yang kamu tidak butuhkan. Hidup kita ini bukan hanya untuk hari ini, kamu harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya” begitu beliau menasehatiku disela-sela kami makan malam.

Cerita Ketiga.

Hari ini dunia berkicau Twitter dihebohkan dengan  sebuah postingan.

Yang lebih heboh lagi adalah semua komen yang mengikuti postingan tersebut. Tetapi aku tidak tertarik mengomentarinya mengingat ketidak tahuanku mengenai sebab musababnya. Daripada akhirnya menghakimi dan sotoy, akhirnya aku memutuskan memikirkannya seorang diri ….sambil membawa jalan-jalan sore bersama Mike dan Milo aku memikirkan postingan itu sampai akhirnya aku teringat kedua peristiwa yang kuceritakan diatas.

( Alm ) Elvis Selawa ….. terima kasih banyak atas nasehat-nasehatnya. Terima kasih sudah mendukung ku di awal karir dan rumah tanggaku. I missed you Bro ….

Teng Beniarto …. Terima kasih banyak sudah mengajariku tentang hidup apa adanya, sederhana, harus punya cita-cita tetapi tetap bersahaja, serta tidak ngoyo.

Aku begitu bersyukur bertemu dengan orang-orang baik, yang sudi menginvestasikan diri mereka untuk membangunku dan mengawasiku disaat aku mulai belajar bertumbuh menjadi dewasa.

written by Roy Hekekire
April 21, 2020 0

seorang teman mengirimkan link tulisan pak Dahlan Iskan berjudul : Covid Apalagi ….

https://www.disway.id/r/892/covid-apalagi

secara lugas beliau mengajak pembacanya untuk move on dari situasi buruk yang dihadapi dunia ini dari pada hanya focus mentengin angka-angka korban atau mencari tahu hal-hal lain dari virus ini. bahkan beliau menuliskan saat ini semua orang telah menjadi ahli virus lebih dibandingkan para ahlinya sendiri.

lebih lanjut pak Dahlan mendorong dan mengajak siapa saja untuk mencari cara-cara baru karena setelah ini kehidupan manusia akan menjadi berubah.

cara berbisnis dan bermasyarakat akan berubah setelah pandemik ini berlalu dan umat manusia belajar darinya.

semalam aku membaca sebuah email dan melihat video yang dikirimkan seorang petinggi – yang ini tinggi sekali dekat langit 🙂 untuk 77.000 orang karyawan di perusahaan tempatku bekerja yang tersebar di seluruh dunia. sebuah video yang sangat encouraging, terlihat jelas gesture yang sangat positif dan mensupport supaya kami para karyawan merasa secure baik secara fisik, mental dan finansial.

tentu aku sangat bersyukur karena ditengah gelombang resesi yang mulai datang sebagai dampak dari pandemik yang sedang dihadapi dunia dimana berita tentang orang-orang yang kehilangan penghasilan, kehilangan pekerjaan atau tidak terlalu yakin dengan kondisi perusahaan atau usaha yang selama ini menopang kehidupan masing-masing, aku dan 77.000 orang lainnya mendengar kabar yang sangat baik dan melegakan.

tetapi tentu mengucap syukur tidak hanya berhenti sampai di mulut dan bibir. bersyukur adalah sebuah perubahan attitude dan behavior!

memang sih tidak mudah untuk memiliki gratefulness attitude dan behavior. mengapa? lihat saya laman social media masing-masing! 🙂 nyalahin itu lah, ini lah, kritik? No ….. umpatan lebih tepatnya? sindirian? ah yg itu mah bejibun 🙂

Minggu siang jam 13.50 sebuah text WhatsApp masuk …. dari Bos ku, isinya link ke Spotify, sebuah interview seseorang dengan Dr. Chatib Basri – ekonom muda, mantan Menteri Keuangan, …… orang pinter 🙂 jika tertarik siapkan waktu 1 jam untuk dengerin obrolan bermutu tinggi dan mencerahkan ini.

masuk minggu ke 4 work from home dan nggak jelas sampai kapan ini akan berakhir memang terasa makin stressful. buatku yang seorang karyawan biasa dan juga perusahaan tempatku bekerja sudah komit untuk memberikan support kepada employee nya saja sudah memberikan ‘tekanan’ tertentu.

aku membayangkan bagaimana dengan teman-teman yang kurang beruntung karena dirumahkan atau bahkan mengalami PHK sebagai buntut dari pandemik ini? bagaimana dengan teman-teman yang harus kerja setiap hari hanya untuk menopang kehidupan hariannya? tidak keluar rumah bekerja berarti tidak ada penghasilan? sedih bukan?

tetapi banyak juga lo yang malah mendapatkan ‘benefit’ dalam situasi seperti ini? lihat saja Youtuber, Content Creator dan Trader/Investor di bursa efek.

tanpa harus keluar rumah tetapi ‘penghasilan’ masih mengalir walau mungkin tidak sederas biasanya 🙂

kubaca beberapa artikel ternyata dari lebih 250 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 2 juta orang saja yang sudah berinvestasi di pasar saham alias kurang dari 1%. dibandingkan dengan Malaysia misalkan, investor saham dinegara tetangga kita tersebut sudah lebih dari 15%. wah kalah jauh banget kita y 🙁

tetapi yang menggembirakan ternyata 39% investor saham di Indonesia di kuasai oleh kaum milenial 🙂 …… keren nih.

nah, buat teman-teman semua nih … bener-bener deh ayo belajar berinvestasi di pasar saham. belajar saja dulu, tidak ada ruginya sama sekali kan belajar sesuatu yang baru?

mumpung banyak waktu kan selama PSBB ini? yuk belajar, lalu mulailah berinvestasi, start small aja dulu, setelah mulai paham dikit demi dikit mulai tambah investasinya.

kayak tadi malam, gabut nggak tahu mau ngapain, lalu buka laptop …. loh kok ada dana masuk? dari mana nih? dari siapa nih? ….. e…. rupanya musim deviden telah tiba 🙂

buat kalian yang mau belajar dan berinvestasi nih silahkan ke sini y

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 20, 2020 2

mengenalnya sejak tahun pertamanya di Universitas dan Fakultas yang sama. kami berteman, tidak lebih. 3 tahun waktu yang cukup untuk menyadarkanku bahwa pertemanan saja tidak cukup. lalu aku melangkah lebih. kami berpacaran. sayang waktu tidak terlalu berpihak banyak. hanya selang 6 bulan setelah kami menapak lebih dari sekedar pertemanan kami harus berpisah kota. aku lulus dan mulai bekerja, dari satu kota ke kota lain. tak lama dia juga lulus lalu kembali ke Jakarta.

hubungan kami terus berlanjut 4,5 tahun sebelum kami memutuskan untuk menikah.

tidak mudah melalui waktu-waktu berpacaran jarak jauh dijaman itu. tidak ada email, tidak ada WhatsApp, tidak ada SosMed. hanya ada telepon kartu yang paling beken saat itu. sesekali berkirim surat.

apalagi perbedaan suku diantara kami ternyata tidak semudah yang kubayangkan sebelumnya. tetapi karena keputusan kami sudah bulat maka semua perbedaan, rintangan yang potensial akan terjadi sudah siap kami hadapi 🙂

hari ini kami merayakan 24 tahun pernikahan kami. belum begitu panjang memang, tapi juga bukan waktu yang pendek.

ada waktu-waktu yang manis tetapi juga ada waktu-waktu kami berjuang untuk tidak hanya mempertahankan tetapi memastikan perkawinan kami berjalan seperti yang kami inginkan.

dia tidak hanya memberikanku seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. tidak juga hanya ‘memberikan’ Mike dan Milo 🙂 bagi keluarga kami. diatas semua itu dia sudah memberikan hidupnya bagiku, bagi anak-anak kami, bagi keluarga kami.

Ar, terima kasih sudah memilihku dan tetap memutuskan bersamaku dimasa-masa sulit kita dulu. terima kasih untuk tetap setia disaat aku salah memilih jalan. terima kasih untuk terus mendukung semua cita-cita dan angan-anganku untuk anak-anak dan keluarga kita. terima kasih untuk tidak menuntut semua hal yang aku nggak bisa provide.

Ar, terima kasih banyak.

I love you

written by Roy Hekekire
April 19, 2020 0

selesai makan malam home made spaghetti made by istriku, kami duduk-duduk diruang tengah yang hanya geser 1 meter dari meja makan 🙂 lalu anak gadisku memperhatikan lengan tanganku sambil komentar : dad, tanganmu kenapa jadi tambah hitam kayak ayam goreng 🙂

memang bener, aku yang sudah hitam berubah lebih legam sejak kami tinggal di Bogor. bahkan karena selalu mengenakan celana pendek maka kentara sekali kulihat sewaktu mandi, betapa paha kebawah menjadi jelaga sementara paha keatas lumayan sedikit ada terang 🙂

padahal jujur aku hanya seminggu sanggup mengikuti saran istriku untuk berjemur, selebihnya selama jam kerja WFH dengan online meeting ini itu aku hanya berpindah dari kursi dihalaman belakang lalu pindah ke gazebo saat matahari sudah mulai garang. tapi entah mengapa kulitku menjadi lebih legam dari sebelumnya.

mungkin karena sinar UV matahari yang seperti jalan tol menembus atmosfir lalu kekulitku. berbeda dengan Jakarta sebelum pandemic, sinar matahari harus berjuang menembus pekatnya polusi udara untuk bisa singgah ke kulitku. belum lagi hampir saban hari terkurung diruang kantor yang ber AC.

tapi jika itu persoalannya mengapa banyak sekali penduduk Bogor yang berkulit putih ya? 🙂

tapi siapa yang peduli juga dengan kulit yang seperti ayam goreng? bahkan untuk bercukurpun tidak lagi kulakukan setiap hari seperti biasanya. tapi siapa pula yang peduli, toh nggak kemana-mana juga, nggak ada orang lain yang lihat kan? 🙂

kupikir lucu juga ya … jadi selama ini kalau aku setiap pagi bercukur, pakai lotion ini itu setelah mandi, semprot wangi-wangian ini itu setelah berpakaian, mematut diri dengan ikat pinggang, sepatu dan jam tangan sebenarnya untuk apa dan untuk siapa ya? 🙂 untuk diri sendiri atau untuk orang lain?

written by Roy Hekekire
April 17, 2020 1

informasi mendadak bahwa aku bisa mengambil liburan singkat di awal tahun menyebabkan kami sekeluarga memutuskan akan mengunjungi Vietnam. selain dekat juga eksotis karena sejarah, alam dan makanannya. tiket sudah dbeli, hotel sudah dipesan dan tanpa visa pula …. easy.

tgl 31 Desember 2018 subuh setelah acara di rumah orangtua istriku selesai, kami memutuskan pulang ke rumah untuk bisa beristirahat barang beberapa jam.

jam 8 pagi dengan mengendarai taxi kami ber-empat melesat ke airport. langsung ke counter Vietnam Airlines. lancar ……

sewaktu kami masih bergurau tiba-tiba namaku disebut oleh petugas ticket counter : pak, ini passportnya tinggal beberapa minggu validitasnya sehingga lebih baik diperpanjang dulu sebelum berangkat supaya bapak tidak mendapatkan masalah di negara tujuan. duer ……… 🙁

istriku langsung ribut khas ibu-ibu :), anak laki-laki ku seperti biasa cool and calm, anak gadisku langsung nangis sambil berkata : y udah kita nggak usah pergi semua, nggak enak nggak ada Papa 🙂 🙁

setelah shock teratasi, kewarasan mulai take control, aku memutuskan supaya mereka bertiga tetap berangkat dan aku akan menyusul setelah beres urusan passport. setelah dibujuk-bujuk akhirnya anak gadisku dengan terpaksa mengikuti keputusanku dan didukung oleh anak laki-laki ku yang memang selalu rasional.

long story short mereka ber-tiga berangkat dan aku pulang.

rupanya perpanjangan passport tidak semudah yang kubayangkan, apalagi saat itu adalah awal-awal pembuatan passport online. kuubek-ubek semua kantor imigrasi di Jakarta untuk mencari jadwal tetapi ternyata yang tercepat hanya tersisa seminggu kedepan 🙁

akhirnya aku menyerah untuk memperpanjang passport. hanya diam dirumah, bener-bener diam dirumah sendirian sambil sesekali melihat kiriman foto-foto istri dan anak-anakku seminggu disana.

sendiri seminggu dirumah 🙁

tadi malam kira-kira pukul 10 malam, istriku mendapat kabar salah seorang Udanya masuk ke rumah sakit. dan karena tinggal sendiri sehingga tetangga rumah mengantarkan ke rumah sakit. Uda ini memang tinggal sendiri setelah istrinya meninggal beberapa tahun lalu dan anak semata wayangnya menetap di Canberra.

singkat kami berdiskusi apakah akan mengengok dan mengurus ini itu? tetapi kami juga kuatir saat-saat seperti ini kerumah sakit apakah merupakan keputusan yang tepat? belum lagi kesimpang siuran mengapa Uda sampai harus kerumah sakit. apakah karena penyakit ginjal yang memang sudah lama diidapnya atau karena sebab lain?

sejam kemudian kami mendapat kabar bahwa Uda sudah meninggal, sendirian tanpa ada satupun sanak saudara yang berada disisinya saat nafasnya berhenti. kemudian kami mendapat kabar bahwa protocol yang dipakai rumah sakit adalah protocol penanganan jenazah korban Covid-19.

suasana menjadi tidak karu-karuan. kami semua tidak tahu harus bagaimana.

ternyata protokol nya memang ketat, semua dihandle oleh petugas rumah sakit dan pemerintah daerah setempat.

ada salah seorang saudara sepasang suami istri dan seorang anaknya yang tinggal paling dekat dari lokasi rumah sakit yang datang pagi ini dan melihat dari jarak jauh sambil merekam video bagaimana peti jenasah dibawa dari kamar mayat ke ambulance, bagaimana peti yang terbungkus plastik dan ambulance di semprot di disinfectant dan kemudian ambulance berjalan menuju pemakaman.

video yang lain yang diterima istriku melalui whatsapps nya menunjukkan Uda sudah dikubur, dilokasi khusus korban pandemic.

sejak semalam sampai pagi ini istriku terus menangis, terisak-isak. menerima panggilan telpon atau text lalu menangis lagi …. begitu berulang-ulang.

memang sih setiap orang pasti akan mati. tapi membayangkan sendirian di rumah sakit, sendirian menghadapi maut tanpa seorangpun yang dikenal berada didekat bukan perkara mudah.

sendirian dirumah karena passport mati dan sendirian menghadapi maut tentu beda sekali. nggak bisa dibandingkan. itu sebabnya #dirumahaja itu bukan main-main, harus disiplin diikuti. jauh lebih mudah sendirian terisolasi dirumah daripada mati sendirian di rumah sakit karena memang protokolnya tidak memungkinkan sanak saudara menemani bahkan mengurus jenasah sekalipun.

written by Roy Hekekire
April 8, 2020 0

Melihat progres penyebaran Covid-19 memang bener-bener bikin deg-degan, cemas, kuatir dan takut. Walaupun sudah work from home tetapi kecemasan itu masih juga datang nyaris tak terkontrol.

Bener banget …… biang keladinya adalah postingan di social media dan platform komunikasi yang mempermudah para penggunanya bukan saja untuk menerima pesan atau informasi tetapi juga meneruskannya ke pihak lain.

Bisa jadi maksudnya baik, tetapi bisa berakibat sebaliknya jika pesan tersebut berisi informasi yang kurang akurat, tidak akurat atau yang lebih tragis lagi hoax alias bohong!

Belum lagi unggahan-unggahan yang malah menimbulkan debat tidak perlu ditengah situasi yang seharusnya membuat kita makin bersatu.

Jaman sekarang ini memang bukan lagi kita yang mencari informasi tetapi malah informasi yang menyerbu masuk bahkan sampai ke kamar tidur 🙁 sehingga perlu filter alias kelihaian memilah dan memilih informasi apa yang perlu dikonsumsi dan mana yang langsung delete!

Sejak awal tahun memang berita yang bikin panas dingin lebih mendominasi media. Bad news is a good news, berita buruk lebih laku dijual ketimbang sebaliknya. Padahal selalu ada paling tidak 2 sisi dalam setiap peristiwa atau fakta. Tinggal darimana kita mau melihatnya …… itulah perspektif.

Gonjang-ganjing pasar saham yang bergerak seperti roller coaster selama beberapa minggu seiring dengan makin tinggi tingkat penyebaran Covid-19 memang benar-benar membuat gerogi level akut. Banyak berita-berita negative yang melatar belakanginya. Ambil contoh : dana asing keluar dari Indonesia berjumlah sekian T! miris kan? Pertumbuhan ekonomi berpotensi 0% … gimana tuh? Tingkat pengangguran akan meningkat! Serem kali? Lockdown! Apalagi tuh? 🙁 Index akan bergerak ke angka 4000! Waduh 🙁

Dengan modal yang hanya seiprit tentu saja berita-berita serem itu membuatku takut dan cemas, apalagi melihat kenyataan bahwa total investasi drop lumayan besar. Tapi lagi-lagi aku selalu mengingat bahwa paling tidak selalu ada 2 sisi dari setiap fakta. Bahkan dalam situasi yang buruk selalu saja ada kesempatan dibaliknya. Aku memilih lebih balance …. Supaya pikiran tidak parno dan akhirnya malah kontra produktif.

Apalagi sejak awal aku berinvestasi di saham, aku tidak menggunakan uang yang akan kuperlukan untuk digunakan dalam jangka waktu pendek, apalagi hutang alias menggunakan margin. Sehingga tekanan untuk menghasilkan return dalam jangka pendek hampir tidak ada….kalau ada return jangka pendek yang syukur kalau tidak y fine 🙂

Lalu index drop sampai dibawah 4000 ….hih serem 🙁 bahkan memasuki hari Senin 23/3/2020 pun masih melata di 3900 ohmaigat …. 3 saham yang kusimpan hancur lebur nggak karu-karuan 🙂 Antara pasrah dan sisa-sisa semangat karena support analisa dan rekomendasi dari teman-teman di #RHBTradeSmart, dengan beberapa perhitungan kembali masuk alias Buy di harga yang so far paling rendah sepanjang tahun ini atau bahkan sudah lebih rendah sejak beberapa tahun terakhir.

Lalu aku coba nggak lihat pergerakkan karena selain bikin jantung empot-empotan juga karena kesibukkan akibat work from home yang ternyata jauh lebih challenging dibanding kerja di kantor 🙂

Lalu Jumat hari ini, 27/3/2020 terjadi aksi Net Sales 🙂 ….. cihui 1 saham gain 14% dan yang lainnya 8% 🙂 🙂 🙂 Index sempat menyentuh hampir 4700 dan sedikit terkoreksi di penutupan di 4500 an.

Tuh kan bener kata Sifu …. It’s all about mind set! Nggak boleh buru-buru dapat hasil …. Saham is not an easy money.

Walau jujur saja total investasi masih merah muda 🙂 tapi seperti yang kuceritakan di tulisanku sebelumnya porsi saham yang untuk trading sudah hijau dengan main jangka pendek …. Ikuti gelombang saja. Buy disaat koreksi besar, tunggu sampai bawah dan mulai naik and then sell on strength seperti hari Jumat ini.

Mengikuti naik turun gelombang tsunami ini aku sudah 4 kali gain karena Buy on Weakness dan Sell On Strength.

Porsi invest untuk pilihan saham yang sama, sengaja aku biarkan alias sebodo amat … harga beli juga nggak jelek-jelek amat dan itu juga untuk keperluan jangka panjang pula.

Nah yang porsi trading ini lah yang ku “main” kan 🙂

Dengan hasil hari ini aku siap menanti apa yang akan terjadi minggu depan ….. mau koreksi lagi … OK lah, mau rally naik lagi boleh juga 🙂

Nah, sekali lagi intinya mind set. Supaya punya mind set yang positif ya tentu informasi yang dikonsumsi harus positif juga. Kalau yang dibaca hanya berita-berita nggak enak y nyali akan makin jiper, pesimis dan nontonin doing. Begitu pasar membaik yang ada kembali mengeluh : ……. Coba ya waktu itu aku beli saham 🙂 ……. telat tahu!

Ayo, mumpung work from home, gunakan waktu yang biasanya ngobrol-ngobrol sama teman kantor sekarang saatnya belajar tentang saham.

Dan mumpung work from home nggak tahu sampai kapan, kongkow di Café, nonton cinema, shopping2 di mall hampir nggak dilakukan kan alias ada uang spare tuh, mulai ditabung siapa tahu bisa secepatnya ikutan investasi di saham.

Bagi yang perlu link untuk mempermudah teman-teman jika serius untuk gabung silahkan nih :

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
April 4, 2020 3

namanya juga tinggal di Kota Hujan, Buitenzorg istilah masa penjajahan dulu atau sekarang dikenal dengan nama Bogor. hampir tidak ada hari tanpa tidak hujan. beberapa hari terakhir ini kira-kira sore hari ketika pintu dan jendela rumah dibuka dinginnya angin yang menyerbu rumah hanya sanggup kami tahan tidak lebih selama 15 menit ….. bbbrrrrrrr dingin ….23- 24 derajat celcius menurut pengukuran suhu di iPhoneku.

beberapa hari yang lalu salah seorang anakku berkata : kok hujan terus ya sampai nggak bisa ngapa-ngapain di halaman 🙂 dan memang benar-benar kami terkurung didalam rumah, bukan saja karena self isolation tetapi juga karena hujan!

beda sangat dengan Jakarta tempat tinggal kami sehari-hari, berdebu, panas, hanya ada langit yang seakan mendung walau itu sebenarnya adalah selimut tebal polusi yang menutupi sinar panas matahari.

pada saat di Jakarta aku menantikan suasana Bogor. pada saat di Bogor aku merindukan panasnya Jakarta.

beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sebuah video berdurasi 59 detik. tentu tidak akan ada kata yang kurangkai menjadi kalimat untuk menceritakan kembali isi video yang membuatku terjaga semalaman karena memikirkan dan merenungkan isinya yang mengkoreksi isi pikiran dan hatiku itu. aku akan membiarkan teman-teman semua menontonnya.

Apa yang terbaik dalam hidup ini? ???

Dikirim oleh Dhamma kehidupan pada Jumat, 16 Agustus 2019

#dirumahsaja membuat populasi dunia dipaksa untuk kembali kepada hal-hal yang paling esensial tanpa atribut-atribut lain yang selama ini membuat kehidupan menjadi ribet, kompleks, dan mahal.

tidak ada lagi ngopi di café – kalau mau minum kopi seduh sendiri. tidak ada lagi lunch, dinner di restaurant atau ditempat-tempat favorite – kalau lapar y masak sendiri, atau order dan dikirim ke rumah. tidak ada lagi bioskop – kalau mau nonton y melalui tv cable. tidak ada lagi fitness centre – kalau mau exercise y sambil sekalian menyapu, mengepel atau mencuci baju. tidak ada lagi hang out bersama teman-teman – kalau mau mengobrol y bersama pasangan dan anak-anak. tidak ada lagi rekreasi ketempat-tempat eksotis – kalau mau resfreshing y cukup dihalaman atau didalam rumah. tidak ada lagi keruwetan memilih sneaker, tshirt atau baju dan celana apa yang mau dikenakan. tidak ada lagi matching tas apa, sepatu apa dan gaun apa karena percuma juga kerepotan itu jika tidak ada orang lain yang melihat. semua benar-benar kembali kepada hal-hal yang paling mendasar dari kehidupan manusia.

#dirumahsaja mengajarkan dan mengingatkan manusia arti sebuah kata CUKUP.

#dirumahsaja mengajarkan dan mengingatkan kembali banyak hal mendasar manusia yang selama ini terlupakan.

written by Roy Hekekire
March 28, 2020 0

sudah seminggu ini aku fully kerja dari rumah, minggu sebelumnya masih sesekali dirumah tapi lebih sering dikantor. Ini semua karena urusan Covid-19 ….btw sudah eneg atau belum dengar Mr. C ini?

tadinya kupikir lumayan enak bisa kerja dari rumah, bisa dikit nyantai, sesekali bisa nyolong-nyolong nonton tv atau dengerin music dan mulut nggak berhenti mengunyah macam sapi yang memamah biak 🙂

tapi kenyataan tak seindah rembulan 🙂 …. Online meeting tak henti-hentinya, sambung menyambung seperti gugusan pulau di Indonesia, notifikasi Whatsapp dan Telegram tang ting tung bikin pekak telinga.

Ribet … super ribet, sesekali frustasi kapan semua ini akan berakhir.

Bicara produktivitas walau sudah jungkir balik menggunakan teknologi yang tersedia tetap saja karena most of our bisnis masih didesign dengan cara lama tentu saja menghambat. Mau tetap kerja takut tertular lalu mati …. serba repot 🙁

Jadi pilihannya tetap produktif alias kerja seperti biasa dengan resiko tertular lalu mati ATAU diem dirumah, stay away from the crowd, cuci tangan lebih sering dengan resiko bisnis mati, nggak bisa kerja, lapar karena nggak ada uang buat belanja dst dst, lalu mati kelaparan ….. iya bener jangan protes dulu ini juga dramatisasi ah …. tapi lihat logic nya aja y 🙂

Tapi masak iya pilihannya cuma 2 itu? nggak ada pilihan ke 3 kah? misal : tetap produktif walau diem dirumah? Ah ini dia ……. Gimana itu?

Setelah 3 jam online meeting, semalaman aku berpikir begini : ini situasi yang unknown, kita semua nggak ngerti, belum pernah ada sebelumnya, situasi yang tidak biasa makanya kita semua harus berpikir mencari cara-cara baru yang tidak biasa yang bahkan nggak pernah terpikir sebelumnya. Mengapa kita perlu mencari cara-cara baru, ya karena bisnis tetap harus berjalan. Mengapa bisnis harus tetap berjalan? Ya supaya tidak terjadi efek domino lanjutan.

Berpikir bukan saja untuk survive dari Mr. C tapi setelah semua kehebohan ini selesai akan seperti apa bisnis, akan seperti apa hidup setiap individu?

Mungkin akan ada yang survive – and trust me most of us will survive from this BUT the question is : apakah kita masih punya kerja setelah huru hara ini, apakah penghasilan tidak berubah turun setelah semua mereda? Atau hal-hal baru apa yang bisa dipelajari atau dilakukan untuk menambah produktifitas selama work from home? Coba pikirkan itu, seperti bermain catur kita semua harus berpikir dan mempunyai pemahaman untuk beberapa langkah kedepan! Karena hidup masih akan terus berjalan bahkan setelah pandemic ini!

Situasi ini memang serius, jaman perang dulu cerita kakek saya almarhum yang tentara, kita tahu siapa lawan kita karena kelihatan. Urusan Covid-19 ini runyam urusannya karena kita nggak ngerti siapa yang dalam tubuhnya sudah bermukim si C atau siapa pula yang menjadi transporter 🙁 Karena serius maka study para expert ya didengerin baik-baik dan dijalankan, bukannya malah bikin teori-teori baru yang nggak jelas. Pagi ini kubaca di twitter : setelah semua ini berakhir akan banyak ahli virus lulusan universitas Whatspps 🙂

Dengerin juga otoritas alias pemerintah, bukannya bikin aturan masing-masing. Belajar juga dari negara-negara lain – apa yang sudah terjadi dinegara lain dipelajari. Hal-hal baik ditiru, yang jelek buang jauh-jauh. Jangan dibalik-balik 🙂

Bukan mau kasih kuliah atau kotbah blab la bla …. But this is serius : work from home IS NOT a holiday. Justru sebaliknya ini adalah extra work yang harus kita pikul sama-sama. Supaya makin banyak orang yang selamat, makan cepat ini berlalu dan bisnis juga bisa berjalan se” normal “ mungkin. Sehingga saat ini semua berlalu kehidupan setiap individu tidak perlu lagi start from Zero!

Dengan mengisi pikiran dan waktu dengan hal-hal yang baik dan produktif maka cara memahami situasi hari ini juga akan berubah. Dijamin nggak ada waktu lagi untuk baca-baca berita-berita bohong dan menyebarkan ketakutan di populasi yang lebih besar.

#Be_safe

#Be_productive

written by Roy Hekekire
March 27, 2020 0

Senin, 9 Maret 2020 ….. tepat jam 9 pagi ketika Open Market hari itu, seketika para beruang keluar dari sarang 🙂 nggak terlihat satwa lain. Notifikasi signal ‘Bear” tak henti-hentinya nongol di iPhone ku lewat aplikasi #RHBTradeSmart …. Tiba-tiba populasi beruang meningkat dan market drop hampir 4% yang dipicu aksi Panic Selling saham-saham blue chip dipenutupan sesi 1 🙁 …… serem. Tambah serem lagi karena saham-saham pilihanku semuanya blue chip …. Omaigat 🙁

Sambil makan siang kubaca beberapa news di beberapa media, kecemasan market terhadap perkembangan Covid-19 telah menyebabkan anjloknya bursa-bursa utama Asia hari itu: Nikkei drop 5,66%, Hang Seng drop 3,63%, Shanghai drop 2,41%, Strait Times drop 4,35%, Kospi drop 3,97% dan ASX 5,85% – source CNBC …… ngeri ya …. pantesan para beruang keluar dari gua persembunyiannya.

Malamnya kulihat timeline di Twitter ku, postingan dari The Spectator Index …. Tambah serem ….

Kalau sudah kayak gini bener-bener wait and see dengan waspada, diam aja dulu sambil stand by cash dengan alokasi tertentu untuk nubruk saham-saham yang terdiskon lagi dan lagi. istilah my Sifu … diskonan emak-emak 🙂

Dengan mind set yang benar eeeaaaaa 🙂 dan menghitung resiko ini itu kemarin kubeli beberapa lot dari 2 emiten perbankan, 1 swasta dan 1 BUMN. Diskon sudah dalam dan beberapa tokoh sudah mulai bicara di media tentang wacana buy back. Bahkan sebuah berita dari CNBC mengatakan 12 BUMN siap buyback 8T! 🙂

Yang sedikit membuatku tenang adalah semua saham pilihanku berfundamental kuat & blue chip …. dan sudah ada jadwal kapan dapat deviden pula 🙂 … not that bad lah. Yang terpenting sekarang adalah; sabar, rasional, tidak panik dan kalau ada extra cash boleh juga – mudah-mudah “menteri keuangan” mendengar jeritan hati ini 🙂

Selasa, 10 Maret 2020, pesan masuk dimulai dengan informasi index Dow sink 2.000 points worst day since 2008, S&P drop more than 7% 🙁 gubrak …. Tapi begitu BEI open market langsung loncat 2%. Langsung aku check yang kubeli kemarin ….. ula la … si BUMN gain 5,81% dan si Swasta gain 3,4% ….. sell on strength! Amankan cash supaya ready untuk nubruk jika ada apa-apa lagi 🙂

Bicarain ke dua binatang yang terkenal di pasar saham ….nggak ngerti juga darimana asal usulnya Bullish dan Bearish, mau cari tahu lebih lanjut nggak ada selera ditengah market yang begini. Tapi paling tidak gini: Bullish adalah menggambarkan market atau saham yang harganya naik atau positif, tetapi sebaliknya Bearish.

Walaupun menggambarkan 2 kondisi market yang berbeda tetapi pemilihan 2 bintang besar, galak dan serem pasti ada maksudnya. Y supaya waspada karena 2 makluk tersebut ganas dan liar!

Lalu tibalah hari keramat Friday the13 🙁 …. Semua sudah pada waspada apalagi sehari sebelumnya di hari Kamis 12 Maret 2020 market dipaksa close 30 menit sebelum pasar seharusnya tutup.

Hari itu, Jumat 13 Maret 2020 pasar di suspend 30 menit setelah pasar buka …beberapa saham terutama blue chip ambles diatas 5-6%……serem.

Karena mulai ada cash dari hasil beberapa hari yang lalu dan sedikit infus dana aku masuk setelah suspend dibuka.  Pasar masih bergejolak kesana sini dan setelah sesi kedua hari itu beberapa saham blue chip bergeliat dan sekonyong-konyong bergerak positif dan membuat weekend ku lumayan cerah karena 7% gain in just a day 🙂

Situasi begini memang Cash is The King …. Harus ada alokasi cash karena kita nggak ngerti ini sumur dalamnya berapa 🙂

Dengan cash ditangan tidak berarti sembarangan aja belanja ini itu ….. sabar, update informasi dan waspada. Ini bukan hanya bicara tentang Covid-19 y tapi kupikir juga relevan untuk trading. Jangan panik dan tetap rasional.

Be safe teman-teman

@SahamIsEasy @TradeEasier #InvestSmarter

written by Roy Hekekire
March 20, 2020 0

Memasuki bulan Februari, seperti biasa tiba-tiba warna merah jambu alias pink nemplok di toko-toko. Stock coklat bermunculan untuk ditawarkan. Love is in the air ….. Valentine’s Day.

Lepas dari perdebatan setuju tidak setuju, budaya kita atau entah budaya siapa yang jelas momentum Februari dirayakan oleh sebagian orang dimuka bumi.

Bicara tentang cinta ….. eeeeaaaaa 🙂 memang tidak melulu didominasi oleh suasana dan situasi yang berbunga-bunga alias indah. Bahkan konon cinta justru dibuktikan pada situasi dan kondisi yang tidak enak, susah, sedih mungkin juga ada nangis-nangis seperti film India 🙂

Cinta bukan hanya bicara tentang momentum, tapi juga proses. Oleh karena itu perlu dirawat dengan sabar dan belajar untuk memahami.

Demikian juga dengan investasi saham. tidak saja bicara tentang momentum, tetapi perlu sabar, belajar supaya paham 🙂

Jika market sedang naik alias Bullish semua menyebut diri investor atau trader atau apapun lah ….. tetapi jika sedang Bearish pada kabur, ngumpet. Ntar muncul lagi jika signal Bullish berwarna hijau tua 🙂

Memang sih enak banget aku nulis gini ya kasih nasehat bla bla bla ….. gimana jalaninnya? Susah-susah kumpulin uang untuk modal trading eh kalo “lewat” gimana? 🙂

Kupikir sama juga lah, urusan modal juga perlu kuusahakan dengan mengumpulkan dikit-dikit, membatalkan atau menunda beberapa item yang ingin kubeli, potong sana-sini, yang jelas supaya modal segera kekumpul dan menambah investasi.

Itu sebabnya memang luar biasa pergumulan hati dan nyali selama bulan jatuh cinta ini 🙂 terkadang disuatu hari turun menuruni lembah nan merah lalu seketika mendaki gunung yang hijau …… sadis, ngos-ngosan, mau jantungan tapi takut mati 🙂

Seperti ditulisanku sebelumnya, closing Januari aku lumayan berhasil memperkecil loss trading yang sempat menyentuh 10% dengan cara cut loss beberapa saham dan memindahkannya ke sebuah saham hasil rekomendasi #RHBTradeSmart. Saham ini lumayan mahal harga per lotnya …. puluhan ribu. Tapi setelah kupikir dan sedikit analisa amatiran seorang newbie masuk akal juga karena sudah terdiskon lumayan besar …. #BBCA.

Jadi kubeli lah saham itu, sebagian untuk trading dan sebagian untuk sedikit jangka panjang.

Selanjutnya wait and see sambal nonton Netflix 🙂

Nasehat bijak dari seorang investor kawakan bilang gini: Buy when everyone else is selling & hold until everyone else is buying. That’s not just a catchy slogan. It’s the very essence of successful investing J

Enak bener dia omong gini ya? Kalo yang lain jual emang aku nggak mau jual? Emang nggak deg-degan gitu melawan arah?

Tapi masak iya nggak percaya dengan nasehat dari investor terkemuka seperti J. Paul Getty?

Singkat cerita, akhir Februari lalu dengan restu dan doa dari “menteri keuangan” aku top up dana setelah terjadi kesepakatan untuk menunda keinginanku untuk ini dan itu 🙂

Deg-degan? Pastilah, kuatir? Iyalah, cemas? Tentulah 🙂

Itulah cerita sepanjang Februari. Ditengah situasi yang runyam, market drop lumayan besar bahkan lebih rendah dari Januari praktis yang kulakukan adalah wait and see dan BUY 2 saham pilihanku yang sudah terdiskon lumayan besar.

Tapi …. ups aku lupa. ada sebuah saham hasil rekomendasi yang aku beli di minggu ketiga Februari dan gain dalam 3-4 hari sebesar 5%! …… #RHBTradeSmart memang OK!

#TradeEasier #SahamIsEasy #InvestSmarter

written by Roy Hekekire
March 19, 2020 0

Pagi tadi kulihat sebuah posting dari akun IG seperti ini ….

Tindakan yang sederhana, sangat sederhana bahkan, tidak ada inteleknya sama sekali. Seorang Ibu yang mengorder makanan secara online dan langsung diberikan kepada pengemudi ojol yang merespon ordernya.

Sepintas terpikir olehku tindakan Ibu ini yang lumayan naif. Memberi makan hanya kepada 1 orang driver ojol yang memang dalam beberapa hari ini sudah sepi order karena situasi dan kondisi kota Jakarta.

Lalu aku bandingkan dengan banyak postingan hari-hari ini dari ahli-ahli musiman, komentator-komentator kelas social media di beberapa platform tentang situasi terkini dan bagaimana otoritas menanganinya.

Coba tengok …. saran tata cara ibadah dari lembaga yang berasal dari para alim ulama dan para ahli agama dikomentari, otoritas di desak untuk lock down, shut down atau apapun namanya …. padahal aku lebih suka sundown 🙂 Lalu saran dan encouragement dari otoritas untuk bekerja dari rumah dan social distancing pun di puter kiri kanan. Disarankan tidak berjabat tangan dipandang sebagai cara baru untuk menghilangkan tata cara tertentu yang selama ini menjadi budaya 🙁 are you kidding …. Gerakan bekerja dari rumah diboost sedemikian rupa sehingga menimbulkan praduga dan men discourage bagi para pekerja yang masih belum bisa bekerja dari rumah baik karena nature pekerjaannya atau karena sebab lain.

Bagiku itu sebuah kontras …. tindakan “naif” si Ibu dibandingkan dengan para komentator serta para ahli kelas social media yang bertebaran yang disupport dengan teori dan konsep kelas apa adanya.

Sebagai bagian dari komunitas sosial di kota dan bangsa ini tentu wajar jika aku miris. Bagaimana mungkin sebuah bangsa besar yang mengaku beragama, bahkan Tuhan dipanggil dimana-mana, bahkan juga Tuhan dipanggil-panggil kapanpun, mempunyai sikap dan perilaku sedemikian dalam menghadapi situasi yang begitu sulit serta dampaknya yang akan luar biasa super besar ini? …….. sebuah Twit dari seseorang jauh di Eropa seperti ini : Most of the world have no idea what’s going to happen with this situation!

Ini situasi dan kondisi yang serius …. siapapun didunia belum mempunyai jawaban untuk mengatasi virus yang sudah menjadi pandemic ini, demikian juga beserta dampak yang ditimbulkannya baik secara social, ekonomi dst.

Bukankah dalam situasi sulit seperti yang dunia alami saat ini akan lebih berguna jika semua saling mensupport, saling mengencourage, memberi semangat dibandingkan berdebat, membiarkan jemari merangkai kata liar lalu mempostingnya dan kemudian menimbulkan perdebatan dst?

Senin menjelang siang sekitar pukul 11.30, sebuah text dari Senior Pastor di sebuah gereja tempat kami sekeluarga menjadi bagian muncul : pagi pak Roy. kami doa buat perlindungan Tuhan buat bapak dan keluarga. Bgm dg Jasmine pak? stay di US atau balik Jkt?

yakin, text itu dibuat tidak lebih dari 1 menit, tetapi begitu besar artinya buat istri ku dan aku sendiri yang selama seminggu penuh kami gelisah memikirkan anak perempuan kami yang kuatir dan takut menghadapi situasi ini di kota tempatnya belajar.

Kemarin sekitar jam 7 malam saat mengambil kunci mobil dari pos security, kulihat 2 orang petugas piket sedang duduk bersampingan hampir tidak ada jarak. Lalu sambil kuterima kunci dari salah satu pak security aku berkata : pak, sebaiknya ambil jarak antara 2-3 meter y, ini untuk menjaga bapak-bapak sendiri dan untuk menjaga keselamatan dan kesehatan kita semua.

Tadi siang kulihat salah posting di whatsapp group kantor, seorang Area Manager yang melakukan video call dengan semua teamnya yang sedang di lapangan sekedar untuk memastikan apakah mereka mengenakan masker dan secara rutin membersihkan tangan dengan hand sanitizer. Sebuah tindakan sangat sederhana tetapi sangat menyentuh hatiku.

Belum lagi Bossku, sampe pegel jempolku meladeni text beliau menanyakan ini dan itu kondisi teamku dilapangan. Apakah mereka nervous, apakah mereka sudah diprovide oleh extra tools untuk menghambat penyebaran, apalagi yang kantor pusat bisa bantu, dll dll? …. Jempol boleh pegel tapi aku menjadi bersemangat dan besar hati mengetahui pak Boss selalu memperhatikan dan ada untuk kami semua.

Beberapa teman di kantor pusat yang karena nature pekerjaannya memungkinkan work from home juga banting tulang dipepet deadline super ketat untuk mempersiapkan ini dan itu supaya team field mendapat support yang baik dan segera dapat meminimalkan resiko dilapangan.

Tadi siang iseng aku memposting di IG story situasi lantai 3 di gedung tempat aku berkantor yang lengang, hanya aku seorang diri …. benar-benar seorang diri – dan mungkin beberapa hantu 🙂 – di seluruh lantai. Tidak lama kemudian puluhan teman yang bekerja dari rumah mengirimkan pesan : semangat pak!

Bayangkan jika apa yang kualami juga terjadi di komunitas kita masing-masing, bahkan di laman social media kita masing-masing? Saling memberikan semangat dan memberikan jalan keluar bagi orang lain?

Jika masing-masing dari kita telah menerima encouragement dari orang lain, mengapa kita tidak memberikan encouragement kepada orang lain?

Tindakan sederhana dan naif kita memang tidak akan mengubah dunia … tetapi paling tidak mengubah diri kita masing-masing.

Together we are stronger!

Indonesia kamu Bisa!