Anting

3 minutes, 44 seconds

Beberapa tahun setelah kami menunggu cukup lama, akhirnya seorang anak perempuan datang melengkapi anggota keluarga kami.

Memiliki anak perempuan sontak membuat saya dan istri – seperti keluarga lain juga rasaya J – lupa diri dan lapar mata membeli ini dan itu untuk mempercantik anak perempuan kami. Baju berwarna ini dan itu, sepatu model ini dan itu, pita, jepit rambut, kaos kaki motif ini dan itu dan juga perhiasan.

Memang kupikir berlebihan, tetapi tetap saja godaan itu sedemkian besar nya …. Teman2 yang mempunyai anak perempuan pasti paham situasi iniJ

Sampai suatu ketika bahkan bahkan saat anak ini belum becus jalan sendiri di kedua daun telinga terselip sepasang anting keluaran merk dunia ternama yang amat sangat berlebihan dipakai seorang anak balita. Dan benar suatu ketika kami berlibur di sebuah pantai di Bali salah satu antingnya lenyap entah kemana. Suster perawatnya kalang kabut dibuatnya, Ibunya sewot nggak tahu sama siapa J

Beberapa saat anak kami hanya menggunakan 1 anting disalah satu daun telinganya dan …….. lagi-lagi godaan datang menghampiri ….. ganti anting. Rupanya lagi kami berdua tidak cukup belajar dari peristiwa sebelumnya, anting pengganti dibeli, serupa tidak wajarnya untuk dikenakan untuk seorang anak perempuan yang masih mengompol J

Beberapa saat di kedua daun telinganya bertengger indah sepasang anting dengan kilau, semakin mempercantik anak perempuan kami tentu saja J

Tetapi benar peristwa Bali terulang kembali tetapi kali ini kami bahkan tidak tahu dimana hilangnya.

Akhirnya kami menyerah dan mengganti dengan anting ala kadarnya.

Suatu ketika, Jasmine – demikian kami memanggil gadis kecil kami – panas dan makin panas saja tampaknya. Tidak pilek, tidak batuk, tidak jatuh, tidak salah makan tetapi badannya panas, panas tinggi. Setelah kami teliti perlahan-lahan kami melihat antingnya hanya tinggal 1 yang menempel di telinganya. Kami periksa lagi dengan lebih teliti ternyata di daun telinga yang tidak ada antingnya terlihat memerah dan dia menjerit kesakitan saat disentuh. Ya ampun rupanya entah bagaimana anting yang model tusuk tersebut masuk terbenam di cuping daun telinganya.

Kami kalang kabut dan segera membawa Jasmine ke dokter untuk “menyelesaikan” dengan cara adat urusan anting yang terus menerus menteror kami berdua J. And done ….. selesai, infeksi disembuhkan, beres seberes beresnya tetapi ……. anak kami ini jadi kapok memakai anting.

Sejak saat itu bahkan sampai menyelesaikan high school di kedua daun telinga tidak pernah terlihat ada anting yang dipakainya -apalagi segala macam perhiasan seperti kalung dan gelang. Anak gadis kami bertumbuh menjadi remaja dan masuk ke usia 17 tahun tanpa embel-embel perhiasan yang sewajarnya digunakan remaja seusianya.

Karena semakin remaja dan suatu ketika tentu akan menjadi dewasa – kami sering mengingatkan nya …. dek nggak mau pakai anting? Belum juga kering bibirku bicara dia sudah menjawab … nggak J dia menjawab galak – mirip gayaku kalo sedang sebel J

Suatu ketika dimalam yang kudus J istriku memeriksa beberapa gelintir perhiasannya, mana yang akan disimpan dirumah dan mana yang akan disimpan di SDB. Aku melihat ada gelang dan kalung, ku ambil kedua benda itu dan langsung kabur ke kamar anak gadisku.

Dek…coba pakai ini, kutunjukkan sebuah gelang dan langsung kupakaikan di tangannya. Bagus dad, katanya. Aku tersenyum.

Kalo ini bagaimana, sambil kutunjukkan sebuah kalung. Lalu aku bercerita, dek ini kalung dulu dibeli almarhum Oma buat Papa supaya dipakai sebelum Papa pergi merantau dari kota ke kota. Oma bilang supaya dengan kalung ini Papa ingat dari mana Papa berasal. Kamu mau pakai kalung ini? Dia mengangguk dan segera kubantu dia memasang kalung itu dilehernya.

Woila ….. gadisku sudah memakai perhiasan sederhana – sebuah tanda umum dari seorang gadis remaja.

Tetapi tetap saja sewaktu kusinggung tentang anting, Jasmine masih juga menggelengkan kepalanya tanda belum berminat J

Sekitar bulan April, anakku ini – hanya bersama Ibunya dan beberapa sepupu yang semuanya perempuan – jalan-jalan ke beberapa kota di Korea Selatan. Tidak lama sejak dia pulang dari negaranya BTS dan Black Pink, anakku ini tanpa didahului dengan tanda-tanda semacam angin keras, mendung dan geledek halilintar tiba-tiba saja bilang ….. aku mau pakai anting J. Tentu saja aku bertanya ada cerita apa rupanya? Dan Jasmine cerita bahwa Tania, Gabby dan Audrey ke 3 sepupunya heboh berburu anting dll selama jalan-jalan tersebut tetapi Jasmine hanya bengong nggak tahu harus ngapain dan dia berpikir coba masih ada lobang tindik di telinganya? J

Hanya beberapa hari sebelum Jasmine pergi ke Boston untuk masuk ke universitas pilihannya, untuk kedua kalinya Jasmine di piercing dan mulailah dia mengenakan anting sederhana melengkapi sebuah gelang dan kalung.

Saat kupandangi dia lekat-lekat di airport sewaktu aku mengantarnya pergi ke Amerika aku baru menyadari gadis kecilku sudah tumbuh sempurna menjadi gadis remaja. Cantik, periang, bersahaja tetapi pemikir dan sesekali galak. Kombinasi sempurna antara Ibu nya dan aku J

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *