Month: May 2020

written by Roy Hekekire
May 16, 2020 2

Berbagai nama sebutan untuk cemilan yang satu ini : tahu isi, tahu brontak, tahu susur …. you name it. Tahu yang ditengahnya diisi beberapa macam sayuran dan terkadang udang. Rentang harga lumayan lebar tergantung presentasi dan dimana belinya 🙂 tapi intinya tetap sama tahu berisi sayuran lalu digoreng …… krezzzzzz gigit cabe rawit 🙂

Jaman now harga memang tidak selalu ditentukan oleh isi tetapi terkadang bungkus dan segala tetek bengek marketing gimmick. Atau bisa juga campur aduk antara isi dan gimmick, terkadang juga tuker posisi gimmick sebagai isi dan isi sebagai gimmick 🙂 nah gimana tuh? 🙂

Biscuit yang hanya seharga ribuan tiba-tiba setelah berwarna merah dan ada tulisan Supreme melonjak berlipat-lipat dan ada juga manusia-manusia kelebihan uang yang beli. Ntah mau dimakan atau segera dibawa ke tukang pigura untuk jadiin hiasan dinding 🙂

Omongin tentang isi alias konten, dalam beberapa hari terakhir kehebohan muncul tatkala ada aksi prank nggak lucu dari sejumlah pemuda yang kemudian meminta maaf tapi boong 🙁 semua dilakukan dengan alasan yang sungguh absurd dan semata dilakukan hanya untuk mengisi konten dari channel sebuah SosMed yang dimilikinya.

Pemuda-pemuda tadi lalu ditangkap polisi, ditahan dan mudah-mudahan segera disidang dan ada ketetapan hukum yang mengikat. Paling tidak supaya mereka belajar dan masyarakat umum belajar bahwa setiap tindakan mengandung sebuah konsekuensi.

Belum juga mereda, muncul kehebohan tak bermutu lain ketika seorang Youtuber terkenal dengan kecentilan artificial mengungkapkan masker dan personal hygiene tak pernah dia praktekan dimasa pandemic ini.

Masalah terbesarnya bukan karena dia tidak mengenakan masker dan jorok tidak cuci tangan, karena bisa jadi itu adalah cara hidup keseharian yang bersangkutan. Walau agak aneh juga karena katanya yang bersangkutan seorang beauty influencer tapi mengapa cara hidupnya jorok? 🙂 masalah menjadi muncul ketika dirinya declare dan seakan menginfluence followernya.

Untuk apa dilakukan? Apalagi jika bukan karena konten?

Sebagai salah satu lahan baru yang sedang marak dan menarik minat banyak orang untuk mendapatkan aliran uang, mendorong para content creator berlomba-lomba menampilkan banyak hal beraneka ragam di social media. Mulai dari sekedar lenggak lenggok memamerkan sisi sexualitas, atau sekedar hiburan sehingga begitu banyak aksi prank, pamer mobil, pamer toilet, pamer ini dan itu tetapi banyak juga konten yang bermutu. Beberapa teman social mediaku bahkan termasuk papan atas penyaji konten bermutu tinggi, sebut saja IG : @ninaberthac dan https://www.zataligouw.com/

Benar sih masing-masing punya hak untuk menggunakan account social medianya. Ada yang sekedar untuk hiburan, untuk cari uang dan seribu satu argument lainnya. Semua nya sah.

Content creator yang bertanggungjawab tentu akan berusaha banting tulang, peras otak, gali cari ide untuk menyajikan hal-hal bermutu tinggi yang bermanfaat untuk banyak orang. Tetapi banyak juga yang semata hanya menangguk uang dari memuat konten-konten sampah tak bermutu.