Month: April 2020

written by Roy Hekekire
April 30, 2020 0

Di tulisanku sebelumnya, aku mengatakan hanya ada 2 juta investor di Indonesia alias hanya 0,8% saja, menguasai 49% dari total investasi di pasar bursa. Bahkan jika dibandingkan dengan jumlah kelas menengah yang sebesar 59 juta maka angka 2 juta itu hanya 3,4% saja.

Pertanyaannya adalah apakah 57 juta orang kelas menengah lainnya tidak menginvestasikan uangnya? Jika jawabannya tidak maka tentu saja mengerikan sekali? Middle income trap atau apa?

Secara sederhana Middle Income Trap ditandai dengan peningkatan pengeluaran/belanja seiring dengan peningkatan pendapatan. Contoh : Pendapatan 10 juta/bulan. Pengeluaran 9 juta/bulan – Investasi 1 juta/bulan. Tahun berikutnya Pendapatan naik 10% menjadi 11 juta perbulan. Pengeluaran menjadi 10 juta/bulan – Investasi tetap 1 juta/bulan.

Apakah itu yang terjadi? Saya nggak ngerti, perlu research yang lebih mendalam dan rasanya juga nggak cocok dituliskan di blog ku ini πŸ™‚

Dan mungkin akan sangat menarik untuk mengetahui Financial Literacy masyarakat kita, baik kelas menengah ke atas atau masyarakat keseluruhan.

Financial Literacy atau melek finansial atau kecerdasan finansial perlu dimiliki oleh seseorang yang menghendaki kehidupan yang berkecukupan dan terhindar dari Permanent Poverty atau kemiskinan permanen.

Paling tidak ada 3 hal dalam Financial Literacy yang harus diketahui yaitu, (1) making money skills alias pinter cari duit (2) investing skills alias menghasilkan uang dengan uang (3) spending money skills alias β€œjago” belanja πŸ™‚ ……. BUT yang point no.3 jangan sampai salah paham y guys πŸ™‚

Sayangnya ke 3 hal tersebut kayaknya nggak pernah kita pelajari di sekolah kita dulu. Tetapi nggak ada gunanya mencari siapa yang salah, siapa kambing hitamnya. Akan jauh lebih produktif kalau belajar aja sendiri.

Setiap orang yang bekerja, anggap aja masing-masing sudah mempunyai making money skills. Jadi tulisanku ini tidak akan buang waktu berbicara tentang poin ini ya? πŸ™‚ besar atau kecil uang yang dihasilkan bukan masalah. At least kita sudah menghasilkan terlebih dulu. Itu adalah starting poin.

Sebelum berbicara tentang investing skills ada baiknya aku lompat dulu ke poin spending money skills. Tetapi sebelumnya aku ada pertanyaan nih : siapa yang selama 1 bulan ini lebih banyak mengeluarkan uang untuk berbelanja dibandingkan uang yang dihasilkan dari investing? Pertanyaan selanjutnya : apa sih yang kalian beli? Kebutuhan premier kah? secondary kah? tertiary kah? Pertanyaan terakhir : apakah sesuatu yang kalian beli tersebut akan menghasilkan gain atau return dalam jumlah tertentu dimasa depan?

Supaya nggak terdengar seperti kotbah atau menggurui, rasanya kalian sudah mulai nangkap maksud ke 3 pertanyaanku di atas kan ya? πŸ™‚ jadi aku stop sampai di sini saja πŸ™‚

Spending skills sangat dipengaruhi oleh self-dicipline alias mengekang godaan hawa nafsu berbelanja πŸ™‚ Belanja apa pun itu termasuk berbelanja kebutuhan premier pun tak lepas dari godaan hawa nafsu. Semakin nafsu berbelanja tak terkontrol semakin memperbesar kemungkinan untuk tidak bisa masuk ke investing skills. Mengapa? Ya jelas lah …. Untuk investing kan perlu modal. Modal tentu saja didapat dari saving. Dan saving adalah uang yang tidak dibelanjakan! …… oh tapi bisa juga sih modal didapat dari warisan atau pampasan perang πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚

Tentang investing skills sebenarnya nggak ribet-ribet amat. Skills ini nggak lebih dari sekedar mencari cara dan jalan yang paling memungkinkan untuk mendapatkan sesuatu dimasa depan dengan modal yang dimililki saat ini.

Contoh : dalam 2 tahun ke depan si Alex ingin liburan ke Bali. Biaya flight, hotel, beer  dll dianggarkan IDR20 juta. Saat ini Alex mempunyai modal IDR10 juta. Sehingga Alex harus mencari cara untuk menutup gap sebesar IDR10 juta, alias Alex harus mencari 50% sisanya.

Lalu Alex mencoba mencari tahu instrument investasi apa yang paling memungkinkan dan β€œmenjanjikan” gain 50% selama 2 tahun. Jika tabungan atau deposito di Bank hanya memungkinkan mendapatkan return 6-7% setahun gross maka tentu tabungan atau deposito tidak layak untuk dipilih.

Alex tentu saja harus mencari informasi instrument apa yang paling memungkinkan untuk mendapatkan gain seperti yang dia inginkan sebelum dia memutuskan untuk menginvestasikan uangnya.

Itu adalah skill paling mendasar dari investing.

Selebihnya Alex harus mempelajari bagaimana proses atau cara kerja investasi yang dia pilih itu bekerja supaya tidak terjebak pada money game yang menjanjikan puluhan hingga ratusan % gain tetapi cara kerjanya tidak masuk akal sehat. Banyak lho orang berduit dan terpelajar yang tertipu jebakan money game ini? itu menunjukkan financial literacy yang sangat rendah.

Ada banyak instrument investasi yang bisa dipilih. Semua tergantung dari tujuan investasinya, profile investor terhadap sebuah resiko dll.

Yang berikutnya rumus yang sudah diketahui umum : don’t put your eggs in one basket. Alias investasilah ke berbagai macam instrument. Maksudnya selain membagi resiko juga supaya portfolio investasi bisa diorkestrasikan menghasilkan gain/return yang paling optimal.

Misal : jika investasi di sebuah saham menghasilkan deviden, maka deviden tersebut bisa dibelikan saham yang sama, dibelikan saham yang lain atau diinvestasikan ke instrument yang berbeda seperti LM atau property dll.

Misal : deviden digunakan untuk mencicil property, maka setelah property tersebut jadi tentu bisa disewakan atau dijual dengan harga tertentu. Uang sewa property tersebut bisa digunakan untuk kembali mencicil property yang lain dst.

Itulah investing skills. Menghasilkan uang dengan uang! Beda kan dengan investasi si Alex tadi yang untuk pergi ke Bali? πŸ™‚

Bener deh, investing skills hanya terlihat ribet tapi sebenarnya nggak segitunya. Kita hanya perlu dikelilingi oleh teman-teman yang tepat, yang setiap kali ngobrol salah satu topiknya investasi dibandingkan hal-hal ini. Motivasi itu perlu, dorongan dari orang lain itu penting, inspirasi dari orang-orang sukses yang ada di sekitar kita itu besar pengaruhnya.

Aku beruntung sih mempunyai teman-teman, bos-bos yang memberikan inspirasi dan tentu aku contoh dan ikuti teladannya.

Nggak usah kejauhan ngelihat Warren Buffet …. Lihat saja sekeliling masing-masing, banyak kok contoh hidup yang bisa diteladani. Pintar cari uang, ngerti investasi dan β€œjago” berbelanja!

Pasar saham memang sedang jeblok karena index sudah turun lebih 30% sejak awal tahun – tapi itu kan artinya harga sedang murah. Tetapi masih ada juga beberapa emiten yang dapat membantu pertumbuhan portfolio investornya. Silahkan lihat sendiri deh siapa-siapa aja mereka πŸ™‚

Aku beruntung sih selama hampir 6 bulan ini berinvestasi saham di @RHBTradeSmart. Selain belajar trading yang sebelumnya nggak pernah aku lakukan, aku juga bertemu dan berkenalan dengan orang-orang yang memberikan inspirasi untuk terus berinvestasi. Didukung oleh biaya Sell & Buy nya yang tergolong murah juga features aplikasinya yang sangat convenience sangat cocok sekali bagi ku. Selain features Market untuk mengetahui pergerakan index, juga ada ARO atau Assisted Robo Optimization yang membantu investor serta trader untuk mengambil keputusan dalam bertransaksi kapan saja dan dimana saja.

Tidak ada kata terlambat untuk memulai sesuatu yang baik.

Dan bagi teman-teman yang tertarik berinvestasi, sekaranglah waktu yang paling tepat.

Hanya dengan 1 click saja sebenarnya teman-teman sedang melangkah menuju masa depan yang lebih baik https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 27, 2020 0

Dari sebuah feed di IG aku mengetahui sebuah pasar ikan hias di Jakarta, hari minggu pagi kemarin masih sesak dengan pengunjung. Dari media juga aku mengetahui beberapa restaurant dipaksa hanya untuk melayani online purchase atau take away. Dalam gambar terlihat satpol PP memaksa mengangkat kursi-kursi restaurant tersebut ke atas meja-meja yang kosong. Beberapa pengguna jalan raya juga masih banyak yang tidak mengikuti protocol kesehatan yang disyaratkan PSBB πŸ™

Beberapa waktu yang lalu ketika diskursus tentang mudik boleh atau tidak merebak di media tiba-tiba saja beberapa teman β€˜kehilangan’ para asisten rumah tangga – mereka mendadak pulang kampung. Terminal bus antar kota mengalami lonjakan penumpang. Dan pagi ini melalui media aku mengetahui beberapa data bahwa 7% masyarakat sudah mudik, 24% ngotot mau mudik, sisanya 69% memutuskan tidak mudik di tahun ini. Secara absolut kira-kira yang ngotot akan mudik dan telah mudik berkisar 20 juta orang! …….. ngeri sekali ya membayangkan sebanyak itu manusia berpotensi sangat tinggi terpapar virus yang aku sudah males nyebutin namanya itu πŸ™‚

Dengan segala argumentasi mengapa tetap mudik dan akan mudik, masakan iya harus bertaruh resiko dan nyawa terjangkit virus? Punya nyawa serep kah? sudah punya anti virusnya kah? ….. aku nggak ngerti.

Sebuah artikel yang kubaca kuketahui bahwa Indonesia mempunyai 45.000 Undang-Undang. Itu belum termasuk PerGub dst dst. Dengan angka sebesar itu Indonesia diperkirakan menjadi negera dengan jumlah peraturan terbanyak dan terbesar di dunia!

Tetapi memiliki peraturan adalah satu hal. Pelaksanaan atau law enforcement dari peraturan adalah hal yang sama sekali berbeda.

Sebanyak dan sebaik apapun sebuah peraturan tidak akan ada manfaatnya jika tidak ada penegakkan hukum!

Cerita-cerita nggak enak diatas hanya sebagai analogi bahwa antara mempunyai atau mengetahui dan melakukan apa yang diketahui itu 2 urusan yang berbeda.

Sebagian kita dalam masa-masa ini mengisi waktu-waktu diselang seling bekerja dirumah dengan berbagai macam hal. Ada yang mencoba mengetahui hal-hal baru dengan mempelajari hal-hal tertentu, bisa dengan membaca, kursus online, dll. Ada sebagian juga yang meneruskan apa yang diketahui dengan mempraktekkan hal-hal baru tsb. Ada yang memasak, ada yang berkebun, ada yang berolahraga, ada yang menulis, dll dll. Itu semua baik dan memang seharusnya setiap kita mengambil peran dengan meng equip diri sendiri sehingga once this difficult time gone masing-masing sudah menjadi manusia yang berbeda baik secara pengetahuan, skills dll dll.

Menurut Kustodian Sentral Efek Indonesia ( KSEI ), per 9 Aug 2019, investor asing menguasai 51,46% dari total ekuitas atau sebesar IDR.1.907 T sementara investor domestik menguasai IDR. 1.799 T atau 48,54%. Investor asing didominasi oleh institusi sementara domestik lebih banyak investor individu.

Memang ada banyak diskusi, pendapat mengenai pro and cons investasi asing. Tidak aneh memang karena setiap aspek selalu ada multidimensional  aspek kan?

Tetapi jika porsi investasi asing terlalu besar pada sebuah bursa maka capital in-flight dan capital out-flight akan menjadi faktor dominan terbentuknya harga pada sebuah bursa.

Sejak awal tahun IHSG sudah drop 33,4%. Bersamaan waktunya dengan kaburnya dana asing dari pasar kita. Jika di rupiahkan kira-kira capital out-flight sudah hampir IDR.15 T …. Lumayan gede ya?

Hari gini memang tidak ada satu pasarpun yang steril dari modal asing, tetapi jika modal asing lebih menguasai maka tentu pasar sebuah bursa akan lebih dipengaruhi faktor itu dibandingkan faktor-faktor lain, seperti fundamental sebuah emiten.

Investor jaman now pun sudah well inform …. Mereka akan melihat dipasar mana, dengan instrumen apa akan menempatkan dananya …….. ya tentunya mana yang menjanjikan return yang lebih baik disitu dana akan mengalir.

Saat ini Indonesia hanya mempunyai 2 juta investor individu. 900 ribu diantaranya merupakan investor individu dipasar saham, sementara sisanya investor melalui reksadana. Jumlah yang sangat kecil bahkan jika dibandingkan jumlah kelas menengah Indonesia yang menurut Bank Dunia berkisar 52 juta orang.

Dari sedikit angka-angka diatas sebenarnya opportunity untuk makin mengkonsolidasi investasi dana dalam negeri ke pasar bursa sangatlah besar dan terbuka. Semakin banyak investor dalam negeri dan semakin besar investasi dari investor dalam negeri masuk ke pasar bursa Indonesia tentu akan makin memperkuat pasar bursa Indonesia.

Dengan kata lain, dengan index saat ini, IHSG masih mempunyai kesempatan yang luas dan terbuka dimasa depan apalagi pada saat selesainya urusan pandemik ini.

Tidak seperti para Super Heroes baik geng DC atau Marvel …. yang intensinya adalah menyelamatkan dunia. Dengan berinvestasi di pasar bursa lokal sesungguhnya masing-masing telah menjadi pahlawan untuk dirinya sendiri dan secara tidak langsung menjadi pahlawan bagi ekonomi Indonesia.

Nah, kapan lagi mau rebahan tapi bisa jadi pahlawan? Cukup dengan click link ini kalian sudah mengarahkan langkah kaki untuk menjadi pahlawan!

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 24, 2020 1

Cerita Pertama.

Tahun 2000, aku lupa bulannya apalagi tanggalnya. Seorang senior, teman dan kemudian menjadi seperti Abangku sendiri mengunjungi ku di Bandar Lampung kota tempat tinggal ku saat itu. Puas ngobrol disuatu tempat kami keliling kota yang nggak segitu besar, dimobil dia bertanya : β€œkamu tinggal dimana”. aku menjawab : β€œWay Halim”. β€œkamu beli atau bagaimana?” dia meneruskan. β€œmasih kontrak” jawabku. β€œyuk main kerumahmu” beliau meneruskan.

Sesampai dirumah, kami lanjut ngobrol lagi diruang tamu dan kali ini istriku ikutan ngobrol. Seru karena kami berdua memang sudah mengenalnya dengan baik. Lalu tiba-tiba dia meneruskan perbincangan tentang topik rumah tadi, kali ini didominasi oleh petuah-petuah, sedikit marah dan kotbah ini itu ini itu. menurutnya cara pandangku tentang rumah dan bagaimana cara kami merencanakan untuk membelinya salah dimata senior ini πŸ™ . β€œKamu nggak bakal punya rumah dan akan seumur hidup ngontrak kalau cara pikirmu begitu. Begitu uangmu terkumpul, rumah yang kamu inginkan sudah akan berubah lagi. Beli sekarang dengan uangmu yang ada”….. itu kalimat yang menusuk hatiku dan kupikirkan berhari-hari.

Kupikirkan masak-masak berhari-hari, dan akhirnya kusadari nasehat, petuah dan kotbah temanku ini benar. Singkat cerita dengan uang yang ada kami memutuskan membeli rumah, tahun itu juga di Bandar Lampung. Itulah rumah pertama kami.

Cerita Kedua.

Suatu ketika Nokia Communicator menjadi salah satu symbol self-esteem para pria – walau segede gaban dan bisa untuk nimpuk anjing πŸ™‚ aku tergoda untuk memilikinya. Kemudian dengan segala macam rasional dan argumen untuk membenarkan diri sendiri bahwa memang aku membutuhkan barang itu, aku akhirnya membelinya πŸ™‚

Serasa jadi manusia paling keren. Kutenteng kemana-mana πŸ™‚ Nokia Communicator di kota kecil Bandar Lampung πŸ™‚ Gubernur juga belum tentu pake tuh πŸ™‚

Suatu ketika Bos ku dari Jakarta berkunjung ke kantorku dan mengetahui aku menggunakan Nokia itu, lalu dengan gaya khasnya beliau berkata : β€œroy teleponnya bagus” …… mati nih kupikir dalam hati, dan sambil bingung mau merespon bagaimana aku hanya nyengir πŸ™ aku tahu bos ku sedang menyindir πŸ™

β€œroy, walaupun kamu punya uang untuk beli Mercedes tetapi jika yang kamu butuhkan hanya Toyota Kijang ya belilah Toyota Kijang. Tidak perlu beli sesuatu yang kamu tidak butuhkan. Hidup kita ini bukan hanya untuk hari ini, kamu harus mempersiapkan diri sebaik-baiknya” begitu beliau menasehatiku disela-sela kami makan malam.

Cerita Ketiga.

Hari ini dunia berkicau Twitter dihebohkan dengan  sebuah postingan.

Yang lebih heboh lagi adalah semua komen yang mengikuti postingan tersebut. Tetapi aku tidak tertarik mengomentarinya mengingat ketidak tahuanku mengenai sebab musababnya. Daripada akhirnya menghakimi dan sotoy, akhirnya aku memutuskan memikirkannya seorang diri ….sambil membawa jalan-jalan sore bersama Mike dan Milo aku memikirkan postingan itu sampai akhirnya aku teringat kedua peristiwa yang kuceritakan diatas.

( Alm ) Elvis Selawa ….. terima kasih banyak atas nasehat-nasehatnya. Terima kasih sudah mendukung ku di awal karir dan rumah tanggaku. I missed you Bro ….

Teng Beniarto …. Terima kasih banyak sudah mengajariku tentang hidup apa adanya, sederhana, harus punya cita-cita tetapi tetap bersahaja, serta tidak ngoyo.

Aku begitu bersyukur bertemu dengan orang-orang baik, yang sudi menginvestasikan diri mereka untuk membangunku dan mengawasiku disaat aku mulai belajar bertumbuh menjadi dewasa.

written by Roy Hekekire
April 21, 2020 0

seorang teman mengirimkan link tulisan pak Dahlan Iskan berjudul : Covid Apalagi ….

https://www.disway.id/r/892/covid-apalagi

secara lugas beliau mengajak pembacanya untuk move on dari situasi buruk yang dihadapi dunia ini dari pada hanya focus mentengin angka-angka korban atau mencari tahu hal-hal lain dari virus ini. bahkan beliau menuliskan saat ini semua orang telah menjadi ahli virus lebih dibandingkan para ahlinya sendiri.

lebih lanjut pak Dahlan mendorong dan mengajak siapa saja untuk mencari cara-cara baru karena setelah ini kehidupan manusia akan menjadi berubah.

cara berbisnis dan bermasyarakat akan berubah setelah pandemik ini berlalu dan umat manusia belajar darinya.

semalam aku membaca sebuah email dan melihat video yang dikirimkan seorang petinggi – yang ini tinggi sekali dekat langit πŸ™‚ untuk 77.000 orang karyawan di perusahaan tempatku bekerja yang tersebar di seluruh dunia. sebuah video yang sangat encouraging, terlihat jelas gesture yang sangat positif dan mensupport supaya kami para karyawan merasa secure baik secara fisik, mental dan finansial.

tentu aku sangat bersyukur karena ditengah gelombang resesi yang mulai datang sebagai dampak dari pandemik yang sedang dihadapi dunia dimana berita tentang orang-orang yang kehilangan penghasilan, kehilangan pekerjaan atau tidak terlalu yakin dengan kondisi perusahaan atau usaha yang selama ini menopang kehidupan masing-masing, aku dan 77.000 orang lainnya mendengar kabar yang sangat baik dan melegakan.

tetapi tentu mengucap syukur tidak hanya berhenti sampai di mulut dan bibir. bersyukur adalah sebuah perubahan attitude dan behavior!

memang sih tidak mudah untuk memiliki gratefulness attitude dan behavior. mengapa? lihat saya laman social media masing-masing! πŸ™‚ nyalahin itu lah, ini lah, kritik? No ….. umpatan lebih tepatnya? sindirian? ah yg itu mah bejibun πŸ™‚

Minggu siang jam 13.50 sebuah text WhatsApp masuk …. dari Bos ku, isinya link ke Spotify, sebuah interview seseorang dengan Dr. Chatib Basri – ekonom muda, mantan Menteri Keuangan, …… orang pinter πŸ™‚ jika tertarik siapkan waktu 1 jam untuk dengerin obrolan bermutu tinggi dan mencerahkan ini.

masuk minggu ke 4 work from home dan nggak jelas sampai kapan ini akan berakhir memang terasa makin stressful. buatku yang seorang karyawan biasa dan juga perusahaan tempatku bekerja sudah komit untuk memberikan support kepada employee nya saja sudah memberikan ‘tekanan’ tertentu.

aku membayangkan bagaimana dengan teman-teman yang kurang beruntung karena dirumahkan atau bahkan mengalami PHK sebagai buntut dari pandemik ini? bagaimana dengan teman-teman yang harus kerja setiap hari hanya untuk menopang kehidupan hariannya? tidak keluar rumah bekerja berarti tidak ada penghasilan? sedih bukan?

tetapi banyak juga lo yang malah mendapatkan ‘benefit’ dalam situasi seperti ini? lihat saja Youtuber, Content Creator dan Trader/Investor di bursa efek.

tanpa harus keluar rumah tetapi ‘penghasilan’ masih mengalir walau mungkin tidak sederas biasanya πŸ™‚

kubaca beberapa artikel ternyata dari lebih 250 juta penduduk Indonesia hanya sekitar 2 juta orang saja yang sudah berinvestasi di pasar saham alias kurang dari 1%. dibandingkan dengan Malaysia misalkan, investor saham dinegara tetangga kita tersebut sudah lebih dari 15%. wah kalah jauh banget kita y πŸ™

tetapi yang menggembirakan ternyata 39% investor saham di Indonesia di kuasai oleh kaum milenial πŸ™‚ …… keren nih.

nah, buat teman-teman semua nih … bener-bener deh ayo belajar berinvestasi di pasar saham. belajar saja dulu, tidak ada ruginya sama sekali kan belajar sesuatu yang baru?

mumpung banyak waktu kan selama PSBB ini? yuk belajar, lalu mulailah berinvestasi, start small aja dulu, setelah mulai paham dikit demi dikit mulai tambah investasinya.

kayak tadi malam, gabut nggak tahu mau ngapain, lalu buka laptop …. loh kok ada dana masuk? dari mana nih? dari siapa nih? ….. e…. rupanya musim deviden telah tiba πŸ™‚

buat kalian yang mau belajar dan berinvestasi nih silahkan ke sini y

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

written by Roy Hekekire
April 20, 2020 2

mengenalnya sejak tahun pertamanya di Universitas dan Fakultas yang sama. kami berteman, tidak lebih. 3 tahun waktu yang cukup untuk menyadarkanku bahwa pertemanan saja tidak cukup. lalu aku melangkah lebih. kami berpacaran. sayang waktu tidak terlalu berpihak banyak. hanya selang 6 bulan setelah kami menapak lebih dari sekedar pertemanan kami harus berpisah kota. aku lulus dan mulai bekerja, dari satu kota ke kota lain. tak lama dia juga lulus lalu kembali ke Jakarta.

hubungan kami terus berlanjut 4,5 tahun sebelum kami memutuskan untuk menikah.

tidak mudah melalui waktu-waktu berpacaran jarak jauh dijaman itu. tidak ada email, tidak ada WhatsApp, tidak ada SosMed. hanya ada telepon kartu yang paling beken saat itu. sesekali berkirim surat.

apalagi perbedaan suku diantara kami ternyata tidak semudah yang kubayangkan sebelumnya. tetapi karena keputusan kami sudah bulat maka semua perbedaan, rintangan yang potensial akan terjadi sudah siap kami hadapi πŸ™‚

hari ini kami merayakan 24 tahun pernikahan kami. belum begitu panjang memang, tapi juga bukan waktu yang pendek.

ada waktu-waktu yang manis tetapi juga ada waktu-waktu kami berjuang untuk tidak hanya mempertahankan tetapi memastikan perkawinan kami berjalan seperti yang kami inginkan.

dia tidak hanya memberikanku seorang anak laki-laki dan seorang anak perempuan. tidak juga hanya ‘memberikan’ Mike dan Milo πŸ™‚ bagi keluarga kami. diatas semua itu dia sudah memberikan hidupnya bagiku, bagi anak-anak kami, bagi keluarga kami.

Ar, terima kasih sudah memilihku dan tetap memutuskan bersamaku dimasa-masa sulit kita dulu. terima kasih untuk tetap setia disaat aku salah memilih jalan. terima kasih untuk terus mendukung semua cita-cita dan angan-anganku untuk anak-anak dan keluarga kita. terima kasih untuk tidak menuntut semua hal yang aku nggak bisa provide.

Ar, terima kasih banyak.

I love you

written by Roy Hekekire
April 19, 2020 0

selesai makan malam home made spaghetti made by istriku, kami duduk-duduk diruang tengah yang hanya geser 1 meter dari meja makan πŸ™‚ lalu anak gadisku memperhatikan lengan tanganku sambil komentar : dad, tanganmu kenapa jadi tambah hitam kayak ayam goreng πŸ™‚

memang bener, aku yang sudah hitam berubah lebih legam sejak kami tinggal di Bogor. bahkan karena selalu mengenakan celana pendek maka kentara sekali kulihat sewaktu mandi, betapa paha kebawah menjadi jelaga sementara paha keatas lumayan sedikit ada terang πŸ™‚

padahal jujur aku hanya seminggu sanggup mengikuti saran istriku untuk berjemur, selebihnya selama jam kerja WFH dengan online meeting ini itu aku hanya berpindah dari kursi dihalaman belakang lalu pindah ke gazebo saat matahari sudah mulai garang. tapi entah mengapa kulitku menjadi lebih legam dari sebelumnya.

mungkin karena sinar UV matahari yang seperti jalan tol menembus atmosfir lalu kekulitku. berbeda dengan Jakarta sebelum pandemic, sinar matahari harus berjuang menembus pekatnya polusi udara untuk bisa singgah ke kulitku. belum lagi hampir saban hari terkurung diruang kantor yang ber AC.

tapi jika itu persoalannya mengapa banyak sekali penduduk Bogor yang berkulit putih ya? πŸ™‚

tapi siapa yang peduli juga dengan kulit yang seperti ayam goreng? bahkan untuk bercukurpun tidak lagi kulakukan setiap hari seperti biasanya. tapi siapa pula yang peduli, toh nggak kemana-mana juga, nggak ada orang lain yang lihat kan? πŸ™‚

kupikir lucu juga ya … jadi selama ini kalau aku setiap pagi bercukur, pakai lotion ini itu setelah mandi, semprot wangi-wangian ini itu setelah berpakaian, mematut diri dengan ikat pinggang, sepatu dan jam tangan sebenarnya untuk apa dan untuk siapa ya? πŸ™‚ untuk diri sendiri atau untuk orang lain?

written by Roy Hekekire
April 17, 2020 1

informasi mendadak bahwa aku bisa mengambil liburan singkat di awal tahun menyebabkan kami sekeluarga memutuskan akan mengunjungi Vietnam. selain dekat juga eksotis karena sejarah, alam dan makanannya. tiket sudah dbeli, hotel sudah dipesan dan tanpa visa pula …. easy.

tgl 31 Desember 2018 subuh setelah acara di rumah orangtua istriku selesai, kami memutuskan pulang ke rumah untuk bisa beristirahat barang beberapa jam.

jam 8 pagi dengan mengendarai taxi kami ber-empat melesat ke airport. langsung ke counter Vietnam Airlines. lancar ……

sewaktu kami masih bergurau tiba-tiba namaku disebut oleh petugas ticket counter : pak, ini passportnya tinggal beberapa minggu validitasnya sehingga lebih baik diperpanjang dulu sebelum berangkat supaya bapak tidak mendapatkan masalah di negara tujuan. duer ……… πŸ™

istriku langsung ribut khas ibu-ibu :), anak laki-laki ku seperti biasa cool and calm, anak gadisku langsung nangis sambil berkata : y udah kita nggak usah pergi semua, nggak enak nggak ada Papa πŸ™‚ πŸ™

setelah shock teratasi, kewarasan mulai take control, aku memutuskan supaya mereka bertiga tetap berangkat dan aku akan menyusul setelah beres urusan passport. setelah dibujuk-bujuk akhirnya anak gadisku dengan terpaksa mengikuti keputusanku dan didukung oleh anak laki-laki ku yang memang selalu rasional.

long story short mereka ber-tiga berangkat dan aku pulang.

rupanya perpanjangan passport tidak semudah yang kubayangkan, apalagi saat itu adalah awal-awal pembuatan passport online. kuubek-ubek semua kantor imigrasi di Jakarta untuk mencari jadwal tetapi ternyata yang tercepat hanya tersisa seminggu kedepan πŸ™

akhirnya aku menyerah untuk memperpanjang passport. hanya diam dirumah, bener-bener diam dirumah sendirian sambil sesekali melihat kiriman foto-foto istri dan anak-anakku seminggu disana.

sendiri seminggu dirumah πŸ™

tadi malam kira-kira pukul 10 malam, istriku mendapat kabar salah seorang Udanya masuk ke rumah sakit. dan karena tinggal sendiri sehingga tetangga rumah mengantarkan ke rumah sakit. Uda ini memang tinggal sendiri setelah istrinya meninggal beberapa tahun lalu dan anak semata wayangnya menetap di Canberra.

singkat kami berdiskusi apakah akan mengengok dan mengurus ini itu? tetapi kami juga kuatir saat-saat seperti ini kerumah sakit apakah merupakan keputusan yang tepat? belum lagi kesimpang siuran mengapa Uda sampai harus kerumah sakit. apakah karena penyakit ginjal yang memang sudah lama diidapnya atau karena sebab lain?

sejam kemudian kami mendapat kabar bahwa Uda sudah meninggal, sendirian tanpa ada satupun sanak saudara yang berada disisinya saat nafasnya berhenti. kemudian kami mendapat kabar bahwa protocol yang dipakai rumah sakit adalah protocol penanganan jenazah korban Covid-19.

suasana menjadi tidak karu-karuan. kami semua tidak tahu harus bagaimana.

ternyata protokol nya memang ketat, semua dihandle oleh petugas rumah sakit dan pemerintah daerah setempat.

ada salah seorang saudara sepasang suami istri dan seorang anaknya yang tinggal paling dekat dari lokasi rumah sakit yang datang pagi ini dan melihat dari jarak jauh sambil merekam video bagaimana peti jenasah dibawa dari kamar mayat ke ambulance, bagaimana peti yang terbungkus plastik dan ambulance di semprot di disinfectant dan kemudian ambulance berjalan menuju pemakaman.

video yang lain yang diterima istriku melalui whatsapps nya menunjukkan Uda sudah dikubur, dilokasi khusus korban pandemic.

sejak semalam sampai pagi ini istriku terus menangis, terisak-isak. menerima panggilan telpon atau text lalu menangis lagi …. begitu berulang-ulang.

memang sih setiap orang pasti akan mati. tapi membayangkan sendirian di rumah sakit, sendirian menghadapi maut tanpa seorangpun yang dikenal berada didekat bukan perkara mudah.

sendirian dirumah karena passport mati dan sendirian menghadapi maut tentu beda sekali. nggak bisa dibandingkan. itu sebabnya #dirumahaja itu bukan main-main, harus disiplin diikuti. jauh lebih mudah sendirian terisolasi dirumah daripada mati sendirian di rumah sakit karena memang protokolnya tidak memungkinkan sanak saudara menemani bahkan mengurus jenasah sekalipun.

written by Roy Hekekire
April 8, 2020 0

Melihat progres penyebaran Covid-19 memang bener-bener bikin deg-degan, cemas, kuatir dan takut. Walaupun sudah work from home tetapi kecemasan itu masih juga datang nyaris tak terkontrol.

Bener banget …… biang keladinya adalah postingan di social media dan platform komunikasi yang mempermudah para penggunanya bukan saja untuk menerima pesan atau informasi tetapi juga meneruskannya ke pihak lain.

Bisa jadi maksudnya baik, tetapi bisa berakibat sebaliknya jika pesan tersebut berisi informasi yang kurang akurat, tidak akurat atau yang lebih tragis lagi hoax alias bohong!

Belum lagi unggahan-unggahan yang malah menimbulkan debat tidak perlu ditengah situasi yang seharusnya membuat kita makin bersatu.

Jaman sekarang ini memang bukan lagi kita yang mencari informasi tetapi malah informasi yang menyerbu masuk bahkan sampai ke kamar tidur πŸ™ sehingga perlu filter alias kelihaian memilah dan memilih informasi apa yang perlu dikonsumsi dan mana yang langsung delete!

Sejak awal tahun memang berita yang bikin panas dingin lebih mendominasi media. Bad news is a good news, berita buruk lebih laku dijual ketimbang sebaliknya. Padahal selalu ada paling tidak 2 sisi dalam setiap peristiwa atau fakta. Tinggal darimana kita mau melihatnya …… itulah perspektif.

Gonjang-ganjing pasar saham yang bergerak seperti roller coaster selama beberapa minggu seiring dengan makin tinggi tingkat penyebaran Covid-19 memang benar-benar membuat gerogi level akut. Banyak berita-berita negative yang melatar belakanginya. Ambil contoh : dana asing keluar dari Indonesia berjumlah sekian T! miris kan? Pertumbuhan ekonomi berpotensi 0% … gimana tuh? Tingkat pengangguran akan meningkat! Serem kali? Lockdown! Apalagi tuh? πŸ™ Index akan bergerak ke angka 4000! Waduh πŸ™

Dengan modal yang hanya seiprit tentu saja berita-berita serem itu membuatku takut dan cemas, apalagi melihat kenyataan bahwa total investasi drop lumayan besar. Tapi lagi-lagi aku selalu mengingat bahwa paling tidak selalu ada 2 sisi dari setiap fakta. Bahkan dalam situasi yang buruk selalu saja ada kesempatan dibaliknya. Aku memilih lebih balance …. Supaya pikiran tidak parno dan akhirnya malah kontra produktif.

Apalagi sejak awal aku berinvestasi di saham, aku tidak menggunakan uang yang akan kuperlukan untuk digunakan dalam jangka waktu pendek, apalagi hutang alias menggunakan margin. Sehingga tekanan untuk menghasilkan return dalam jangka pendek hampir tidak ada….kalau ada return jangka pendek yang syukur kalau tidak y fine πŸ™‚

Lalu index drop sampai dibawah 4000 ….hih serem πŸ™ bahkan memasuki hari Senin 23/3/2020 pun masih melata di 3900 ohmaigat …. 3 saham yang kusimpan hancur lebur nggak karu-karuan πŸ™‚ Antara pasrah dan sisa-sisa semangat karena support analisa dan rekomendasi dari teman-teman di #RHBTradeSmart, dengan beberapa perhitungan kembali masuk alias Buy di harga yang so far paling rendah sepanjang tahun ini atau bahkan sudah lebih rendah sejak beberapa tahun terakhir.

Lalu aku coba nggak lihat pergerakkan karena selain bikin jantung empot-empotan juga karena kesibukkan akibat work from home yang ternyata jauh lebih challenging dibanding kerja di kantor πŸ™‚

Lalu Jumat hari ini, 27/3/2020 terjadi aksi Net Sales πŸ™‚ ….. cihui 1 saham gain 14% dan yang lainnya 8% πŸ™‚ πŸ™‚ πŸ™‚ Index sempat menyentuh hampir 4700 dan sedikit terkoreksi di penutupan di 4500 an.

Tuh kan bener kata Sifu …. It’s all about mind set! Nggak boleh buru-buru dapat hasil …. Saham is not an easy money.

Walau jujur saja total investasi masih merah muda πŸ™‚ tapi seperti yang kuceritakan di tulisanku sebelumnya porsi saham yang untuk trading sudah hijau dengan main jangka pendek …. Ikuti gelombang saja. Buy disaat koreksi besar, tunggu sampai bawah dan mulai naik and then sell on strength seperti hari Jumat ini.

Mengikuti naik turun gelombang tsunami ini aku sudah 4 kali gain karena Buy on Weakness dan Sell On Strength.

Porsi invest untuk pilihan saham yang sama, sengaja aku biarkan alias sebodo amat … harga beli juga nggak jelek-jelek amat dan itu juga untuk keperluan jangka panjang pula.

Nah yang porsi trading ini lah yang ku β€œmain” kan πŸ™‚

Dengan hasil hari ini aku siap menanti apa yang akan terjadi minggu depan ….. mau koreksi lagi … OK lah, mau rally naik lagi boleh juga πŸ™‚

Nah, sekali lagi intinya mind set. Supaya punya mind set yang positif ya tentu informasi yang dikonsumsi harus positif juga. Kalau yang dibaca hanya berita-berita nggak enak y nyali akan makin jiper, pesimis dan nontonin doing. Begitu pasar membaik yang ada kembali mengeluh : ……. Coba ya waktu itu aku beli saham πŸ™‚ ……. telat tahu!

Ayo, mumpung work from home, gunakan waktu yang biasanya ngobrol-ngobrol sama teman kantor sekarang saatnya belajar tentang saham.

Dan mumpung work from home nggak tahu sampai kapan, kongkow di CafΓ©, nonton cinema, shopping2 di mall hampir nggak dilakukan kan alias ada uang spare tuh, mulai ditabung siapa tahu bisa secepatnya ikutan investasi di saham.

Bagi yang perlu link untuk mempermudah teman-teman jika serius untuk gabung silahkan nih :

https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
April 4, 2020 3

namanya juga tinggal di Kota Hujan, Buitenzorg istilah masa penjajahan dulu atau sekarang dikenal dengan nama Bogor. hampir tidak ada hari tanpa tidak hujan. beberapa hari terakhir ini kira-kira sore hari ketika pintu dan jendela rumah dibuka dinginnya angin yang menyerbu rumah hanya sanggup kami tahan tidak lebih selama 15 menit ….. bbbrrrrrrr dingin ….23- 24 derajat celcius menurut pengukuran suhu di iPhoneku.

beberapa hari yang lalu salah seorang anakku berkata : kok hujan terus ya sampai nggak bisa ngapa-ngapain di halaman πŸ™‚ dan memang benar-benar kami terkurung didalam rumah, bukan saja karena self isolation tetapi juga karena hujan!

beda sangat dengan Jakarta tempat tinggal kami sehari-hari, berdebu, panas, hanya ada langit yang seakan mendung walau itu sebenarnya adalah selimut tebal polusi yang menutupi sinar panas matahari.

pada saat di Jakarta aku menantikan suasana Bogor. pada saat di Bogor aku merindukan panasnya Jakarta.

beberapa hari yang lalu aku mendapatkan sebuah video berdurasi 59 detik. tentu tidak akan ada kata yang kurangkai menjadi kalimat untuk menceritakan kembali isi video yang membuatku terjaga semalaman karena memikirkan dan merenungkan isinya yang mengkoreksi isi pikiran dan hatiku itu. aku akan membiarkan teman-teman semua menontonnya.

Apa yang terbaik dalam hidup ini? ???

Dikirim oleh Dhamma kehidupan pada Jumat, 16 Agustus 2019

#dirumahsaja membuat populasi dunia dipaksa untuk kembali kepada hal-hal yang paling esensial tanpa atribut-atribut lain yang selama ini membuat kehidupan menjadi ribet, kompleks, dan mahal.

tidak ada lagi ngopi di cafΓ© – kalau mau minum kopi seduh sendiri. tidak ada lagi lunch, dinner di restaurant atau ditempat-tempat favorite – kalau lapar y masak sendiri, atau order dan dikirim ke rumah. tidak ada lagi bioskop – kalau mau nonton y melalui tv cable. tidak ada lagi fitness centre – kalau mau exercise y sambil sekalian menyapu, mengepel atau mencuci baju. tidak ada lagi hang out bersama teman-teman – kalau mau mengobrol y bersama pasangan dan anak-anak. tidak ada lagi rekreasi ketempat-tempat eksotis – kalau mau resfreshing y cukup dihalaman atau didalam rumah. tidak ada lagi keruwetan memilih sneaker, tshirt atau baju dan celana apa yang mau dikenakan. tidak ada lagi matching tas apa, sepatu apa dan gaun apa karena percuma juga kerepotan itu jika tidak ada orang lain yang melihat. semua benar-benar kembali kepada hal-hal yang paling mendasar dari kehidupan manusia.

#dirumahsaja mengajarkan dan mengingatkan manusia arti sebuah kata CUKUP.

#dirumahsaja mengajarkan dan mengingatkan kembali banyak hal mendasar manusia yang selama ini terlupakan.