2 hari lagi 80 tahun

3 minutes, 49 seconds

Setelah lulus sekolah dasar, dia sudah merantau ke ibukota propinsi untuk melanjutkan sekolah lanjutannya sebelum pindah lagi ke sebuah seminari di sebuah pulau yang berbeda. Karena satu dan lain hal yang menurutnya sangat prinsip membuatnya menolak beasiswa ke Manila. Jogja kemudian menjadi tujuan berikutnya. Disanalah bertemu dengan seorang perempuan, anak seorang perwira tentara. Lalu mereka berpacaran, menikah dan lahirlah 3 orang anak, aku lah si sulung.

Teman-teman sekolahku dulu selalu takut bertemu dengan bapak ku ini. wajahnya memang kurang ramah, sangar walau badannya kecil. tetapi boleh percaya atau tidak, jangan kan memukul, menjewer telingaku pun seumur hidup belum pernah aku dan ke dua adikku rasakan. Bapak ku tidak se sangar yang banyak orang kira.

Keras kepala … ya betul sekali, itu ciri khas nya πŸ™‚

Suatu ketika, anak-anakku berkata : Dad, ntar kalau you sudah tua jangan keras kepala seperti Opa ya…..nah kebayang kan? πŸ™‚

Sejak 7 tahun lalu bapakku ini tinggal sendiri sejak ibu ku, istrinya meninggal. Hanya seorang pembantu yang menolongnya untuk mencuci, setrika dan berbagai pekerjaan rumah tangga yang datang pagi dan siang sudah pulang.

Tinggal sendirian untuk orang setua bapakku tentu tidaklah mudah – bukan bagi nya tetapi bagi anak-anaknya, juga aku tentu saja.

Beberapa option sudah aku dan istriku sampaikan ke bapak. Tapi jawabnnya selalu sama……aku sanggup sendiri, nggak perlu kalian repot memikirkan apa dan bagaimana kehidupan bapak disini. Sudah kalian hidup saja baik-baik, kerja yang baik, jaga anak kalian baik-baik. ………tuh kan keras kepala πŸ™‚

Suatu kali, saat aku dan istriku serta anak-anak ke Semarang, istriku mengajukan suatu ide untuk menolong kehidupan bapak. Dengan logat daerah asalnya dia merespon : sudah kamu urus saja rumah tanggamu sendiri, bapak bisa urus hidup bapak sendiri :)…….. istriku ciut, aku juga πŸ™‚

Selain berkebun yang dilakukannya setiap pagi dan sore kesibukkannya adalah membaca Alkitab, rutin setiap pagi, berdoa ….. lama sekali, entah siapa saja yang dia doakan. Seminggu 2 kali ada pertemuan ini dan itu di gereja. Minggu pasti ke gereja. Itu saja kesibukkannya, lain tidak ada.

Sebulan lebih yang lalu, pagi-pagi bapakku telpon…..Roy, tadi malam bapak ditabrak sepeda motor. Lalu kutanya ini itu, bagaimana ceritanya dll dll. Singkatnya beliau langsung dibawa ke rumah sakit dan tidak boleh pulang alias harus menginap. Untung ada seorang adikku yang juga tinggal di kota yang sama dengan bapak.

Baru seminggu di rumah sakit, bapak sudah tidak betah, minta pulang. Jadi pulanglah.

Pulang ke rumah adalah soal mudah, buntutnya yang panjang. Tentu adikku karena sudah berumah tangga sendiri, harus urus kedua anaknya yang masih sekolah pastilah tidak mungkin menjaga bapak 24 jam sehari. Lalu siapa?

Aha….kami sewa perawat. Jadilah seorang perawat bernama Lukas menjaganya, membantunya fisioterapi setiap hari, dan ini serta itu.

Sore tadi kutelepon bapakku, Lukas yang angkat katanya bapak sedang menonton televisi dikamar. Beberapa saat kemudian bapak sudah bicara diujung telepon.

Halo Roy, bapak baik-baik saja. Ini tempat tidur seperti yang dirumah sakit yang disewa sudah bapak buang keluar :). Bapak sudah pindah ke tempat tidur bapak sendiri.

Bapak tadi juga ke gereja diantar Lukas. Ini baru makan bubur. Bapak sudah membaik walaupun harus pelan-pelan untuk posisi-posisi tertentu. Masih terus di fisioterapi dan pijat sama temannya Lukas …. bapakku menjelaskan πŸ™‚

Lalu kutanya, 2 hari lagi ulang tahun lo, umur 80 tahun, ada rencana apa untuk ulang tahun bapak?

Ah …. nggak perlu, biar bapak sehat dan pulih dulu. Tidak usah bikin acara ini itu. Semalam bapak juga bicara sama adik mu ….. begitu katanya.

Bapakku yang keras kepala ini emang beda dengan orang tua pada umumnya. Dia nggak mengomel atau caper kalau aku, adik-adikku atau cucu-cucunya tidak telepon atau mengunjunginya. Ah … bapak tahu kalian sibuk kerja dan berumah tangga, bapak tahu. Asal kalian sehat-sehat bapak sudah senang.

Betul, bapak memang tidak menuntut banyak dari kami anak-anak dan cucu-cucu. Kami telepon atau datang beliau akan senang tentu saja tapi kalau kami lama tidak telepon atau datang bapak tidak marah.

Terkadang aku membayangkan hidup sendiri dan benar-benar sendiri setiap hari untuk seseorang yang berumur 80 tahun tentu tidaklah mudah. Oh iya …. bapakku hanya melihat dengan 1 mata, karena mata yang satunya lagi sudah tidak bisa digunakan untuk melihat karena stroke mata yang menyerangnya kira-kira 1 tahun yang lalu.

Tua dan bermata satu πŸ™‚ tapi semua mau dia lakukan sendiri. Jarang sekali kudengar dia minta tolong ini dan itu.

Sebagian diriku bangga dengan kemandiriannya tapi sebagian diriku jengkel juga karena semua “pertolongan” yang kami tawarkan ditolaknya……ya keras kepala πŸ™‚

Bapak ku yang keras kepala ini 2 hari lagi akan berumur 80 tahun. Dan bapak belum mau mati katanya, bapak mau lihat cucu Opa menikah katanya, setelah itu kalau Tuhan mau panggil, ya panggil saja katanya πŸ™‚

Selamat ulang tahun ya pak …. mungkin bapak nggak baca tulisanku ini tapi bapak tahu aku seperti sekarang ini ya karena bapak begitu πŸ™‚

There are 0 comments .

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *