written by Roy Hekekire
July 25, 2019 0

rasanya baru kemarin Almarhum Ibu Mertuaku menggendongnya dari kamar bersalin dan ditunjukkannya padaku seorang anak perempuan merah dan gosh …. keningnya berkerut seperti sedang memikirkan sesuatu.

ketika tumbuh menjadi kanak-kanak rambutnya yang ikal, kegemarannya menyanyi dan menari menjadi magnet utama yang membuatku ingin cepat-cepat pulang kerumah.

lambat laun gadis kecilku ini menjadi begitu doyan bicara, bercanda dan masih konsisten dengan kegemarannya menyanyi dan menari.

High Scholl Musical dan Glee adalah favoritnya yang ditontonnya setiap kali gadisku ini pulang dari sekolah.

tanpa aku tahu dari mana asal mulanya Jasmine – begitu kami memanggilnya begitu getol belajar Bahasa Inggris dari video-video yang dia tonton.

Jasmine berkembang menjadi remaja yang periang, suka bercanda tetapi disisi lain seorang serius dan pemikir.

kesukaannya menyanyi dan menari serta sifat periangnya menjadikan membawa keceriaan dan keriaan di rumah kami.

sehari saja Jasmine tidak dirumah, rasanya sepi dan aneh sekali.

beberapa hari lalu, beberapa kopor ukuran besar dibawa turun dari tempat penyimpanan. baju2 nya sudah mulai dikeluarkan dari lemari.

anak gadisku yg 2 bulan lalu baru genap 17 tahun sedang berkemas untuk pergi jauh 23 jam penerbangan dari Jakarta.

antara bahagia, haru dan sedih aku melihat pemandangan sedikit berantakan kopor-kopor dan baju-bajunya.

bahagia ketika akhirnya Jasmine sebentar lagi akan pergi kesuatu tempat yang menjadi cita-citanya sejak kecil …… Amerika Serikat!

haru karena ke muda annya tidak menyurutkan nyali dan ketabahannya pergi jauh, tinggal sendiri jauh dari semua kemanjaan yang dia peroleh sebagai anak bungsu.

Jasmine memang dimanja bahkan oleh Esa, abangnya. begitu sayangnya sama sang adik semata wayangnya bahkan anak sulungku ini selalu membawakan tas-tas belanjaan Jasmine saat kami pergi ke mall untuk berbelanja. laksana putri saja … Jasmine hanya melenggang sementara sang Abang berjuang membawa bungkusan-bungkusan belanjaan si adik.

sedih saat aku membayangkan bagaimana rumah dimana abangnya, istriku dan aku akan tinggal bertiga ditinggal si cerewet pergi jauh.

Lovena Jasmine Theodore ….. Bunga Melati Tercinta Pemberian Tuhan …. pergi lah anakku, gapai cita-citamu.

walau juga kamu belum pergi, Papa sudah rindu.

written by Roy Hekekire
February 3, 2020 1

para pakar dan analis saham secara umum mengatakan terdapat 2 type pebisnis saham – btw sering kita dengar pemain saham atau main saham ….. weitssss tunggu dulu … ini bisnis bukan main2 ya, harus serius supaya hasilnya juga serius 🙂

type pertama adalah investor. cirinya adalah membeli saham dari perusahaan dengan fundamental yang kuat atau yang laporan keuangannya mantap alias selalu untung, hutangnya lebih rendah dari asset, bisnisnya mempunyai entry barrier yang cukup sulit, produknya  dibutuhkan orang banyak dan minim pesaing serta dikelola oleh management yang solid.

type investor ini biasanya membeli sebuah saham untuk untuk disimpan dalam period of time yang lumayan lama untuk mendapatkan imbal hasil dari deviden.

misal Alex membeli saham perusahaan X pada tahun 1999 sebanyak 100 lot dengan harga Rp.1.000/lembar saham. dengan demikian Alex merogoh kocek untuk investasinya sebesar Rp.10.000.000 di tahun itu.

rata2 setiap tahun perusahaan X membagi deviden sebesar 1%. Artinya setiap tahun Alex mendapatkan deviden sebesar Rp. 100.000 atau sebesar Rp.1.000.000. sehingga dalam 10 tahun Alex dari deviden saja menghasilkan 10%.

bagaimana dengan harga sahamnya? misalkan saja per hari ini harga saham perusahaan X tersebut adalah Rp.2.500/lembar saham. berapa capital gain dari Alex? Ya benar 250% !

sehingga jika Alex menjual seluruhnya saham perusahaan X tersebut Alex akan menikmati profit sebesar Rp. 15.000.000

dengan demikian secara keseluruhan Alex mendapatkan Rp.1.000.000 dari 10 tahun deviden ditambah Rp.15.000.000 capital gain sehingga dari total investasinya selama 10 tahun di perusahaan X Alex mendapatkan imbal hasil sebesar Rp.16.000.000 atau 260% 🙂

gini dech biar nggak terlalu pusing ya …. type investor akan mempelajari secara details tentang perusahaan yang sahamnya akan dibeli. setelah memutuskan dan beli lalu lupakan aja 🙂 ….. ya bener lupain aja supaya pikiran nggak gatel dan iman tergoda untuk jual jual dan jual ….. ntar lihat lagi setelah diatas 5 tahun 🙂 toh setiap tahun dapat deviden?

kalo dalam perjalanan ada uang lagi sebaiknya beli lagi dan lagi dan lagi dan lagi. masak cuma sneakers yang bisa dikoleksi? saham juga bisa lo 🙂

oh iya … type investor tidak terlalu pusing dan dipusingkan dengan fluktuasi harga saham yang naik turun seperti penumpang metromini…..mereka cuek bebek terkadang terkesan songong 🙂 tapi ya itu lah mereka 🙂

buat type ini membeli saham tak ubahnya menabung di bank. aktivitas utama investor adalah Buy ! ….. setelah Buy mereka akan tunggu moment yang pas dan Boom! Tajir melintir ….. bukan saja koleksi sneakers bertambah lo …. tokonya juga bisa dibeli 🙂

type lainnya adalah Trader. type ini bersifat jangka pendek, saking pendeknya bahkan beberapa ada yang melakukan daily trading …. ya benar harian, pagi beli sore jual 🙂

walau aku bukan termasuk type ini tetapi melihat istriku dan beberapa teman terlihat asyik dan menikmati dan ada hasilnya alias profit tentu saja aku tergoda untuk belajar.

seperti tulisanku sebelumnya, investasi di saham memang hanya cocok untuk para pembelajar. asyik kan sudah tambah pinter menghasilkan pula 🙂

itulah alasanku mengapa walaupun sudah mempunyai rekening saham di sebuah lembaga sekuritas aku juga bergabung dengan #RHBTradeSmart. aku mau belajar dan menikmati profit dari aktivitas trading.

belajar? ya belajar …. bukankah di #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia ada kelas-kelas regular yang diadakan untuk edukasi? selain gratis, ketemu teman-teman baru pula. selain itu kita akan mendapat informasi dari hasil analisis dari para analis handal yang memberikan rekomendasi tentang saham-saham tertentu sehingga membantu untuk mengambil posisi Buy, Sell or Hold ….. aih seru sekali kayaknya.

bagi kalian yang penasaran seperti apa mudahnya aplikasi yang kugunakan untuk belajar dan trading silahkan click link ini : https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product

mau tahu aktivitasku sebagai Trader di RHBTradeSmart? ikuti terus ceritaku ….

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
January 30, 2020 0

bener sih aku bukan Certified Financial Planner tapi pengetahuan yang kupelajari lumayan lah untuk menjadi dasar pengambilan keputusan ku dan sedikit akan aku share ketika ada yang bertanya perbedaan dari instrumen2 investasi.

secara tradisional instrument investasi yang termasuk kategori tradisional biasanya adalah deposito, property dan emas logam mulia ( bukan emas perhiasan ya ).

deposito adalah instrument investasi dimana seseorang menempatkan sejumlah uang di sebuah bank dan akan mendapatkan hasil dalam jangka waktu  dan imbal hasil yang telah disepakati. misal jangka waktu 3 bulan dengan imbal hasil 5%, 6 bulan dengan imbal hasil 6%, 12 bulan dengan imbal hasil 7% dst.

artinya seseorang yang menempatkan sejumlah uang dalam instrument investasi deposito dalam jangka waktu 3 bulan akan mendapatkan 105% x 3/12 dari uang yang diinvestasikan sebelum dipotong pajak.

property adalah instrument investasi dengan cara membeli rumah, apartemen, ruko, rukan atau tanah. instrument investasi ini lebih dimaksudkan untuk mendapatkan imbal hasil dari kenaikkan harga dari asset yang dibeli atau istilahnya capital gain. memang benar property bisa disewakan yang artinya investor akan mendapatkan hasil dari sewa selain dari capital gain. instrument ini bersifat jangka panjang dan sangat panjang tergantung dengan lokasi dimana property tersebut. semakin baik dan berkembang lokasi dari sebuah property maka probabilitas dari capital gain akan membesar demikian pula dengan harga sewanya.

emas. harus jelas disini bahwa emas yang dimaksud adalah bukan perhiasan. mengapa? karena didalam emas perhiasan terdapat komponen biaya jasa pembuatan yang sama sekali tidak mempunyai value jika dilihat dari perspektif investasi karena akan menjadi faktor pengurang jika akan dijual tetapi menjadi faktor penambah waktu dibeli J

mengenai logam mulia atau LM memang ada pendapat ini termasuk instrument investasi tetapi ada pendapat juga LM hanyalah sebagai alat lindung nilai, atau sebuah instrument untuk menjaga/menjamin nilai dari kekayaan.

instrument yang lain adalah saham, reksadana, obligasi atau pasar uang, forex, cryptocurrency dan masih banyak lagi karena dunia investasi terus berkembang sesuai perubahan jaman.

ada banyak buku, artikel atau youtube channel yang membahas tentang instrument-instrument tersebut. tetapi disini saya akan sedikit share tentang saham.

investasi saham atau ekuitas berhubungan dengan pembelian dan penyimpanan suatu saham modal di pasar modal yang dilakukan oleh investor baik perorangan ataupun perusahaan untuk mendapatkan  deviden dan capital gain.

sedangkan reksadana adalah tempat untuk menghimpun dana dari masyarakat investor. dana yang terkumpul dinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam berbagai instrument investasi seperti saham, obligasi atau deposito.

gini dech supaya sedikit lebih jelas tentang : Alex menginvestasikan sebesar Rp. 1 juta rupiah untuk membeli saham perusahaan X dengan harga Rp.1000/lembar saham. dengan demikian Alex membeli 1000 lembar saham atau 10 lot ( lot adalah satuan dalam saham . 1 lot = 100 lembar saham. minimal pembelian dan penjualan saham adalah 1 lot ). tentu saja supaya Alex bisa memulai menginvestasikan uangnya terlebih dahulu dia harus membuka rekening saham di salah satu perusahaan sekuritas atau perusahaan pialang saham. sejak saat rekening sahamnya aktif barulah Alex bisa melakukan transaksi beli atau jual.

jaman digital begini memang semua urusan jadi lebih ringkas, cepat dan efisien termasuk dalam urusan membuka rekening saham di perusahaan sekuritas. bahkan beberapa dari antara perusahaan sekuritas sudah menyediakan aplikasi untuk berbagai platform sehingga mempermudah calon investor untuk memulai investasinya dan membantu para investor untuk membeli dan menjual saham atau memantau pergerakan index dan saham-saham. bahkan beberapa aplikasi dilengkapi dengan berbagai macam fitur untuk kemudahan dan kenyamanan investor. singkatnya investasi, profit dan deviden hanya sejauh genggaman tangan J ya iya lah kan semua sudah bisa diakses melalui telepon pintar.

kalo sudah memantapkan hati dan pikiran untuk berinvestasi saham nih silahkan tengok-tengok #RHBTradeSmart dari RHB Sekuritas Indonesia. Apps nya bisa kalian cari di Apple Store pun di Google Store …. Atau gini dech biar nggak ribet kalian tinggal click link ini: https://www.rhbtradesmart.co.id/tradesmart/tradesmart-product . just some clicks and done!

#SahamIsEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
January 13, 2020 10

hari minggu subuh jam 330 pagi, kami antar anak gadis kami ke airport SHIA. pesawat ANA NH 836 akan membawanya ke Narita. transit 1,5 jam di Tokyo dari sana United Airlines akan mengantarnya ke JFK NY. dari JFK Jasmine harus pindah ke Newark Airport untuk seterusnya terbang ke Boston, kota tempatnya belajar. memang cukup merepotkan dengan beberapa kali transit apalagi bagi anak kami yang baru bulan Maret tahun ini akan mencapai 18 tahun.

penerbangan yang panjang puluhan jam tentu membuat tubuh capek dan penat, apalagi selama 3 minggu Christmas break nya di Jakarta acaranya begitu padat bersama kami sekeluarga pun dengan teman-temannya serta ditambah dengan deg2an karena Jasmine terbang seorang diri tanpa teman.

kira-kira jam 720 pagi waktu Jakarta atau 720 malam waktu NY, Jasmine telepon, dan dengan suara bergetar menahan tangis dia cerita :

“Dad, aku sudah ke terminal B tetapi orang counternya mengatakan aku harus balik ke C karena dari sana baru bisa diproses penerbanganku ke Boston. aku turuti dan aku balik ke C lagi tetapi setelah di counter mereka bilang aku harus ke B. ini waktunya sudah mepet dan hampir pasti I’ll miss my flight. and I don’t know why aku nggak bisa pake my BoA Debit Card mungkin rusak atau apa dan aku hanya pegang cash sedikit, ini gimana Dad…..Jasmine takut”

kalimat terakhirnya membuat pertahananku runtuh. membayangkan anak gadisku sendirian, capek dan menghadapi situasi tidak menentu sementara aku disini hampir nggak bisa berbuat apa-apa.

istriku seperti kebanyakan para ibu sudah panik walau aku tahu dia mencoba mengendalikan dirinya supaya tidak menambah kalang kabut situasi.

dengan sekuat tenaga dan emosi aku berusaha mengendalikan diri dan mengembalikan fungsi otak supaya bekerja normal dan rasional. lalu aku berdoa singkat saja : “Tuhan, tolong anakku” kemudian kutarik nafas panjang sambil terus memegang telepon selularku yang terhubung dengan anak gadis ku semata wayang yang sedang ketakutan.

“dek …. sudah lupakan flight mu. sekarang kamu cari bagian informasi, kamu ceritakan masalahmu dan bilang bahwa kamu perlu flight ke Boston secepatnya. kalau kamu perlu beli tiket lagi kamu bisa gunakan kartu kredit. bahkan dari kartu itu kamu bisa tarik cash ( o ya … sewaktu di Jakarta, Ibunya memberikan dia kartu kredit yang hanya boleh digunakan untuk situasi darurat. sehingga Jasmine belum tahu apa saja kegunaan kartu itu termasuk untuk menarik cash. dan mungkin juga dia tidak ingat dia memiliki kartu kredit dari Ibunya ). lakukan seperti yang Papa bilang ya nak”

sambil terus berpikir mencari cara untuk menolongnya, aku mengirim text ke Ibu Mimi Kurniawan – Ibu Mimi adalah orang Indonesia berkantor di NY yang menduduki posisi penting di perusahaan kami. text ku singkat saja : ” Bu, boleh saya call? ada emergency anak saya di bandara JFK”

bukannya menjawab text ku tetapi Ibu Mimi langsung meneleponku kurang dari semenit dari kukirim textku. lalu aku menceritakan situasinya dan meminta ijin beliau untuk menshare nomornya ke Jasmine just in case si adek tidak mendapatkan solusi untuk terbang ke Boston malam itu.

selesai berbicara dengan Ibu Mimi, kukirimkan text ke Jasmine : “dek, ini nomor telepon teman Papa di NY. Papa sudah call Ibu Mimi dan kamu boleh telepon untuk asking for help ya nak. be calm. pasti ada way outnya. kamu tidak sendiri nak and call me kalo kamu sudah senggang”

kira-kira 15 menit kemudian Jasmine telepon : “Dad, aku sudah ke information and mereka bilang counter di terminal C dan B salah kasih informasinya tetapi pesawatku memang sudah berangkat. mereka bilang ada flight terakhir jam 830 tetapi sudah full book. mereka suruh Jasmine tunggu, siapa tahu ada yang last minute cancel….e baru saja mereka bilang begitu, rupanya ada salah satu calon penumpang yang booknya 2 kali sehingga ada 1 seat sisa, jadi Jasmine bisa ikut flight ini dan karena maskapainya sama jadi Jasmine nggak perlu bayar lagi. Now, I can breath Dad. Ini Jasmine sedang duduk di gate untuk nunggu boarding yang sebentar lagi”

lalu aku mandi dan baru sampai kantor ketika jam sudah menunjukkan hampir jam 9 pagi 🙁

mungkin orang melihat ini sebagai keberuntungan anakku mendapatkan 1 seat left di last flight on that night but aku percaya ini jawaban dari doa orang tua yang meminta pertolongan untuk anaknya.

jam 1105 anakku mengabarkan sudah sampai di dorm dan sedang beberes dan bersiap mau tidur.

ada beberapa poin yang aku mau share dari ceritaku pagi tadi.

sebagai orangtua tentu tidak akan selamanya dan seterusnya menyelesaikan masalah untuk anak-anak kita. anak-anak harus dibiarkan mengatasi masalahnya sendiri karena dari situlah anak-anak belajar dan bertumbuh menjadi dewasa dan matang. tetapi tetap saja mendengar suara anak gadisku diselingi tangisnya berkata : “Dad, Jasmine takut”…. tentu tidak mudah bagiku. membayangkan dia seorang diri, tidak ada yang dia kenal, ribuan kilometer jauhnya dari her main supporting system – abangnya, ibunya dan aku -, dan tidak ada “uang” …. tentu saja sebagai bapak pertahananku jebol juga …. ya benar aku sempat menangis sendirian di ruang tengah. bukankah seharusnya aku ada disaat anak-anakku membutuhkan bapaknya?

walau banyak sekali keterbatasanku sebagai seorang bapak untuk menolong anak-anakku tetapi satu hal yang aku ingin mereka tahu bahwa mereka tidak sendirian menghadapi masalah mereka masing-masing. setiap saat pikiranku dan doa ku untuk masa depan yang baik dan jodoh yang tepat buat mereka. anak-anakku harus tahu bahwa semua yang ibunya dan aku lakukan adalah memberikan kehidupan terbaik yang kami bisa usahakan. bukankah demikian seharusnya tugas dan kewajiban sebagai orang tua?

a family is a family no matter what ….. benar tetapi aku melihat dalam dimensi yang berbeda.

Ibu Mimi seperti ceritaku diatas, salah satu orang penting di perusahaan tempatku bekerja. kami bertemu dan kenal awalnya memang dari urusan pekerjaan as professional. tetapi aku sungguh beruntung bekerja di tempat yang memungkinkan mengembangkan hubungan yang lebih dari sekedar professional …. ya kami ini keluarga, kami ini teman.

Ibu Mimi bahkan belum kenal Jasmine, mengenal wajah anakku pun belum. tetapi Ibu Mimi melalui text nya bahkan akan mengunjungi anakku saat beliau visit Boston.

terima kasih banyak Ibu Mimi Kurniawan.

tak sabar aku menunggu waktu. Jasmine pasti tertidur lelap tadi malam, paginya dia sudah harus bangun karena sudah ada kelas yang menantinya di semester ini. Miss you dek …. I’ll call you after your class.

written by Roy Hekekire
December 31, 2019 3

pernah nggak sih berpikir atau merasa seakan semua still stay the same walaupun semalam bahkan sampai subuh berpesta merayakan tahun baru? katanya tahun baru? tapi mengapa kok semua terasa sama? masih terbangun dikamar yang sama, matras yang sama, bau kamar yang sama … semua masih sama persis nggak ada yang berubah. lalu apanya dong yang baru yang menjadikan sebagian besar orang di dunia merayakan tahun baru?

waktu memang socially constructed. masyarakat secara kolektif meng create arti dari waktu. waktu sejatinya adalah sebuah ilusi tetapi karena konstruksi social sehingga kita mengenal waktu seperti saat ini. konsep waktu seperti yang kita kenal saat ini karena masyarakat memberikan arti tertentu dari konsep tersebut.

berangkat dari teori konstruksi social tersebut rasanya akan lebih meaningful jika perayaan tahun baru tidak dibatasi sekedar akibat pergantian tanggal 31 Desember ke 1 Januari tetapi setiap saat bisa dimanfaatkan sebagai day1.

bukankah inti dari kehidupan adalah terus menerus berusaha menjadi lebih baik? meninggalkan hal-hal yang sudah lewat, belajar darinya dan self improve menjadi manusia baru ….. setiap saat?

sayup kudengar Day1 dari Honne ……..

You’ll always be my day one
Day zero when I was no one
I’m nothing by myself, you and no one else
Thankful you’re my day one
Thankful you’re my

I got lucky finding you
I won big the day that I came across you
‘Cause when you’re with me, I don’t feel blue
Not a day goes by that I would not redo .……………………………………………………………………

happy new day. happy new year.

written by Roy Hekekire
December 31, 2019 0

seperti kebiasaan yang sudah-sudah, setiap pergantian tahun kami selalu berkumpul keluarga besar. ada acara yang selalu diadakan. nggak pernah berubah formatnya, jujur menjemukan tetapi supaya tidak ada keributan yang tidak perlu ya kami jalani saja.

nggak tahu bagaimana asal mulanya tetapi selain berdoa semua orang yang ada dalam acara itu harus bicara satu persatu. walau bermacam-macam cara bicara dan seterusnya mayoritas isinya adalah review tahun yang sudah berjalan – ditambah dengan segala curhat dan keluh kesah 🙂 dan tentu saja harapan – atau mungkin juga tuntutan harus begini dan begono.

walau jaman sudah berubah dan umur masing-masing keluarga juga berubah tetapi entah mengapa cara yang digunakan tetap saja sama dari tahun ke tahun. aku membayangkan bagi anak-anakku betapa waktu berjalan begitu lambat di acara itu, detik bagaikan menit, menit laksana jam, dan jam serasa tahun 🙂

berubah menjadi relevan memang bukan perkara mudah.

pergantian tahun memang sering digunakan untuk refleksi diri, melihat kebelakang sejenak lalu resolusi. seberapa efektif resolusi itu, seberapa disiplin resolusi itu dilakukan dan ditepati tentu masing-masing punya jawabannya. tetapi seperti itulah siklusnya. resolusi tahun baru setelah refleksi tahun yang sudah lewat.

beberapa orang mempunyai masa lalu yang indah, saking eloknya sehingga layak di ceritakan kembali dengan berbagai tujuan. tetapi tidak sedikit orang yang mempunyai masa lalu yang hanya bisa diceritakan pada diri sendiri.

bukan untuk membandingkan, tetapi saat kupikir masa laluku tidak seindah seperti yang kuharapkan, nyatanya ada lebih banyak lagi yang mempunyai masa lalu tidak seindah masa laluku. saat kukira perjuangan hidupku keras, ternyata ada yang jauh lebih keras menempuh hidup dimasa lalunya. saat kurasa tahun ini adalah tahun paling menantang dalam hidup, ternyata bagi banyak orang kesulitanku bukanlah apa-apa.

saat aku mencapai angka 1 dan kulihat seseorang dititik -2 bukan berarti aku lebih baik dan seseorang itu lebih buruk.

kita tidak sebaik yang kita pikir – orang lain tidak seburuk yang kita kira. each of us have our own problems and mistakes.

orang bijak berkata : never judge someone without knowing the whole story. you may think you understand. but you don’t.

thanks a lot 2019 for the lessons. and welcome 2020, I see 365 opportunities in you.

written by Roy Hekekire
December 30, 2019 0

ITC

karena beberapa alasan, Natal dan akhir tahun ini kami tidak berlibur kemana-mana. hanya 3 malam mengunjungi Bapak di Semarang lalu tinggal di rumah yang kira-kira hanya 50 km jaraknya dari rumah kami di Jakarta.

praktis kami hanya menghabiskan waktu di kota hujan ini. selain karena masih harus berbenah ini itu juga karena kami benar-benar ingin menikmati waktu dengan tidak melakukan apa-apa.

sesekali saja kami keluar komplek sekedar mencari makan dan berbelanja keperluan rumah seperti sapu, alat pel dan sejenisnya 🙂

3 malam yang lalu, kami berbelanja makanan kecil, beberapa minuman, susu, candy dan sejenisnya di sebuah mall yang rasanya paling mentereng di kota ini. setelah memutari deretan rak dan gondola dan tak juga kutemukan minuman yang kucari lalu kupaksakan diriku bertanya ke salah seorang karyawan yang kutemui : “Mas, beer dimana ya?” si karyawan segera menjawab : “kami tidak menjual beer disini pak, mohon maaf” 🙂

tadi sore kami keluar bertiga untuk membeli 3M hook, itu lo cantelan/hook yang ditempel ke dinding untuk menggantung serbet dll 🙂 kami mengunjungi sebuah toko peralatan rumah yang terkenal. tapi toko yang berlantai 5 tersebut kebetulan atau memang begitu ternyata lift nya tidak aktif alias pengunjung harus melalui tangga.

mana lutut ku masih ada masalah demikian pula istriku, maka kami memutuskan mencarinya ditempat lain 🙂 lalu masuklah kami ke sebuah toserba yang lumayan besar, ramai orang disana. tapi tak kutemukan barang yang kucari.

dimobil, anak gadisku bilang begini : “Dad, I think mall disini semua like ITC ya 🙂 tinggal disini max 3 days OK lah selebihnya aku lebih cocok di Jakarta 🙂 jadi kalau kalian mau tinggal disini rumah Jakarta jangan diapa-apain karena next year kalau aku pulang aku mau tinggal di Jakarta aja 🙂

memang benar selama disini kedua anak ku nyaris gabut, sibuk dikamar masing-masing. si Abang sesekali keluar kamar dan mondar-mandir dia taman kecil di lantai 2, sesekali di turun kebawah memeriksa isi kulkas dan membawa beberapa yang dia maui. demikian juga si gadis, hanya turun ketika dia akan berbicara : “Jasmine laper” 🙂 selebihnya mereka berdua bertapa di goa mereka masing-masing.

tinggal ditempat baru memang tidak mudah, perlu adjustment beberapa hal, perlu beradaptasi. sometimes penyesuaian yang dilakukan perlu radikal tapi kadangkala hanya penyesuaian kecil tapi besar ….. seperti mall rasa ITC 🙂

adjustment atau beradaptasi memang bukan semata karena pindah tempat tinggal. bahkan kupikir adjustment adalah hal lumrah dalam keseharian.

lidah pengen makan tempe goreng tetapi si mbak masak tahu. pengen bangun siangan dikit, tapi duo berandal ngajak jalan pagi. maunya jalan-jalan lunch out semua tapi ada yang mager yang hanya minta dibungkusin. bukankah itu semua perlu adjustment?

yang lebih serius misalnya, pengen punya bos baik tapi dapetnya bos yang cranky setiap Senin pagi. maunya punya tempat kerja yang tinggal ngesot dari rumah tapi faktanya harus drive sejam dari rumah atau harus naik kereta.

tapi supaya hidup berjalan damai, seiring sejalan tidak konflik karena hal-hal remeh tentu perlu adjustment.

Eleanor Roosevelt said : be flexible, but stick to your principles.

written by Roy Hekekire
December 25, 2019 0

entah mengapa tiba-tiba istriku berbelanja pernak pernik Natal dan suatu malam dirangkailah pohon buatan lengkap dengan hiasan dan lampu-lampu berdiri mentereng diruang tengah. Ini adalah dekorasi Natal pertama sejak 4 tahun terakhir.

semua gara-gara ada anggota baru dikeluarga kami, Mikey dan Milo 🙂 takut dan kuatir dekorasi diacak-acak mereka berdua sehingga semua simpanan hiasan dan pohon buatan diberikan ke orang lain.

tetapi ada yang aneh dari pohon Natal yang terpasang dirumah. rangkaian yang indah harus terganggu dengan deretan kursi yang terpasang seperti layaknya sebuah benteng …… pohon Natal berbenteng 🙂 ini semua terpaksa dilakukan untuk menghambat serangan iseng kedua anjing peliharaan kami. walaupun demikian beberapa hiasan sudah sukses berhasil dicopet dan menjadi mainan mereka berdua.

walau keindahan pohon Natal tereduksi karena kursi-kursi yang membentuk benteng tapi tetap saja paling tidak kerlap kerlip lampunya membuat suasana khas Natal lebih terasa.

beberapa minggu terakhir topik lama tentang “memberikan ucapan Natal” kembali muncul. bener topik lama yang hanya muncul diawal Desember lalu menghilang dan akan muncul lagi Desember tahun depan 🙂 diskursus, perdebatan dari pihak-pihak bahkan sudah menginvasi time line platform social media apapun.

perdebatan tahunan yang selalu terulang, muter saja tak pernah maju seperti tidak ada topik lain yang lebih bermutu 🙂

sore tadi aku memposting ucapan Selamat Natal di semua platform social media ku. tidak lama kemudian dan bahkan saat aku menulis cerita ini respon dan ucapan selamat dari tman-teman terus bermunculan.

seperti pohon Natal dirumah, yang walau harus dibentengi dengan deretan kursi tetapi tetap saja terpasang, keindahannya kerlip lampunya hiasannya membuat suasana rumah menjadi berbeda.

demikian juga tampaknya walaupun perdebatan tak henti tentang ucapan tertentu tidak akan menghilangkan arti Natal yang sesungguhnya. Natal tetap saja berlangsung – dirayakan atau bahkan tidak dirayakan, diselamati atau tidak diselamati sekalipun. karena Natal tak lebih dari pertemuan seorang individu dengan penciptaNya.

bagiku jalinan pertemanan jauh lebih penting dibandingkan ‘memaksa’ teman-teman yang tidak hendak menyelamati untuk memberikan ucapan selamat.

terima kasih untuk teman-teman semua.

selamat Natal.

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

Ibu

dengan mengendari mobil kami, istriku dan 2 orang anak remaja kami berangkat ke Semarang, kota kelahiranku menengok Bapak dan merayakan malam Natal bersamanya.

memang tidak banyak waktu yang bisa kusediakan baginya, tetapi walau hanya beberapa hari saja kupikir kami tetap harus pergi mudik.

rumah Bapak masih seperti biasanya, tidak banyak perubahan sejak beberapa bulan lalu ketika kami datang mengantar anak gadisku sebelum pergi sekolah jauh. rumah khas orang tua, dinding rumah penuh dengan foto yang berjajar seperti pameran dari tukang foto ternama, barang-barang dari tahun entah kapan masih juga ditempatnya, mematung tak bergerak sedikit berdebu.

sesekali saat istriku menengok disempatkannya membuang barang-barang yang tidak terlalu jelas peruntukkannya. tentu saja itu dilakukannya ketika Bapak sedang tidur. dan pasti sedikit ada omelan sana sini saat diketahuinya beberapa barang pusaka raib dibuang 🙂

ini adalah Natal ke 8 dilaluinya seorang diri tanpa istri. dengan bersusah payah Bapakku berusaha sekuat sisa-sisa tenaganya untuk membuatnya sama. masih ada hiasan Natal yang didekornya, templok sana templok sini. pohon khas Natal yang muncul setahun sekali dipasang diteras rumah lengkap dengan pernak-pernik termasuk lampu kerlap-kerlip :).

pagi tadi ketika perut lapar minta diisi di meja makan sudah tersedia makanan khas keluarga kami saat Natal : sup kacang merah 🙂 dan daging woku lengkap. sejak dahulu ketika Ibu masih hidup itulah yang kami harapkan ketika pulang ke rumah.…..sup kacang merah.

walau beda rasa antara masakan almarhum Ibu dan masakan Bapak tapi aku tahu Bapak berusaha semampunya menjaga Natal menjadi tidak berbeda.

walau almarhum Ibu bukan orang yang banyak bicara dan bahkan cenderung diam tetapi tanpa kehadirannya memang rumah menjadi berbeda.

walau aku sendiri sulit menggambarkan dimana bedanya tapi aku merasa memang berbeda.

walau aku seringkali sebel dengan betapa ribetnya istriku dalam menangani urusan-urusan domestic ditambah dengan ribuan kata dan kalimat mengenai ini dan itu tetapi pada saat dia pergi dari rumah entah menengok Bapak, kondangan keluar kota atau sekedar berlibur bersama teman-temannya suasana rumah menjadi seperti kehilangan nyawanya. seperti ada sesuatu yang paling inti dari rumah hilang.

si sulung yang paling sering beradu argumentasi dengan ibunya yang selalu bertanya padaku : “Mama kapan pulang sih?” – padahal begitu Maknya pulang ya mereka berdua akan ribut lagi :). begitu juga dengan kedua anjing kami akan mendadak patuh dan menjadi anjing paling polite dan pendiam sedunia tatkala istriku bepergian.

masing-masing akan melihat seorang perempuan yang dipanggil ibu atau istri dengan predikat-predikat tertentu. itu semua benar. tapi bagiku Ibu dan Istriku adalah inti dan roh dari rumah kami.

Selamat Hari Ibu

Bu, Ar : thank you for loving me, thank you for being the center of our home

written by Roy Hekekire
December 23, 2019 0

19 tahun yang lalu, umurku baru awal 30 an aku lupa bulannya untuk pertama kalinya berkenalan dengan sebuah produk investasi reksadana dari sebuah investment management.

waktu itu tentu saja sumber-sumber informasi mengenai investasi belum sebanyak dan semudah seperti saat ini yang menurutku seperti jamur dimusim hujan.

saat itu pada umumnya investasi baru dialokasikan ke instrument tradisional seperti tanah, property, emas atau kebanyakan orang memanfaatkan produk perbankan seperti deposito.

pertanyaan kritisnya adalah mengapa kita harus berinvestasi? pertanyaan ini akan menentukan instrument yang paling tepat dan jangka waktu yang tepat pula.

tentu saja karena aku bukan Certified Financial Planner maka tulisan ini tidak kredibel sama sekali untuk memberikan pengetahuan teknis instrument investasi seperti yang kutulis diatas walau aku juga sedikit banyak mempunyai pengetahuan tentangnya dari buku2 dan artikel2 yang kubaca.

kembali ke cerita 19 tahun yang lalu, sejak saat itu investasi sudah bukan menjadi hal baru buatku, istriku dan kemudian ke 2 anakku.

dari 1 produk reksadana, kami – saya dan istri berinvestasi ke produk reksada yang lain sampai suatu ketika pengetahuan investasi kami mulai bertambah dan kami mengenal instrument investasi di pasar saham.

dari awalnya beberapa juta saja sampai ke angka tertentu saat ini baik dalam bentuk reksadana dan tentu saja saham baik di bursa dalam negeri dan juga salah satu bursa di luar negeri.

praktis bank bukan lagi menjadi tempat ‘menyimpan’ dan ‘memperkerjakan’ uang karena ternyata ada instrument bernama saham dan reksadana yang mempunyai potensi memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan deposito misalnya.

dengan berinvestasi dalam instrument saham selain keuntungan finansial – dan saya kurang tertarik untuk bercerita tentang ini di tulisanku kali ini – saya dan istri mendapatkan keuntungan yang lain yaitu pengetahuan. mengapa pengetahuan?

berbeda dengan reksadana yang dikelola oleh manajer investasi, berinvestasi di saham kita dituntut untuk belajar membaca fundamental sebuah emiten yang sahamnya akan di beli atau jual, mengikuti perkembangan dan informasi mengenai ekonomi, sosial dan politik nasional dan global.

benar sekali, investasi di saham hanya sesuai untuk para pembelajar.

ada cerita menarik yang merubah kehidupan keseharian istri saya yang seorang full timer ibu rumah tangga.

tepat setiap 830 pagi dengan iPhone dan hands free terpasang ditelinganya mendengarkan dan memperhatikan dengan seksama pembahasan beberapa analisa chart beberapa emiten yang direkomendasikan oleh beberapa analis. bayangkan seorang ibu rumah tangga, tanpa background sekolah ekonomi hanya dengan mengikuti beberapa kelas saham, terlibat di group beberapa analis, istriku ini sudah mulai memahami dan tentu saja mendapatkan keuntungan finansial dari investasinya.

sore hari sebelum penutupan pasar, kembali dia melihat apa yang terjadi di pasar saham hari tersebut dan agak malam dia mulai menghitung gain atau ‘kerugian’ di hari tertentu.

‘kerugian’ mengapa ada tanda koma diatas? tentu saja setiap investasi selalu ada kemungkinan untuk rugi tetapi dalam jangka menengah atau panjang kemungkinan gain akan jauh lebih besar dibanding kerugian.

buktinya mudah saja dalam kasus istri saya, uang jajan, jalan2 bahkan ke luar negeri sebagian diperolehnya dari investasinya ini.

sebagai bapak dari 2 orang anak remaja menuju dewasa tentu saja menjadi prioritas ku bukan saja untuk menyediakan hal-hal terbaik yang mampu aku sediakan untuk masa depan mereka tetapi juga menularkan hal-hal baik yang bisa kami contohkan kepada mereka berdua.

sejak beberapa tahun yang lalu saat anak2 duduk di junior high school masing-masing sudah mempunyai rekening reksadana yang di top up setiap bulannya sebagai pengganti menabung di bank. saat masuk usia 17 tahun si sulung sudah mempunyai rekening saham dan sudah mampu bertransaksi sendiri. awal tahun depan adalah saat si bungsu akan membuka rekening saham pertamanya.

maaf maaf ini bukan tentang mau show off, don’t get me wrong ya ….hanya sekedar membagi cerita yang kupikir layak untuk dishare karena ini adalah hal yang baik, mau diikuti silahkan, tidak mau diikuti ya tentu saja nggak apa2 juga 🙂

berinvestasi di saham tampak ribet bagi non investor tetapi dengan belajar dan mengikuti berita2 terkini serta disupport oleh aplikasi2 canggih di telepon pintar dan didukung oleh rekomendasi2 saham unggulan dari para analis akan memudahkan para investor untuk bertransaksi.

seperti cerita tentang istriku, full timer ibu rumah tangga, tidak mempunyai background pendidikan ekonomi bisa juga berinvestasi saham.

atau ceritaku di tulisan sebelumnya tentang kelas2 investasi mayoritas diikuti oleh yang berumur diatas 40 tahunan.

coba bayangkan jika kelas2 tersebut diikuti oleh lebih banyak anak2 muda? masak iya 1 jam sehari nongkrong di café atau mabar game online bisa tapi tidak ada waktu untuk belajar dan memulai investasi? yang bener aja ah 🙂

yuk mulai lah hari ini, start small, mulai dari seharga sepasang atau 2 pasang sneakers, lalu datangi lembaga sekuritas yang keren dan terpercaya ….. banyak dan mudah ditemui kok mereka2 itu, helpful pula.

masak iya jaman Kakek Nenek & Papa Mama kalian dulu menabung dibank, masa iya kalian juga ikutan cuma nabung di bank? kerenan dikit dong ah, investasi dipasar modal lah 🙂 …. nggak sekedar menabung tapi juga jadi investor. keren kan?

#SahamisEasy #InvestSmarter #TradeEasier

written by Roy Hekekire
December 21, 2019 0

terminal 3 bandara soekarno hatta malam itu sekitar jam 11 malam saat aku dan istriku sampai tampak ramai. beberapa keluarga terlihat menjemput anak-anak mereka yang mungkin sekolah atau tinggal di bagian dunia yang lain.

suasana menjadi riuh ketika penumpang sudah mulai keluar dari terminal kedatangan. peluk, cium, tawa mendominasi malam itu. ada spanduk kecil yang pasti sudah dipersiapkan satu keluarga dibentangkan : welcome home!

aku ikut senyum-senyum sendiri menyaksikan peristiwa itu sambil berharap cemas mengapa belum ada jadwal kedatangan pesawat yang anakku tumpangi terpampang di monitor.

yang kutunggu akhirnya datang juga, anakku pulang menghabiskan Christmas break nya selama 3 minggu. walau baru juga 4 bulan tapi kurasa sudah lebih lama dari itu 🙂 #lebay …. biar lebay tapi paling tidak aku nggak segitunya sampai harus bikin spanduk kan?

kira-kira 2 jam sebelum aku berangkat ke bandara, saat aku sedang menikmati makan malam sambil berbincang dengan beberapa customer, sebuah telepon masuk lalu kuangkat ….. “halo” kataku. sesaat tidak ada suara sama sekali lalu tiba-tiba hanya suara tangis tersedu-sedu diselingi suara yang kurang jelas kudengar.

dari nama yang muncul dan dari suara tangis yang kudengar dari telepon ku seketika aku mengambil kesimpulan lalu kukatakan …. “Dinda ya Bang?” ….. diseberang sana temanku menjawab “iya pak Dinda”.

Dinda, anak perempuan berusia 5 tahun telah pulang ketempat dari mana dia berasal. perjuangannya telah selesai melawan kanker darah yang dideritanya.

aku bergembira karena anakku pulang. temanku remuk redam hatinya juga karena anaknya pulang.

dalam suasana Natal yang kuperingati, 2 peristiwa ini mengingatkan aku tentang kejadian lebih dari 2000 tahun yang lalu. bahwa suatu ketika ada Anak Allah yang meninggalkan sorga dan pergi kedunia untuk memastikan suatu saat aku akan pulang ketempat darimana Dia berasal.

#natal #pulang

written by Roy Hekekire
December 17, 2019 0
written by Roy Hekekire
December 17, 2019 0

saat sedang menikmati makan malam yang sudah larut … orang bule bilang supper, sebuah pesan di WhatsApp masuk begini isinya : “selamat malam pak”. cepat saja aku berpikir ada apa ini? tidak mungkin hanya sekedar menyapa dimalam yang sudah menjelang larut. 

lalu aku membalas : “y Bang”. lalu muncullah jawaban, begini bunyinya : “anakku kondisi nggak stabil pak, nggak sadar”

singkat cerita, selesai makan malam bersama istriku aku menuju ke lantai 29 sebuah rumah sakit di daerah Semanggi, jam sudah menunjukkan sekitar pukul 11 malam. kutemui salah satu teman kerjaku yang sudah berkumpul bersama istri, anak2 dan saudara2.

namanya Dinda, seorang anak perempuan, aku lupa bertanya kepada bapaknya berapa umur anak ini, seorang anak perempuan yang sudah beberapa bulan terakhir berjuang melawan kanker darah yang diidapnya.

2 minggu sekali Dinda harus menjalani kemoterapi.

karena satu dan lain hal, Jumat lalu Dinda harus masuk ke rumah sakit lalu ke ICU dan sampai saat ini belum sadarkan diri.

malam sebelumnya, karena tuntutan pekerjaan aku mendatangi sebuah event besar di kawasan JIEXPO Kemayoran. puluhan ribu crowd datang bahkan dari berbagai negara, berpesta selama 3 malam berturut-turut.

hanya ada wajah gembira, senyum lebar bahkan tawa gelak mudah dijumpai dimana-mana.

tadi malam, bersama istriku, kami memenuhi sebuah undangan sakramen dan pesta perkawinan seorang kenalan lama. semua bergembira terlebih kedua mempelai. dengan janji perkawinan yang luar biasa indah sebuah keluarga baru terbentuk malam itu.

malamnya aku berpikir dan merenung, hanya dalam 2 hari terakhir aku berkesempatan menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri 3 peristiwa yang berbeda satu dengan yang lain. 

peristiwa seorang anak yang sedang berjuang untuk hidup, perjuangan orang tua dan handai taulan yang sedang berharap mendapat kesembuhan bagi sang anak. 

peristiwa yang lain, diwaktu yang sama, hanya terpisah beberapa kilometer jaraknya semua orang sedang berpesta diringi musik berkekuatan hampir 100 decibel.

lalu sebuah peristiwa perayaan terbentuknya sebuah keluarga baru.

memang tidak ada yang aneh. memang dunia dibentuk dari peristiwa yang bermacam2.

tetapi menyaksikan ke 3 peristiwa tersebut hanya dalam hitungan hari tentu tidak begitu lazim.

kemudian aku teringat sebuah nasehat lama dari almarhum kakek berkata begini : jangan terlalu gembira dan jangan terlalu sedih. sekedarnya saja kata beliau.

memang benar juga kupikir, 3 peristiwa sepanjang akhir minggu lalu mengajar aku bahwa ketika aku bergembira harus selalu menyadari bahwa dibagian tempat yang lain ada yang sedang bersusah dan bersedih hati.

belajar bukan saja dari peristiwa2 yang aku alami sendiri tetapi juga dari peristiwa2 yang sedang orang lain hadapi akan mengasah empati dan membuat aku menjadi tahu diri.

written by Roy Hekekire
December 10, 2019 2

selesai makan siang dengan beberapa teman, kami pun ngobrol2 tentang bagaimana masing2 mengelola keuangan.

perbincangan menjadi sedikit riuh karena ada beberapa dari kami yang hanya mendapat “husband allowance” dari Finance Minister 🙂

lalu obrolan berganti topik ini dan itu.

dirumah, ketika jari2 tanganku scrolling IG dan Line, topik tentang mantan Direktur Utama salah satu BUMN besar masih mendominasi. kali ini beserta dengan orang2 yang terlibat dengannya dikuliti habis oleh para Netizen termasuk salah satunya adalah seorang awak kabin yang konon menjadi apanya dari pak Dirut.

di salah satu posting yang aku sendiri heran gimana bisa sampai didapat oleh sipemilik akun diunggahlah video si awak kabin sedang memamerkan ini itu termasuk segala macam operasi plastik yang dilakukannya di luar negeri. 

jujur sih agak gimana gitu melihat video itu …. tapi lucu juga melihat tingkah polah si embak menunjukkan segala harta karun dan semua benda berharga yang dengan matematika sederhana sangat tidak masuk akal jika hanya diperoleh dengan salary dan segala macam tunjangannya sebagai awak kabin.

lalu menyeruak berita dari Hongkong tentang seorang perempuan Indonesia bernama AL, yang konon seorang sosialita. masih menurut berita itu AL sedang diuber2 pihak berwewenang karena sang sosialita ternyata adalah seorang penipu. aktivitas yang dilakukannya untuk memenuhi gaya hidup. korbannya sudah banyak!

memang sih jaman sekarang godaan tentang gaya hidup sangat dasyat. gaya hidup sudah sedemikian jauh meninggalkan esensi dari hidup itu sendiri. manusia modern lebih cenderung melihat bungkus lebih berharga dari isinya.

suatu saat si Oom yang paling hobby bercelana pendek … Almarhum Bob Sadino berkata begini : “bergayalah sesuai isi dompetmu. yang beneran punya nggak akan banyak bicara seperti mereka yang berlagak sok punya”

Jay-Z si rapper kelas dunia mengatakan begini : “you can’t afford something unless you can buy it twice”

ya benar si Oom dan Jay-Z sedang bicara tentang fenomena Snob yang dengan begitu mudahnya dijumpai, dibaca dan dilihat melalui media apapun.

artis yang memamerkan saldo ATM misalkan ….. masih lumayan kalo itu hasil jerih payah si artis itu sendiri. gimana kalo bukan? 

atau si anu dan si anu yang memamerkan segala macam harta benda merk2 maut kelas dunia …… masih lumayan jika itu hasil keringat sendiri …. gimana kalo bukan?

atau cerita tentang Pemda DKI yang mengetahui bahwa ratusan pemilik super car telah menunggak pajak 🙂

aneh bukan? mobil berharga M mampu dibeli tetapi pajak paling hanya ratusan juta masih juga nggak mau bayar.

inilah fenomena ketika hasil – yang diukur dari kepemilikan terhadap sesuatu – meniadakan penghargaan terhadap proses. sehingga nowadays pamer menjadi sesuatu yang lumrah. pamer kepemilikan terhadap sesuatu dan bukan proses!

kepemilikan terhadap sesuatu akan menentukan termasuk golongan mana seseorang dalam kelas masyarakat.

pemilik dan pengguna barang2 dengan merk2 yang biasa dijumpai di London, Paris dan New York akan secara otomatis digolongkan dan mendapat stempel dan masuk dalam kelas atas, jet set, tajir dan kemudian mendapat “penghargaan” tersendiri dari society. 

sebaliknya pemilik dan pengguna barang2 bermerk juga tapi berjamaah penggunanya dianggap marginal alias kelas pinggiran :). nggak ngerti dech gimana yang hanya mampu beli di Manggu dan Tanah Abang y? dianggap apa y mereka?

kelas atas dan marginal. kaya dan miskin.

yang mau beli termasuk kaya, yang tidak mau beli langsung auto miskin 🙂

padahal kan belum tentu y? 🙂

sayup kudengar entah dari mana berkata : ah kamu cuma sirik aja …. kamu nggak bisa pamer karena kamu nggak punya dan kamu nggak punya karena kamu tidak lebih tajir dari mereka yang lain #automiskin

ah baiklah ….. maaf kan …. maafkan si miskin ini y 🙂

akhir minggu lalu dalam suatu pertemuan Boss ku bilang begini : value kita sebagai individu, sebagai pribadi tidak boleh diukur dari pencapaian terhadap angka2. jika angka kita rendah maka kita melihat diri kita sendiri less value dan begitu juga sebaliknya! jangan begitu!

ah si Boss tahu aja 🙂

supaya lebih intelek 🙂 closing dari cerita ini akan menggunakan salah satu rumus fisika yang terkenal.

Pressure = Force/Area atau Tekanan = Gaya/Area

Tekanan berbanding lurus dengan Gaya, tetapi berbanding terbalik dengan Area.

berdasarkan rumus tersebut maka : jika hidupmu penuh tekanan, berarti kamu kebanyakan gaya.

ngawur y? 🙂 kan aku sedang pamer masih ingat pelajaran Fisika 🙂

written by Roy Hekekire
December 8, 2019 0

seorang teman mengajakku kesuatu tempat. disana sudah berkumpul ramai kira2 40 orang. kutaksir rata2 berusia diatas 40 tahun, hanya ada beberapa saja yang dibawah itu.

didepan tampak seorang bapak yang menjelaskan grafik2 serta angka2 yang ada didalamnya. langsung saja aku mengenali itu adalah grafik atau chart tentang pergerakan harga saham sebuah emiten, lalu disusul emiten yang lain dan seterusnya.

suasana kelas menjadi sedikit hiruk pikuk ketika beberapa chart dibahas diiringi sesekali celetukan senda gurau. rupanya itu adalah kelas regular yang diadakan sebuah lembaga sekuritas bagi para investor.

sengaja kelas tersebut diadakan untuk memberikan pengetahuan dan pendidikan mengenai analisis teknis fundamental yang memang akan sangat dibutuhkan dan membantu para investor untuk mengambil keputusan membeli atau menjual sebuah saham.

dalam bahasa yang lebih cool kelas yang diadakan oleh salah satu lembaga sekuritas keren tersebut untuk membantu para investor untuk Invest Smarter & Trade Easier.

kelas2 gratis beberapa kali aku ikuti. baik yang membahas teknik fundamental atau hanya memberikan gambaran dan pengetahuan dasar tentang investasi di pasar bursa.

beberapa kelas berbayar pun aku pernah ikuti, mengorbankan weekend dan harus pula merogoh kocek lumayan dalam.

tetapi dari kelas2 yang aku ikuti baik berbayar atau gratis ada suatu kesamaan yang aku amati, yaitu pesertanya sebagian besar diatas 40 tahun.

perkenalanku dengan investasi sudah dimulai sejak awal tahun 2000. waktu itu umurku diawal 30an dan produk yang kubeli adalah reksadana dari sebuah asset management yang ternama.

saat itu investasi selain deposito, emas dan property belumlah mudah diakses karena pengetahuan tentang investasi lain selain instrumen tradisional belum banyak dijumpai relatif dibanding seperti hari ini.

setelah mencoba mencari informasi, membaca beberapa buku dan artikel maka aku memutuskan menginvestasikan sejumlah uang untuk membeli sebuah produk reksadana.

keputusan yang kuambil 19 tahun lalu itu mungkin adalah salah satu keputusan terbaik yang pernah aku lakukan. bukan karena keputusannya tetapi rasa ingin tahu yang membuatku mencari informasi dan belajar lebih dalam tentang instrumen2 investasi yang akhirnya menguatkan ku untuk mengambil keputusan tersebut.

benar sekali harus belajar, mencari tahu lebih banyak, membaca, dan mencari tahu apa saja instrumen2 investasi yang memungkinkan memberikan hasil yang lebih baik dibandingkan instrument lainnya.

karena tanpa belajar dan mencari tahu lebih banyak hanya akan membawa kita pada keputusan2 yang itu2 saja atau bahkan masuk dalam perangkap money game atau iming2 investasi bodong dengan janji sorga yang merugikan diri sendiri.

berinvestasi di deposito itu baik, membeli emas atau property itu juga baik tetapi pertanyaan selanjutnya adalah apakah instrumen2 tradisional tersebut akan memberikan hasil seperti yang diinginkan? jika jawabannya iya, maka silahkan lakukan. tetapi jika jawabnnya tidak, maka sudah saatnya mencari instrumen investasi lain seperti saham yang begitu mudah diakses dewasa ini dan bahkan dengan telepon pintar sekalipun.

teringat sebuah artikel yang kubaca kira2 mengatakan seperti ini : berinvestasi dengan uang yang sedikit tetapi dalam jangka waktu yang panjang akan memberikan imbal hasil yang jauh lebih menguntungkan dibandingkan berinvestasi dalam jumlah yang besar tetapi dengan jangka waktu pendek.

mumpung masih pada muda sebaiknya mulai berinvestasi. liriklah pasar bursa mumpung indexnya masih belum seberapa J

mengkoleksi sneakers tentu saja mengasyikkan dan membanggakan apalagi rare items J

pergi ketempat2 eksostis lalu foto2 dan di share ke IG tentu saja baik, paling tidak memberikan inspirasi ke follower untuk pergi juga ketempat2 jauh J

tetapi bukankah itu semua perlu biaya? jika dari uang gaji cukup ya silahkan lakukan. tetapi bagaimana jika tidak? masak iya harus minta ortu atau dibayarin pacar? J

nah, sebaiknya mulai cari tahu dan belajar tentang saham. lalu mulai beli dan koleksi!

kan keren tuh, yang lain pada koleksi sneakers, tshirt, mungkin motor tetapi koleksimu adalah saham!

kok sneakers dibandingkan dengan saham? eh mengapa tidak? berinvestasi disaham tidak semahal yang dipikir banyak orang.

jika sepasang sneaker berharga 2 juta dan kalian beli setiap 2 bulan sekali, maka dengan uang itu sdh lebih dari cukup untuk memulai investasimu.

jadi urutannnya yang sedikit perlu dirubah dari yang sebelumnya :

(gaji – pengeluaran bulanan – kenikmatan masa muda) = 0, menjadi

(gaji – investasi – pengeluaran bulanan) = 0

mengapa investasi lebih dahulu dibanding pengeluaran bulanan? ya tentu saja investasi tidak dilakukan dari uang2 sisa, harus disecure diawal. supaya makin percaya dan hobimu adalah scroll2 IG silahkan saja lihat disitu banyak sekali nasehat tentang money management dan salah satu yang kuingat adalah nasehat 80/20. sisihkan 20% income mu diawal untuk investasi J 80% incomemu dicukup2kan untuk pengeluaran ini itu setiap bulannya J

lah kenikmatan masa mudaku bagaimana? …… nah ini dia, kenikmatan masa mudamu dan sekaligus persiapan masa tuamu dibiayai dari hasil investasi! emang kalian akan muda terus? J

tapi ribet nggak sih investasi di instrument saham? kayaknya ribet banget harus lihatin chart dengan angka2 dengan warna2 merah dan hijau?

ribet? hari gini masih ada yang ribet? no way

dengan aplikasi yang tersedia kita bisa memulai cara investasi saham online membuat investasi mudah bagi pemula, sehingga kalian dapat investasi saham kapanpun, dan investasi saham dimanapun bahkan saat kamu bekerja, pacaran atau liburan ….. keren kan?

ingatanku kembali ke 19 tahun lalu saat salah satu keputusan terbaik dalam hidup aku ambil …. belajar dan memulai investasi !

dan sayup kudengar dari play list ku lagu BCL ……….. biarkan lah saja dulu, kita jalan berdua, mereka pun pernah muda, pernah muda J

#SahamisEasy…..let’s do #InvestSmarter and #TradeEasier

written by Roy Hekekire
November 30, 2019 0

Air

sejak Sabtu 30/11/19 IG story bos ku dan teman2 kantor di penuhi dengan foto dan cerita tentang foto si boss dalam sebuah botol air minum mineral.

tentu saja ini bukan dalam rangka si boss yang promosi air minum dalam kemasan miliknya – walau saya berharap one day si boss akan punya his own brand 🙂

air minum dalam kemasan bergambar foto keren si boss memang sengaja diproduksi dan didistribusikan se antero negeri sebanyak pasukannya yang tersebar di lebih dari 80 kota di Indonesia – jumlah ribuan !

suatu pertanyaan sekilas menggoda pikiranku menjelang Sabtu sore. mengapa si boss membagikan air minum dalam kemasan bergambar dirinya? apa nggak ada barang lain yang lebih atraktif. masak iya air minum? cuma sebotol pula? ongkos kirim ke hampir 90 kota bisa jadi lebih mahal dari ongkos produksi air minum itu sendiri? masak iya orang se logik dan maut hitungan2 angka seperti boss ku terlewat matematika sederhana seperti ini?

hampir 20 tahun hidup di kota besar seperti Jakarta memaksa ku tinggal di sebuah rumah yang sangat minim halamannya walau hanya sekedar untuk menanam ini itu. sisa tanah tidak lebih dari 6 meter persegi, sehingga setiap kali onggokan tanah harus dibeli dari penjual bunga yang sering mondar mandir di kampung tempat tinggal ku supaya beberapa tanaman yang ada mempunyai media yang cukup untuk tumbuh.

kondisi ini menjadikan tanaman dan sejenisnya tidak menjadi obyek yang aku amati sehari-hari sampai beberapa hari yang lalu untuk pertama kali aku menginap di rumah Bogor – tempat yang kumaksudkan untuk kami tinggali di masa tua nanti. tidak besar memang tapi mempunyai halaman yang lumayan untuk ditanami rumput dan beberapa tanaman hias, ada yang langsung ditanam di tanah dan ada beberapa yang ditanam di pot2.

karena halaman yang lebih besar dari rumah sehingga rumput dan tanaman2 yang ada kurasa menjadi salah satu objek yang mendominasi rumah kami sehingga ‘memaksa’ku untuk mengamati para geng hijau ini 🙂

selama ini karena kami belum menghuni rumah tersebut ada seorang tukang taman yang memelihara supaya rumput dan tanaman terpelihara, pagi dan sore Furqon akan menyiram, mencabut rumput liar dan memangkas merapikan tanaman2 yang ada.

seminggu lalu Furqon sakit sehingga dia tidak bisa bekerja sehingga ketika aku datang kulihat beberapa tanaman mulai tidak sesegar seperti biasanya bahkan beberapa yang ditanam di pot2 terlihat layu. rumput2 mulai bersaing dengan rumput liar 🙂

memang Bogor disebut orang kota hujan tapi siapa juga yang sanggup memaksa kalau hujan tidak mau turun seminggu itu?

segera kuambil selang air dan kusiram rumput dan tanaman2 itu. menjelang sore kulihat mereka sudah mulai segar, daun2 yang tadinya seperti kurang darah alias lemas mulai waras ….

riset singkat dengan Google kutemukan informasi bahwa antara 80% – 50% tubuh manusia terdiri dari air, tergantung tingkat usianya, semakin tua kandungan air dalam tubuh manusia semakin sedikit.

itu sebabnya semakin tua karena kandungan air relative berkurang tubuh manusia terlihat makin keriput dst dst 🙂

air, ya air …. emang siapa yang tidak membutuhkan air? bahkan dalam sejarah cerita umat manusia banyak sekali peperangan dan saling bunuh yang disebabkan karena memperebutkan sumber air.

secara hiperbolik bahkan dikatakan air adalah sumber kehidupan.

walau tumbuhan tidak akan hidup tanpa air, manusia dan binatang akan mati tanpa air tapi wujud air sama sekali sekali tak kasat mata alias tidak bisa dilihat dengan mata telanjang di mahkluk hidup. kita hanya mampu melihat daun, bunga, batang, ranting, akar di tumbuhan. atau ekor, taring, telinga, wajah, kaki, tangan dll dll pada bintang dan manusia. sama sekali kita tidak bisa melihat air yang katanya 80% di tubuh manusia?

sama seperti air yang menghidupkan tanaman, binatang dan manusia. air tidak tampak terlihat di flora dan fauna tapi air ada di dalam mereka. air menghidupkan mereka.

demikian juga seorang pemimpin – siapapun dia, di layer apapun, organisasi apapun – dari level rumah tangga sampai level negara atau perusahaan2 yang rumit – pemimpin itu seperti air.

pemimpin itu menghidupkan dan menghidupi organisasinya walau seringkali pemimpin itu tidak tampak. bagaimana bisa tampak karena pemimpin itu tidak bicara tentang manusia nya tetapi tentang ide dan gagasan!

sebagai kumpulan ide dan gagasan tentu saja perlu didistribusikan, disebarkan sampai semua orang dalam organisasi sama memahaminya seperti sipemilik ide dan gagasan awal. seperti air yang harus terdistribusi dari mulai akar sampai daun bahkan daun terkecil di ranting terluar, seperti itu pula ide dan gagasan seorang pemimpin harus tersebar sampai ke layer yang paling bawah.

organisasi yang hidup adalah jikalau ide dan gagasan pemimpin bisa terdistribusi sama baiknya di layer manapun dan dipahami sama baiknya oleh siapapun orang dalam organisasi.

dalam konteks itulah aku memahami mengapa si boss bersusah payah mempertaruhkan harga diri dengan memajang foto nya di air minum dalam kemasan dan didistribusikan ke seluruh organisasi.

walau tentu saja tubuhnya nggak mungkin bisa di slicing sehingga memungkinkan 1 di Jakarta, 1 lagi di Surabaya, 1 lagi di Medan …. tentu nggak mungkin, tapi beliau sedang mengatakan walau dirinya hanya bisa ada di satu tempat dan di satu waktu tapi ide dan gagasannya tetap harus ada dimanapun di dalam organisasi. karena dengan itulah organisasi akan hidup.

written by Roy Hekekire
November 20, 2019 0

suatu pagi, begitu sampai dikantor aku terlibat dalam sebuah perbincangan menarik dengan 2 orang teman mengenai sebuah never ending topik dalam kehidupan pekerjaan di korporasi … turn over karyawan 🙂

ceritanya, salah satu dari anggota team temanku tadi mengajukan permintaan pengunduran diri karena ini dan itu. lalu temanku dan salah satu anggota team yang kusebut saja Bunga 🙂 berbincang cukup lama. selidik punya selidik, Bunga belum lama pulang dari berlibur bersama teman2 nya, dan Bunga merasa kehidupan teman2 nya begitu mengasyikkan. dari berlibur ke suatu tempat lalu tidak lama kemudian berlibur lagi ketempat lain, tanpa memikirkan kerja, berbisnis atau kegiatan produktif lain.

Lalu Bunga berfikir enak sekali y kehidupan mereka? mengapa aku tidak berusaha menikmati kehidupan masa muda ku seperti mereka?

Bunga bukan tidak berprestasi di pekerjaan. aku tahu berapa ratingnya, bagaimana attitude dan behavior nya di kantor. singkatnya Bunga punya kapabilitas yang lebih dari cukup untuk terus berkontribusi dan perform.

setiap kali kembali ke rumah dari bepergian, aku selalu melewati sebuah jalan dan setiap kali pula kujumpai seorang Ibu berumur 60 tahunan sedang duduk bersantai, kakinya diangkat sambil menikmati sebatang rokok.

suatu ketika aku berpikir, apa ya pekerjaan Ibu itu? pensiunankah? investorkah? orang kaya kah? masak iya tidak ada kegiatan lain sehingga pemandangan serupa selalu kulihat setiap kali aku melewati depan rumahnya?

enak sekali ya hidupnya, nikmat sekali 🙂

di spot yang berbeda menuju rumah, sekumpulan ojek daring berkumpul, bukan ngobrol tapi semua sibuk dengan telepon pintar masing2, kemungkinan besar mereka sedang mabar game online 🙂

jam berapapun ku lewati spot tersebut hanya pemandangan itu yang mendominasi. enak sekali ya hidupnya bisa main game online bersama di pagi hari, siang bolong atau malam hari?

ditengah gempuran kesibukkan, tekanan hidup, dan ketidak pastian menghadapi masa depan, tema tentang “Menikmati Hidup” muncul mendominasi laman social media.

lihat saja posting2 tentang travelling dan tempat2 indah nan eksostis di seluruh penjuru dunia, hotel2 mewah dan villa2 romantik di daerah tropis yang sexy, makanan2 yang tersaji indah, Fisrt Class atau bahkan private jet  menjadi ‘jualan’ pengguna media social dewasa ini.

beberapa account bahkan dikhususkan oleh pemiliknya untuk mengunggah “Kenikmatan Hidup” yang dijalani nya keseluruh dunia 🙂

tapi apakah sebenarnya “Kenikmatan Hidup” itu ya?

apakah travelling terus menerus, keluar masuk tempat2 eksotis, makanana mewah atau se sederhana bermain game online berjam-jam adalah manifestasi dari “Menikmati Hidup” ?

ah tentu masing2 orang mempunyai caranya sendiri2 tapi kalau kubaca dari beberapa artikel orang2 super kaya dunia mendonasikan sebagian besar kekayaannya untuk orang lain.

lalu aku bertanya apakah mereka menjadi filantropis karena sudah terlalu kaya atau karena mengetahui bahwa menjadi berarti untuk orang lain adalah sejatinya kemanusian manusia?

apakah untuk menjadi berarti bagi orang lain adalah hak istimewa orang2 super kaya?

para bapak yang seumur hidup dimasa produktifnya mendedikasikan hidup untuk istri dan anak2 atau para ibu walau bukan jenis sosialita yang berderma kesana kemari diliput media tetapi sampai akhir hidup memberikan dirinya untuk membesarkan anak2 dan mendampingi suami dan bahkan ada banyak ibu yang merangkap tugas sebagai pencari nafkah.

bukankah itu cerita biasa tentang menjadi berarti untuk orang lain?

saking biasanya cerita tersebut sampai sering terlewat dan terlupakan hingga membuat kita cenderung hidup untuk diri sendiri dan mengabaikan contoh sehari-hari.

menjadi berarti untuk orang lain adalah hak istimewa setiap manusia, it’s just a matter of choice!

sehingga “Menikmati Hidup” dengan menjadi berarti untuk manusia lain adalah the ultimate of human achievement.

bagaimana menurutmu?